
Pagi ini Aletha sudah berada di kelasnya duduk manis di kursinya menunggu guru yang mengajar datang. Selang beberapa menit Ustadz Umar datang dengan Kevin para santri wati terkejut Ustadz Umar membawa pria tampan, tapi berbeda dengan Aletha yang tetap cuek
"Assalamualaikum anak-anak!" salam Ustadz Umar
"Waalaikumsallam Ustadz Umar" sahut mereka serempak
"Allhamdulilah pondok pesantren kita kedatangan teman baru lagi!" ujar Ustadz umar, "Silahkan kamu memperkenalkan diri!"
Kevin pun melangkah maju semua mata tertuju kepada Kevin, tapi tatapan Kevin menatap ke Aletha gadis itu tetap cuek dan datar berbeda dengan santri wati lainnya
"Perkenalkan nama saya Kevin winata, saya pindahan dan saya ingin melanjutkan belajar saya di pondok pesantren ini" ujar Kevin lantang
Santriwati lainnya berdecak kagum dengan ketampanan Kevin. Kevin pun disuruh duduk di kursi Zulfan karna Zulfan kembali ke kampung halamannya entahlah mungkin sakit hati hahaha
"Lo ngapain sih duduk disini?" tanya Aletha berbisik kepada Kevin
"Ya gakpapa aku kan cuma pengen deket sama kamu!"
"Ini tempat duduknya Zulfan kalo orangnya balik tau tempat duduknya di pake orang gimana!"
"Halah gakpapa lah orangnya juga gak ada!" sahut Kevin
Aletha hanya memutar bola mata malas lalu fokus dengan pelajaran. Setelah selesai pelajaran Ustadz Umar masuklah Ustadzah Hasna
"Assalamualaikum semua.." salam Ustadzah Hasna
"Waalaikumsallam Ustadzah" sahut mereka serempak
"Ustadzah punya pertanyaan siapa yang bisa menjawab boleh dapet hadiah dari Ustadzah" seru Hasna
"Wah hadiah apa Ustadzah?" tanya Tari
"Ada deh sekarang Ustadzah akan pilih siapa yang beruntung untuk menjawab soal dari Ustadzah!"
Hasna menatap semua muridnya, pandangan Hasna turun kepada Hasna, "Najwa coba kamu bacakan surat An-naba ayat 20 dengan artinya!"
Najwa dengan semangat bangkit dari duduknya dan membacakan surat An-naba dengan lancar, "Masyallah yaudah hadiahnya nanti ya Naj!"
Najwa hanya mengangguk dan tersenyum, lalu pandangan Hasna tertuju kepada Aletha entahlah Hasna sangat tidak menyukai Aletha karna gosip beredar kedekatan Aletha dan Yusuf
"Aletha kamu bacakan surat An-nissa ayat 10 dengan artinya" seru Hasna menatap sinis Aletha
Aletha terbelalak kaget Aletha belum hafal dengan surat-surat, Reva ddk menatap sinis Aletha ya Hasna menjadi benci dengan Aletha juga karna hasutan Reva
"Bagaimana Aletha cepat kamu maju kedepan!" titah Hasna karna tidak mendapat sahutan dari Aletha
__ADS_1
Aletha dengan langkah pasti melangkah kedepan. Hasna menatap remeh Aletha, "Cepat kamu bacakan!"
"Saya tidak bisa Ustadzah!" sahut Aletha santai
"Apa tidak bisa! apa yang kamu lakukan selama di sekolah!?"
"Saya ti--"
"Apa orang tua kamu tidak mengajarkan kamu membaca Al-Qur'an sampai surat An-nissa saja tidak bisa! Apa kamu seliar itu? jangan-jangan kamu salah satu wanita gelap?" hina Hasna
Jantung Aletha berdebar amarahnya naik pitam, Aletha mentap tajam Ustadzahnya
"Jaga ucapan Ustadzah!" bentak Aletha
Kevin yang melihat kejadian itu tidak terima Kevin langsung maju kedepan, "Ustadzah tidak seharusnya berbicara seperti itu terhadap murid anda! Aletha datang kemari untuk belajar agama begitupula dengan saya! tapi anda ck ck malah lebih rendah dari saya dan Aletha" ujar Kevin yang ikut tersulut emosi
"Oh kalian berdua ini anak baru saya guru kalian harusnya kalian menghormati saya!" seru Hasna
"Cih.. ngakunya guru tapi sayang mulutnya sampah!" decih Aletha
"Berani ya kamu! Kamu keluar dari kelas saya!" usir Hasna
Aletha malah menatap sinis Hasna, "dengan senang hati saya keluar dari kelas ini" Aletha keluar berjalan dengan angkuh
Kevin yang menyusul ditahan oleh Hasna agar melanjutkan pelajarannya
"Arghh nyebelin-nyebelin penghuni pesantren ini semua nyebelin!!!"
