Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 48-Tangan kesayangan


__ADS_3

Bukan berarti aku tak akan pernah mencoba lagi, hanya merasa bod*h sedikit


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanggal 4 Januari


.


Aku bersekolah seperti biasa, dan sejujurnya, aku masih enggan berkomunikasi dengan siapapun kecuali Lily


Pernahkah kau merasa takut akan sesuatu yang belum dipastikan seperti apa? atau pernah kah kau mengira bahwa kau akan terkena kesialan hari ini lalu menangis di malam hari?


Terkadang pemikiran ataupun kata-kata buruk yang kita lontarkan untuk diri kita, membuat kita merasa kita makin tak tertolong batinnya. Dan ya, kau benar. Itu pun karena diri kita sendiri


.


Aku menaiki bus kesekolah seperti biasa, melamun sambil melihat kearah jendela. Memikirkan banyak hal entah dengan ekspresi wajah yang seperti apa


Benar-benar hanya berharap "setidaknya aku ingin merasa hampa walau itu tidak enak"


Kadang-kadang, aku masih berharap untuk mat* atau malah tanpa kusadari sudah memegang cutter ataupun pisau tajam. hampir menggores nya sebelum aku kembali sadar.


Saat aku berharap aku tidak gila, justru tindakan ku sendiri yang membuatku merasa makin tidak waras


.


.


Sampainya aku disekolah, Lily langsung menghampiri ku dan menggandeng tanganku. pergi ke kelas bersama-sama


Kepala sekolah mengerti, aku butuh waktu untuk beradaptasi lagi. Dia membuatku sekelas dengan sahabat terbaikku ini


:"Udah makan?"


:"Aah.. sebenarnya, belum. Gak ada nafsu"


:"Ahh hanabi kebiasaan nihh"


:"Haha"


:"Ayo kekantin!"


:"Traktir dong"


:"Iya iya, yang penting kamu makan aja"


.


Setelahnya, kami pergi ke kelas


.


Ding dong


Bell berbunyi, menunjukkan sudah waktunya pelajaran dimulai.


Guru masuk ke kelas, lalu mengabarkan sesuatu


:"Anak-anak, hari ini kita belajar di luar ruangan. Dan untuk anak-anak sekalian yang mengambil jurusan bisnis atau kesenian, silahkan ikuti bapak"


:"Lah kita pisah dong?"


:"Ya gak dong, kan kamu juga jurusan bisnis"

__ADS_1


:"Eh, iya juga ya. Hehe"


.


.


Ok, sepertinya aku mendapatkan hari si*l itu. Lihat apa yang akan kupelajari sekarang. Mental healthy.


:"Sebenarnya bapak ingin mengajar kan hal yang lebih ringan, tapi di wilayah ini ada banyak orang-orang yang mengalami gangguan kecemasan. Pak kepala sekolah menyarankan juga, untuk jurusan kesenian. Bisakah kalian menggambar atau melukiskan sesuatu yang berhubungan dengan itu? buat minimal 12 gambar dengan motif berbeda. Refrensi dan inspirasi sudah bapak kirim di grup masing-masing"


:"12 gambar? wadidaw"


:"Aduh seketika merasa kehilangan jejak!"


:"Semangat kalian, aku juga akan lebih menyerah"


Segerombolan murid mengeluh


Jika tak mau bilang saja, apa susahnya itu?


:"Pak, tujuan?"


Aku mengajukan pertanyaan saking kesalnya dengan keluhan orang-orang


:"Pertanyaan bagus hanabi. Tujuannya untuk memulihkan setidaknya "sedikit" kecemasan mereka. Pihak kesehatan juga sudah menyetujui nya. Dan ini juga termasuk terapi untuk mereka. Oh, tambahan. Kalian buat saja gambar hitam putih, tak perlu diwarnai. Biar mereka yang melanjutkan"


:"Baik pak"


.


:"Ohh buat terapi"


:"Ayo! kerja sama buat kesembuhan mereka!"


Sorakan mereka boleh juga.


......................


Selang beberapa waktu, jurusan kesenian dari dream academy akhirnya selesai membuat lebih dari 200 gambar dari masing-masing murid


Jelasnya, 12 gambar itu untuk 1 orang. Dan 1 kelompok terdiri dari 6 orang. sementara untuk semuanya, ada 3 kelompok. Jadi hasil yang didapat juga banyak (Selamat berfikir)


Guru memanggil seseorang, gadis remaja. Yang sepertinya bukan murid dari sekolah kami


:"Halo semuanya, aku mendapat tugas untuk membagikan lembaran gambar kalian semua kepada orang-orang disana" Ucapnya sambil menunjuk kearah samping kiri


:"Saya harap, gambar-gambar yang kalian buat bisa menyukseskan terapi lukis ini. Setelahnya, terimakasih atas kerja samanya"


Lalu ia membungkuk dan mengambil gambar-gambar kami


:"Bolehkah kami melihatnya?"


