Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#46


__ADS_3

Budayakan Like Sebelum Baca❤


Aletha menuruni tangga dengan pelan, lalu menuju ruang tamu. Sudah ada dua pria yang duduk memunggunginya. Lalu Aletha berjalan mendekat, duduk di sebelah Papahnya


"Arjuna!!??" mata Aletha melebar tak kala melihat siapakah yang akan menjadi suaminya


Arjuna tersenyum tipis, Willy juga ikut tersenyum. "Perkenalkan saya, Willy. Dan ini anak saya Arjuna" Willy meangkat suara


Aletha tidak menjawab dan memasang wajah datar, Bram menghela nafas. "Ayo di minum dulu tehnya, Pak willy dan Nak arjuna"


Kedua pria itu meminum teh mereka, setelah itu Willy mengangkat suara. "Jadi kita persingkat waktu saja, Pak bram. Minggu depan, Aletha dan Arjuna akan menikah"


Aletha melotot tak percaya. "Apa minggu depan? Maaf, Pak. Saya keberatan, Saya ini masih seorang mahasiswi!"


"Ah, Tenang saja. Nak, Aletha. Kami tidak melarangmu kuliah. Bahkan kami akan membayar uang kuliahmu" Aletha merasa marah dengan ujaran Willy yang menyombongkan diri


"Tidak perlu!" ketus Aletha


"Bagaimana, Pak bram. Apa anda setuju?"


Bram hanya bisa mengangguk kikuk, "Saya setuju, Pak willy. Kita bisa menikahkan mereka minggu depan"


Setelah itu Aletha pergi tanpa salam meninggalkan pria-pria itu. Bram hanya bisa menghela nafas, "Maafkan, Anak saya. Pak willy. Dia masih syok"


"Ah, Tidak apa-apa, Pak bram. Saya paham dengan anak muda zaman sekarang" Dengan senyumnya Willy menanggapinya


Arjuna hanya banyak diam, dalam benaknya dia merasa kasihan dengan Aletha. "Arjuna, coba kamu susul, Aletha. Beri dia penjelasan" Lamun, Arjuna. Buyar karna perintah Ayahnya


"Tapi, yah. Laki-laki tidak boleh ke kamar seorang perempuan. Aku dan Aletha belum menikah" tolak Arjuna


Lalu, Willy menatap Bram. "Bolehkan, Pak bram?"


Bram hanya bisa mengangguk, karna suara Willy yang penuh penekanan. "Ka--mar Aletha ada di lantai 2, Pintunya bertuliskan namanya"


Setelah Bram berucap itu, Arjuna pun berjalan ke kamar Aletha.


Tok


Tok


Tok


Tidak ada jawaban


Tok


Tok


Tok


Ceklek


Arjuna terkejut dengan keadaan, Aletha. Matanya sembab, pasti habis menangis, pikir Arjuna


"Lo nangis ya?"


Brak


Pintu kembali tertutup dengan keras tanpa menjawab pertanyaan, Arjuna.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Keluar sebentar, Aletha. Ada yang pengen gue omongin"


Tok


Tok


Tok


Ceklek


"Mau apa lagi sih lo!!??? Asal lo tau! Lo udah hancurin hidup gue?!! Walau pun pernikahan ini ada, orang yang gue cinta tetap Ustadz yusuf. USTADZ YUSUF sampai kapan pun, lo gak akan BISA GANTIIN!!!"


Arjuna terdiam mendengar omelan Aletha, "Aletha..." Arjuna berbicara lirih


"Gue tahu lo cuma cinta sama cowok lo, gue juga gak tahu apa tujuan, Papah gue. Gue terpaksa karna gue kasihan sama lo, gue gak tega lihat kerja jadi pelayan"


Mata, Aletha memancarkan kemarahan. "Kasihan? Gue gak butuh kasihan lo! Cukup gak usah ikut campur urusan gue, ini bukan urusan lo!!! Gue bisa bayar hutang-hutang bapak lo!!"


"Gue cuma--"


Brak


Pintu kembali terbanting keras, Aletha menangis sejadi-jadinya. Melempar semua barang-barangnya


Lampu tidur, bantal, guling, sprei, bantal sofa, semua berantakan. Meja belajar, buku-buku, kursi. Kini kamar Aletha bak kapal pecah


"Kenapa takdir selalu main-main hiks hiks?? Kemana kamu sebenarnya? Kenapa disaat saya seperti ini Ustadz tidak datang!!! Dulu Ustadz adalah orang pertamanya yang datang di saat saya dalam bahaya, kemana!!!! kemana!!!"


"Beruntung sekali Ustadz yusuf, Aletha memang hanya mencintai beliau"


****


"Ya ampun, ini bocah tumben gak ngampus!"


