Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 26-Aku disini (2)


__ADS_3

:"kasihan sekali kamu" kata ibu hanabi yang mengelus punggung rion


:"bu, biarkan rion istirahat" kata hanabi membawa teh hangat


:"hm.. rion hampir mirip sepertimu" kata ibu hanabi tersenyum


:"jangan bahas masa lalu lagi, hanabi sudah bilang bahwa itu tak akan membawa keberuntungan kan?" kata hanabi meletakkan teh itu di meja


:"ibu tau, dan ibu menyesalinya.. andai kan ibu tau akan menjadi buruk, ibu tak akan pernah mencintainya" kata ibu hanabi yang menghela nafas panjang


:"dia hanya menginginkan harta, itu wajar." kata hanabi


:"rion, makan roti ini dulu" kata hanabi ingin menyuapi rion


:"mm.." jawab rion membuka mulut


.


.


:"rion, kau ingin tidur dimana?" tanya ibu hanabi


:"aku akan tidur disini saja" jawab rion tersenyum


:"maka tidur lah dikamar hanabi" kata ibu hanabi tiba-tiba


:"PFFT...!!!" hanabi dan rion yang sangat kaget


:"uhuk uhuk!!" hanabi yang tiba-tiba tersedak


:"saat rion menyukai ku seperti itu?! apakah ini wajar?!" batin hanabi kaget


:"ada apa dengan kalian?" tanya ibu hanabi yang heran


:"apakah aku terlalu dikasihani sampai diperbolehkan tidur bersama putrinya yang seperti malaikat?!" batin rion melayang


:"oh! aku lupa.. kalian masih dibawah umur" kata ibu hanabi


:"kau baru menyadarinya?!" batin hanabi dan rion se frekuensi


:"baiklah, hanabi tidur lah diruang tamu bersama rion" kata ibu hanabi


:"tidak bisa diandalkan memang" batin hanabi pasrah


:"yah, setidak nya jauh lebih baik dibanding kamar" kata hanabi menepuk keningnya


waktu berlalu,menunjukkan jam 12 malam


:"aku minta maaf karena membuat mu tidur di sini" kata rion memeluk bantal yang sempat hanabi berikan tadi


:"hm? itu bukan lah masalah" kata hanabi yang menghampiri rion


*hanabi duduk disebelah rion


:"kenapa tidak menceritakannya?" tanya hanabi menatap rion


:"haha, tidak mungkin.. lagi pula ini adalah hal biasa" jawab rion canggung.


hanabi terdiam, dan mengubah posisinya, hanabi bersender di paha rion, rion menyingkirkan bantal nya dan melihat hanabi.


:"kenapa tiba-tiba.." kata rion gugup


:"dengarkan" jawab hanabi singkat

__ADS_1


:"Kau tau arti topeng? Dan kau tau apa yang akan terjadi jika itu hilang? Maka berakhir. Itulah kata-kata nya.


Tapi tak perlu khawatir akan hal dimana topeng itu tak akan lagi bekerja. Biasakan lah diri dengan keadaan dan terima semua perbedaan dan cobaan. Percaya untuk suatu hal mustahil dan berlari lah terus.


Aku selalu mengatakan ini kepada diriku sendiri, "jangan menunduk lagi! Terus lihat kedepan! Jangan menunduk dan lihat saja kedepan!". Aku mengatakan tanpa memikirkan beban. Maka percaya lah, lindungi lah, karena dirimu itu spesial dan sempurna walau tak diketahui oleh orang lain"


:"kau paham?" tanya hanabi setelah mengatakan semua itu


:"hm. aku paham" jawab rion tersenyum


:"kau pandai membuat kata-kata seperti itu ya" kata rion tertawa kecil


:"aku juga harus memikirkan nya tau!" kata hanabi ikut tertawa


:"aku disini, jadi ceritakanlah, aku akan menjadi pendengar" kata hanabi menangkap wajah rion


*rion tersipu malu, wajahnya sudah sangat memerah


:"hey.. kau tau aku menyukaimu bukan?" kata rion gugup


:"ya, aku tau" kata hanabi tersenyum


*hanabi bangun dari tidur nya, duduk, dan memeluk rion


:"aku sahabat, dan mungkin bisa lebih dari itu. aku akan melindungimu, dan aku menyayangimu" kata hanabi


:"terimakasih banyak, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu" jawab rion membalas pelukannya


aku tak takut, karena aku tau dia orang baik.


aku justru Mengkhawatirkan nya, dan aku akan melindunginya.


ley,jika aku menyukai orang lain, maka jangan salah kan aku. aku akan menjaga orang itu, agar dia tidak pergi sepertimu.


