
:"Hanabi ayo bangun, kau tidak mau sekolah??"
Ibu membangunkan ku, tercium bau makanan kesukaan, aku langsung bangun dari tidurku yang nyenyak itu
:"Gak mau, mau nya makan"
:"Sekolah atuh, biar kamu bisa seneng-seneng sama temen kamu lagi. Kamu gak kangen Rion sama Lily? Kenzo juga"
:"Senin besok ajaa"
:"Haihh, yaudah sana cuci muka nya dulu, pucet banget sih ini muka nya anak ibu"
Ibu mencubit pipiku gemas
:"Aaaaaa"
Aku pergi ke kamar mandi di kamarku, lalu mencuci muka ku disana, turun kebawah dan disapa oleh ayah dan kakak ku
:"Hanabi, nih kebab"
:"Nak sini, hari ini pesta makan-makan buat hari ibu!"
:"Oh iyaaa, ibu, selamat hari ibu yaa"
Aku memeluk ibu ku erat, mengingat ini adalah hari spesial yang harus didapatkan nya
Kira-kira.. Harus kasih apa? yang terbaik untuk bidadari tanpa sayap ini?
:"Iya, terimakasih banyak yaa. Sudah, ayo makan bersama"
:"Ya!"
.
:"Bu aku izin pergi ya, bareng Lily, Kenzo, Rion"
:"Aih, hari ini ini kalian gak sekolah?"
:"Kami dapat info sekolah diliburkan karena rapat"
:"Ibu baru tau kalau dream academy bisa diliburkan juga.."
:"Haha, ibu tidak ingat ya dulu saat aku masih seumurannya? sekolah kan liburrr terus"
:"Benar juga ya"
Kak shahiro ikut menimbrung dalam obrolan kami
Bahagia sambil bercerita bersama, "momen langka"
:"Ya sudah, aku pamit ya bu, kak. Sampai jumpa"
:"Hati-hati!"
Ucap mereka berdua serempak
...----------------...
Aku menaiki bus untuk sampai di tempat yang kami janjikan, yaitu mall besar yang ada di pertengahan kota kami
Aku naik bus untuk beberapa menit, sekitar 15 menit. Lalu naik taxi agar perjalanan ku lebih dekat. Sekitar 20 menit, jalanan begitu lancar. Hingga akhirnya aku sampai di mall besar itu
:"Terimakasih banyak pak"
:"Dengan senang hati"
Lalu ia pergi
.
Sementara aku yang berkeliling di luar mall mencari teman-teman yang lain, mereka langsung berlari menyambut ku
:"Ahh ketemu!"
Lily langsung memelukku erat, lalu Kenzo dan Rion tersenyum seperti biasa
:"Oh! apa kalian sudah memberi ibu kalian hadiah?" Tanya Kenzo dengan semangatnya
:"Aku belum, aku tidak memiliki ide apapun" Jawab Lily menggeleng kepala
:"Aku juga" Jawabku
:"Dan Rion.." Kenzo ingin bertanya, tapi aku menghentikannya dengan kode
:"Kau ingin beri hadiah juga?" Tanya ku kepada Rion
__ADS_1
:"Em..."
Wajahnya kusam. Seperti sedang membayangkan hal menyeramkan seperti apa yang akan terjadi.
:"Jika ayahmu lebih jahat, maka ibu mu lebih baik" Ucap ku
Lalu Rion hanya mengangguk saja, mengartikan setuju
:"Kalau begitu! ayoooo"
Dengan semangat Kenzo berlari menarik tangan Lily, lari ke dalam mall besar itu sambil tertawa. Aku bisa melihat aura nya yang sangat nyaman
:"Ayo"
Aku menyerahkan tanganku, berharap Rion mau ikut serta dalam pencarian hadiah terbaik kami juga.
.
Ia mengangguk, lalu memberikan tangannya. Berbeda dengan Kenzo dan Lily, kami berjalan santai sambil melihat-lihat sekitar. Hanya ingin menikmati hari kami, karena aku juga memikirkan nya, rion butuh waktu untuk jadi pemberani.
Rion selalu melihat kearah makanan, restoran.
:"Kau lapar? kau suka apa?"
:"Eh? ahh tidak usah. Aku tidak lapar. Tiba-tiba aku ingin ngemil saja.."
:"Carilah makanan yang membuat mu kenyang, ayo, aku juga ingin makan makanan jepang"
:"Eh?! kalau begitu kita harus cari sushi! aku ingin sushi"
:"Baiklah ayo, semoga ada di mall besar ini"
:"Seharusnya ada"
...****************...
Di sela-sela kami menikmati sushi kami, telepon ku berbunyi. Ah, ternyata Kenzo
Drtt drtt
drrt drrttt
:"Ya? kenapa menelepon?"
