
Kami pulang, tapi arah Rion berbeda, jadi kami berpisah di tengah jalan
:"Sampai jumpa lagi Rion"
:"Ya, sampai jumpa. Jangan lupa dengan sekolah"
:"Ya"
Lalu setelahnya kami berpisah di jalan itu
Aku melanjutkan jalan ku lurus kedepan. Sambil melihat handphone, ada saatnya aku malah melamun
aih, menjengkelkan
Sore hari ini nyaman dinikmati, langitnya berwarna oranye terang dengan campuran kuning dan merah yang membuatnya terlihat seperti lukisan dunia
Walau dibanding itu, aku masih lebih suka dengan pemandangan malam yang kosong tapi sejuk. Lebih mendominasi dengan ku yang memang pada kenyataannya masih merasa hampa
.
.
Hari ibu akan berakhir besok, dan akan menjadi hari yang biasa lagi
Kali ini aku ingin diriku berubah, membuat ibu ku percaya bahwa aku mampu menjalani nya. Harus.
Tak ingin lagi aku melihat ibu menangis saat aku menangis di tempat yang sepi, di kamarku. Mengurung diri. Dan hampir bun*h diri
Aku ingin jadi anak yang ceria, aku ingin jadi anak yang mandiri secara mental. Tak ingin merepotkan. Tak ingin jadi beban. Hanya ingin bebas. Selalu bebas.
Wahh! Pikiran yang mengerikan!
Aku hampir gila karena nya, benar-benar mengerikan. Aku sampai merinding memikirkan itu. Berharap sampai rumah aku akan kembali normal lagi, karena ini menjengkelkan.
...----------------...
:"Aku pulang"
:"Selamat datang Hanabi sayang, ayo makan, kami menunggumu" Ucap ayah menyambutku di depan pintu
:"Terimakasih"
Lalu aku masuk kedalam rumah ku itu
.
.
Di malam hari ini, malam yang sunyi
Lagi-lagi jendela kamar dibuka olehku, memperlihatkan langit malam dan udaranya yang sejuk
Termurung dibawah nya dan menangis tanpa alasan yang jelas
.
:"Ahhh, lihat siapa yang hari ini malah menangis, kenapa diriku benar-benar merepotkan"
Ucapku menggerutu sendiri
:"Hahaha, aku muak melihat diriku sendiri yang terhanyut oleh hampa nya pikiran tak jelas ini. Sudah cukup aku merasa gila, jangan sampai aku makin merasa bahwa aku memang pantas mat*."
Terus menggerutu tak peduli dengan perasaan ku sendiri yang tersakiti akibat omongan ku, aku lakukan ini hanya agar aku pulih, kembali normal lagi.
Hanya bisa menangis dan menangis, sampai rasanya ingin sekali aku mendapat pelukan dari seseorang.
Tak peduli dengan segala pikiranku, aku hanya terus mengoceh dan menangis di bawah sinar rembulan malam
__ADS_1
Malam itu terlewati dengan tangisan, lalu pagi mulai datang
Jam 03.00
Aku tertidur di bawah jendela itu, tidur dilantai yang dingin
Sampai ada suara ketukan pintu dikamar ku, itu berasal dari kamar mandi
:"Ahhh berisik. Hantu sialan, kalau mau ganggu jangan sekarang"
Ucap ku yang langsung lari keluar kamar
Menuju kamar ibu dan ayahku, aku langsung tidur di tengah-tengah mereka. Tidur membalik dan menutup muka ku dengan bantal yang ku dapatkan disana
Dan pagi hari itu datang, ibu membangunkan ku tepat di jam 06.00
Aku hanya menurut, bangun dan pergi dari kamar orangtua ku, sementara ibu ku bertanya kenapa aku bisa pindah kamar
Aku hanya menjawab "anak itu datang lagi"
Lalu ibu hanya mengangguk, paham akan maksudku
.
Pagi menjelang siang
Aku berada dikamar ku, merenung, dan mulai bicara sendiri
Mulai menanyakan keberadaan gadis manis itu
:"Kau dimana? Dikamar mandi?"
Tidak ada respon.
Lalu bertanya lagi
Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka lebar
Aku tak suka dengan hantu, karena nya juga aku bertingkah seperti anak kecil cengeng.
:"Fu*k!! What are you doing in my bathroom!!"
