
Dulu, sebelum aku mengenal Lily dan yang lainnya. Di kelas 1 SMP.
Aku punya seorang teman. Satu-satunya, dan yang paling mengerti tentang agamanya
Kami sudah lama berpisah. Karena tak ada lagi komunikasi semenjak ia pindah jauh dari sini
.
Flashback
Sahabatku adalah seorang gadis cantik, dan imut. Dengan rambut nya yang lurus dan terurai dengan rapih
.
Ia mengatakan lewat telepon kalau ia akan pindah 2 hati lagi. Dan jauh dari sini.
Kami bermain sehari sebelum ia benar-benar pindah, dan pulang dengan wajah berharap bahwa kami akan bertemu suatu saat nanti
Tapi semuanya mulai acak
.
Sudah lama semenjak ke pindahannya. Lily datang padaku. Benar-benar seperti ada yang menggantikan nya.
Kami masih saling memberi kabar di chat, normal seperti awal
Tapi setelah aku masuk SMA, di saat aku benar-benar memang disibukkan dengan kegiatan dan obrolan. Ia memposting sahabat baru nya di status. Tak masalah
Aku senang ia punya tempat selain aku untuk menyapa.
Lalu begitu terus sepanjang hari. Sampai aku menyadari bahwa aku memang agak takut ia akan meninggalkan ku karena orang ini.
Untungnya. Jika memang terjadi, aku sudah siap akan semua keputusan. Dan aku juga sekarang punya 2 teman. Bukan hanya 1 seperti dulu.
.
.
1 Tahun sudah di lalui
Di kelas 2 SMP, aku makin akrab dengan Lily. Dan terkadang bermain juga bersama Kenzo
"Aku juga punya mereka, sepertimu" Batinku.
Tapi tak lama, ia malah bilang bahwa aku hanya sibuk dengan yang baru dan melupakan nya. Sementara beberapa hari sebelum nya saat aku ingin memulai obrolan di chat, dia marah tak tahu kenapa. Membuatku takut ingin memulai obrolan lagi
Hari itu semuanya dijelaskan panjang lebar. Bukan sebagai sahabat yang bertengkar, tapi sebagai orang asing. Hanya orang asing. Sampai sekarang
Dan kami tak pernah lagi berkomunikasi. Semuanya tamat setelah hal itu terjadi.
Flashback off
Perlahan kami menghilang. Tak lagi menganggap semua nya ada
Saling menghapus nomor satu sama lain dan asing kemudian hari
Lenyap di telan oleh waktu
.
.
Bertemu lah diriku dengan sekolah terbaik di kota ku. Dream academy.
Bertemu dengan banyak orang-orang baru yang menyenangkan. Kegiatan dan event yang membuat hati merasa senang tak terhenti kan
Bertemu dengan Rion, seseorang yang awalnya kuanggap Ley yang gentayangan di dunia
__ADS_1
Membaca bersama di perpustakaan dan mengobrol ria dengan senangnya
.
.
Tapi semua itu sepertinya akan berakhir cepat. Seperti biasa
Kira-kira apa yang terjadi kalau masa lalu akan selalu datang menghampiri dan memberikan nasib yang sama? Mungkin semua sudah tiada.
Aku tak yakin semua orang akan benar-benar sanggup menghadapi semua itu. Benar?
Karena aku juga sama. Ketakutan itu akan selalu melekat dibenakku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih dalam keadaan koma. Tubuh kakak yang makin kurus dan muka kakak yang terlihat pucat. Ini sudah lebih dari seminggu. Kapan ia akan sadar?
Sedari dulu, ibu lebih sering mengurung diri di kamarnya setelah bertengkar dengan ayah. Dan kakak yang menemaniku dikamarku
Penuh dengan rasa kasihan mungkin. Kehidupan kami benar-benar sudah hancur lembur saat itu
Tapi jiwa kami benar-benar hancur, kami makin melemah dan makin tak pandai dalam hal apapun. Makin tertutup. Dengan trauma kami yang menghantui
Aku menebak, mungkin kakak juga takut dengan setiap ayah dari keluarga lain. Mungkin seharusnya sudah jelas karena bahkan ia jarang masuk ke ruang kepala sekolah yang seorang ayah juga
Aku mengetahuinya dari senior, mereka membicarakan kakak di belakang. "Si Shahiro itu, bukankah dia terlalu berlebihan? bahkan kepala sekolah yang seorang ayah saja ia selalu takut bertemu dengannya"
:"Apa yang kalian tau? aku bahkan tak tau banyak soal masalah kakak dengan ayahku sendiri." Batinku
.
.
Kira-kira seperti itu.
Aku tak tau lagi harus melakukan apa sekarang. Kakak yang terbaring di ranjang rumah sakit. Tak mau bermain bersama teman-teman ku.
