Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 53-Mimpi, Bukan diriku


__ADS_3

Masih dimalam yang sama, dan di waktu yang sama


Dengan diriku yang sedang berusaha melawan kepalaku


.


.


1 atau 2 kata pasti akan terngiang dikepala mu. apa lagi jika menurutmu itu spesial


Harapan terlihat dimana-mana


Kesempatan muncul dimana pun kau berada


Sementara kecemasan melekat pada dirimu tanpa jeda.


Siapa yang muak? aku salah satunya. Ada lagi? ayo angkat tangan! kita menyerah bersama-sama.


Entah apa yang membuatku merasa kesal, aku masih memikirkan hal itu. Bahkan kekosongan juga membuatku bertanya-tanya, dan selalu seperti itu


Baiklah, ayo kita membuat drama dunia


.


Dimalam yang gelap ini, aku menangis dibawah jendela sambil menenangkan kepqnikan ku. Cemas dan takut


Aku kembali mengubur jati diriku sejauh-jauhnya. Aku meninggalkannya lagi


Batinku terus berkata "Mati" berulang kali


Gemetar hebat diseluruh badan, dan kacau.


.


Aku pergi ke kasurku, dulu aku pernah bermimpi tentang seseorang yang gant*ng diri bukan? Ya. Aku akan melakukan itu juga


Mencari-cari dimana tali itu berada, sampai aku menemukannya


Aku pergi ke jendela ku dan mengikat tali itu ke gagang atasnya. Atau apapun itu yang berbentuk kayu


Belum selesai dengan itu, Tiba-tiba suara seseorang yang sedang berlari terdengar jelas ditelingaku, seperti sedang menuju ke arahku


Dengan cepat aku langsung mencekik diriku, tapi ikatan itu kurang kencang. Pada, akhirnya aku terjatuh dan semua menjadi gelap.


...****************...


:"Aku berhasil?!"


:"HAHA... AKU BERHASIL MAT*?!"


:"HAHAHAHAHAH"


Dengan girang aku menari, Aku tak peduli sisanya akan seperti apa. Aku sudah sangat senang dengan kematian ku


.


.


Mulai terasa sepi. Apa ini? tidak seenak yang aku kira. Aku ingin hidup lagi.


Aku bosan, sangat bosan. Rasanya ingin menangis.


.


Tiba-tiba ada tangan yang memegang pundakku, aku melihat kebelakang dan Ley tepat berada dibelakangku


:"Ley??"


:"Iya ini aku, Hanabi, aku mau main denganmu lagi! sudah lama sekali"


:"Ya! ayo kita bermain bersama seperti dulu"


Kami bermain catur. Ley kalah, Lalu kami main kejar-kejaran setelahnya

__ADS_1


:"Ahh lelah, Hanabi berhentii"


:"Hahahah! kau benar-benar tak bisa mengalahkan ku dalam berlari!"


:"Karena kau terlalu cepat!"


:"Begitukah?? menurutku tidak" Ejekku


:"Ahh, terserah lah. Kita duduk saja, aku kelelahan"


:"Okey"


Segunung ingatan muncul dikepalaku.


:"Hanabi? kau tak apa?"


Tak bisa merespon. Lalu Ley tiba-tiba hilang entah kemana. Sementara aku malah melihat saat-saat dimana Ley tiada.


.


.


Siapa yang tak akan menangis kalau begini? rasanya menjengkelkan melihat orang yang kau sayang tak ada lagi di dunia.


Diakhiri dengan aku yang melihat diriku mencoba bun*h diri berkali-kali, serta melihat diriku yang dulu suka sekali mengurai rambut ku yang panjang dan halus.


:"Ahh, perbandingan nya adalah rambut kita sekarang berbeda. Kamu panjang, aku pendek"


Dengan santainya aku ingin dapatkan apa yang aku bisa. Lalu meninggalkan banyak hal


:"Kau, kau mirip denganku ya?"


:"Idiot, kamu ya aku. Aku ya kamu"


:"Jadi kamu itu diri ku? aku gak suka model rambut mu"


:"Berisik, kamu juga pasti bakal potong rambut bagus itu nantinya"


:"Kamu masa depan ya?"


