Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#30


__ADS_3

Pagi ini adalah hari sabtu dimana para santri dan santriwati dapat bersantai tanpa kesekolah. Seperti biasa hari libur mereka gunakan untuk membersihkan kamar asrama dan lingkungan pesantren lainnya


Di depan lingkungan pesantren Aletha, Tari, dan Najwa sudah selesai menyapu dan juga dibantu santri dan santriwati lainnya


"Assalamualaikum" salam Kevin menghampiri Aletha


"Waalaikumsallam"


"Maaf Aletha bisa kita bicara?"


Aletha mengangguk setuju, "Yaudah buruan bicara!"


Kevin menoleh kepada Tari dan Najwa. Mengerti maksud Kevin. Tari dan Najwa meninggalkan Aletha dan Kevin setelah salam


"Kamu bener mau sama Ustadz yusuf?"


Aletha diam lalu mengeluarkan suara. "Kenapa enggak?"


"Kamu yakin?"


Aletha mengangguk pelan, "gue percaya sama hati gue"


Aletha dapat mendengar Kevin membuang nafas kasar. "Yaudah kalo lo sama Ustadz yusuf tha!"


"Kok lo ngomongnya lo-gue sih? biasanya juga aku-kamu?" tanya Aletha


Kevin hanya memasang wajah datar, "Aku kamu itu disaat gue mau perjuangin lo! sekarang lo udah ada hati lain gue cuma bisa jadi sebatas teman lo!"


Aletha terdiam tidak menyangka akan keseriusan Kevin, "Sorry ya vin...?"


Kevin mengangguk lalu tersenyum 'Paksa'. "Gakpapa kok gue bahagia lihat lo bahagia gue seneng lo bisa nentuin pilihan lo tapi gue gak berhenti berharap tha.."


"Gue ikhlasin lo tha walau berat bakal gue coba... dan gue gak akan berhenti berharap gue masih ada di belakang lo..." ujar Kevin dalam hati


"Kalo saran gue lo jangan berharap lebih ya Vin.. lo cari kebahagiaan lo aja! masih banyak kok cewek cantik diluar sana gue yakin lo juga berhak bahagia"


"Oke gue akan terus coba!" Aletha tersenyum senang mendengarnya


"So walau lo gak bisa jadi pacar gue.. Lo mau dong jadi sahabat gue?"


Aletha mengangguk cepat dan tersenyum manis. "Gue berjanji pada diri gue sendiri... kalo sampe Yusuf buat senyum di wajah lo hilang gue gak segan untuk habisin Yusuf!" janji Kevin dalam hati


"Yaudah gue balik ke asrama ya! Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"

__ADS_1


****


"Permisi..."


Aletha membalikan badannya dihadapannya adalah seorang pria dengan tubuh tinggi, berkulit sawo matang, tampan, dan berahang tegas. Para santriwati yang melihat menjerit-njerit dan terpesona berbeda dengan Aletha yang memandang datar. Melihat lelaki tampan sudah menjadi makanan untuk Aletha


"ada yang bisa saya bantu?"


Pria itu tersenyum lalu memperkenalkan diri, "Nama saya Doni, saya disini mencari Ustadz yusuf. Bisa kamu antarkan saya?"


Aletha mengangguk pelan lalu mengajak pria itu keruangan Yusuf. Aletha mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membiarkan pria itu masuk


Yusuf yang di dalam menjadi tersentak kaget kedatangan Doni. Buru-buru Yusuf menggeret lengan Doni


"Terimakasih ya Aletha" ujar Yusuf tersenyum manis


Aletha tersenyum dan mengangguk, "Kalau begitu saya permisi Ustadz. Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Yusuf langsung berhambur ke Doni dan menatapnya tajam. "Lo gila ya?!! lo kok kesini sekarang sih??"


Doni hanya memutar bola mata malasnya mendengar celoteh Yusuf. "Heh besok senin itu hari pelantikan lo jadi penerus CEO, lo pikir lo berangkat hari minggu bisa nyampe cepet??"


"Tega banget sih lo sama sepupu sendiri lo disini enak-enak jadi Ustadz pemandangannya ukthi-ukthi. Lah gue harus bantuin perusahaan peninggalan nyokap lo!"


Ya memang benar Doni adalah sepupu Yusuf anak dari Bibi Yusuf kakak dari Ibu Yusuf. Doni di tugaskan Yusuf agar menggantikannya menjadi seorang CEO di Zalora Group perusahaan Fashion terbesar nomer 2. Entah apa membuat Yusuf ingin kembali kepada pangkatnya lusa lalu Yusuf menelfon pamannya agar hari senin bisa menggantikan Doni


"Gue bisa kesana sendiri lo gak usah jemput-jemput!"