:"Lihat chat! aku menemukan barang bagus!"
:"Baiklah baiklah, aku tutup ya"
:"Okey"
Aku melihat chat, barang ini sangat mewah. Aku menitip 2, karena Rion juga ingin itu
Lalu kami melanjutkan makan kami yang tenang itu
.
.
:"Ayo cari hadiah yang lebih sederhana"
:"Oke!" Jawab Rion yang mulai antusias
Lalu kami keliling lagi di sekitar mall itu, mencari hadiah yang benar-benar kami rasa ibu kami akan menyukainya
:"Mungkin ibu ku akan senang jika aku berikan permata?"
:"Itu berlebihan. Beri apa yang benar-benar kamu ingin berikan"
:"Kematian? kan ibu ingin aku.."
:"Bukan ibu mu, tapi ayahmu"
:"Ah, benar. Ibu tidak mungkin menginginkan itu"
Senyumnya lebar, tapi juga pahit. Tanpa dia katakan sekalipun, aku tau apa yang dia pikirkan
Kami mencari banyak hal, terus mencari sampai kami menemukan hal yang paling kami ingin berikan
Se bucket bunga besar, dengan berbagai benda pernak pernik yang akan melambangkan keistimewaan dan kecantikan ibu kami
:"Aku fotoin ini dulu, siapa tau Lily sama Kenzo mau juga"
:"Oke kalau gitu, aku masuk duluan ya ke tokonya"
:"ok"
__ADS_1
......................
:"Hanabi!!!"
:"Datang juga kalian!"
:"Ayo! aku mau beli bucket ini untuk ibu!"
:"ayo masuk, Rion menunggu"
.
.
Penuh dengan bunga-bunga indah, di penuhi juga dengan hiasan-hiasan rumah yang sederhana tapi nyaman dilihat
Kami masih memilih mana yang menurut kami terbaik, sambil aku membantu Rion mencari, aku juga ikut mencari hiasan yang sekiranya bisa membuat ibu Rion senang
:"Percayalah padaku"
:"Terimakasih"
Selesai itu, kami membayarnya
Membawa bucket bunga itu kerumah masing-masing, aku dan rion membawanya kerumah ku. Kebetulan, ibu ku sedang pergi sebentar
:"Rion, kau beli 2 bucket untuk siapa saja? haha"
:"Untuk ibu ku dan ibu Hanabi" Jawabnya dengan senyuman
:"Kau sangat baik!"
Kak shahiro mengusap kepalanya, dengan gembira Rion tertawa bahagia disini
:"Ayah dan ibu pulang"
:"Mereka sudah datang! cepat ke dapur!"
Kak shahiro panik
Kami bersiap dengan cepat, merapihkan semuanya dan..
:"Ini..."
:"SELAMAT HARI IBU"
Ucap kamu serentak, ayah menepuk tangan, dan kak shahiro meledakkan petasan oernak pernik
aku dan Rion menghampiri ibu, dan memberikan bucket yang kami beli tadi sebagai hadiah untuk hari ini
:"Terimakasih anak-anak ku"
Ucap ibu lalu memeluk kami
...----------------...
Sore harinya
:"Siap kan?"
:"Ya.. "
Kami berjalan pelan menuju rumah Rion yang sebenarnya. Menuju rumah yang ia takuti selama hidupnya
Sampailah kami di depan rumah, bertanya kepada tetangga-tetangga apakah orang yang tinggal disini masih sama atau tidak
Mereka menjawab "Masih, mereka tidak pernah pindah. Menjengkelkan"
Aku mengetok pintu rumah itu, dan dibukakan lah. Ibu Rion Lari memeluk anaknya yang sedang memegang bucket bunga, membuat bucket itu rusak
:"Ibu...?"
:"Aku merindukanmu, terimakasih telah datang, jangan kembali kesini, ibu tidak mau kau sakit lagi. Sayang, kau sayang ibu kan? kalau kau sayang ibu, pergi lah dari sini. Tolong jangan kembali, ibu akan selalu melihatmu dirumah sahabatmu ini, tapi jangan kembali kerumah yang seram ini. Jangan melukai dirimu sendiri, sayang, sayangku"
Ucap ibunya memeluk anak itu dengan erat
Ahh, melihat nya membuatku senang.
Rion menangis dalam bekapan ibunya, sementara ayahnya sendiri tidak berani datang menyeret mereka karena aku berada tepat di samping mereka sambil menatapnya. Mungkin juga karena rumor soal aku yang hampir membun*h pak tua bangka, dia jadi takut
:"Senang kan?" Ucapku tersenyum
:"Ya, terimakasih banyak hanabi ku!"
Lalu bahagia lah dia di hari ibu ini.
__ADS_1
~ch 45 selesai~
Sankyuu!