
Apa kabar?
.
.
Masih diwaktu yang sama. Aku mulai menangis.
Takut, cemas, sepi. Kosong melanda di sekucur tubuh. Terasa lemas seakan sekarat mau mati.
tangisan ku deras, tapi tak terdengar. Aku menggigit tanganku sampai sakitnya pun kalah dengan isi pikiranku yang meletus.
Semua kata pasti terpantulkan. Hanya saja tak semua orang mendengarkan.
:"Makin lama makin lelah. Mau mati aja, bisa lebih tenang" aku bergumam.
Banyak orang-orang disekitarku yang terus mengeluh karena aku selalu mengucapkan ingin mati di situasi apapun itu, sementara aku hanya berfikir itu adalah hal paling baik dan paling benar agar aku bebas dari dunia kelam.
.
.
Cerita awal anak kecil yang sudah tumbuh menjadi gadis remaja ini, mulai rusak lembaran-lembaran nya
:"Harus control.. Harus diperbaiki lagi. Semuanya"
Lalu rencana bun*h diri itu mulai muncul lagi di benakku.
BUTUH PERTOLONGAN SEGERA. Teriak ku dalam hati
.
Gak bisa, gak bisa lebih dari ini...
Aku mencoba bangkit, badanku lemas. Sempoyongan. Kabur dan tak bisa dengar apapun.
Aku mencoba berjalan mencari pintu kamar. Aku ingin membukanya. Ingin benar-benar cari pertolongan. Karena aku sangat takut ada di tempat ini. Lebih takut dibanding apapun..
Terus mencari dan mencari. Beberapa kali menabrak hal-hal yang menjengkelkan. kursi belajar, meja. Bahkan tertabrak dinding kamar.
Aku berhasil menemukannya. Tapi dimana gagangnya?
Aku tak bisa melihat apa-apa. Yang bisa kulihat hanya hitam pekat. Apa aku sudah pingsan? tidak, jelas-jelas aku sadar.
Aku membuka pintu itu terlalu cepat, seketika tak sadar lagi dan entah apa yang terjadi.
...****************...
Aku bangun.
Walau masih kabur, dan tak bisa dengar apapun. Satu hal terlihat jelas didepanku.
:"Ley sini ahh!!!"
:"Hanabi! udah dong, capek aku"
:"Ya suruh siapa lari?! kamu mahh"
Ternyata mimpi.
.
:"Hanabi, kamu benaran mau mati? sayang loh. Nanti ndak bisa main sama aku lagi"
:"Gak papa, aku udah senang kok. Udah cukup bagi aku, lagian aku juga udah capek"
:"Tapi jangan sekarang. Coba kamu liat duku nanti besok bakal terjadi apa, atau lusa atau bulan berikutnya"
:"Aku males nunggu keajaiban Leyy!! kelamaan!"
:"Tapi kan takdir kamu gak sampe sini! gak berakhir sampe sini!"
:"Ya, iya sih.. tapi kan kalau begini terus bisa-bisa aku kati kecapean."
__ADS_1
:"Kan ada aku, yang bakal buat kamu gak merasa capek!"
:"Hehe, makasih Leyy"
:"Sini pelukk"
.
.
Harmonis sekali, jadi iri.
Apa-apaan? kenapa malah memperlihatkan masa lalu. Semua nya ingin kulupakan. Bahkan hal bahagia sekalipun.
Kapan aku akan bangun? aku tak mau melihatnya.
:"Hanabi, kalau ada apa-apa, lihat aku aja. Biar kamu gak merasa sendirian di dunia. Kita kan satu server. Kita sama"
Berhenti bicara.
:"Hanabii!! Aku mau jadi sahabat kamuuu.. Jangan cemberut terus dong, ayo main bareng"
Tolong hentikan..
:"Hanabi, salam kenal. Aku Kenzo. Kayaknya kamu gak pernah istirahat ya, sendirian aja. Nih, aku ada belikan beberapa roti isi sama cemilan lain. Kita makan bareng ya"
Tolong..
:"Aku Rion. Mau ke perpustakaan bersama?"
Tidak.. aku tidak ingin kemana-mana. Aku ingin mati..
:"Hanabi! kita ada disini!"
Aku tau..
:"Hanabi, jangan diem aja dong! Kan kita ada disini. Cerita aja"
:"Bakatmu itu banyak ya, sayang kalau semisal impian mu itu mati. Padahal banyak orang pengen jadi kamu, semangat dong"
Kenapa??