"Elo gue jemput bukannya terimakasih, gue jemput lo karna seneng banget bro.... akhirnya lo jadi CEO lo kan udah kaya dari lahir mau aja lo jadi guru sama ustadz yang gajinya gak seberapa!"


Yusuf mengehelas nafas lalu duduk di kursinya. "Menjadi guru dan ustadz itu pekerjaan mulia gaji gue emang pas-pasan tapi itu lebih dari cukup buat kebutuhan gue"


"Terus lo tiba-tiba mau balik ke perusahaan kenapa? udah kekurangan duit lo? syukurin emang enak hidup susah!"


Yusuf hanya melototi Doni. "Lo bisa gak sih gak usah teriak-teriak kalo ada yang denger gimana?!! apalagi lo datengnya tadi sama Aletha!"


"Lah cewek tadi ya? cakep banget brow dia dari sekian banyaknya ukthi-ukthi disini yang paling cakep cewek tadi brow jadi pengen lamar"


Secepat kilat Yusuf menoyor kening Doni membuat pria itu meringis, "Lamar-lamar pala lo! dia itu calon istri gue awas aja lo berani macem-macem"


Doni hanya menelan ludah kasar dan tidak berani lagi untuk menggoda Ustadz di depannya tersebut


dan tanpa sadar ada seseorang yang mendengar pembicaraan tersebut

__ADS_1


****


"Assalamualaikum" salam Yusuf selepas solat Isya


"Waalaikumsallam" sahut Aletha ketus


"Kamu kenapa Aletha?"


Aletha hanya memasang wajah datarnya, "gakpapa!"


"Oh iya besok senin saya harus pergi..."


"Oh..."


"waduh Aletha kayanya lagi gak mood nih?? tapi!! aku harus tetep ngomong" batin Yusuf


"Boleh saya pergi?"


"Pergi aja! Ustadzkan seorang CEO!"


Deg


wajah Yusuf seketika pucat mendengarnya. "Ka kamu sudah tahu?"


Aletha menatap tajam Ustadznya, "Ustadz gak perlu nutup-nutupin info tentang Ustadz! apa Ustadz pikir setelah saya tahu Ustadz seorang CEO saya hanya akan mecintai harta dan kekuasaan Ustadz?"


Yusuf terdiam tidak dapat berkata-kata. "Asal Ustadz tahu saya bersedia menikah dengan seorang suami yang hanya berpenghasilan seorang guru! saya sudah sangat bangga.. saya menerima Ustadz apa adanya.. Ustadz seharusnya tidak perlu pura-pura miskin!"


Yusuf menggeleng cepat mendengarnya. "Tidak Aletha saya tidak ingin kamu hidup susah.. Saya memang pewaris dari perusahaan Ibu saya tapi saya tidak menerima itu dan saya memilih tinggal disini bekerja menjadi guru. Penghasilannya sangat pas-pasan dan itu lebih dari cukup untuk saya Aletha.. tapi setelah saya menaruh rasa dengan kamu saya tidak ingin kamu hidup suaah! saya tahu penghasilan saya tidak akan cukup untuk kebutuhan saya. maka dari itu saya menerima pelantikan menjadi CEO agar saya pantas bersanding dengan kamu Aletha.."


Aletha terdiam terkesima dengam perkataan Yusuf.


"Laki-laki sejati tidak akan mengajak wanitanya hidup susah... Saya bekerja keras untuk memantaskan diri bersanding dengan kamu Aletha"


Tanpa sadar air mata Aletha menetes. "Ma maafkan saya Ustadz...hiks hiks saya terlalu kekanak-kanakaan.. sa saya juga harus memantaskan diri agar bisa bersanding dengan Ustadz"


Yusuf tersenyum lega, "Sudah jangan menangis saya menerima kamu apa adanya.. Jadi kamu izinkan saya untuk bekerja?"


Aletha mengangguk pelan. "Jangan lupa pelan" cicit Aletha pelan


Yusuf terkekeh mendengarnya. "Tentu aku akan pulang karna kamu adalah tempatku untuk beristirahat"


TBC


"Iyup apa yang di katakan Yusuf benar! Laki-laki sejati tidak akan mengajak wanitanya hidup susah. Cuma laki-laki yang tidak mau berjuang saja yang ngomong 'Kalo lo mau jadi pacar gue lo harus hidup susah' Haha basi bro! bilanga aja lo gak mau bekerja keras buat cewek lo! bukannya perempuan itu matre tapi harusnya lelaki memantaskan diri dulu untuk bersanding dengan wanita impiannya bukan malah ngajak hidup susah wkwk

__ADS_1


__ADS_2