:"Aku yakin kamu masa depan. Kan kamu lebih besar dibanding aku"


:"Itu cuma raga! kamu juga harusnya sadar"


:"Iya, sadar kok. Tapi setidaknya aku seneng aku bisa tumbuh sampai sebesar itu walau gak ada yang bahagia di dunia aku" Ia tersenyum lebar


Aku hanya terdiam. Mulai berfikir jernih sepertinya


Kata-kata itu, Aku juga baru menyadari kalau itu benar apa adanya


:"Oh, Aku minta masa depan. Karena pernah mengatakan sesuatu"


:"Jangan panggil aku masa depan, atu aku akan memanggil mu masa lalu"


:"Baiklah baiklah, tidak akan"


:"Jadi?" Aku menunggu


:"Kalau udah tau takdirnya, gak usah diubah. Capek soalnya"


Terkejut, lalu terdiam lagi.


:"Kenapa kau katakan itu lagi?!"


:"Aku minta maaf, Aku masih lelah denganmu" Ucapnya lagi dengan senyuman


Yah, hal wajar bagi diriku karena aku sendiri memang lelah dengan raga dan batin ini.


Tapi kenapa harus diucapkan lagi, disaat aku hanya mencoba tenang dan memperbaiki segalanya.


:"Apa kau masih ingin menjadi buronan?" Tanyanya


:"Sudah tidak, aku sudah merasakannya"

__ADS_1


:"SUNGGUH?! BAGAIMANA RASANYA?!"


Dia kegirangan, dia benar-benar diriku dimasa kecil. Yang selalu tertarik dengan dunia bawah.


:"Apa? aku tak akan menjawab itu menyenangkan. Kenyataannya, itu sangatlah membosankan."


:"Apa? bagaimana bisa?? berita TV dan film-film.."


:"Aku tak benar-benar jadi buronan, karena Aku tidak menyiksa orang tak bersalah, melainkan "Ayah""


Dia hanya terdiam. Tak lagi bersuara dan hanya menundukkan kepalanya saja


Terasa kekecewaan di antara kami berdua. Benar-benar kecewa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku bangun, walau masih sulit membuka mata, aku tetap sadar.


Aku bisa mendengar ada yang sedang berbicara disampingku


.


Aku tak ingat apa-apa. Mulai dari apa yang terjadi sampai semua jadi seperti ini, atau kenapa dan bagaimana bisa Aku seperti ini.


Aku mendengar mereka berbicara, dengan nada yang pelan. Tapi terdengar jelas ditelingaku


Sementara sulit untuk melihat, sehingga Aku hanya berusaha membuka mata-mata sampai tak fokus pada perbincangan mereka


.


Mungkin waktu sudah berlalu dengan cepat


Aku perlahan bisa kembali melihat dunia suram ini, mataku sudah terbuka. Tapi sayangnya, aku berada dirumah sakit. Dan aku langsung membenci itu


Berusaha merengek minta pulang, walau katanya aku baru bisa kembali 2 hari setelah siuman


Terus merengek, sampai pada akhirnya aku menyerah juga.


Aku meminta dibelikan tato anak-anak yang dengan air saja sudah bisa menempel. Ditambah itu tahan lama juga, jika sudah bosan tinggal gosokan dengan air sampai itu benar-benar bersih


Kak Shahiro hanya meng iya kan permintaan ku, lalu ia pergi mencari tato yang kuminta


Apa? Aku memang ingin terlihat seperti berandal atau buronan super. Aku selalu memimpikan diriku yang seperti itu. Walau penuh kejahatan, Aku merasa puas


Aku tau sekolah tak diperkenankan menggunakan tato, tapi aku pandai menyembunyikan hal itu


.


.


:"Mau kakak bantu?"


Ya, Aku sibuk dengan tato itu. Banyak yang gagal entah karena apa


:"Tolong bantu, aku ingin tangan ini penuh" Jawabku


:"Baiklah, sini"


Kak Shahiro membantuku dengan itu


Dan hasilnya cukup bagus untukku, aku puas. Ditambah, aku memang suka dengan gambar-gambar unik


:"Ini melambangkan ku"


:"Kakak beli semua yang tersedia, kau bisa memakainya lagi jika itu sudah terhapus"


:"Terimakasih banyak kak!!" Jawabku dengan senang


Ini bagus, sungguh. Aku menyukainya


Tapi entah kenapa rasanya malah semakin parah.


Mungkin memang lebih baik tiada..

__ADS_1


~Ch 53 selesai~


Sankyuu!


__ADS_2