Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#10


__ADS_3

"Kamu dari mana tha?" tanya Tari saat melihat Aletha baru kembali


"Oh gue habis dari kamar mandi"


Tari pun mengangguk mengerti, "Kamu tadi ketemu sama Ustadz Yusuf ya tha?" tuding Tari yang membuat wajah Aletha memerah


Aletha hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Tadi sih sempet ketemu dia juga ke kamar mandi kok"


"Oh yaudah aku panggil Najwa sebentar ya terus kita ambil mukenah lanjut solat magrib" tutur Tari lalu pergi


Aletha menghembuskan nafas berat seperti pertemuannya dengan Ustadznya selalu membuat Aletha berdebar. Yang membuat Aletha kesal adalah gosip kedekatan Aletha dengan Ustadz Yusuf


Aletha pun keluar dari Masjid. Aletha memilih untuk kebelakang Masjid yang ternyata ada taman. Aletha duduk di kursi yang tersedia dengan melamun


Saat ketenangan baru saja menghampiri ada tangan kasar tiba-tiba menarik rambut Aletha, "Heh kamu itu gak ada kapok-kapoknya ya udah dibilang jangan deket-deket sama Ustadz Yusuf!" seru Reva dengan menarik rambut Aletha


Aletha yang kesal ketenangannya di ganggu melepas jambakan dari Reva, lalu Aletha mengunci tangan Reva kebelakang dan berbisik, "Lo emang gaada kapoknya buat masalah sama ALETHA FITRINA SYIFA! Lo gak tau siapa gue gak usah main-main!. dan tentang Ustadz Yusuf emang lo siapanya nyuruh gue juahin Ustadz gue!" tegas Aletha


Reva sangat kesal karna tangannya kesakitan, "Kamu itu gak pantes buat Ustadz Yusuf, kamu itu gadis liar tidak memiliki agama"


"Oh kalau gue gak pantes sama Ustadz Yusuf lo ngaca dong emang lo pantes buat Ustadz Yusuf" sahut Aletha menekan setiap katanya dan semakin menekan tangan Reva membuat gadis itu meringis


"Tentu aku pantes, aku gadis soleha aku juga orang baik gak kaya kamu urakan, gak punya agama" cibir Reva


"Oh jadi menurut lo, lo pantes sama Ustadz Yusuf. sayang banget ya kaya nya lo cuma mimpi deh sekarang lo lihat Ustadz Yusuf lebih nempel sama siapa?"


Reva berdecak kesal karna omongan Aletha yang di maksud adalah Ustadz Yusuf selalu mendekati Aletha, "Ustadz Yusuf deketin kamu karna kamu udah godaiin dia pasti"


Aletha terkekeh mendengarnya, "Asal lo tau ya gue gak perlu caper buat Ustadz Yusuf kegoda sama gue, cukup gue senyum aja kaum adam mana sih yang gak kegoda sama kecantikan gue"


Reva kembali berdecak kesal karna Aletha tidak melepas kunciannya, "Sok cantik banget sih kamu, udah gak nutup aurat, gak bisa ngaji emang perempuan penggoda kaya kamu itu gak bakal bisa berubah dan aku yakin kamu bakal kebakar api neraka!" cibir Reva yang tanpa sadar telah membangunkan api kemarahan Aletha


Plakkk


Satu tamparan mengenai pipi Reva. Aletha menatap tajam Reva jari telunjuknya menunjuk tepat di depan muka Reva, "Lo bukan tuhan yang bisa nentuin gue di surga apa di neraka, dan lo gak pernah instropeksidiri lo udah berhijab tapi mulut sampah lo selalu mencibir orang-orang! Lo gak usah sok suci deh. Lo gak usah ngurusin hidup gue! Neraka apa surga itu urusan gue kita ini cuma sama-sama pendosa cuma beda jalan aja mau bikin dbadannyak!" bentak Aletha panjang lebar


Reva ketakutan tidak menyangka perkataannya membuat api kemarahan Aletha, "Gue peringatkan satu kali lagi sama lo! LO BUKAN TUHAN! oh ya orang baik gak akan bilang dirinya baik!" ucap Aletha menatap tajam Reva lalu pergi

__ADS_1


Langkah Aletha terhenti lalu berbalik menghadap Reva, "Assalamualaikum Ukthi" ucap Aletha menatap sinis Reva lalu pergi


Reva memegangi pipinya yang merah karna tamparan Aletha. Reva tidak mengira perkataannya membuat Aletha tersinggung


****


Setelah menjalan solat Isya di Masjid. Aletha dkk berjalan untuk kembali ke asrama saat melewati Reva ddk, Reva hanya diam karna ketakutan.


