
Mungkin sebentar lagi aku akan terobsesi dengan yang namanya kejahatan.
Senang, kesal. Mungkin aku memang pantas berada di sana
Kau lihat bagaimana aku berusaha untuk tidak menendang kepala mereka semua? benar-benar memalukan. Rasanya seperti ini bukan diriku tapi aku suka dengan ini
Makin merasa percaya diri apalagi dengan tato bocah yang kupakai diseluruh lengan
:"Bagaimana tanggapan polisi nanti?" Gumamku
Aku mengawasi mereka sambil menunggu para polisi datang
Tentu saja sambil melawan kekosongan batin yang semakin kacau
"Jika aku berada dirumah, maka aku bisa saja menangis karena kekosongan ini." Batinku berkomentar
Entah apa yang mereka lihat dariku, mereka hanya terdiam sambil berdesis kesakitan.
:"Memangnya separah apa luka itu? itu masih lebih dari baik dibanding cambukkan"
Ucapku dengan santai
Suara sirene polisi makin terdengar, dan lampu merah biru nya yang khas mulai terlihat
:"Jangan lari atau aku akan benar-benar mematahkan kedua kaki kalian" Ucapku membuat mereka diam lagi ditempat
Malam ini melelahkan.
...****************...
:"Aku pulang"
Semua sudah ter urus, aku kembali ke rumahku dan langsung mandi
.
Selesai itu, aku pergi ke kasur nyaman ku dan bermain handphone. Sepertinya aku ingin membeli beberapa buku
Pernahkah kau berfikir untuk mencoba mendapatkan apa yang kau inginkan? Hey, selain ingin membaca buku, aku ingin memiliki buku ku sendiri juga!
Kira-kira seperti itu
:"Ah.. benar. Aku punya banyak buku menakjubkan yang sudah selesai kubaca semua. Sementara aku masih penasaran bagaimana rasanya menjadi orang itu"
:"Mungkin jika aku mencoba membuat karya bagus, lalu berhasil dibuku kan. Aha, betapa menyenangkan nya"
Aku banyak bicara. Sambil mencari-cari buku dengan tema favorite, aku memikirkan banyak hal. Bukan hanya sekedar buku saja. Tapi memikirkan bagaimana perjuangan mereka didalam buku-buku itu? pasti sulit membuatnya. Wow, penggapaian yang spektakuler! Pikirku
Tato yang masih menempel ditangan, gaya pakaian yang tak beraturan, dan hobi yang tak sesuai. Itulah diriku
:"Yah, menjadi diri sendiri melelahkan. Tapi sungguh, setidaknya aku bisa."
__ADS_1
Aku tidur di malam itu, tanpa membuka jendela sama sekali
Malam itu aku bermimpi. Aku membuat karya yang indah sekali
Lukisan ku yang menakjubkan, lebih dari apa yang bisa ku lukis. Masakanku yang dicicipi banyak orang. Aku yang berhasil menciptakan sebuah buku kehidupan. Dan aku yang terlihat tak ada beban.
Mimpi belaka itu membuatku sulit bangun. Impian sejuta umat yang mengalami gangguan kecemasan? Tidak tau jangan tanya padaku
Benar-benar terasa nyata, dengan tambahan. Senyuman ku yang sangat aku sukai, setidaknya aku bisa melihat itu lagi
Mungkin di dunia nyata aku sedang menangis sambil tidur, karena aku sadar ini adalah mimpi. Sementara aku juga masih dalam keadaan sangat sangat sangat ingin mat*
Ya, yang terjadi masih bisa diubah. Selalu bisa diubah. Tanpa kau sadari sekalipun, jika kau lelah dengan ini. Kau akan merubah jalanmu lalu kau akan tersadar dengan itu
Aku masih kelelahan.
...****************...
Bagaimana dengan pagi yang dingin ini?
Jam berapa ini? kenapa masih gelap?
Aku melihat handphone ku, Ini jam 2 malam.
