Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 39-Sayap


__ADS_3

kekuatan akan terus mengalir. begitu? mungkin.


pembahasan utama ku kali ini adalah, kenapa?


bagaimana aku bisa seperti ini dan apa yang harus aku lakukan agar bisa keluar dari hal bodoh ini? sederhana tapi sulit dimengerti, benar?


kadang aku menjadikan kata "sakit" sebagai alasan. padahal aku tau aku memiliki beberapa permasalahan yang menyebabkan pikiranku menjadi tak beres.


ya, aku tau, mencoba adalah hal yang paling harus dilakukan saat kau tak memiliki arah lagi. tapi disaat percobaan itu gagal, maka kau juga yang tak percaya lagi dengan apa yang ku bisa lakukan. aku benar bukan?


mudah untuk menebak, tapi tak mudah untuk ditiru. itu intinya


harusnya aku mulai dari awal lagi.. tapi aku malah memulai dari pertengahan...


.


.


.


jam pulang sekolah


bel berbunyi, mengartikan sudah waktunya pulang. aku memutuskan untuk menginap disekolah malam ini untuk mengerjakan beberapa sisa tugas yang belum selesai.


sekaligus merenungkan apa yang kulakukan serta meng intropeksi diriku sendiri.


mengulang lagi, apa yang salah? itu yang akan kupikirkan malam ini. jelas, setelah tugas ku selesai.


hah... rasanya melelahkan.


:"ya, aku akan menginap di asrama kakak, ibu tidak perlu khawatir. tadi aku sudah menghubungi kak shahiro dan rion. iya, aku akan kembali besok sore. seperti biasa, iya, iya. sampai jumpa"


telefon ku matikan. aku matikan HP ku dan merapihkan semua buku. pergi dari kelas dan berlari menuju arah asrama yang jaraknya cukup jauh dari sekolah. tapi itu tetap berada di wilayah sekolah (bagian belakang sekolah lebih tepatnya)


.


.


sesampainya disana, aku mencari asrama yang bernama "shahiro xam dan key alexa". ya, nama itu tertera di depan pintu mereka. kalian pasti mengetahui itu bukan


beberapa menit setelahnya


aku berhasil menemukan nya, aku mengetuk pintu dan pintu itu langsung terbuka. seakan sedang menunggu seseorang untuk datang kesana


:"kau sampai? ayo masuk. shahiro belum kembali jadi jika kau lelah maka tidur lah lebih dulu" kata kak key mempersilahkan ku masuk


.


kak key membuatkan ku teh, dan membawa beberapa camilan biskuit.


:"maaf mengganggu, aku memiliki tugas yang cukup berat. dan ini akan memakan waktu, jadi aku menginap" kataku melihat kak key yang berdiri disamping ku


:"memangnya tugas apa itu? mungkin kakak bisa bantu"


:"tidak perlu, ini tak sesulit itu. hanya memakan waktu saja"


:"sepertinya kau sangat pintar yaa"


:"terimakasih banyak, kak"

__ADS_1


obrolan ringan yang keluar dengan sendiri nya, ini tidak seburuk yang kukira.


malam tiba


tok tok tok


pintu diketuk, kak key membuka pintu dan terlihat kak shahiro yang ada diluar sana


aku yang tadinya sedang santai menonton TV, langsung menghampiri kak shahiro


:"selamat datang" kataku


:"terimakasih hanabi"


kak shahiro mengelus kepalaku, dan masuk kedalam asrama


:"hey, adikmu sangat pintar. aku bahkan gak terlalu mengerti dengan apa yang dia pelajari itu"


:"makanya jangan kebanyakan bolos"


kak key dipukul kepalanya oleh kak shahiro.


.


.


kenapa aku sangat sangat sangat sakit melihat adegan seperti itu? padahal itu hanyalah pertemanan biasa.


aku senang melihat kak shahiro dengan temannya begitu akrab. dan aku juga pernah mengalami hal yang sama, aku juga bahagia.


tapi rasanya hancur.