"Tapi gue gak boleh keluar dari sini! kalau gue keluar sama aja dong gue nyerah? gue gak akan nyerah! gue bakal tetep disini gue gak akan peduli dengan tatapan iri mereka! Haha Hasna dan Reva? mau jatuhin gue? bercanda mereka gak lucu main-main sama Aletha Fitrina Syifa!"
Aletha menggerutu sedaritadi sifat arogan, angkuh, dan sombongnya keluar semua. Aletha yang geram mengambil batu-batu kecil melemparkannya ke Danau. ya Aletha tengah berada di pinggir Danau mungkin tempat ini pas untuk menenangkan batinnya
"Assalamualaikum!" salam seorang pria
Aletha menatap pria tersebut lalu Aletha memutar bola mata malas, "Salam itu wajib di jawab!" sindirnya
"Waalaikumsallam! ngapain sih Ustadz kesini saya lagi gak ingin di ganggu!"
Yusuf mengernyitkan dahinya menatap Aletha, "Kenapa jawab salamnya tidak ikhlas?"
"Astaga Ustadz tolong sekali aja gak gangguin saya pliss!"
"Saya tidak menganggu kamu! apa yang kamu lakukan disini? apa kamu bolos pelajaran" tuding Yusuf
Aletha berdecak menatap tajam Yusuf, "gimana saya mau ikut pelajaran saya diusir dari kelas cuma gara-gara gak bisa baca surat!" tutur Aletha lirih
__ADS_1
"Siapa yang mengusir kamu!?" tanya Yusuf antusias
"mending Ustadz langsung kekelas aja tanyain kepada saksi-saksi saya gak mau cerita nanti di tuduh fitnah"
Yusuf mengkerutkan keningnya, "Apa yang kamu katakan hingga membuat kamu diusir?"
"Ya saya membela diri saya aja Ustadz, siapa yang terima jika dirinya di hina? apalagi cuma gara-gara hal sepele berani banget ngehina Aletha Fitrina Syifa! gak tau aja saya siapa!" sifat kearoganan dan kesombongan Aletha menjadi keluar
"Hentikan sifat arogan dan keangkuhanmu itu tidak baik!"
Aletha berdecak lalu pergi, Yusuf pun pergi kekelas Aletha. Yusuf melihat Hasna mengajar
"Hasna kenapa kamu mengajar agama?" celetuk Yusuf yang baru datang membuat seisi kelas terkejut
"eh Ustadz Yusuf, maaf Ustadz salman sedang tidak enak badan jadi saya menggantikannya" sahut Hasna dengan senyuman manis
"Apa yang Aletha katakan hingga membuat kamu mengusirnya?"
Hasna terbelalak saat Yusuf bertanya tentang Aletha, "Gadis itu pasti udah ngadu sama Yusuf!" gumam Hasna dalam hati
"Saya akan menjelaskannya Ustadz" seru Kevin membuat Yusuf menatap kearah suara
"Apa kamu mengetahui semuanya?"
Kevin mengangguk mantap lalu berjalan kedepan, "Bahkan saya yang membela Aletha!" Kevin menatap sinis Hasna.
Hasna hanya bisa menunduk ketakutan, Yusuf pun menatap tajam Kevin
"Ceritakan dari awal!"
Kevin menceritakan dari awal dengan jujur, Yusuf juga bertanya dengan santri dan santriwati lainnya. Yusuf mengusap wajah kasar perkataan Hasna bukan mencerminkan sebagai guru
"Mulai besok kuliahlah kembali pelajari tentang tutur kata dan akhlak!" tegas Yusuf menatap tajam Hasna
"Ma maaf!"
"Minta maaflah kepada Aletha, dan maafkan perkataannya kita sebagai orang yang sudah mengerti tentang agama harusnya membantu Aletha agar mendapat jalan yang benar! dia datang kemari untuk belajar agama!" ujar Yusuf lantang
"dan saya tegaskan! jika saya masih mendengar ada yang menghina atau merendahkan santri dan santriwati junior saya tidak segan untuk memberikan hukuman yang berat. Assalamualaikum!"
Yusuf pun pergi dari kelas tersebut, Kevim menatap sinis Hasna lalu kembali ke tempat duduknya. Hasna tidak bisa menyembunyikan kekesalannya Hasna langsung pergi dari kelas tanpa salam
"Apa yang istimewa dari gadis itu?aku jauh lebih baik darinya!" gerutu Hasna sepanjang jalan
TBCâ¤
__ADS_1
Hai para readers makasih untuk yang sudah mampir. Author seneng banget kalau kalian bisa kehibur sebelumnya maaf kalau ceritanya kurang seru typo bertebaran sekalilagi maaf yaa Author baru berada di tahap pembelajaran menjadi penulis. Terimakasihđ