
Pagi hari tiba
.
Baru saja kau bangun dari tidur, tapi batinmu sudah sangat berantakan sehingga tak ada lagi semangat yang membuat mu merasa kalau kamu perlu bangun
Hanya ingin terus tidur dan tidur tanpa peduli waktu. Ya, aku merasakan nya. Hanya saja, aku harus bangun untuk pergi sekolah
Bagaimana pun, jika aku tak pergi sekolah hari ini. Akan banyak telpon berdatangan dari ke 3 temanku. Dan aku yang sekarang mudah terganggu.
...----------------...
Selesai mandi, aku sarapan di dapur dan berpamitan untuk bersekolah, bersama Kuki. Menaiki bus yang biasa, lalu mengantarkan adik kecilku ini pergi ke asramanya itu
.
:"Hati-hati jangan lari"
Ia hanya tertawa girang sambil berlari menghampiri teman-temannya. Melambaikan tangannya yang berarti mengucapkan sampai jumpa
:"Kakak pergi ya, dadah" Ucapku membalas lambaian tangannya
:"Dadah kakakk" Teriak beberapa anak disana
.
.
Aku pergi ke sekolah seperti biasa, menghampiri Lily yang menunggu di gerbang
:"Yo!"
Menepuk pundak Lily, dan ia menoleh
:"Loh? kok udah di sini aja??"
:"Aku nganter adikku tadi, asramanya kan di ujung saja" Jawabku sambil menunjuk asrama anak-anak TK
:"Oalahh... Yaudah deh, yuk langsung ke kelas. Udah makan?"
:"Udah makan kok, udah yuk langsung ke kelas. Kita punya banyak PR"
:"Iya bener juga ya, haha"
Mengobrol santai seperti biasa
...****************...
Sore tiba, Ding Dong
Bel pulang sekolah berbunyi
.
Aku dan Lily, berencana untuk jalan-jalan sore ini. Entah kemana kami tak memikirkan itu, kami akan memilih berbagai tempat untuk dikunjungi
......................
Sampai nya Aku dirumah, Aku langsung mandi dan mengganti baju ku dengan baju yang lebih nyaman
Hoodie warna hitam dengan celana training, ditambah dengan jaket yang ku ikat di pinggang
Aku membawa uang sekitar 300k.Tak lupa membawa handphone tentunya. Berpamitan lagi untuk pergi keluar
.
.
Kami pergi ke mall, taman, museum, dan beberapa tempat lainnya di kota
Membeli banyak sekali barang-barang dan makanan, sampai malam terlihat di mata kami
__ADS_1
:"Ih, udah malem aja. Kita pulang sekarang?" Tanya Lily yang sedari tadi sibuk makan
:"Kalau masih mau jajan nanti aja"
:"Yaudah ayo beli street food!"
Ucapnya langsung berlari meninggalkan kursi panjang itu
Aku mengikutinya dari belakang
.
.
:"Yaudah, kita udah harus pulang. Ini udah jam setengah 9"
:"Kau benar, Aku pulang dengan bus. Tak perlu khawatir"
:"Sungguh? kenapa tak aku antar saja??"
:"Tidak masalah, aku juga ingin menikmati malam"
:"Kebiasaan mu sih, tapi Hati-hati ya. Telpon mu harus selalu kau pegang ok?"
:"Iya iya, kau hati-hati juga ya"
:"Okeeee"
Lalu kami berpisah disana
.
Sambil menunggu bus di halte, aku mengingat ingat apakah di jam segini bus masih beroperasi.
:"Aku gak pikun kan?" Batinku seketika berbicara
.
.
Aku baru sampai rumah karena bus yang beroperasi penuh, ditambah, itu bus terakhir yang beroperasi di malam itu
Kembali ke kamar dan mandi lagi, mengganti bajuku. Ku gunakan baju simpel dengan celana pendek yang biasa ku pakai sehari-hari
Pergi ke dapur, dan makan makanan yang ada disana
.
Sudah cukup lama tak merasakannya. Kadang jauh lebih sakit juga. Apa aku katakan saja ke kakak?
