Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 67-Hilangnya kebahagiaan


__ADS_3

Pemadam kebakaran dan polisi ada disekitar ku


Warna warni yang mencolok dan suara yang bising memenuhi tubuhku


BAGAIMANA DENGAN PIKIRANKU?!


...----------------...


Beginilah jika kau sudah terlanjur lelah. Apa saja bisa kau coba, benar?


Menjadi jahat? jangan lupakan itu. Bun*h diri? mungkin itu harus juga


Semua orang akan terjerumus kedalam hal yang sama juga jika hal seperti ini terjadi pada mereka


Kebenaran akan menghilang, kebencian akan meluap. Segala hal negatif lah yang akan menang


...****************...


Aku berfikir bahwa aku sudah terjatuh dari sana. Tak mungkin juga ada yang akan turun kebawah, terlalu jauh untuk sampai dalam hitungan menit


Tapi darimana semua hal ini?


Jika aku tak mengirim surat, mungkin ini tak akan terjadi? tapi aku ingin mengucapkan salam perpisahan! aku bahkan tak memberi tahu kan alamat dimana aku berada


Dengan kata lain. Pikiranku hanya dipenuhi halusinasi. Yang menyebabkan diriku "mengira" bahwa aku sudah berakhir sekarang


Lihat betapa senangnya aku pada saat melangkah kan kaki menuju kematian. Nyatanya aku jatuh pingsan tepat sebelum terjatuh, itupun pingsan ke belakang tebing


Tak ada harapan untuk jatuh, karena ada kemungkinan bahwa aku akan diamankan


.


Aku ditanyai polisi soal alasan kenapa aku melakukan itu, sementara aku sendiri tidak tau alasan sebenarnya aku melakukan hal itu.


Polisi memintai ku alasan yang pasti. Dan aku selalu menjawab hal yang sama. "Aku lelah, tidak tau apa-apa"


mungkin polisi tak mengerti, tapi aku tau dengan jelas apa maksud perkataanku


.


Aku tak berharap mereka mengerti, cukup pastikan bahwa mereka puas dengan pernyataanku dan aku akan pergi dari tempat ini


:"Kalau begitu terimakasih, ingat untuk jangan ulangi itu lagi"


:"Baik pak, terimakasih banyak" jawabku


Jujur, aku masih heran dengan apa yang aku lakukan. Melompat seperti itu, dan apa yang kupikirkan. Sementara jika itu menjadi masalah, pasti nantinya akan semakin rumit


Aku lupa memikirkan soal apa yang akan terjadi jika aku benar melompat.


Lupa akan segalanya karena yang kupikirkan hanya bagaimana cara menyelesaikan masalahku itu.


Sadar akan kesalahan, yang kupikirkan sekarang hanyalah cara baru yang bisa membuatku keluar dari situasi ini


Bagaimana cara pergi dari dunia tanpa mengganggu manusia lainnya. Tidak mengusik mereka kah? Tidak menimbulkan suara kah? makin tidak beres, makin parah, makin aneh.


.


Tepat setelah semua, aku kembali kerumah dengan kecewa. Seakan semua rencanaku gagal, padahal aku sama sekali tak menginginkannya.


Rasa simpati orang-orang yang melihat kejadian itu membuatku jengkel. "Tak berguna" batinku mengatakan nya

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi datang. Hari baru ku lihat dengan aneh. Jelas, setelah semua, aku pikir aku akan mati disana.


.


Bingung dengan rasa aneh ini, aku lagi-lagi berkunjung ke psikolog untuk memeriksa kewarasanku sendiri.


...****************...


:"Kebahagiaan akan datang, jadi bisakah kamu berjanji untuk tidak mengulanginya, lagi?"


:"Tidak. Aku, kita. Tidak akan tau apa yang akan terjadi nantinya. Jika aku mengingkari janji itu, maka aku layak mati bukan?"


:"Kamu terlalu gigih dengan prinsipmu"


:"Karena itulah diriku. Bukan berarti tak mau, tapi masalah juga bisa membuat semuanya berantakan. Jadi aku sungguh minta maaf. Aku tak bisa berjanji"


:"Aku sedih jika itu terjadi"


:"Aku akan membawakan coklat sebelum itu terjadi, untukmu."


