Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 57-Bahagia


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Kegiatan demi kegiatan dilalui


Apa yang terjadi padaku?


.


.


:"Hanabi! bagaimana hasil konsultasi kali ini?" Tanya Lily


:"Aku membaik, terapi tidaklah buruk"


:"Kalian semakin akrab dan kami juga begitu! iyakan? Rion" Sahut Kenzo


:"Ahaha, iya benar" Jawab Rion


:"Bagaimana? kalian sudah jadian?" Aku menggoda


:"Ee..."


:"Mau jujur.. Tapi takut kalian ledek" Kenzo ragu


:"Udah ken lu itu kalau mau bohong belajar dulu sama ahlinya" Rion berlagak


:"Jangan lupa PJ hahaha" Jawabku


Ya, aku membaik. Dalam hitungan hari. Mungkin karena terapi yang rutin. Ditambah teman-temanku menerimaku apa adanya. Mereka selalu menemaniku


Kabar gembira! Lily dan Kenzo jadian! Aku yakin mereka akan terus bersama. Jika tidak, aku akan membunuh lelaki kurus pendek ini


:"Yaudah, kita mau kemana nih??" Tanya Lily dengan hebohnya


Kami menyahut sambil mengatakan "Taman" bersama


.


.


Sampai disana, aku baru menyadari bahwa kota mulai kembali ramai


Hey, kasus penculikan anak itu sudah memudar. Orang-orang bisa bersenang-senang tanpa rasa resah sekarang


Walau aku masih rindu dengan sunyinya kota yang bagaikan tak ada satupun penduduk.


:"Taman kota memang yang paling oke buat nyantai!" Kata Kenzo


:"Tapi aku pikir pinggir kota lebih baik untuk itu" Sahutku


:"Ya, kalau soal healing pinggiran kita atau pegunungan adalah pilihan terbaik" Jawab Rion spontan


:"Kau benar. Jadi? aku ingin healing, refreshing. Kapan kita akan pergi?" Lily yang tiba-tiba muncul, bertanya langsung padaku


:"Sebisa kalian. Karena aku juga sudah tak bersekolah, jadi setiap hari pasti senggang" Jawabku


Kami mengobrol santai sambil menikmati jajanan yang ada disana


Mirip seperti piknik bersama, tapi ini versi santai tanpa kendala. Dan tanpa rencana


Hanya menikmati hari seperti orang-orang pada umumnya. Dan tanpa adanya masalah dalam pikiran ini.


Aku malah tak sabar karena kami punya rencana untuk pergi ke pinggiran kota untuk refreshing


Ya, kami ber empat.


Aku benar-benar menantikannya, tapi aku tak berharap lebih. Karena aku sudah tau batasan berharap


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari itu berlalu dengan cepat, kami sudah pulang kerumah kami masing-masing

__ADS_1


Dirumah, aku menelepon Rion. Saling memberikan kabar


Karena sedari tadi kami tak bisa deep talk karena suasana santai yang menyenangkan itu


Rion mengatakan, kalau ia suka dengan kontrakan itu. Dia bilang, padahal itu hanya kontrakan. Tapi kondisinya benar-benar bagus dan malah mirip dengan apartemen ataupun rumah-rumah orang-orang kaya


Aku hanya membalas, "kakak ku yang memilihnya, syukurlah jika kau nyaman dengan itu"


Ibu ku yang sedang berada di dapur, langsung ikut dalam obrolan ku dan Rion


:"Dek Rion, ayo dong kesini lagi. Harus terus kesini yaa" Kata Ibu


Ayah yang sedari tadi menyimak, langsung ikut dalam obrolan dan berkata


:"Iya, kita saling kenalan dong. Kan kamu tidak pernah ketemu saya"


Sementara aku hanya tersenyum melihat antusias kedua orang tuaku


:"Iya mah, om.. Nanti Rion bakal kesana kok"


:"Panggilnya ayah dong, jangan om" Ibu menjawab


:"Hehe, iya Mah, Ayah"


:"Yaudah, kami tunggu kamu ya, nanti kabari kalau mau kesini. Biar enak, kamu tinggal makan terus nginep lagi kayak biasa" Kata ibu masih antusias


:"Siap mah, makasih banyak ya"


Setelah itu, telepon ku akhiri


Aku kembali ke kamar dan menonton film hero kesukaan ku seperti biasa


Aku suka hari ini. Terasa tak ada beban dipikiran. Semuanya tenang dan damai


Jadi? keesokan hari akan jadi apa?


