
Benar-benar, masih tak cukup dengan itu semua
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ini adalah hari sabtu, hari nya weekend
Tapi aku malah mengurung diri dikamar dan kembali diserang oleh pikiran
.
Jika Aku membuat cerita, Aku tak akan membuat banyak konflik seperti apapun. Aku hanya akan menunjukkan keceriaan dan kebahagiaan yang didambakan dunia
Sayangnya, Aku ingin sekali bercerita. Tapi tak sanggup karena ketidak tahuan dan ketakutanku terhadap itu. Terlebih, trauma dimana-mana
:"Aku lelah, tapi aku bisa apa??.." Aku bergumam sendiri
Melihat banyaknya gambar-gambar unik ditanganku, Aku jadi tak berniat lagi menggores nya
:"Sudah penuh"
Sebenarnya, masih ada leher. Kaki, atau mungkin bagian badan ku yang lain. Tapi aku tak mungkin menyakiti itu, terlalu berlebihan untukku
Cukup dengan menjambak dan memukul kepalaku, maka itu terasa jauh lebih baik dibanding harus menggores tangan bahkan dengan garis yang tidak rapih. Membuatku gatal
Ya, bekas luka nya masih ada. Tapi itu hanya lah bekas yang sudah tertutup rapat oleh kulit raga ini
Menurutku tak ada yang berbeda, aku hanya merasa memakai tato anak-anak membuatku cukup percaya diri. Apalagi Cita-cita ku adalah menjadi buronan atau mat*
:"Ini bagus"
Kebahagiaan melekat padaku. Walau setelahnya tidak merasa hebat lagi
Sudah biasa, tapi tetap menyiksa. Dan pasti dengan perlahan membuatku lelah dan mencoba mengakhiri hidup lagi.
Baiklah, kembali ke ceritaku yang biasanya
Aku merenung, lalu merasa bosan dan lapar. Akhirnya aku pergi ke dapur mencari bahan makanan yang bisa ku masak atau ku olah
Ya, aku mulai mengembangkan skill memasakku lagi. Agar Kuki bisa mencoba masakan lain yang ku buat
Aku hanya senang dengan tanggapannya yang begitu positif, membuatku merasa bahwa dunia tidaklah se buruk yang kukira
Aku berharap aku bisa berkembang dari berbagai jalan, seni lukis, memasak, nilai. Aku mencoba menjadikan semua itu menjadi satu jalan. Mungkin dengan beberapa hobiku yang lain, yang coba kukembangkan juga saat ini
Mereka mengatakan bahwa itu adalah passion, menjiwai suatu bidang. Begitulah
Aku punya banyak hobi, yang orang-orang sukai. Sementara aku hanya mencoba terus melatih itu semua, lalu menjadikan itu sebagai passion atau bakat terpendam ku
Meraih apa yang mungkin memang ingin kukejar, jujur tidaklah mudah. Bahkan disaat kau ingin piala ada ditanganmu. Tekanan batin dan tekanan latihan atau apapun itu membuatmu akan cepat menyerah. Tapi saat kau mendapat makna yang bagus, mungkin kau bisa bertahan. Mungkin
__ADS_1
.
Aku membuat 3 onigiri disini, rasa tunamayo
Ya, aku hanya berminat untuk membuat yang mudah kubuat saja. Tapi tetap, aku harus mempelajari tentang bumbu-bumbu agar rasanya enak
Aku kembali ke kamar ku dengan ketiga onigiri itu
Menyalakan AC kamar dan memakannya sendirian
Menikmati hidangan yang kubuat sendiri, sudah biasa bukan?
...****************...
Sore hari tiba, aku berencana untuk pergi jalan-jalan sendiri
Jelas, aku membawa handphone untuk mengabari
.
Aku bersiap, lalu pergi
Kali ini aku akui, jalanan begitu sepi. Padahal ini hari sabtu. Aku hanya berjalan sambil melihat berita di handphone ku, katanya banyak kasus penculikan
Pantas saja tidak terlihat anak-anak sama sekali disekitar sini
Semua orang ingin aman. tapi tidak denganku yang keburu ingin mat* karena batin
Akh hanya berjalan-jalan normal seperti biasa, sambil menggerutu kan banyak hal. Mencaci maki kelemahan orang-orang yang takut akan kejahatan atau apapun yang membuatku merasa senang.