"Aletha!" teriak Yusuf dari arah belakang


Aletha pun membalikan badannya setelah mengisyaratkan Tari dan Najwa untuk pergi dahulu, Aletha pun menatap Ustadznya, "Kenapa?"


"Kamu gak seharusnya tampar Reva tadi!"


Aletha mengkerutkan dahinya saat mendengar, "Tampar maksud Ustadz...?"


"Saya mendengar perkataan kamu dengan Reva di belakang Masjid tadi, saya tahu kamu marah tapi manusia lebih mulia jika dirinya bersabar" ucap Yusuf setelah memotong perkataan Aletha


Aletha berdecak kesal, "Ustadz aja yang gak ada di posisi saya! Saya lagi santai tiba-tiba dijambak orang mana yang gak marah!?"


"Saya tahu kamu marah kepala kamu boleh panas tapi hati kamu harus tetap dingin!" ucap Yusuf sambil menunjuk dada Aletha


Yusuf terkekeh pelan mendengarnya, "Apa kamu tidak tahu jika dari awal datang kesini kamu sudah sangat menggoda?"


Aletha melotot tak percaya tentang kejujuran Ustadznya, "Ta--- tapi kan saya"


"Sutt saya tahu kamu pasti di benci para santri wati lainnya kamu jangan hiraukan mereka hanya iri" ucap Yusuf setelah memotong perkataan Aletha


"Ustadz ini gak sopan banget ya!"


Yusuf yang mendengar mengkerutkan dahinya, "Maksud kamu saya kurang sopan?"


"Ustadz walaupun saya ini Santriwati baru gak baik tau motong perkataan orang!"


Yusuf yang mendengar tertawa terbahak-bahak, "Maaf saya terlalu bersemangat


"Kenapa Ustadz sangat humoris, menyebalkan, dan hmm gitu deh kalau sama saya, tapi sama santri wati lainnya kenapa Ustadz dingin, cuek, judes, datar?" oceh Aletha

__ADS_1


Yusuf sempat bingung ingin menjawab apa Yusuf saya tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, "Saya tidak tahu tapi kamu perempuan pertama yang cuek, dingin, datar dengan saya"


Aletha hanya mangut-mangut mendengarkannya, "Kenapa kamu tidak seperti santriwati lainnya? kenapa kamu tidak berdecak kagum karna ketampanan saya?" tanya Yusuf antusias


Aletha yang mendengar terkekeh, "Untuk awa saya sempat mengagumi ketampanan Ustadz tapi kalau laki-laki tampan di kelas sekolah saya Jakarta mah berserakan Ustadz dan hal itu sudah biasa. yang saya lihat didiri Ustadz bukan ketampana Ustadz tapi..."


"Apa katakan?" potong Yusuf yang membuat Aletha malas


"Males ah Ustadz selalu memotong pembicaraan saya, saya mau ke asrama saja Assalamualaikum" pamit Aletha


"Waalaikumsallam" sahut Yusuf yang masih membeku ditempat


"Aletha memang gadis yang berbeda!" gumam Yusuf dalam hati


****


Yusuf pun berlalu pergi untuk ke kamar para Ustadz. Di dalam sudah ada Ustadz Salman dan Ustadz Umar yang sedang berbincang dan bercanda


"Assalamualaikum" salam Yusuf yang baru datang


"Waalaikumsallam" sahut mereka serempak, "Wah-wah nak Yusuf ini lagi dimabuk cinta to kok wajahnya berseri-seri?" goda Ustadz Umar


"Ah mboten Ustadz, saya cuma lagi seneng aja"


"Iyo seneng wong Yusuf itu suka sama Santriwati baru itu" celetuk Ustadz Salman membuat pipi Yusuf merah


"Wah bener iku Suf? lansung lamar aja suf, ajak dulu taarufan kalian cocok kok cantik sama ganteng" ucap Ustadz Umar dan di susul kekehan dari Yusuf dan Ustadz Salman


"Saya belum berani Ustadz takut di tolak!"


"Lah kalau di tolak itu ya kamu berjuang lagi sampek dapetin hatinya"


"Hemm susah Ustadz! Aletha itu gadis yang berbeda dari santriwati lainnya dia sangat dingin bersama saya"


Ustadz Salman yang mendengar terkekeh, "dia dingin sama kamu karna gengsi untuk mengakui, wong sebenarnya jantungnya lagi tak karuan"


Yusuf pun mangut-mangut dan tertawa

__ADS_1


TBC


__ADS_2