Anggap saja tak terjadi apa-apa, aku sungguh bosan dengan pikiran yang asal memperlihatkan hal buruk kepadaku.


lebih baik lewati malam ini dengan mengerjakan semua tugas dan tidur. intropeksi diri bisa saja membuatku semakin ingin mati.


.


.


.


pagi hari


:"apa tidur mu nyaman? kau terlihat sangat lelah" kak key tiba-tiba bertanya


:"tugasku baru saja selesai tadi, maaf kak"


:"sekarang istirahat lah walau sebentar. ini baru jam 5 pagi kok, kau punya waktu 2 jam untuk tidur"


:"baik kak, terimakasih banyak"


ya, aku tak tidur. sejujurnya, tugasku sudah selesai jam 12 malam, setelahnya, aku tiba-tiba panik, ketakutan. walau tak ada apapun yang menakutkan. aku hanya diam menangis tak bersuara sepanjang malam. pikiran ku menunjukkan orang yang mirip sekali dengan ku, tapi.. orang itu sungguh sudah mati. tak bisa di selamatkan lagi, dia mati. dia ketakutan. dan aku juga.


di sepanjang malam itu, orang itu terus menghantui ku, dia mencabik-cabik. membun*h orang-orang yang membuat nya sakit.


dia menyeramkan, dia seperti sedang memperlihatkan apa yang akan kulakukan dimasa depan. aku tak menginginkan itu, aku takut melihat nya.


sehingga aku hanya bisa menangis diam dan tak bergerak sama sekali seperti orang mati.

__ADS_1


-Tak berguna meminta tolong disaat kau hanya diam saja


beberapa waktu berlalu


aku berada disekolah sekarang, di perpustakaan dan sedang membaca buku tentang depresi. entah kenapa aku melihat nya dipojokan rak diujung ruangan


membaca nya seperti membaca isi pikiran ku sendiri. semua nya benar dengan apa yang aku pikirkan. ah, dulu aku pernah di diagnosa depresi karena trauma. lalu sembuh.


banyak yang bilang, bahwa aku selalu berusaha bun*h diri di kala itu, mungkin itu satu alasan tepat kenapa mereka sangat khawatir dengan keadaanku.


.


.


aku terus membaca buku itu, sampai tersisa beberapa lembar terakhir. aku berhenti sebentar dan melihat HP ku, ya. karena tak bisa konsentrasi, aku berada di perpus ini sampai jam pelajaran pertama itu berakhir.


Karena pikiran ku begitu kacau, aku tak masuk kelas apapun hari ini. itu lah rencananya


.


.


.


:"loh? hanabi!! ternyata kau benar ada disini?! aku mencarimu kemana-mana!"


lily berteriak


:"ada apa?" aku yang lelah


:"kau baik-baik saja? apa kau sakit? apa kau butuh sesuatu? biar ku bantu, sini"


nada nya yang cemas, nafasnya yang tak teratur. itu langsung menyadarkanku kalau dia masih lily yang ku kenal sejak dulu.


:"lily.. aku.."


air mata ku malah terjatuh, aku langsung memeluk lily erat dan menenggelamkan wajahku di tubuhnya. menangis lagi seperti tadi malam dan ketakutan walau tak ada yang menyeramkan.


yang aku pikirkan, AKU BUTUH TEMAN.


:"tenang, tenang. aku disini"


dia mengelus kepalaku, membelai rambut ku lembut. seperti nya aku benar-benar sudah menyerah. sampai aku memasrahkan semua nya dan membiarkan sesuatu terjadi dengan sendiri nya.


aku Mau mat*.. aku Mau mat*.


semua itu terus aku ucapkan dalam batin, tak berani aku keluar kan lagi.


:"hanabi.. Mau kupanggil kakak mu? kau butuh kakak mu, aku yakin itu"


:"tolong panggil kan.. aku ingin kakak berada disini.. tolong panggil sekarang" jawab ku yang masih sesegukan


:"tentu, lain kali kau datangi aku ya, aku akan selalu berada di sisimu" ucapnya pelan


aku mengangguk, dan mengantuk.


~ch39 selesai~


sankyuu!

__ADS_1


__ADS_2