Tidur Aletha terusik saat mendengar celoteh temannya, yang tak lain dua sahabatnya Reni dan Dina


"Apaansih kalian, pagi-pagi berisik banget!" dengan acuhnya Aletha kembali tidur


"Ini kamar apa kapal pecah sih tha? katanya lo berubah? kok jadi gini lagi" Dina hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya


"Tha, lo kenapa bangun dong! Lo cerita sama kita" rayuan Reni mampu membuat Aletha bangkit dari tidurnya


Aletha lalu duduk bersender di ranjang, Sebelum menceritakan Aletha mengambil nafas dalam. "Jadi begini...."


Aletha menceritakan semua


"What?!! Emang bener-bener tuh, Arjuna. Nyari kesempatan dalam kesempitan, kan masih ada waktu buat lunasi hutang bokap lo, Gak gue gak setuju lo jangan sampe nikah sama, Arjuna!!!" Dina menolak keras


"Iya gue sama tha, kalo lo gak cinta mending gak usah!" Reni pun sama


Aletha hanya bisa mendengus kesal, "Gue kasihan sama, Bokap. Akhir-akhir ini dia kecapean berat, kakak gue juga lagi berjuang di Aussi buat balikin perusahaan"


Reni dan Dina memeluk Aletha. "Yang sabar ya tha, kita ada kok buat lo" Reni menguatkan

__ADS_1


"Tha, Tapi lo jangan sampe nikah sama, Arjuna. Soalnya waktu itu gue lihat cowok mirip banget sama, Ustadz yusuf. Sayangnya dia pake masker sama kaca mata" ujaran Dina mampu membuat Aletha menatapnya lekat


"Seriously? Dimana lo lihatnya, din?" Aletha bertanya dengan antusias


"Waktu kita ke mall kemarin, inget kan?"


Aletha tersenyum penuh arti, "Sekarang gue semakin yakin, Dia sudah kembali"


"Udah mending lo siap-siap ke kampus!" Reni melemparkan handuk kepada, Aletha dan mendorongnya


Aletha mendengus kesal lalu mengambil handuk yang tadi lempar, dan mandi. Tak lama Aletha sudah bersiap dan rapi


"Ayo lah" ajaknya dengan tak semangat


"Yang semangat dong, cantik-cantik masa lesu. Buruan, Adit di bawah udah nunggu" ujar Reni


Aletha mengangguk, lalu mereka turun menuju mobil. Dan benar saja Adit sudah menampakan wajah garangnya


Ketiga gadis itu hanya bisa nyengir gigi kuda. "Assalamualaikum, Adit"


"Waalaikumsallam" Adit menatap sinis ketiga gadis itu


"Hemm 30 menit gue disini, kalian pada ngapain sih? Ngrumpi dulu!!!"


"Hehe, Maaf dit. Tadi gue bangun kesiangan" Aletha hanya bisa menampakan gigi kudanya


Adit mendengus kesal, lalu mobil melaju di kendarai Reni.


"Macet lagi macet lagi!!!" Adit tak henti-hentinya menggerutu dengan keadaan Jakarta


"Berisik banget sih, dit. Santuy dong kan nanti cuma pelajarannya, proff johan" sahut Dina


"Proff johan gundulmu, nanti itu mau ada dosen baru" kali ini Reni yang mengangkat suara


Aletha hanya banyak diam, melamun dan tidak mendengarkan celoteh teman-temannya. 25 menit mereka baru sampai di kampus


"Gue ke toilet bentar ya" Ketiga teman Aletha mengangguk


Lalu, Aletha. Berlari ke toilet menatap diri di cerminnya. Air matanya menetes merutuki takdir


Dan tanpa sadar Aletha sudah lama di kamar mandi, sampai lupa harus ke kelas. "Bodoh! Kenapa gue bisa seceroboh ini?"


Aletha, berlari kecil menuju kelasnya, Dan benar saja sudah ada dosen. Namun, tampak asing untuk Aletha


"Maaf, Proff saya terlambat"


Dosen baru itu mendekat kepada Aletha, Aletha hanya bisa menundukan kepala. "Kamu telat 10 menit"


"Saya terlalu lama di kamar mandi, proff"


"Baiklah, sekarang kembalilah ke kamar mandi"


Aletha mengangkat wajahnya, menatap dosennya. "Aduh, proff. Tolong izinkan saya masuk, saya tadi sedikit teledor karna kelamaan di toilet"


"Baiklah silahkan masuk"


Aletha tersenyum puas lalu duduk di kursinya, Dosennya hanya tersenyum miring.


"Bodoh bisa-bisanya lo kelamaan dikamar mandi!" omel Reni

__ADS_1


Si empu yang di omeli malah tidak memperdulikannya


TBC❤


__ADS_2