Aku yang kesal, langsung memanggil ibu dikamarnya dan meminta ibu mengusirnya lagi seperti dulu
Ayah ikut, masuk ke kamarku
Sementara ibu berada di kamar mandi, entah sedang apa
Setelah ibu keluar, ibu hanya bilang tak ada masalah apa-apa
.
:"Jangan bilang aku kambuh lagi?"
Ucapku makin merinding
...----------------...
Sudah hampir 3 hari aku merenung apakah aku kembali gil* atau masih waras
Benar-benar memikirkan apakah aku sehat atau tidak. Makan ku tak beraturan. Tidurku acak-acakkan. Bahkan aku hampir tak melakukan apa-apa lagi.
Semuanya terhenti saking aku tak mau masa lalu itu datang kembali
:"Ibu, aku mau mat*"
:"Kenapa kamu bicara seperti itu?, sini sayang, tenang.. kamu baik-baik saja"
__ADS_1
:"Tapi aku mau mat*"
:"Jangan bicara seperti itu, ibu jadi sedih"
:"Aku mau mat*"
Ku ulang terus berkali-kali sampai aku merasa hampa
Terus terulang hingga tak terasa 1 minggu terus berjalan sama seperti itu. Sama, walau tak sama persis. Hanya agar aku kembali tenang
Memulihkan pikiran tak semudah itu. Walau kau pikir cukup dengan 1 atau 2 kegiatan, kesibukan. Maka sembuh sudah
Bahkan untuk memulihkan pikiran saja, 2 minggu masih terbilang tak bisa pulih sama sekali. Bisa lebih dari 1 bulan? 2 atau 3 bulan? lalu berusaha menyembuhkan mental.
Sejujurnya aku muak dengan cerita-cerita hampa seperti ini. Membuatku tak bersemangat menceritakan nya
Tapi bagaimana pun waktu harus terus berganti
Doakan aku cepat pulih, karena aku ingin tertawa bersama teman-teman ku lagi. Tanpa ada peringatan, aturan.
Aku ingin kembali sekolah, tapi batinku bahkan tak bisa diajak bekerja sama.
Bahkan setelah keluar dari penjara sekali pun.
Baiklah, aku tak mau menceritakan apapun. Aku ingin aku pulih, itu saja. Jadi bagaimana dengan kata-kata sebelum tahun baru tiba?
Baiklah ini dia.
.
Sebentar lagi, beberapa hari lagi. Kira-kira apa yang akan kau lakukan di malam tahun baru ini?
merayakannya karena ini kesempatan?
Aku berdoa untukmu, pulih lah pikiran mu. Jadilah yang terbaik versi dirimu sendiri. Semangatlah selalu, selalu berterimakasih lah atas segala hidup walau itu pahit sekalipun.
Aku berharap untukmu, berubahlah agar kamu bisa tertawa dengan nyata, tulus. Terbang lah tinggi mengejar masa depan mu, karena aku yakin kau bisa menggapai itu. Tersenyum lah hilangkan pikiran negatifmu. Putar lah lagu kesukaan mu, lalu menyanyi lah agar hati mu tenang.
Aku berterimakasih kepadamu, Terimakasih atas 1 tahun ini. Kau bisa bertahan, kau hebat. Terimakasih atas segala perjuangan mu melawan dunia ini, menindas diri sendiri agar tetap hidup. Terimakasih atas segala senyuman, kata maaf dari mu yang membuatku ingin ikut bertahan karena mu. Kau hero, kau pahlawan di kehidupan mu sendiri. Aku sungguh mengucapkan terimakasih
.
Ahhh, aku lelah. Apakah ini waktunya tidur?
Jam 12.00
Masih siang? baiklah. Aku makan saja
.
:"Ayah, hari ini ada makanan apa?"
:"Ada kebab dan pizza hari ini. Sengaja ayah belikan untukmu"
:"Terimakasih banyak"
:"Ayah tidak bekerja?"
:"Sebentar lagi tahun baru. Ayah ambil cuti agar bisa tahun baru an bersama keluarga ayah yang ayah cintai"
:"Luar biasa, terimakasih kembali"
:"Ayo dimakan, ayah yakin kau akan kenyang setelahnya"
:"Ok"
~ch 45 selesai~
__ADS_1
Sankyuu!