Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 27-Dunia palsu


__ADS_3

kembali kepada hanabi, dimana dia sendiri masih menyembunyikan masalah nya dari rion.


.


.


bertindaklah seolah tak ada yang terjadi, salah kan saja diri ini yang selalu berfikiran negatif.


:"akh! gak guna! apa-apaan!! kenapa gagal lagi hah?! dasar otak gak guna!! kenapa bodoh banget sih?!" teriak hanabi menendang tembok yang padat itu.


:"AKHH.. masa gagal lagi sih???!" kata hanabi yang mencengkram kuat rambutnya.


:"kenapa sihhh!! salah gw dimana lagi bangs*t?!" hanabi yang lanjut memaki diri nya sendiri


ya, hanabi kehilangan minat nya lagi. hanabi gagal membuat kerajinan yang sempurna, hanabi gagal menjadi orang yang di percaya.


flashback


hari kamis, di sekolah


:"hanabi, kukira kau bisa lebih baik dari ini" kata senior hanabi


:"eh?" hanabi yang kaget


:"kerajinan mu buruk, ini tak bisa dipajang untuk festival." lanjut senior itu


:"aku benar-benar minta maaf" kata hanabi yang menundukkan badan


:"dasar tidak berguna" gumam senior itu


dari kejauhan, pak haru datang dan menyaksikan kejadian itu


:"ada masalah apa?" tanya pak haru menghampiri mereka


:"ini pak, hanabi membuatnya menjadi buruk" kata senior itu menunjukkan kerajinan yang hanabi buat


:"bukankah ini bagus dan sesuai? kau saja yang memiliki selera terlalu tinggi" kata pak haru memarahi senior itu


:"aku? aku tidak! ini buruk! karena ini untuk festival musik negara! banyak yang akan datang! turis dari negara lain juga pasti akan datang kesini!" kata senior itu tidak terima


:"kau tau bahwa aku mengerjakan itu hampir 1 minggu. bahkan sebelum aku membawa rion pergi dari nerakanya." batin hanabi yang menundukkan kepala nya.


flashback off


:"AKH! LALU UNTUK APA AKU SUSAH PAYAH MEMBUATNYA?! DIA MENGHANCURKANNYA!! BAJING*N TIDAK BERGUNA!! MAT*LAH!!!" teriak hanabi melemparkan barang-barang didekatnya


pikiran yang mulai membisikkan kata-kata mat*.. mata yang mulai mengeluarkan air mata.. dan itu dipastikan akan terulang lagi.


malam ini.. bisa kah aku tenang malam ini..


.


.


sementara di ruang tamu


rion sedang mendengar kan musik di hp nya menggunakan earphone. sebenarnya dia sadar Ada yang tidak beres di atas (kamar hanabi), tapi dia ingin menyimak terlebih dulu agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.

__ADS_1


sementara keadaan hanabi


menunduk pasrah dengan apa yang terjadi, dan menutupi tangisannya dengan bantal nya.


ia tak berani merusak apapun lagi, itu mengingatkannya akan masa lalu yang paling ia benci.


besok nya, di sekolah, jam pelajaran kerajinan.


:"hanabi, sudah selesai?" tanya senior yang waktu itu memarahi hanabi


:"selesai..? tidak Ada batas waktu sekarang" kata hanabi


:"kau berfikir tentang pelajaran sekarang?! aku sudah bilang untuk menyelesaikan kerajinan itu bukan?! kau tul* HAH?!" amarah asara kepadanya.


hanabi hanya terdiam, dia terlihat kesal. sementara para murid hanya menyaksikan nya, termasuk ketiga sahabat hanabi itu.


:"rion, diam saja" kata lily menahan rion yang ingin pergi ke hanabi


:"tapi kenapa? kau tega melihat nya dimarahi?" kata rion menunjuk hanabi


:"masalah nya, kak asara juga punya beban" jawab lily melihat kak asara.


:"maksudmu?" tanya rion yang tidak mengerti


:"semua murid di sekolah ini sudah tau, termasuk hanabi. dan mereka merahasiakannya" jawab lily yang masih fokus ke kak asara yang sedang memarahi hanabi


:"hanabi.. begitu sabar, dia sangat baik!" kata seorang siswa di belakang Sana


*rion menoleh ke sumber suara, mendengar pembicaraan mereka.


