
Aletha yang keluar dulu memilih untuk mencari kantin pesantren saat menemukan Aletha duduk di meja pojok dan memesan makanan
"Kenapa sih gue harus sekolah disini! Papah nyebelin! semua orang disini juga nyebelin! udah gue gak punya hp gue bosen banget! Apa gue kabur aja ya? tapi kalau ke bandara kan jauh banget gue kan gak di tinggalin mobil!" gerutu Aletha panjang lebar
Tanpa sadar sedari tadi Ustadz Yusuf tengah memperhatikannya dari belakang. Ustadz Yusuf tersenyum kecil mendengarnya
"Arghh gue bosen banget disini! udah gak ada hp. Apa gue suruh jemput Bang Adnan aja ya? tapi pake hp nya siapa!?? Arghh orang-orang disini nyebelin semua apalagi Ustadz sok ganteng itu sok cool banget sih!"
"Ekhm!" dehem Ustadz Yusuf membuat Aletha berbalik "Sebenarnya tidak baik membicarakan orang dibelakang itu" sindir Ustadz Yusuf
"Yang nyindir dari belakang siapa orang saya ada di depan Ustadz!" sahut Aletha santai
"Eh iya-iya!" rutuk Ustadz Yusuf dalam hati
"Ustadz ngapain sih ada disini? kan saya udah bilang kemarin jangan temuin saya" tanya Aletha ketus
"Saya itu Ustadz kamu!. Walau pun kamu boleh keluar saya tetap harus ngawasin kamu. Kamu bisa keluar jangan seenaknya kamu ke perpustakan baca-baca buku sana!"
Aletha pun bangkit mendekat ke Ustadz Yusuf. "Ustadz saya ini udah besar gak perlu di awasin kaya anak TK mending ustadz balik kekelas!" usir Aletha lembut tepat didepan Ustadz Yusuf
"astagfirluloh kalau sedeket ini bisa-bisa aku cium kamu! ehh astagfirluloh!" gerutu Yusuf dalam hati
"Ka kamu..." gugup Yusuf
"Kenapa ustadz? ustadz saya deketin aja udah gugup banget" ledek Aletha lalu pergi
"Astagfirluloh anak itu udah pakaiaannya pas banget dibadannya, udah cantik ehh astagfirluloh maafkan hamba yaallah hamba khilaf" rutuk Yusuf lirih. Ustadz Yusuf pun berlalu untuk pergi ke ruangannya
****
Aletha Pov
Hari ini adalah hari kedua aku berada di pesantren. Hari ini adalah hari pertamaku ke sekolah, disini memang tidak ada yang menarik hanya orang-orang yang menyebalkan menurutku
Saat aku duduk aku mendengar sapaan laki-laki, dia adalah pria kemarin yang menolongku yang membuatku terkejut dia adalah guru di kelasku. Sesekali aku mencuri pandangan kepada Ustadzku hahaha dia tampan tapi menyebalkan
dia memberikan soal yang sudah pernah ku kerjakan saat di Jakarta. Karna itu aku bisa keluar terlebih dahulu. aku mencari kantin untuk memuaskan cacing-cacing perutku. Aku menggerutu karna kesal dengan papah ku
"Ekhm" dehem seorang pria aku membalikan tubuhku ternyata Ustadz menyebalkan itu! kenapa dia mengikutiku sih!
dia sangat gugup saat berada di dekatku. aku pun berlalu pergi karna puas membuat ustadz menyebalkan itu senam jantung. aku duduk di dekat danau aku memandangi luasnya perairan
Tanpa sadar air mata ku menetes aku merindukan teman-teman ku, Kakak ku, sekolahku, dan Mamah. Heyy astaga ini baru 2 hari dan aku sudah selemah ini!
__ADS_1
"Hey kamu!" seru seseorang membuatku tersadar. aku balikan tubuhku ternyata ketiga gadis kemarin.
**Aletha Pov end
Author Pov**
Aletha pun membalikan tubuhnya untuk melihat siapa yang berteriak "Hah orang-orang ini lagi!" gerutu Aletha dalam hati
"Eh kamu santri wati junior tidak usah sok-sok an deketin Ustadz Yusuf!" seru Reva dengan nada tinggi
Aletha hanya menatap ketiga gadis itu dari bawah sampai atas. Lalu memutar bola mata malas dan membalikan tubuh untuk membelakanginya
"Woalah kurang ajar yo kamu ki sama Santri wati senior gak ada sopan-sopannya!" tegur Isna kepada Aletha, namun Aletha seolah tuli tidak memperdulikannya
"Heh kamu itu di ajak ngomong mbok ya menghargai!" bentak Winda
ketiga gadis itu sudah sangat emosi. Reva yang sudah tak sabar bermain kasar dengan menarik rambut Aletha
"Lepasin tangan lo brengsek!" bentak Aletha dingin.
