
Semua berjalan lancar. Tak ada kendala apapun lagi sekarang
Kuharap kalian juga begitu, menikmati setiap proses dan menjadi sesuatu yang benar kalian inginkan dan bahagia
.
.
Siang hari kini tiba, aku hanya yakin bahwa teman-temanku sedang sibuk dengan tugas sekolah mereka sekarang
Jadi aku memutuskan untuk tidur siang setelah makan
Lebih dari itu, sampai jumpa nanti sore
...****************...
Suara telepon terus berbunyi.
Aku yang baru bangun mengangkat nya, aku tak sadar siapa yang menelepon
:"Iya? halo? saya hanabi.."
:"Oh? ayah? ada apa? maaf tadi lagi tidur, gak liat nomer siapanya.. Oh?? ayah sebentar lagi pulang? ibu kenapa?"
Aku mengangkat telepon sambil perlahan mencoba sadar sepenuhnya
Nyawaku belum terkumpul semua
:"Iya, nanti hanabi buatkan makan malam. Ayah langsung pulang aja, nasi masih banyak kok"
Setelah itu telepon selesai
Aku bangun dan pergi mandi
.
Sekarang menunjukkan jam 17.00
Aku turun ke dapur dan mulai memasak lagi. Setelah selesai, aku membereskan rumah lalu pergi menonton TV sambil menunggu ayah pulang
Aku mendapatkan pesan dari Lily, akhirnya mereka menentukan jadwal pergi kami
"Bagaimana dengan besok? kami punya waktu luang besok!"
Aku hanya membalas "Boleh, tentukan saja jam nya. Aku akan mempersiapkan sisanya"
Lalu Lily pun mengirimkan emoticon jempol sebagai balasan
.
.
Ayah pulang, aku langsung menyapanya dan mengatakan bahwa makanan sudah ada dimeja, dan itu baru saja dihangatkan lagi jadi enak untuk disantap
Sekarang menunjukkan pukul 18.00, jam 6 sore
Lebih tepatnya, sudah malam
aku hanya bersiap tidur, aku mandi lagi dan mengganti bajuku dengan pakaian tidur yang nyaman. Menelepon ibu kalau aku ingin tidur cepat malam ini, lalu menyalakan alarm lewat handphone ku
Berbaring di kasurku yang empuk, dan tertidur lelap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terlewat banyaknya hari dalam kehidupan ku
__ADS_1
Tekanan yang sirna perlahan datang kembali
Tapi aku sudah diberi peringatan, jangan panik ataupun takut. Cukup dengan tenang lalu pergi ke psikolog lagi
Cita-cita ku sekarang berubah, bukan ingin menjadi buronan ataupun mati. Tapi bebas dari pikiran, dan tenang untuk hidupku sendiri
Aku tak mau berusaha jadi sama seperti orang lain, tapi aku mau diriku paham, bahwa aku bisa melakukan apapun dengan caraku sendiri
.
.
Ucapkan halo kepada dunia! pesan apa yang ingin kau sampaikan kepadanya?
.
Aku memutuskan untuk berolahraga, tentunya sambil mencoba mengontrol pikiranku sendiri
:"Ribet juga harus ganti baju dulu" Kataku
Sekarang sudah sore, tidak terlalu sore. jam 15.31
Aku berganti baju dan berolahraga. Aku masih belum mengerti di jam berapa saja olahraga bagus untuk badan
Tapi yang ku tahu saat ini adalah, bahwa pikiran kotor dan semua hal negatif terasa hilang setelah aku selesai.
Bukan mau menimbulkan apa-apa, setidaknya kalau pun sakit juga yang kuinginkan hanyalah batinku benar-benar pulih
.
.
Disetiap kehidupan pasti ada masalah, dan itu pasti akan mempengaruhi makhluk hidup disana
Aku tak mengapa saat ini. Tapi besok yang takeirnyq belum kuketahui, bagaimana jadinya? hanya perlu mempersiapkan semuanya kembali
.
Selesai joging, aku kembali kerumah lalu makan malam
Ibu mengajak kami jalan-jalan, di akhir pekan nanti. Jalan-jalan satu keluarga lebih tepatnya
Aku hanya mengiyakan lalu pergi ke kamar.