:"kata nya orang tua kandung kak asara dibun*h dan disembunyikan oleh kedua orang tua tirinya"


:"jahat sekali.."


mereka semua menatap kak asara.


kau gadis kecil malang, dimana aku mengaku bahwa kau jauh lebih tersiksa dibanding aku.


pandainya seseorang menggunakan topeng..


:"KENAPA KAU TIDAK BALIK MEMARAHIKU?! KAU MERENDAHKANKU HAH?!" teriak kak asara menarik kerah baju hanabi


:"ASARA!" pak haru di pintu kelas


*semua murid menoleh ke arah pak haru termasuk asara dan hanabi


:"pergi ke uks sekarang" kata pak haru dengan tatapan tajam.


asara hanya terdiam, menuruti perintah kakak nya itu


setelah kak asara itu pergi, hanabi menghela nafas panjang dan diberikan tepuk tangan meriah dari para murid di kelas itu.


:"aku hampir marah dengan nya" kata hanabi yang merasa lelah


:"terimakasih banyak" kata pak haru


:"pak, kumohon bawa lah dia kembali ke psikiater" kata hanabi

__ADS_1


:"tidak mungkin lagi. orang tua nya semakin gila" jawab pak haru menepuk keningnya


:"itukan orang tua mu juga pak" kata hanabi


:"apa boleh Saya bunuh saja mereka?" kata hanabi tersenyum


:"PSIKOPAT" teriak para murid disana


:"diem gak" kata hanabi datar


:"oh ya, aku sudah memperbaiki kerajinan mu ini, dan hasilnya tidak terlalu buruk. pecahannya tidak terlalu terlihat dan ini bisa dipajang di festival minggu ini." kata pak haru memperlihatkan foto di hp nya


:"ah, terimakasih banyak pak, jujur saya benar-benar kesal saat itu dan ingin memotong tubuh kak asara juga" kata hanabi tertawa canggung


:"tidak masalah, dia tidak berniat seperti itu sebenarnya" kata pak haru


:"emang kerajinan mu kayak gimana sih?"


:"liat dong pak~~"


:"aku mau liat kerajinan orang penuh bakat ini!"


:"wooahhh!" mereka yang terkagum


.


di tempat lain


asara, berada di lapangan bagian depan, melihat begitu megahnya panggung yang terletak disana.


:"hanya satu hari, kenapa begitu megah?" gumam asara menunduk


:"dunia palsu, dunia bohong, pada akhirnya aku tidak bahagia juga." batin asara yang masih menunduk


:"aku iri dengan hanabi, dia memiliki begitu banyak bakat. sejauh ini, dia benar-benar melampauiku" gumam asara mengangkat kepala nya lagi


dari kejauhan, hanabi yang sedang berjalan ke arah lapangan bagian depan melihat kak asara yang sendirian disana.


..


apakah harus? jika iya, maka maaf jika mengganggu.


:"Rasa nya sangat sepi, rasa nya hanya seperti aku seorang diri disini. aku selalu mengatakan "menjijikan" Atau "merepotkan" Kepada diri ku sendiri. Berharap bahwa aku sadar tak akan ada waktu untuk menangisi ini.


Aku berharap bisa tersenyum kembali, walau aku sadar ternyata itu palsu.


Bahagia, bukan kata yang tepat untuk ku saat ini, karena aku sendiri bahkan belum bisa mencari arah jalan pulangku sendiri." kata hanabi yang menundukkan kepala nya saat berjalan ke arah lapangan.


asara mendengar kata-kata itu, terdiam. menahan tangisnya dan langsung berlari ke arah uks.


:"ini bukan hanya untukmu,ini juga untukku. karena aku berharap untuk mat* lagi sekarang" gumam hanabi yang melihat ke atas gedung sekolah.


lihat? itu begitu tinggi, cukup untuk sekali lompat. aku juga penasaran apakah warna darahku bagus? mungkin itu akan berwarna gelap? aku penasaran tentang hal menakutkan lagi.


ley,seperti nya aku masih belum siap mengulang langkah lagi. aku masih.. menjadi anak-anak yang butuh dibimbing. batin hanabi menatap lapangan yang begitu luas dengan panggung megah yang Ada disana.


~ch27 selesai~

__ADS_1


__ADS_2