:"baiklah, kita harus tidur, karena besok kita harus berangkat lebih pagi" kata hanabi yang bangun dari duduk nya


*hanabi pergi ke sofa yang lain dan tidur disana. begitu juga dengan rion yang tidur di sofa yang ia tempati.


pagi nya


:"anak-anak.. bangun.. kita sarapan bersama" kata ibu hanabi yang berjalan ke arah ruang tamu (awalnya dia ada di dapur)


:"hmm.. baik tan.." kata rion terbangun


:"hanabi, ayo bangun" kata ibu hanabi yang sedang merapihkan rambut rion


hanabi hanya diam.


*hanabi bangun dan langsung berjalan ke arah kamar nya, masuk ke dalam kamar dan ke kamar mandi disana, mencuci mukanya dan kembali turun


:"good morning hari yang dingin" ucap hanabi langsung fresh


:"cepet banget langsung fresh begitu!" batin rion kaget


:"hooaaammm" rion yang menguap


:"tutuplah mulut mu saat kamu menguap wahai anak muda" kata hanabi yang berjalan ke arah dapur


:"ah.. maaf" jawab rion mengikuti hanabi


mereka bertiga sarapan bersama, setelah itu hanabi mandi, sementara rion pergi mengambil semua pakaian dan barang-barangnya bersama ibu hanabi


hanabi selesai dengan cepat, dia memakai seragam dengan cepat, dan langsung berlari menuju rumah rion juga karena mereka (rion dan ibu hanabi) belum kembali.

__ADS_1


:"enak saja anda main mengambil anak kami!" kata ayah rion membentak ibu hanabi


*rion hanya terdiam, begitu juga dengan ibu hanabi.


:"masuk ke dalam rumah kau sialan!" kata ayah rion menarik tangan anaknya


:"kau mau memulainya lagi?" seseorang yang berbicara dari kejauhan


:"siapa?" ayah rion yang mendengar nya


para tetangga melihat hanabi yang datang kesana dan tidak ada yang berani bicara


:"jika kau mulai lagi, maka matilah saja pak tua" kata hanabi yang membawa pisau kesana


:"a-apa-apaan!!! dasar pembunuh!!" ayah rion sedikit berteriak


*ayah rion itu mundur perlahan, bersamaan dengan hanabi yang semakin mendekat kepadanya


:"pak, dia lah brengsek nya" kata hanabi menoleh ke belakang sambil tersenyum


:"po-polisi??" kata ayah rion yang langsung terjatuh kelantai


:"lain kali jangan takuti, kami jadi makin takut padamu nak" kata pak polisi di belakang hanabi


:"bawa atau kau lah yang akan kulukai" kata hanabi yang tidak mau mendengar kan


:"baiklah-baiklah, aku menyesal" jawab pak polisi itu


*para polisi menangkap kedua orang tua rion dan pergi dari Sana.


:"nah, sekarang kau bisa ambil barang-barangmu dengan aman!" kata hanabi tersenyum


:"kau benar-benar menakutkan" jawab rion tertawa


:"terserah diri ku ingin melakukan apa" kata hanabi mengangguk-angguk dengan santai


:"terimakasih banyak!" jawab rion yang memeluk hanabi


:"sama-sama" jawab hanabi membalas pelukan rion.


:"sudah, ini sudah jam 8 loh (pagi)"kata ibu hanabi melihat jam tangan nya


:"WHAT?!" hanabi dan rion yang reflek kaget


*mereka langsung panik dan mengemasi barang-barang rion dengan cepat


di sekolah


:"nooo kita telattt" hanabi yang menangis di pojokan


:"ha-hanabi ngapain kamu jongkok di bawah pohon begitu?" tanya rion yang memperhatikan hanabi sedari-tadi


:"huaaaaa" hanabi yang benar-benar menangis


:"yow.. lama tidak ber jumpa! apa yang.. terjadi disini" kata lily yang melihat hanabi mojok di pohon


:"ah.. telat ya? haha.. I see" kata lily mematung


:"hanabi sudah lah! lagi pula, kelas kita diundur jadi siang hari! yeeeyy" kata kenzo yang senang


:"heh tiang listrik! kelas gw sama kelas lu beda tolol!!" kata hanabi langsung berdiri


:"aduh, sakit hati" kata kenzo memegang dadanya

__ADS_1


semenjak hari itu, rion pindah kerumah hanabi dan melakukan kegiatan mereka dengan akurat, tanpa ada keluh kesah. walau terkadang ada malam dimana mereka berdua menginginkan untuk tidur lelap dan tidak Terbangun lagi (mat*).


~ch26 selesai~


__ADS_2