Tanya salah seorang murid kepada gadis itu. Sementara aku sudah menebak apa yang akan gadis itu jawab. "Tidak"


:"Maaf, saya berterimakasih atas simpati kalian. Tapi terapi ini bersifat private"


Wah, tebakan ku benar. Karena aku pernah melakukannya dulu.


:"Ah begitu ya, baiklah tidak apa-apa. Semangat untuk mereka semua, dan kamu tentunya"


Lihat gadis baik ini, aku penasaran siapa namanya


:"Terimakasih banyak, saya pamit"

__ADS_1


Gadis suruhan itu pergi, dan punggungnya tak terlihat lagi dalam hitungan menit


...****************...


Menjelang malam, aku baru pulang dari sekolah. Disambut oleh keluarga ku tentu saja. Makan, mandi, dan bersantai sebentar. Seperti kegiatan ku yang biasa kulakukan. Seperti tak ada perubahan


Malam itu, aku mendapat kiriman video dari guru, memperlihatkan anak-anak yang sedang melukis dengan senangnya. Mereka mungkin sudah tau bahwa kami akan menggambarkan sesuatu untuk mereka. Bahkan sebelum melanjutkan gambar-gambar kami, mereka sudah berebut ingin memilih gambar yang tersedia


:"Ahh, mereka lucu"


.


Aku berkata demikian. Tanpa aku sadari aku akan kumat lagi


...---------------------...


Jam 20.58


Aku masuk ke kamar ku dan menutup pintu, membuka jendela ku dan..


Self harm.


Panik merasa ingin lompat dari jendela dan bahkan mundar mandir mencari sesuatu yang tajam sambil menjambak rambut dan memukuli kepala ku yang tak bersalah


Berada dibatas. Sadar tidak sadar. Semuanya benar-benar tak terlukis kan.


Melihat cermin, menampar diri sendiri.


Lari ke kasur ku dan mengambil handphone ku. Mencari sesuatu. Info yang bisa meredakan self harm!


Sambil menangis ku mencoba tenang. Beberapa kali menggigit tanganku sendiri saking ingin pergi mengambil benda tajam. Memukuli tembok karena kepalaku sudah tak terasa sakitnya, sudah tak bisa menenangkan diri dengan memukul kepala


Tak peduli seperti apa, badanku lemas dan merasa nyeri disemua bagian. Ditambah dengan ulahku yang menjambak rambut dan memukuli kepala, membuatku pusing dan makin berantakan


Jendela langsung ku tutup rapat-rapat saat itu, mengunci nya. Membuang kunci jendela itu ke sembarang tempat


Kembali melihat handphone, ada satu cara yang aku pikir bisa membuatku berhenti melukai bagian tanganku. Menggambar kupu-kupu. Walau aku tak pernah melakukannya, aku hanya mengikuti kata-kata dari g**g**


Hanya dengan kuas dan cat. Walau sedikit berdarah berkat gigitan, tak masalah. Kuas bukanlah benda tajam


Buru-buru mengambil peralatan lukis ku, menghindari segala yang ku pikir tajam. Salah satunya pensil yang selalu ku serut


Menanangkan diri perlahan lalu mencoba menggambarnya.


.


Terus aku gambar sampai banyak kupu-kupu bisa kau lihat ditangan kiri ku. Sementara bekas gigitan yang berdarah, aku biarkan. Seharusnya bisa tenang dengan melihat itu, tapi entah kenapa aku merasa belum cukup


Memang belum mereda dengan baik. Tapi ini membuatku lebih tenang. Ditambah, tubuhku sudah sangat lelah akibat kegiatan belajar di luar ruangan


.


Aku membuka pintu kamar ku dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Memakan es batu berkali-kali sampai aku merasa pulih


Kak shahiro ada diruang tamu, tapi aku tidak peduli. Biarkan dia sibuk dengan pekerjaan nya. Aku belum menghapus semua kupu-kupu merah ini


.


Setelahnya, aku kembali ke kamar dan tidur. Tanpa membereskan peralatan lukis ku, dan tanpa menghapus dan menyembuhkan tanganku


~ch48 selesai~


Sankyuu!

__ADS_1


__ADS_2