Mungkin besok aku akan bereksperimen lagi saja.
Tak menutup kemungkinan bahwa kehancuran akan langsung terlihat jelas dalam hidup kami sekarang
Bahkan kejadian yang sudah lewat itu masih terlihat jelas dimataku.
Beberapa kali aku pergi ke penjara tempat pak tua itu ditahan, memarahinya dan kadang melakukan perbincangan secara langsung.
"Deep talk" kata orang-orang
Aku selalu bertanya sebenarnya kenapa, kenapa dia seperti itu?
.
.
5 hari lalu, aku pergi ke penjara tempat di mana pak tua ditahan.
Penjara seumur hidup tanpa ada kebebasan melihat dunia luar.
:"Aku ingin bertemu dengan tuan gagar, bolehkah aku masuk?"
:"Dengan siapa dan tujuan?"
:"Hanabi yuki, sebagai pengacara"
:"Pengacara? berapa umurmu nona?"
:"Hah.. aku tidak tau aku datang kesini sebagai apa, tapi aku punya banyak hal untuk ditanyakan kepada mantan ayah"
__ADS_1
:"Anda bisa menunggu di-"
:"Boleh aku langsung datang ke sel? aku termasuk mantan penjara, jadi keselamatanku tidak perlu kau khawatirkan"
:"Tidak, bukan begitu nona. Anda tidak diperbolehkan-"
:"Biarkan dia masuk sebentar"
:"Kapten?"
:"Aku ayahnya sekarang, aku percaya padanya"
:"20 menit untukmu nona, biar saya antarkan ke sel"
:"Terimakasih banyak pak" aku tersenyum
:"Aku juga harus berterimakasih padamu, maaf atas ketidak sopananku"
:"Tidak masalah, cepatlah. Ayah yakin kau ingin tau penyebabnya kan?"
:"Tentu, terimakasih banyak atas segalanya, ayah"
.
.
Sampai di sel, aku menyuruh pak tua itu duduk dengan tenang.
:"Lenganmu belum sembuh?"
:"Belum sembuh apa maksud mu?! lenganku patah karena mu! butuh waktu bertahun-tahun agar tulang ini menjadi rapat kembali!"
:"Tenanglah, jika kau masih seorang ayah, aku tak akan melakukannya"
Ia hanya diam
:"Untuk apa kau datang kesini? jika kau bahkan benci melihatku" Tanyanya
:"Justru itu yang sedang ku bingungkan. Rasanya masih tetap aneh karena keseharianku sekarang tak pernah ada cacian dan pukulan dari mu. Tapi tiba-tiba melihatmu datang dan menghancurkan seisi rumah, terasa seperti kebiasaan yang tak berubah"
:"Lalu kenapa? kau kesini untuk menanyakan hal rumit? hah?!"
:"Tidak rumit. Aku hanya ingin tau, kau memandang ibu sebagai apa? sampai kau menikahinya dan melahirkan 3 anak"
:"Aku mencintainya, apalagi?"
:"Lalu kenapa setelah kami hadir, kalian malah menjadi musuh?"
:"Hey, ibumu itu. dia lebih sukses dibanding ku! aku malu dengan pendapatanku sendiri! aku keluar dari pekerjaan ku dan mengambil seluruh uangnya."
:"Kau iri? pada istri mu sendiri? hahah..."
Beberapa saat, tak ada yang berkata sama sekali
:"Aku tau aku melewati batas. Tak masalah aku masih dianggap sebagai ayahmu atau tidak, hanya saja. Shahiro punya banyak bakat. Begitu juga kau. Dan kuki, dia masih sangat kecil. Tapi sudah sangat pintar. Aku apa kabar?"
:"Apa sangat berat untukmu? menerima kenyataan bahwa kau tak lebih baik dari anggota keluarga yang lain"
:"Bukan begitu. Kalian sudah sangat berpendidikan. Dibanding ayah. Jadi ayah pikir, lebih baik melepas tanggung jawab ku sebagai seorang ayah dan membiarkan kalian bebas dari ketidak adilan"
:"Terimakasih atas pemikiran baikmu. Aku tak masalah dengan keputusanmu apapun itu. Tapi bisakah kau dan ibu berkomunikasi dengan baik? kau melukai kakakku, dia koma dan belum sadar sampai sekarang. Apa yang akan kau berikan sebagai jaminan dia akan hidup?"
:"Nyawaku. Aku juga lelah karena telah menghancurkan keluarga yang dulu aku sangat sayangi. Maaf ayah telah menghancurkan semuanya."
Tatapannya tak bisa lagi ku percaya. Sisi ayahnya baru kulihat sekarang. Kenapa?
~ch 62 selesai~
__ADS_1
Sankyuu!