Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 63-Bagaimana cara bangkit?


__ADS_3

:"Kenapa baru kau tunjukkan sisi ini sekarang? setelah keluarga kita berubah."


:"Setidaknya ini yang terakhir kali"


:"Jadi? kenapa tidak sedari awal?"


:"Tidak masalah"


:"Kalau begitu, aku ingin bertanya satu hal padamu."


:"Tanyakan saja"


:"Kau anggap kami apa? apa kau benar-benar menyayangi kami?"


:"Ahh, itu bukan satu pertanyaan"


:"Jawab saja"


:"Aku menyayangi kalian, aku menanggap kalian sebagai orang asing. Aku tak layak mendapatkan kalian di dunia ini. Karena aku jauh lebih buruk"


:"Kau punya masalah hidup kah?"


:"Tak punya, hidup ku bahagia. Itu lah sebabnya aku gampang merasa iri"


:"Tak ada komunikasi antara satu sama lain dapat menyebabkan hal seperti ini. Andai dulu aku bisa mengatakannya, mungkin kau masih kuanggap sebagai ayah"


:"Hanabi, ayah minta maaf atas segalanya"


:"Tak masalah, aku tak peduli. Aku permisi"


:"Hanabi, jangan lakukan hal yang membuatmu masuk kesini lagi. Kau harus sukses"


Aku yang tadinya ingin pergi dari sel, berhenti ditempat karena terkejut pak tua akan mengatakan itu.


:"Apa?" aku menoleh kebelakang. Melihat wajahnya yang malah berlinang air mata


:"Kenapa kau malah menangis!"


:"Ayah senang saat kau datang kesini untuk berbicara walau hanya hal seperti itu. Ayah harap hidupmu selalu bahagia"


Apa-apaan..


:"Kau ada di sel penjara sekarang, setidaknya kau harus tenang. Agar aku tak membunuhmu"


:"Iya ayah berjanji. Maafkan ayah"


Aku mau keluar lagi dari sel. Tiba-tiba pak tua itu berlari dan memelukku dari belakang


:"Ayah minta maaf, maafkan ayah atas semua kesalahan ayah. Berbahagialah dengan keluarga barumu, dengan teman-teman mu. Jangan pikirkan hal lain. Ayah yakin kau juga bisa sembuh dari tekanan mu"


Segala kata maaf ia lontarkan kepadaku.


Aku hanya diam mengangguk, lalu pergi.


.


.


Sekarang, aku tak tau aku harus berbuat apa. Melihat kakak yang terbaring tak sadar diri. Aku yang makin lama makin hilang percaya diri, bahkan untuk bertemu ke empat teman terbaikku. Mungkin kami akan berubah lagi.


Sejujurnya, aku lebih takut kepada diriku sendiri. Karena mungkin sekarang aku selalu ber delusi.


Diriku dipantulan kaca. Aku tak tersenyum, tapi di pantulan kaca, aku tersenyum lebar dengan raut wajah menakutkan.


Aku hanya berjalan seperti biasa, tapi aku malah selalu melihat diriku mengikuti.


Menyeramkan, tapi tak masalah. Dulu aku juga sering mendapatkan nya.


Setidaknya semua akan berakhir seperti sebelumnya juga..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


:"Ibu, sudah lebih dari 4 minggu. Kenapa kakak belum bangun juga?"

__ADS_1


Aku di depan kamar ibu. Setelah menjenguk kakak ku tentunya


:"Bu, bisakah kau tidak mengurung dirimu. Aku sudah memasak dan membereskan rumah. Jadi kumohon keluarlah"


Pintu kamar nya terkunci, tak terdengar juga suara-suara apapun dari dalam sana. Aku tak bisa membukanya.


Lalu aku pergi meninggalkan ibuku di dalam kamar dan pergi makan di dapur


.


.


Sunyi sekali.. ayah sibuk dengan pekerjaan nya akhir-akhir ini. Ibu selalu mengurung diri di kamar. Kakak koma, dan Kuki sibuk bersekolah asrama.


Aku? sekarang aku yang berasa jadi pengangguran. Tak memiliki pekerjaan.


Drttt.. drrrtt


Handphone ku berbunyi. Siapa yang menelepon?


:"Iya halo?"


:"Hanabi, bisa kau datang ke dream academy?"


:"Ah, pak kepala sekolah? aku sudah keluar-"


:"Bukan, bukan masalah itu. Ini soal adikmu"


:"Ah baik, aku akan langsung kesana"


Ada apa? apa lagi yang terjadi sekarang?!