Tak terasa hari mulai gelap. Aku pergi ke taman kota yang terkenal, Wow. Sepi. Tak ada satupun orang
:"Haha kota terbengkalai" Ucapku semeringai
Aku mulai merekam video, melihat pemandangan disana dan mencoba membuat satu vlog yang mungkin tak akan ku posting di media sosial. "Siapa yang akan tertarik?" benar?
Aku melakukan perbincangan singkat. Anggap sedang mendongeng.
Lalu tiba-tiba, aku melihat 4 orang yang seperti sedang mengawasiku di belakang. Tak terlalu jauh, bodohnya, mereka terang-terangan
:"Andai kau tau bahwa aku bangga menjadi mantan penjara"
Gumamku, melihat ke mereka dari kamera handphone ini
Lalu berpura-pura live
:"Okey temen-temen semuanya, makin lama makin gelap ya. Gimana kalau kita cari tempat yang lebih terang sedikit? biar nyaman ngobrolnya"
Aku belajar ini dari adikku.
__ADS_1
Aku pergi dengan santai, sambil mengelilingi wilayah pinggiran kota yang sejuk
Sementara ke 4 orang itu masih mengekori ku dari belakang
:"Lihat siapa yang terlihat idiot disini! hah, cukup dengan kota ini menjadi kota terbengkalai. Jangan kau tambah lagi penduduk"
Aku menoleh kan badanku ke belakang, dan langsung bertatap mata dengan ke 4 orang aneh itu
:"Setidaknya jangan berpakaian layaknya pencuri. Menjijikan" Ucapku remeh
Mereka langsung menyerang. Tapi ku katakan sekali lagi, aku mantan penjara.
:"Tak mau masuk penjara tapi setidaknya bersenang-senang dengan kekerasan adalah pilihan utama!!!"
Aku mengalahkan mereka dengan senjata yang mereka bawa, ini lah yang dinamakan senjata makan tuan
:"Setidaknya kalian masih hidup di kota terbengkalai ini, hei, pisau ini untukku ya? dan pistol illegal ini. Aku akan memberikannya ke ayah~"
Mirip seperti perampok, aku mengambil semua senjata yang mereka bawa. Dan yang paling aku sukai, ada pistol! rasanya ingin ku gunakan sekarang
:"Hahh.. Aku akan menelepon polisi, kuharap kalian tetap diam"
Hampa kembali melanda, kekosongan yang membuat ku tiba-tiba ingin menangis. Bukan hal wajar lagi
Tapi aku coba biarkan walau merasa akan ambruk tak lama lagi.
Aku menelepon polisi, sementara mereka sendiri seperti susah bergerak
:"Halo, ya. Sepertinya ke 4 pelaku penculikan terpapar di tanah. Apa? aku tidak tau, mereka jatuh dibelakangku. Oh? kau mengenal suaraku? kali ini aku tak berulah. Datang kesini agar kau percaya mereka pelaku kejahatan"
Apa? mereka menuduhku yang memulai? setidaknya aku lah hero dimalam ini. Bagaimana bisa mereka menuduhku sembarangan seperti itu?
Lama-lama jati diriku tak terlihat lagi. Kemana diriku pergi? kenapa terasa begitu jauh? apalagi. Aku bukan berandal
:"Oh ya, bagaimana dengan tato yang kupakai? apa terlihat bagus dimata kalian?"
Aku menunjukkan tato anak-anak yang tersembunyi dibalik baju lengan panjang ku ini
:"Cih! muda-muda udah jadi berandal!"
Mereka santai sekali..
:"Ck, udah tua masih jadi buronan" Balasku untuk mereka
"Sialan kau!!"
:"Heh, udah tua gak bisa ngalahin berandal palsu. Cabut aja ketenaran lu"
Entah kenapa kesal. Ingin ku tendang mukanya, atu caci maki mereka. Ingin kubun*h...
__ADS_1
~Ch 54 selesai!~
Sankyuu!