Aku mencoba membuat target hidup baru. Produktif, lupakan. Dan sehat
Dokter bilang harus punya kesibukan agar pikiran pikiran negatif tidak terus menerus datang
Bercerita dan menangis harus ada agar semua terasa terang
Jujur, aku masih agak tertekan. Untuk sehat jiwa dan raga, selalu ada resep dan aturan yang harus diikuti
Sementara aku hanyalah seorang anak yang tidak di didik untuk mengikuti itu. Tapi menentangnya.
.
Dikamar ku, aku mengambil kertas dan pensil lalu mencoba membuat realis art. Itu harus dikembangkan sedikit demi sedikit. Karena aku tertarik
Tak bisa dipungkiri bahwa aku memang suka dan merasa nyaman dalam menggambar ataupun membaca buku. Kenyaman itu melebihi apapun yang pernah ku rasakan di dunia
Aku menggambar diriku sendiri. Yang sedang duduk di jendelaku dengan background yang berbeda
Ya, aku menggambarkan masa lalu disana. Background yang seharusnya langit-langit berubah menjadi banyaknya orang dan benda-benda berbahaya yang pernah dipakai ayah. Coretan asal yang menjadi gelombang pikiran dan 3 teman ku yang terlihat disana
Ini malah mirip seperti semacam portal pikiran kita. Semua terpancar dalam satu gambar.
__ADS_1
Jika ada yang mengerti gambar ini, mungkin ia juga bernasib sama.
Selesai dengan gambar, aku kembali ke bawah dan mengambil alat lukis, aku melukis setelahnya, di taman belakang rumahku
Melukiskan pemandangan yang memiliki unsur fantasi dunia.
.
.
Memegang handphone membuatku bosan dan merasa stress, kuganti dengan gambar atau lukisan. Tapi jika sudah bosan aku tak tau harus melakukan apa lagi selain memegang handphone dan terus scroll sampai baterai handphone itu habis.
Aku ingin kalian tau bahwa semua yang kalian lakukan sampai sekarang memiliki makna. Tak ada habisnya, tak ada hentinya
Makna yang dalam, yang tak bisa kalian pecahkan.
Makanan yang kalian makan, minuman, tempat tidur, mainan. Bahkan isi dari handphone kalian. Semua nya tergambar dalam takdir kalian dan pribadi kalian
Apa hal yang paling kau sukai?
Lakukanlah, tapi jika hal itu tidak baik untukmu. Luangkan waktu untuk mencari kesukaan yang baru.
Semua akan terjadi, dan terungkap. Jadi lebih baik jika kau sedang diambang masalah, ceritalah. Sebelum menangis menjadi trauma mu
Aku Hanabi Yuki, tinggal di tengah kota. Ekonomi keluarga ku bagus, tapi jiwa keluarga ku tidak. Suram, tapi kami mencoba berubah.
Semuanya benar berubah.
.
.
Aku mulai bosan melihat lukisan ini. Ini sudah malam.
Aku kembali ke dalam rumah lalu menaruh lukisan itu di ruang keluarga.
Kembali ke kamar lalu tidur dengan pikiran yang hampa.
:"Kenapa lagi?" Gumamku tak sadar
Aku membuka jendela, menghirup udaranya dan tersadar
:"Ah! Aku lupa control lagi"
Jadwal ku sekarang berantakan.
Sementara Aku tak menyadari nya dan hanya menikmati kesunyian pikiran. Ternyata kesenangan itu sirna beberapa hari sebelumnya.
:"Sulit banget... mau mati"
Stress melanda, Aku memegang kepala dan mulai memukulnya lagi seperti biasa
Tidak, Aku tidak menangis. Tak bisa lagi menangis. Rasanya memalukan jika Aku benar menangis. Kesalahan ku tepat di depan mata, jadi tak mungkin aku menangis karena menyesal.
Sekarang takut. Kenapa lagi? besok Aku harus control. Jika tidak, Aku akan benar-benar mati nanti.
...****************...
Maaf atas waktu yang lama. Sekarang menunjukkan pukul 02.00
Aku masih berusaha menghilangkan tekanan. Mungkin tadi aku tertidur, lalu bangun lagi. Rasa lelah masih ada dibenakku. Tapi aku berusaha menjadi orang normal.
~Ch 58 selesai~
Sankyuu!
__ADS_1