Bergegas bersiap-siap dan menelepon Rion.


:"Iya hanabi? kenapa? ada masalah kah?"


:"Boleh kau antar aku ke dream academy?"


:"Tentu kebetulan aku baru mau berangkat. Langsung otw!!"


:"IBU, AKU KE SEKOLAH DULU SEBENTAR. MAKAN LAH JIKA IBU LAPAR, DAN JANGAN LUPA BERISTIRAHAT" teriakku agar didengar olehnya


Rion datang dengan cepat. Kami pergi menggunakan motor ke sekolah kami


.


Di perjalanan, aku hanya menceritakan perkembangan kakak yang mulai membaik. Walau belum sadar juga, ibu yang mengurung diri. Dan juga kenapa aku pergi ke sekolah lagi


Sampai akhirnya kami sampai di sekolah, aku langsung diantar oleh Rion sampai menuju asrama anak


.


.


Rion turun bersamaku dan menemui Kuki


:"Akhirnya kalian datang. Kuki, memaksa untuk melihat kakaknya"


:"Kau.. sudah dengar ya?"


Aku berjongkok. Melihat wajah Kuki yang sepertinya habis menangis sesegukan.


Memegang wajahnya dan berkata


:"Kak Shahiro udah sehat kok. Minggu depan kita jenguk bareng oke?"


:"Gak mau! kuki mau lihat sekarang.."


:"Keadaan sekarang masih bahaya buat kamu. Kita masih belum tau bakal terjadi apa, kamu mau sabar kan?"


:"Tapi kakak sendiri juga kan selalu jenguk kak Shahiro"


:"Iya bener, kakak jenguk juga karena emang.."

__ADS_1


:"Kenapa?"


Aku tidak mungkin mengatakan itu. Dia bahkan belum selesai dengan semua trauma kekerasan. Jika aku memberitahu nya soal ibu, bisa jadi dia duluan yang mati.


:"Karena emang kakak harus jaga kak Shahiro. Janji deh, minggu depan kita jenguk bareng oke?"


:"Iya, kabarin Kuki selalu ya"


:"Iya pasti, pasti kakak kabarin kok"


Aku mengelus kepalanya dengan lembut.


Stelah itu, aku berpamitan dengan kepala sekolah dan ikut dengan Rion


Karena di jalan aku juga berjanji untuk menemaninya setelah bertemu Kuki


Kami ada di perpustakaan dream academy. Ini perpustakaan yang selalu aku kunjungi.


:"Tak ada yang berubah ya?" Tanyaku pada Rion


:"Haha, hei. Kau bisa datang kapan saja walau kau sudah bukan murid lagi. Diperbolehkan kok"


:"Tidak perlu, jika aku butuh bacaan, aku akan minta padamu saja"


:"Kau ini, benar-benar"


Rion mengacak-acak rambutku.


:"Heii"


.


.


Tak berapa lama kami disana, hanya mengobrol ria lalu pergi ke kantin untuk membeli makanan


:"Rion, kau kesekolah untuk belajar atau keperluan lain?"


:"Keperluan lain. Sekarang sekolah diliburkan sementara karena ada renovasi kelas besar-besaran"


:"Heh.. memakan waktu lama bukan? enak ya"


:"Tidak benar-benar lama juga, sebentar lagi renovasi itu selesai, terlebih. Kami tetap akan belajar beberapa kali di luar ruangan"


:"Setidaknya tetap terasa menyenangkan karena tidak ada unsur kelas sama sekali"


:"Haha, kau benar"


Obrolan itu terus berlanjut. Sampai akhirnya Rion membawa keperluannya lalu mengantarku kerumah sakit.


:"Terimakasih hari ini Rion"


:"Sama-sama, lain kali bermain lah bersama kami. Jangan takut lagi oke?"


:"Aku mengerti. Aku akan usahakan"


:"Kami menunggumu! sampai jumpa lagi!"


Dan dia pergi dengan cepat


Setelah itu. Aku masuk ke dalam rumah sakit dan pergi ke kamar pasien.


Sekarang aku memiliki rutinitas baru.


Memasak dan membereskan rumah, pergi kerumah sakit hingga malam, overthinking di jam tertentu lalu tertidur di lantai.


Dan di pagi hari setelah semua kegiatan rumah selesai, aku hanya mencoba menyuruh ibuku keluar dari kamarnya.


Aku kecewa dengan perubahan yang begitu drastis. Benar-benar kecawa.


Kenapa juga harus aku yang tertimpa segalanya?


~Ch 63 selesai~

__ADS_1


Sankyuu!


__ADS_2