:"Aku hanya mau menerima kabar baik darimu"


:"Tidak mungkin akan ada kabar baik untukku. Karena semuanya tidak beres"


:"Tentu, tapi teruslah bercerita padaku, aku selalu mendengarkan"


:"Ya, apapun untukmu. Dokter. Terimakasih"


Dan konseling itu berakhir. Dengan obat-obatan yang harus kubawa pulang. Dengab kata lain, "penyembuh"


.


Meminta tolong pada diriku sendiri sekarang tak berguna, harus ada sesuatu untuk membuat pikiranku kembali pulih


...****************...


Sampai dirumah, aku langsung menuju kamarku dan menangis disana. Rasanya seperti kegagalan melekat ditubuhku


Pikiran yang kacau dan tubuh yang terus gemetar


Berkali-kali berusaha berfikir bahwa keselamatan ku lah yang terpenting. Seperti kata dokter, kebahagiaan akan datang.


Tinggal memikirkan cara untuk bertahan


Aku yakin banyak dari kalian yang tak suka akan kehidupan ini. Sehingga pikiran kalian akan membuat seolah-olah hidup adalah kesalahan


Semangat yang hilang, dan api itu padam. Hatimu dihancurkan


Berbohong untuk tenang, kesalahan menyebar. Keburukan mulai dilakukan, penyakit menyakiti diri diteruskan.


Kebaikan bahkan terlihat buruk untukmu


"Sial" itu yang akan kalian pikirkan.


.


:"Nimbulin penyakit aja, bikin stress"


Aku memutuskan untuk tidur setelah itu. Dengan harapan tak akan bermimpi buruk.

__ADS_1


Terlebih aku sudah terlanjur membenci diriku sendiri.


Rasanya kata selamat tinggal lebih cocok untukku, benar?


Selamat tinggal. Kita bertemu lagi besok


...****************...


Halo lagi, kembali pada apa yang akan menjadi ceritaku kali ini


Bolehkah aku menuliskan semua yang aku rasakan? tanyaku pada diriku sendiri tentunya


Bahkan bicara hal aneh sekalipun tak membantu sama sekali. Menulis juga membuat ku lelah


Dan dengan mudahnya mereka mengatakan bahwa berhenti dari semua ini adalah jalan terbaik


.


Oh ya, apa kalian tau? bahwa aku sudah bersekolah lagi seperti biasa. Kalian bisa mendengar kisah anak sekolah pada umumnya sekarang.


Walau aku tak kelihatan seperti anak pada umumnya. Aku hanya berharap kembali menjadi normal. Karena aku sudah lelah


Ya, benar. Aku bersiap kesekolah.


Setelah kejadian itu? memangnya akan ada yang peduli? lihat. Bahkan ibuku saja tak bisa berkata apa-apa lagi soal kasus bun*h diriku itu


Ayahku juga hanya bisa terdiam. Kak shahiro? dia tetap harus merawat kesehatannya sendiri. Dia sudah janji


Bagaimana dengan kuki? Aku yakin kalian tau bahwa ia ada di asrama nya.


...----------------...


Selamat datang di dream academy.


:"Hanabi! aku dengar beritanya. Ada masalah apa???? tolonglah jangan tinggalkan aku begitu saja!!!" Lily datang dan memelukku dengan cepat


:"Kau mau membunuh ku? aku tercekik!"


:"Ah! maafkan aku. Habis kenapa kau lakukan itu?! kau membuatku menangis semalaman!!"


:"Aku minta maaf. Tapi tak perlu khawatir. Aku sudah mengambil obat yang baru"


:"Apa benar-benar harus dengan obat?"


:"Satu-satunya jalan keluar hanya obat penenang ini. Aku bisa apa?"


Ya, aku membawa obat itu. Tentu saja agar tak terjadi masalah serius


Aku dan Lily masuk ke kelas. Kenzo dan Rion datang dengan tergesa-gesa dan menanyakan soal kejadian yang sama


Penjelasan ku tetap sama. Tapi entah kenapa aku senang saat mereka mencemaskan ku seperti ini


Dan setelah melewati perbincangan itu. Rion mengajak kami ke restoran yang baru saja buka setelah pulang sekolah.


Kami setuju dan setelah itu bel jam pertama dibunyikan


.


Manisnya pertemanan ku. Setidaknya aku masih dalam keadaan beruntung dalam hal ini


Pikirku, sebelum itu dikacaukan dengan hal-hal negatif lainnya

__ADS_1


~Ch 67 selesai~


Sankyuu!


__ADS_2