Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 65-Ungkapan Rion


__ADS_3

Hari festival itu tiba.


.


:"Lihat betapa mengagumkan nya dream academy. Mereka punya cara sendiri untuk bersenang-senang" Ucapku melihat ke sekitar area festival


Ya. Segala hal menyenangkan terlihat disini. Benar-benar hanya kesenangan


Tapi sepertinya tidak dengan pikiranku. Semuanya masih acak.


Bangunnya kak Shahiro dari koma. Mulai seringnya ibu menampakkan diri di ruang keluarga. Ayah yang sering ada dirumah tak bekerja.


Kehidupan itu terdengar normal bukan? tapi raut wajah mereka sendiri mengatakan "Ah.Aku takut akan kejadian itu"


Sampai-sampai saat berita soal pak tua itu terlihat, ibu langsung buru-buru mengganti channel dan bersembunyi entah dimanapun itu.


Aku selalu melihatnya dari tangga. Melihat dengan seksama


:"Yah, hancur beneran dehhh" Gumamku saat itu


Tidak menatap dunia yang tentram lagi. Hanya sunyi kesal sunyi kesal sepanjang hari.


Jadi festival ini, harusnya bisa memulihkan pikiranku.


.


:"Hanabi, gimana kalau kita beli beberapa makanan di sini? lihat. Banyak disana" Kata Rion menunjuk ke kedai makanan di pinggiran festival


Ia menarikku sebelum dijawab. Lalu membawaku ke satu kedai makanan yang ada di dekat kami


Makanan manis terlihat enak disana. Seperti sebuah dessert pinggir jalan yang mengunggah selera


:"Kak, kami ingin satu ya. Rasa apa saja" Rion memesan


:"Baik kak, tunggu sebentar ya"


.


:"Ini kak, jadi 15 ribu ya kak"


:"Terimakasih banyak kakak" Ucapnya lagi


:"Hanya membeli satu? Belikan aku juga" ucapku


:"Kita makan bersama" Jawab nya lagi sambil tersenyum


:"Oh.. Baiklah" Aku hanya menyetujui


Kami mencoba kue segitiga itu bersama. Menyuapi satu sama lain


Rasanya enak, tapi tak sesuai dengan seleraku. Walau masih bisa kumakan, rasanya tetap saja tak mungkin kuhabiskan


.


.


Setelah itu, kami pergi ke kedai makanan yang lainnya. Membeli banyak jajanan dan makan bersama


Setelah semua selesai, kami memutuskan untuk duduk di tempat yang memang disediakan untuk menaruh barang atau makanan/minuman. Bangku dan meja ada disana, begitulah


:"Makin lama makin mirip kencan ya" Kata Rion


:"Eh? Ah.. Kau benar juga"


:"Ngomong-ngomong, hanabi. Kita sebentar lagi kelas 2 SMA loh, gak mau nyoba masuk sekolah lagi? Aku kesepian" Katanya dengan raut wajah cemberut


:"Aku masih memikirkannya"


:"Apa kau mau kuliah saja?"


:"Tidak, aku berencana untuk masuk sekolah lagi. Aku tidak nyaman berada dirumah"


:"Kalau begitu kembali saja ke dream academy, kita bisa bermain setiap waktu"

__ADS_1


:"Bukankah kalian semua sibuk dengan pekerjaan?"


:"Sekarang tidak. Karena sebentar lagi masa ujian, kami diwajibkan fokus belajar"


:"Aww, Kenzo pasti sedih"


:"Hahaha, dari diumumkannya itu sampai sekarang, dia selalu cemberut!"


.


Obrolan yang terus mengalir, menguras waktu kami hingga sore hari tiba


.


Ini sudah waktunya pertunjukan. Rion pamit dan pergi menuju panggungnya yang di sana sudah ramai di isi orang-orang


Aku berfikir sejenak. Jika aku bisa mendapat kan ketenaran seperti itu, apakah semua rasa sakit ini akan hilang?


Aku bahkan mencoba bun*h diri lagi sebelum berangkat kesini.


Kurasa aku tak punya salah apapun. Hey, manusia telak melakukan kesalahan. Maka orang-orang juga begitu. Jadi apakah hanya aku yang pantas diberikan ketidak adilan karena kesalahanku?


Aku berusaha untuk menjadi orang perfeksionis. Hanya suka pada kesempurnaan. Sehingga aku akan detail dalam hal apakah aku salah atau tidak.


Tapi nyatanya aku tetap manusia yang tak punya kesempurnaan diri.


Bahkan sepertinya walau aku meraih piala sekalipun, tak ada yang membanggakannya? Lihat betapa sial nya pikiranku itu.


