
Kali ini mungkin akan menjadi hari-hari bahagia. Sebisa mungkin bisa seperti itu
.
.
Semua hal berjalan dengan lancar dan mulus. Tak merasa kosong lagi, tapi tetap harus waspada dengan pikiranku sendiri. Sulit? ah ya, sangat sulit
Setidaknya aku tak akan melakukan kesalahan lagi
Apa kabar? semoga semuanya baik-baik saja
.
.
Aku menelepon Lily dan lainnya, melakukan video call
:"Hanabi, maaf malah gak jadi pergi"
:"Gak papa, lagipula aku juga sedang tidak baik kemarin"
:"Gimana kalau besok? kamu udah mendingan?"
:"Udah kok, ini juga lagi santai-santai aja di kamar"
:"Hanabi! Liat si Rion! dia beli bunga buat lu katanya wkwk" Kenzo menyeret Rion masuk ke video call
:"Apa sih?! ini mah bunganya buat gw pajang dirumah!"
Dia lucu.
:"Nanti kabari kami ya! nanti kami semua langsung otw jemput" Lily mengambil alih
:"Iya.Besok ya, kita ketemuan di rumahku" Jawabku
:"Siap kaptenn" Jawab mereka serempak
...****************...
Keesokan harinya tiba. Jam 06.54
Aku menelepon Lily usai bersiap-siap beberapa menit lalu
Tinn.. tin...
:"Iya halo? mau berangkat sekarang?"
:"Iya, yang lain gimana?"
:"Yang lain udah siap nih. Yaudah tunggu ya, kita otw"
:"Oke, Hati-hati"
:"Siap!"
Lalu telepon aku matikan
...----------------...
Belum lama, mereka sudah tiba dirumah.
Aku membukakan pintu dan menyuruh mereka masuk untuk makan terlebih dahulu
:"Ayo makan, ibuku sudah siapkan. Aku juga buat biskuit dan kue"
:"Eh serius?! kamu bisa masak?! kok gak ngasih tau???" Lily merengek
:"Udah dari lama, lama banget sebelum kamu bisa masak"
:"Ihhh gak bilang-bilang!!"
:"Udah cepet gih keburu dingin. Ayo masuk semuanya"
Setelah perbincangan singkat di depan pintu, akhirnya mereka masuk. Dan kami makan bersama dirumahku
...****************...
Waktu berlalu, setelah sarapan selesai, kami langsung pamit dan pergi
.
.
Jarak dari tengah kota ke pinggiran kota memang jauh, jadi kami selalu menyiapkan cemilan dan snack untuk kami makan di mobil
:"Aku juga buat biskuit, Rion mau coba?" Ucapku
Rion dan Kenzo ada di kursi depan. Dengan Kenzo yang menyupir
Aku dan Lily ada di kursi tengah, dan kursi belakang penuh kami isi dengan makanan dan barang-barang piknik lainnya
.
:"Rion, aaaa"
__ADS_1
Aku ingin menyuapi Rion, tapi ia menghindari nya
:"Kamu kenapa kok jadi kayak orang bucin gini?" Tanya nya
:"Simulasi"
:"WOAHHHH" Lily dan Kenzo heboh
:"Bercanda, kau belum pernah mencoba makanan buatanku kan? aku ingin kau mencobanya, beri kan saran atau kritik"
:"Oh begitu? baiklah, mana"
Dan aku berhasil menyuapi nya
:"Hmm.. ini enak, biskuit keju ya?" Tanya nya lagi
:"Iya, tidak keasinan kan?"
:"Tidak, ini pas. dan manis"
:"Baguslah kalau begitu"
...****************...
Sampainya kami di pinggiran kota, kami pergi ke taman di dekat sana
Memulai piknik sederhana kami dan menikmati hari.
.
.
Sekarang jam 16.45
Piknik itu hanya terlaksana sebentar, sisanya kami hanya berjalan-jalan dan membeli makan malam untuk dimakan bersama
:"Gimana kalau kita makan makanan yang khas disini?" Tanya Kenzo
:"Emangnya apa?" Jawab Lily penasaran
:"Gak tau sih"
:"Lah"
:"Yaudah, makan yang ada aja disini. Kita juga gak tau apa yang populer disini kan?" Sahutku
:"Tau tuh, repot-repot amat" Sahut Rion mengikuti
:"Iya sih, yaudah deh" Lily menjawab
.
.
Setelah selesai semua kegiatan, kami mencari tempat penginapan. Setelah itu, malam pun tiba
Di jam 20.00, kami memutuskan untuk tidur lebih cepat.