Apa ini yang namanya bangun terlalu pagi padahal tidur terlalu malam? Padahal aku baru tidur tidak kurang dari 2 jam lalu
Aku membuka jendelaku, merasakan dinginnya udara di jam itu
:"Jika memang aku bisa sukses dimasa depan. Berikan aku penyemangat dimasa sekarang. Setidaknya sesuatu yang membuatku merasa masa depan lebih indah? Atau setidaknya pulihkan pikiranku. Karena jika tidak, aku tak akan mungkin menggapai masa depan itu"
Kali ini aku berani berkata panjang lebar, jadi dengarkan saja ya?
:"Aku mungkin sudah jarang masuk sekolah. Tapi pertemukanlah aku dengan teman-temanku. Aku butuh kehangatan mereka lebih dari apapun yang kau tau"
:"Hey, jika aku berbeda. Apakah itu wajar? aku merasa takut melihat diriku yang selalu berubah tanpa kusadari sepanjang waktu. Bahkan menatapnya saja membuatku ketakutan"
Benar, aku mulai menyadari kalau aku mulai berubah menjadi pribadi yang lebih buruk
Aku masih tak terlalu khawatir karena aku sadar, terlebih, tangisan ku juga membuktikan nya kalau aku masih ingin kembali seperti diriku yang semula
Masalahnya ada pada pikiranku yang selalu berkata, bahwa aku tak bisa. Cukup lihat akan jadi seperti apa dan jangan menyesal
Perubahan itu mengalir, dengan air yang berwarna gelap.
:"Hitam pekat"
Banyak berkomentar, berakhir dengan tangisan. Siapa itu? Aku yakin kalian juga sama.
Jangan sampai hanya aku sendiri yang seperti itu, karena nanti akan jadi hal memalukan.
Hey, aku ingin membuat cerita yang berbeda dari orang-orang! Aku ingin menulis rangkaian kematian!. Atau mungkin cara mat* tanpa rasa sakit.
__ADS_1
Tidak, jangan. Sebelum cerita itu selesai mungkin aku sudah mencobanya duluan.
Pernahkah?
Menangis, lalu mencoba meminta pertolongan. Hanya saja didalam hati. Kau tak benar-benar bergerak meminta tolong. Bahkan kau tak bersuara. Sementara batinku menjerit ketakutan dan kesakitan
Aku mengalami itu. Bahkan aku sudah tau kapan itu akan terjadi. Setiap 2 hari sekali, dan di jam yang belum terlalu malam. Disaat semua orang belum tidur atau mungkin sedang bersiap tidur. Ya, antara jam 8 malam atau jam 9 malam.
Benar-benar sudah hafal sampai-sampai aku berusaha membuat sesuatu yang konyol. Gunanya untuk meredakan batin ini
Mungkin, seperti aku membuat kreasi. Bunga-bunga mawar dengan banyak warna, yang akan ku gabungkan menjadi sebuah bucket bunga besar
Aku tau itu memakan waktu lama, jadi itu berguna untuk melupakan keluhan ku tentang batin ini
Ingin coba juga? mungkin bisa membuatmu tenang perlahan juga
Oke, aku kehilangan topik. Bagaimana jika aku terus bercerita saja? atau tidak?
.
.
Jam 04.45
Aku hampir ketiduran karena angin dingin ini.
Mungkin aku butuh sesuatu yang hangat.
Aku kedapur dan membuat hot chocolate. Membawa itu kekamar dan minum dengan perlahan
Aku bosan dengan handphone ku, sungguh. Berapa banyak kali pun aku melihatnya, tak ada yang benar-benar menarik perhatian sama sekali. Bermain handphone berjam-jam tapi tak ada yang menyenangkan?
Ya, aku tidak berbohong dengan ini. Memainkan handphone hanya untuk menghilangkan hampa dan kosong. Lihat siapa yang mudah bosan?
Tak mungkin hanya aku sendiri yang terlihat idiot dengan scroll handphone tanpa tau apa yang menarik perhatian
Hey, kau lelah? Aku juga lelah. Punya cara untuk tidur selamanya tidak? Jangan obat. Aku muak dengan obat
.
.
Hot chocolate itu habis, hilang ditelan perut
Tapi sepertinya aku tak kembali normal. Makin menjadi
Ada yang bisa membantuku???? Aku butuh pertolongan!!
~Ch 55 selesai!~
Sankyuu!
__ADS_1