Pagi hari tiba


Bangun seperti biasa dan mandi lalu sarapan


Kali ini aku tak kemana-mana, pagi ini aku merasa bebas. Dengan pikiranku yang terasa benar-benar ringan tanpa ada tumpukan coretan tak masuk akal


Walau badanku masih sedikit lelah, aku hanya ingin berfikir bahwa aku sudah pulih. Tak ada lagi yang namanya menjadi gila. Walau sejujurnya, aku masih memikirkan bagaimana diriku di hari yang baru?


Aku mendapat banyak cerita menyenangkan disetiap sisi yang berbeda. Dari sudut pandangku sendiri tentunya


Kebebasan, dan ketenangan.


Baiklah, mungkin aku memang harus berolahraga seperti yang dikatakan dokter.


Aku mengganti bajuku dengan baju yang nyaman dipakai olahraga, lalu melakukan jogging entah kemana. Hanya berputar-putar di wilayah yang aku tahu lalu kembali kerumah


Melakukan yoga dan pergi jalan-jalan pagi


Menikmati dunia yang aku sendiri baru tau bahwa ini adalah yang terindah. Walau mungkin tidak benar-benar indah


Setidaknya menikmati ini tanpa beban pikiran adalah mimpiku yang selalu kudambakan. Tentu, selain menjadi buronan atau mati tentunya


Segenggam memori kelam ku pegang dengan erat. Jika lepas, maka aku akan kembali seperti dulu lagi


.


.


Aku membeli berbagai makanan ringan untuk ku cemili di pagi hari ini. Aku juga penasaran dengan berbagai macam mainan anak-anak yang terlihat dimana-mana. Bukan Latto-latto tentunya, aku muak dengan suara nya yang nyaring


Aku membeli beberapa, lalu membawa nya pulang ke rumah (tentu saja)


Aku benar-benar merasa bahagia, bukan bahagia yang berlebihan. Ini seperti kau benar-benar bebas dan belum tau apa itu masalah

__ADS_1


...----------------...


Pulang kerumah, aku mengganti bajuku dengan baju pendek. Membawa cemilan itu ke kamarku dan memakannya


.


.


Selesai dengan makanan, aku membuat satu video. Yaitu diriku yang sedang mencoba mainan bocah yang sangat unik


Berbagai macam mainan kucoba, dan ya. Aku seperti anak-anak tentu saja. Yang penasaran akan banyak hal


Video itu tidak aku upload ke mana-mana. Cukup aku simpan saja


Kembali pada kenyataan, aku membereskan sampah-sampah nya lalu tiduran dikasur empuk ku


:"Awali hari dengan senyuman, huh? mungkin secarik kebahagiaan memang terpapar di mukaku saat ini"


Aku Mulai mengoceh.


Kuharap ini akan bertahan lama. Karena aku ingin merasakan kebahagiaan ini dalam waktu yang benar-benar panjang.


Setidaknya sampai sebelum aku tiada


.


.


aku yang biasanya selalu tidur atau berangkat sekolah, kini tak tau harus melakukan apa


Diakhiri dengan aku yang turun ke dapur dan membuat sebuah bento untuk ku makan


:"Hanabi, lagi apa?" Kakak tiba-tiba datang


:"Eh, kak Shahiro belum berangkat?"


:"Baru bangun, kakak masuk siang hari ini. Sekalian mau liat Kuki, disuruh ibu semalem"


:"Oalah, kakak mau Hanabi bikinin bekal gak? Hanabi bisa masak loh"


:"Eh iyakah? sekalian buat Kuki juga, nanti kakak cicipin"


:"Berarti 2 bekal ya"


:"Iya, porsi buat kakak yang banyak ya, hehe"


:"Iya kak"


Karena kebetulan itu, aku akhirnya membuat 3 bento sekaligus. Porsi yang besar untuk kakak, porsi biasa untuk Kuki dan diriku


.


Sementara kakak sedang bersiap berangkat, aku menaruh 2 bekal bento di tasnya lalu setelah semua selesai, kakak berpamitan


:"Hati-hati dijalan kak" Ucapku melambaikan tangan


:"Iya, kamu juga hati-hati dirumah, dijaga ya. Ibu sama ayah pulang sore"


:"Oke" Balasku


Setelah itu, aku hanya melihat mobil kakak yang sudah melaju dan menghilang dari pandangan.


Aku masuk kerumah, menutup pintu dan memakan bento ku


Pagi-pagi sudah bahagia, tenang, dan damai. Siapa yang ingin merasakannya juga?


~Ch 57 selesai!~


Sankyuu!

__ADS_1


__ADS_2