Reva tidak memperdulikannya. Aletha menatap tajam Reva, Isna dan Winda yang melihat sorot mata Aletha mundur satu langkah
"Lo bakal nyesel karna udah narik rambut gue!"
Aletha yang sangat sudah kehilangan ke sabaran itu pun langsung memlintir tangan Reva dan mencekik leher Reva
"Apa lo patut di sebut SANTRI WATI SENIOR!" ucap Aletha dengan menekan
"le-- le--- pas in to... longg..."
"He Aletha! lepas in temenku kamu ini memang gadis liar tidak memiliki akhlak!" hina Winda yang tanpa sadar semakin membuat Aletha mencekik Reva
"Lo gak tau gue siapa! lo gak usah main-main sama gue! Lo semua Santri wati senior tapi lebih rendah dari sampah! gue gak pernah deketin Ustadz Yusuf!. Kalau lo mau lo telen tuh ustadz. Karna lo udah bikin gara-gara sama gue jangan pernah nyesel! karna lo udah gila bikin masalah sama ALETHA FITRINA SYIFA!" Aletha menatap tajam Reva dengan menekan setiap katanya
"Tolong.... tolong... tolong.." teriak Winda dan Isna panik
Sontak Ustadz Bakrim dan yang lainnya mencari sumber suara setelah tau mereka memisah Aletha dan Reva
"Uhuk uhuk uhukk" batuk Reva
"Ealah gustii Aletha kamu belum ada 1 minggu udah buat onar aja!" omel Ustadz Bakrim
"sudah-sudah sekarang Reva sama Aletha ke ruang Bk!" titah Ustadzah Aisyah
__ADS_1
****
Di ruang Bk Ustadzah Aisyah menatap Aletha dan Reva bergantian
"Coba Aletha kamu jelaskan kenapa kamu bisa mencekik leher Reva?" ucap Ustadzah Aisyah
"jadi ini--"
sebelum Aletha mengatakan sesuatu sudah di potong oleh Reva "gini Ustadzah saya itu cuma mau menghampiri Aletha dia tidak suka sama saya Ustadzah terus saya di cekik!" bohong Reva dengan air mata palsu
"ternyata lo gak cuma pinter drama ya pinter memotong pembicaraan orang juga" sindir Aletha melirik sinis Reva
"Reva saya mau mendengarkan penjelasan Aletha terlebih dahulu! tidak mungkin seseorang langsung mencekik tanpa dasar apapun!"
"nah betul tu Ustadzah 100 buat Ustadzah!" sahut Aletha menatap tajam Reva
"jadi gimana Aletha?"
Aletha menceritakan awal mulanya dengan jujur. Ustadzah Aisyah lebih mempercayai Aletha karna tidak ada yang tahu jika Ustadzah Aisyah adalah lulusan Psikolog
"tidak ustadzah! Aletha bohong dia menyerang saya! saya punya saksi kedua teman saya hiks hiks !" celetuk Reva
"Aletha juga mempunyai saksi!" celetuk suara seorang pria
Sontak, Ustadzah Aisyah, Aletha dan Reva menghadap ke pria tersebut "Ustadz Yusuf!" gumam ketiga wanita tersebut
"Saya melihat kejadiannya Ustadzah dimana Reva menarik rambut Aletha terlebih dahulu!" jelas Ustadz Yusuf
"Coba ustadz ceritakan dari awal!"
Ustadz Yusuf menceritakan dari awal persis seperti cerita Aletha. Sesekali Ustadz Yusuf melirik Aletha
"Oh sekarang sudah jelas jadi kalian berdua ini sama-sama bersalah sekarang hukumannya berjemur di lapangan selama 1 jam untuk Aletha dan 1,5 untuk Reva" ucap Ustadzah Aisyah tegas
"loh ustadzah kan Aletha nyekik saya? kok saya lebih lama sih!" elak Reva tak terima
"Reva kamu itu yang sudah berlaku kasar terlebih dahulu dan memfitnah!" sahut Ustadz Yusuf dingin
Aletha tanpa kata apapun langsung pergi meninggalkan ruangan "tuh liat Ustadzah pergi tidak mengucapkan salam" cibir Reva kembali
"Suda cukup Reva cepat kamu laksanakan hukuman mu atau saya tambah!" tegas Ustadz Yusuf menatap tajam Reva
"baik Assalamualaikum!"
__ADS_1