......................
Hah! apa tadi?
:"Hanabi! akhirnya kamu sadar nak"
Ibu memelukku erat.
:"Syukur kamu gak apa-apa nak.. ibu kaget.."
:"Kamu gak papa? ini kakak beli makanan, kamu makan dulu. Udah sore"
:"Iya nak makan dulu, ayah bawa air hangat buat kamu"
Perhatian ini melebihi batas.
Apa yang kulakukan? aku ingin berterimakasih tapi mereka tetap terlihat seperti orang jahat..
Aku takut melihat orang-orang. Bahkan orang baik yang dekat denganku sekalipun..
Ketakutan itu tak bisa hilang dengan mudah dari benakku. Semuanya menyeramkan.
.
.
:"Terimakasih.."
:"Ini, makan dulu. Kakak beli makanan yang kamu suka"
:"Hanabi gak ada, nafsu makan.."
__ADS_1
:"Kamu mau minum air dulu gak?? tenggorokan kamu kering itu"
:"Iya ayah, nanti hanabi minum.."
Pernahkah kalian bosan melihat cerita seseorang yang hanya itu-itu saja? Apresiasi yang mereka dapatkan juga tetap sama. Kata semangat yang tak hilang tapi juga tetap lenyap.
Aku selalu melihatnya, dan aku muak.
Kau tau lagu ini?
"Katanya cinta sedalam samudra, bohong nyata kita berakhir juga. Muak"
Seharusnya tau. Aku hanya tau Beberapa lirik itu, tak tau lebihnya. Mungkin dari lagu yang sama
"Tahukah sakit yang tak terobati? belum sempat sembuh tertikam lagi. Muak"
Itu sering ku dengar dimana pun aku berada, sampai aku benar-benar hafal lirik dan makna nya.
Untungnya, aku mengambil makna dari sudut pandang mental. Bukan percintaan.
Tak terlalu merepotkan. Tapi mendengar lagu itu terus menerus membuatku merasa kesal. Karena, apa yang mereka pikirkan?! apa yang terjadi pada mereka sampai lagu itu mereka dengarkan?!
Karena aku tak pernah benar-benar cocok dengan makna lagu itu. Jadi aku kesal karena tak bernasib mengenaskan seperti mereka
Muak dengan segalanya dan berakhir dinasihati tapi malah membuat pikiran ku makin menjadi. Itulah kenapa aku membenci semua orang.
.
.
Aku makan tanpa ada nafsu. Makan sedikit lalu minum dan tidur di ranjang rumah sakit.
Benar-benar ingin tertidur lelap dan tak ingin bangun lagi.
Ahh.. Mungkin tak masalah jika khayalan tergabung dengan realita yang ada, aku yakin itu lebih baik.
Mungkin akan lebih banyak kecewa, tapi karena tercampur dengan khayalan pasti semuanya akan terlihat baik-baik saja.
Benar, kenapa tidak?
...****************...
Lewat 4 hari aku dirumah sakit, lalu pergi ke psikolog dan melakukan control lagi.
Lagi dan lagi. Dan kehidupan ku mulai berpihak padaku lagi.
Semua kembali tenang, tapi aku tak mau senang dengan itu
Aku benar-benar mencoba berubah. Tak mau lagi merasa lega.
.
.
:"Minggu depan datang lagi ya, nanti kita main truth or dare lagi"
:"Lama-lama bosan kalau kau hanya memberikan tantangan yang sama"
:"Baiklah nanti tantangannya akan kuubah"
:"Aku tak percaya. Semoga harimu cerah"
Lalu aku menutup pintu ruang sang dokter psikolog.
Tidak terlalu lancar, tapi karena dibuat dengan game, aku jadi lebih rilex dari biasanya. Ditambah, aku diberikan coklat dan keju secara gratis~
Ada apa? perubahan di dunia memang sering terjadi. Tak ada salahnya mengeluh dan merasa tak akan ada yang berubah. Karena memang pada dasarnya manusia akan terus berubah sikap, raga, bahkan karakternya seiring berjalannya waktu.
Sungguh, tak perlu takut akan masa depan. Toh kalian juga tak mungkin akan menyesali kehidupan setelah melihat keberhasilan kan? good luck.
~Ch 59 selesai~
Sankyuu!
__ADS_1