:"Aku butuh obat penenang"


Aku yang mulai sadar panik, mencari sesuatu untuk dilihat. Berpindah mencari makanan pedas untuk ku makan


:"Ini masih sore. Bertahanlah setidaknya sampai pulang" batin menggerutu


Kenapa kali ini tak bisa? Apa karena waktu itu aku terlalu frustasi dan memasrahkan semuanya? Hey, itu sialan.


Kenapa harus sekarang?


.


.


Melihatnya di konser festival yang megah. Hingga membuatku merasa, makin sibuk, makin lupa masalah.


Aku tak benar-benar mengenalnya, tapi setidaknya melihat dia yang menderita dalam keluarga, harusnya sudah jelas bukan?


Ketakutan itu pasti masih ada. Tapi semua ditutup oleh berbagai macam pekerjaan dan kegiatan


Tapi apa-apaan aku? aku bahkan sudah merasa mati tapi hidup. Aku merasa jiwa ku terlantarkan. Jadi aku bangunkan. Dan ini hasil yang aku temukan.


Sepertinya aku suka sekali melihat kesalahan diri yang fatal, sehingga membuat raga ku justru makin terjerumus alur menyedihkan.


:"Yasudahlah, setidaknya dia senang" Gumamku lalu pergi


.


Aku mencari Lily dimana-mana


Hingga konser berakhir, aku baru menemukan Lily di ruang rias


:"Ternyata kau disini, aku mencari mu kemana-mana" Ucapku


:"Eh? Hanabi?? kenapa, aku pikir kau sedang senang menonton onser Rion"


:"Iya benar, itu tadi. Aku pikir aku harus pulang, jadi aku mencarimu dulu"


:"Cepat sekali.. Festival nya belum selesai loh"


:"Haha, aku tau festival ini akan selesai besok"


:"Iya emang. Apa ada masalah?"


:"Tidak ada, hanya lelah saja. Aku kurang istirahat"

__ADS_1


:"Kalau begitu, biar kan aku yang mengantarmu sampai kerumah"


:"Terimakasih banyak"


.


Baru ingin keluar dari wilayah festival itu, Rion menggenggam tanganku dan menarik ku pergi ke tempat dimana panggung itu berada


:"HEY TUNGGU" Ucap Lily dari belakang dengan keras


Aku disuruh untuk diam ditempat dan menyaksikan


Rion naik ke panggung itu lagi dan mulai bernyanyi


:"Apa dia ingin kau mendengar lagu itu?" Tanya Lily di belakang ku


:"Aku tidak tau, tapi aku akan mendengarkannya" Jawabku


.


.


Lagu itu terus dinyanyikan olehnya. Aku tersadar oleh beberapa bait lirik yang bermakna kan "aku menyukaimu"


Rion terus melirik ku.


:"Mungkin sebentar lagi lagunya selesai. Bagaimana? pesan apa yang ingin dia sampaikan?" Tanya Lily yang mungkin masih tidak paham


:"Hey, apa Rion menyukaiku?" Tanyaku


:"Hm? itu kan udah dari pas.. yang Kenzo bilang itu loh. Pas kamu masih sekolah disini"


:"Oh ya? itu beneran?"


:"Iya, aku langsung tanya soalnya. Kok kamu nanya itu? emang kenapa?"


:"Gak tau deh" Jawabku dengan malas


.


.


:"AKU, MENYUKAI SESEORANG YANG SERING AKU JEMPUT DAN PERGI BERSAMA. AKU HARAP DIA BISA MENERIMAKU. AKU TAK MAU MEMAKSANYA TAPI AKU SUNGGUH MENYUKAINYA DENGAN TULUS!!!!!" Teriak Rion lewat mic yang keras


:"Telingakuu" Lily menutup kupingnya


Banyak fans bersorak dan bertanya "siapa"


Sementara Rion hanya menghela nafas dan mulai menangis


:"Seperti anak-anak saja" Gumamku melihatnya


.


Beberapa menit terlewati setelah itu, baru saja grup band ingin datang ke panggung. Rion meminta waktu sebentar untuk memberi tahu perasaannya


Bagaimana bisa tahu? aku ada didekat mereka.


:"Baik, aku akan beritahu kan siapa gadis yang sangat aku sukai ini. INISIALNYA H!"


Fans ribut, menggerutu karena hanya diberitahukan inisial nama


:"Lily, kita balik aja yu"


:"Udah dipastikan itu kamu. Naik aja ke panggung"


:"Males"


:"Ayo lah" Lily merengek


:"Aku pengen kita pdkt an! HANABI YUKI"


:"HAH?!" Aku terkejut

__ADS_1


~Ch 65 selesai~


Sankyuu!


__ADS_2