Masing-masing memiliki 1 kamar yang berbeda, jadi kami terpisah
.
.
Aku berada di kamar yang luas itu, dengan perabotan khas pinggiran kota yang indah.
:"Hey, ini bagus dijadikan koleksi. Kayaknya tadi ada yang jual, apa aku cari saja ya?. Foto dulu biar tidak lupa" Aku bicara sendiri
Aku memutuskan untuk pergi keluar dan mencari oleh-oleh barang khas
Aku menyukainya. Bentuk dan warna, dan wanginya yang berbeda. Aku bisa mengoleksi berbagai macam barang yang indah di kamarku
.
.
Dingin
Aku tak memakai jaket, karena terbiasa dengan dinginnya
Jika aku tinggal disini, aku akan selalu keluar di malam hari. Dinginnya membuatku nyaman dan merasa lega. Aku memang sadar bahwa dunia adalah tempat yang indah. Hanya makhluk hidupnya saja yang menjengkelkan
Tinggal beberapa lama disini bisa membuatku tak ingin pulang.
.
.
Terus mencarinya sampai jauh dari penginapan. Ketemu!
:"Permisi mbak, saya boleh liat yang itu?"
:"Oh boleh neng.. yang ini?"
:"Iya"
__ADS_1
:"Ini silahkan"
:"Berapa harganya?"
:"30 ribu neng"
:"Ada warna apa aja? atau hanya ini?"
:"Oh itu warnanya cuma ada 3 neng, paling laku warna putih sama ijo tua! bagus banget warnanya. Adem diliat"
:"Saya beli 2 warna itu mbak"
:"Beli 2 ya neng? jadi 60 ribu ya, ini saya kasih bonus, pernak pernik kamar. Cocok sama gaya eneng"
:"Waduh, makasih banyak ya mbak"
:"Terimakasih sudah datang ya neng"
:"Terimakasih juga, slamat beristirahat mbak"
:"Iya, eneng juga habis ini harus langsung tidur ya"
:"Baik mbak, terimakasih sekali lagi"
Berbicara membuatku lelah. Tak masalah, setidaknya aku dapat apa yang aku mau.
Aku kembali ke penginapan. Sambil memotret pemandangan yang ku lihat
Foto dan foto, semuanya.
.
.
Sampai nya di penginapan, aku masuk dan melihat jam di handphone. Sekarang jam 21.37
:"Cepat sekali larut. Ah. Memori handphone ku hampir penuh"
Dan setelahnya aku langsung membersihkan diri dan tidur
...****************...
Jam 05.59
Aku bangun. Berkat suara telepon
:"Iya halo? kenapa kak?"
:"Hanabi, kau pulang nanti saja ya. Jangan hari ini"
:"Memangnya kenapa? kami berencana pulang hari ini"
:"Kalau begitu, menginap saja di asrama kakak dulu ya. Tidak papa kan?"
:"Apa yang terjadi?"
:"Rumah sedang berantakan"
Lalu kak Shahiro menutup teleponnya
Siapa? yang memulai? apa ayah dan ibu bertengkar? kejadian di masa lalu tolong jangan terjadi lagi. Tolong jangan!!
Aku langsung bangun dan keluar dari kamar, membangunkan yang lainnya dengan cepat
:"Hey, ayo kita pulang sekarang. Terlalu lama disini bisa masuk angin"
:"Hm??" Mereka terdiam. Menengok satu sama lain. Lalu langsung membereskan barang-barang mereka
.
.
Di mobil, aku hanya diam tak bersuara. Ya, meredakan panik.
sementara yang lain sibuk memgobrol
:"Ah belum mandi" Rion mengeluh
:"Setidaknya udara disini dingin, jadi gak ada yang peduli" Jawab Kenzo di samping Rion yang sedang menyetir
Lily juga diam. Tidak tau kenapa. Mungkin tidur lagi
.
.
Sampai dirumahku, aku turun lebih dulu. Lalu melambaikan tanganku saat mereka pergi
Sebelum turun juga aku sudah sadar. Perabotan dalam rumah, baju. Dan banyak hal lainnya, hancur. Kaca jendela rumahku, pintu yang rusak.
Meninggalkan barangku di luar rumah, di bawah pohon tepatnya. Aku langsung masuk ke dalam dan melihat kak Shahiro yang tergeletak di lantai. Dengan darahnya.
:"AYAH! IBU!! BERI AKU PENJELASAN!!!" Teriak ku tidak terima.
~ch 60 selesai~
__ADS_1
Sankyuu!