
:"hanabi? sedang apa kau disini? tidak kekelas?" tanya seseorang menghampiri ku
:"rion?"
aku menoleh
aku melihat rion yang berjalan kearahku
yah, aku tinggal memberi kan alasan kecil agar ia percaya. itu mudah
:"kenapa kau disini?"
rion duduk disebelahku
:"aku tau kau sedang dalam masalah,ada apa? biarkan aku membantumu"
aku hanya diam saja, melihat nya dan tak berbicara
:"kumohon.." ucapnya lagi
:"seperti nya tak ada yang harus kau lakukan juga, ya, tak masalah, ayo ke kelas saja" jawabku
aku langsung berdiri dan pergi dari Sana meninggalkan rion yang menatap ku dengan ekspresi terkejut itu
.
.
rion pov
apa aku... tak bisa kau andalkan? hanabi..?
kapan terakhir kali aku bisa menolongmu? bahkan seperti nya itu semua hanya lah kebetulan.
apa aku.. tak bisa kau percayai?
.
.
kami pergi ke kelas kami berikutnya, yaitu olahraga
hari ini adalah hari jumat, di jam pelajaran ini, yang awalnya praktek menjadi kerja bakti
yah.. festival sudah tinggal 2 hari lagi, kami juga harus bersiap naik ke atas panggung nanti
dilapangan
aku sedang membantu pak haru membawa barang-barang dari gudang tadi
sampai... aku mendengar suara hanabi dari kejauhan
.
:"biarkan aku membantu, pekerjaan ku sudah selesai"
:"terimakasih banyak hanabi!"
.
.
lihat? dia sangat baik, terlalu baik menurutku
:"hey! jangan melamun! berikan kardusnya! biar bapak yang pindahkan sisanya" pak haru menghentikkan lamunan ku
:"eh! iya pak maaf!"
aku menurunkan kardus-kardus itu dan melihat hanabi kembali
:"jika kau khawatir, maka pergilah kesana" ucap pak haru mendorongku dari belakang
:"pak?!"
:"udah Sana" katanya
aku berjalan kearah hanabi, walau agak ragu tapi aku tetap harus memberanikan diri kan?
.
:"hanabi.. ada yang bisa kubantu?" tanyaku
hanabi hanya melihat ku sambil tersenyum
:"nanti, saat pulang bisa tolong belikan aku cheese cake gak?"
:"oke" jawabku cepat
akhirnya, aku dan hanabi membantu murid lain yang tugas nya masih tersisa banyak
saat pulang sekolah
__ADS_1
aku lebih dulu berlari ke gerbang sekolah, menunggu hanabi disana
aku melihat seseorang yang mirip dengan hanabi menuju ke sekolah ini
.
.
:"kak! kak hanabi belum keluar loh!"
kuki melompat-lompat meminta digendong kakaknya
:"hah..."
dan shahiro menggendong kuki
?
rion pov end
.
shahiro pov
kuki sangat berat_-
:"kuki, kau sudah besar. jangan mina digendong terus dong"
:"capek" jawab nya singkat
hadeh..
seperti nya seseorang sedang memperhatikan ku
aku berjalan kearah nya, sementara ku lihat dia menghindar menatap ku lagi
aku langsung kesana dan bertanya
:"ada apa? kenapa terus melihatku?" tanyaku lembut
:"ah, maaf jika itu mengganggu kakak" jawab nya
:"siapa namamu?"
:"ri-rion"
rion? bama itu seperti nya tidak asing..
dari kejauhan, aku merasakan kehadiran hanabi
aku menoleh kearah sekolah dan melihat nya bersama asara
:"nanti lagi ya, aku mau pergi dulu" kataku
aku langsung pergi dari Sana dan pergi menuju tempat hanabi berada, yaitu koridor bawah
sementara aku memperhatikan hanabi dan asara yang sedang berbincang, kuki me
minta untuk diturunkan
aku melihat sekilas kuki kembali ke anak bernama rion itu, setidaknya aku sudah tau nama dan wajahnya, jadi jika terjadi apa-apa aku tinggal laporkan saja
shahiro pov end
.
kuki pov end
..
:"kakak, kau temannya kak hanabi ya?"
:"eh? i-iya.. ada apa dik?"
:"kak hanabi kemana?"