Rasanya ingin bercerita banyak hal, tapi tak tau harus mulai darimana
Ingin menunjukkan ini itu dan banyak hal lain yang menurut ku mengagumkan. Tapi tak tau apakah orang-orang akan menyukai nya atau tidak
Tapi jika disembunyikan maka aku juga yang kewalahan. rasanya seperti aku tak layak hidup. Bahkan bisa bun*h diri karena perasaan itu
Hasrat menyakiti diri sendiri yang terus datang membuatku makin cemas akan kondisi ku
Bisakah aku bertahan hingga beberapa bulan ke depan? pikirku untuk masa yang akan datang
Sejujurnya, aku agak menyesal karena difokuskan akan kegiatan. Sehingga aku tak memiliki kesiapan untuk menghadapi ini semua
.
Ya, aku sedang duduk di jendela ku, bersender disana. Sambil melihat ke arah bawah. Jika kalian ingin tau struktur rumahku, Kira-kira beginilah
Rumahku ada 4 lantai, dan kamarku ada di lantai 4
Entah mau menganggapnya tinggi atau tidak, aku hanya berfikir setidaknya itu bisa membuatku terluka
Selanjutnya, area dapur dan ruang tamu di lantai 1,ruang kerja di lantai 2, dan kamar tamu, ibu ayah, dan kak Shahiro serta kamar mandi berada di lantai 3
__ADS_1
Di lantai 4 bukan hanya ada kamarku, tapi gudang dan tempat bersantai satu keluarga (biasanya)
.
.
Aku mendengar kak Shahiro sudah pulang, berbincang dengan ayah dan ibu
Saat aku ingin keluar, secara tak sengaja aku mengingat sesuatu yang salah. Ya, aku menaruh tali di bawah kasurku. Tali yang bisa aku pakai untuk... Ahh lupakan
Aku pergi ke bawah, dan meminta waktu mereka untuk mendengar ku sebentar
.
:"Ibu, ayah, kak Shahiro. Bolehkah aku bercerita?"
:"Boleh, ada apa" Ucap Ibu. Sementara yang lainnya mengangguk
:"Begini, sepertinya.. aku kambuh. Yah, Kira-kira begitu"
:"Jadi itulah alasannya kupu-kupu berada ditanganmu adik manis?" Ucap kak Shahiro sambil mengelus kepalaku
:"Bagaimana kakak tau?"
:"Kemarin kau ke dapur kan? dan kakak di ruang tamu. Tanpa kau sadari kakak melihat tanganmu yang penuh dengan kupu-kupu cantik" Jawabnya lagi secara rinci
:"Hanabi sayang, mau ke psikolog lagi?" Tanya ibu dengan nada lembut
:"Gak berani"
Aku terus menggeleng-geleng kan kepala, yang berarti mengatakan tidak
Ayah dan kak Shahiro membujuk, sementara ibu menunggu pilihan ku sendiri
:"Gak suka liat rumah sakit"
:"Psikolog nya bisa di panggil kerumah loh" Ucap Ibu lagi
:"Bagaimana tanggapan para tetangga disini nantinya? Mereka pada dasarnya sampah yang berbicara kesana kemari. Setidaknya aku hanya ingin cerita saja, terimakasih"
Setelah berkata seperti itu, aku pergi ke kamar ku dan mengunci pintu
Lalu aku tidur.
.
.
Hidup itu berat ya?
pada akhirnya kau tetap jatuh untuk yang terakhir kalinya. Bukan, untuk yang kesekian kalinya
Terkadang,semua hal tidak harus di lakukan sendiri
Kecewa adalah hal yang wajar, karna dunia tidak akan mengabulkan semua kemauan mu, kecuali kau berusaha, dan benar-benar mendapatkannya dengan usahamu sendiri.
Walau kita di uji dengan hal yang menyakitkan
Tapi dengan adanya dukungan dari diri sendiri itu membuat kita jadi tangguh. Karna itu adalah bukti bahwa kita masih bisa bertahan dan sabar dari segala masalah
Tau gak sih, kadang disaat kita pikir kita gak mungkin mendapatkan rasa suka orang-orang,ternyata sebenarnya mereka benar-benar terpikat dan suka sama kita loh, haha kayaknya itu efek overthinking/negatif thinking. Berasa ada dimalam hari dibawah bintang-bintang, saat sendirian, dan merasa kedinginan. Pasti bakal ada yang menghangatkan kita bukan?
.
.
Kata-kata hari ini, setidaknya sebagai motivasi. Karena sejujurnya aku lebih suka memaki diriku dibanding memberikan motivasi kepada diri sendiri
Mungkin besok aku harus lebih semangat lagi.
~ch49 selesai~
__ADS_1
Sankyuu!