:"kakak juga lagi nunggu kak hanabi nih"
kuki pov end
kembali kepada hanabi.
halo, aku disini lagi
kak asara sedang memberi saran kepadaku untuk pertunjukkan nanti, karena festival semakin dekat.
mungkin ini sudah menjadi tugas nya karena dia lah kepercayaan kepala sekolah untuk menangani para murid yang kebingungan tentang itu
awalnya dia menyarankan ku menampilkan pertunjukkan seni, tapi aku menolaknya karena aku tak mungkin melukiskan sesuatu saat mood ku sedang hancur begini
lalu kak asara menyarankanku untuk coba bernyanyi, tapi aku menolaknya lagi dan bilang kepada nya bahwa aku tak memiliki kemampuan untuk itu
__ADS_1
lalu dia bertanya pada ku apa yang ingin kulakukan nanti? jelas aku kebingungan toh? aku saja tak mengerti apa yang benar-benar ingin kulakukan
setelah semua itu, kami membuat kesepakatan.
besok, kami harus menentukan apa yang akan aku tampilkan, jika tak ada yang cocok. maka kak asara akan melakukan vote yang akan dipilih langsung dari para guru di sekolah
akhirnya kami selesai, kak asara pergi lebih dulu sementara aku hanya melihat kakak ku yang berdiam diri di belakang Sana
:"apa yang kau lakukan?" tanyaku ketus
:"ayo kembali, sesekali kita harus berkumpul bukan?"
:"ya..."
dan kami pergi dari koridor itu
di gerbang, aku melihat rion dan kuki yang sedang bercanda tawa disana
wah.. senyuman yang hangat
:"kalian, sedang apa kalian disana?" aku sedikit tertawa
:"eh? oh!! hanabi, ini cheese cake yang kau ingin kan"
rion menyogohkan sebuah kotak
:"terimakasih banyak rion! ayo kita pulang bersama" jawabku
selama perjalanan kami oenuhi dengan canda dan tawa serta senyuman disana
dirumah
kami sedang memakan cheese cake berukuran besar itu sambil menunggu ibu yang pulang hari ini
aku melihat film ditv, sebenarnya, kakak dan kuki lah yang menonton itu, aku hanya penasaran dan melihat nya juga
sementara rion sibuk membaca buku bagus yang seperti nya baru ia beli
"layla! apa yang lakukan? ayo cepat! nanti ditinggal loh!"
"aku datang teman-teman!"
aku menyaksikan adegan persahabatan itu
:"kita juga.. teman" rion menggumam
:"ya?" sahut ku
:"hehe"
rion hanya tersenyum setelah nya
seperti nya dia menyadarinya, apa dia sadar bahwa aku sedang di bawah kendali pikiran ku sendiri? haha, akan konyol jika dia mengetahui itu
kuharap ini akan berakhir secepatnya
beberapa menit berlalu
tok tok tok
:"aku akan membuka pintu nya"
kak shahiro pergi ke arah pintu
:'siapa yang mengetuk pintu? padahal kalau itu ibu, dia tinggal masuk saja. apalagi pintu itu tidak dikunci" batinku
aku memperhatikan kak shahiro yang sedang berada diluar Sana, kenapa lama sekali?
akhirnya aku memutuskan untuk menghampiri kak shahiro dan melihat siapa yang datang
saat sampai, jelas aku terkejut dan marah. kenapa tidak? berani sekali pak tua itu datang lagi ke rumah ini!
:"pergilah!"
aku hanya memperhatikan dark belakang, sementara kak shahiro terus menyuruh "ayah" ku untuk pergi.
:"dengarkan ayah dulu ya..?"
:"siapa kau? memanggil dirimu sendiri seorang ayah? bocah tengik" kataku kesal mendengar nya
:"aku yakin kau sudah memiliki pasanganmu kan? lagi pula, kalau pun tidak ada pun kami tetap tak akan menyambutmu disini" sahut kak shahiro
aku pergi ke luar rumah, mendorongnya dan langsung masuk lagi ke dalam rumah, mengunci pintu dan mengambil handphone ku di kantung celanaku.
ya, aku mengirim pesan kepada ibu
"ibu, jika kau sudah kembali telfon saja, dan katakan pada kami apakah diluar ada seorang laki-laki tua atau tidak"
itu pesan yang ku kirim
~ch31 selesai~
__ADS_1
sankyuu!