Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#47


__ADS_3

Budayakan Like Sebelum Baca❤


"Anterin gue ke pesantren dong, ren?"


Reni menatap Aletha. "Tapi bukannya lo kerja?"


"Gue udah ambil cuti kok, gue harus ke Pesantren" jawab Aletha cepat


Reni mengangguk, setelah istirahat di kantin kampus. Keempat anak muda itu berjalan ke mobil milik Reni


"Bokap, lo udah tahu nanti lo pulang telat?" tanya Reni sebelum menjalankan mobil


Aletha mengangguk, lalu Reni melajukan mobilnya. membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai


Aletha yang memang lelah tertidur, begitupula yang lain


"tha udah sampe" Aletha membuka matanya saat mendengar suara Reni


Lalu keempat anak muda itu turun dari mobil, Pondok pesantren sore ini sangat ramai. Mereka seperti tengah bermain-main


"Assalamualaikum, Fikri"


"Eh, Waalaikumsallam, mbak aletha kesini lagi" Aletha tersenyum lalu memasuki Pesantren


Pandangannya beralih kepada wanita cantik dengan balutan hijabnya, Aletha mendekat kepada wanita itu


"Assalamualaikum, Ustadzah aisyah"


"Waalaikumsallam, Aletha?" Ustadzah aisyah langsung memeluk Aletha


Mereka saling berpelukan meluapkan rasa rindu. "Maaf, Ustadzah. Pak kyainya dimana?"


Ustadzah aisyah tersenyum, "Setiap sore, Pak kyai berada di halaman belakang di danau"


"Aletha kesana dulu ya, Ustadzah. Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Aletha berlari kecil menuju danau belakang, dan benar saja Pak kyai tengah duduk-duduk dengan santri dan santriwati junior. Pak kyai tengah mengajarkan mengaji


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam" mereka menjawab dengan serempak


Aletha tersenyum, lalu bergabung untuk duduk. Setelah selesai mengaji anak-anak itu kembali ke asrama masing-masing


"Ada yang ingin kamu bicarakan, Aletha?"


Aletha tersenyum, Pak kyai memang selalu bisa membaca raut wajah seseorang. "Kedatangan saya kesini sebenarnya ingin memberi, Pak kyai undangan"


"Undangan?


"Saya akan menikah" suara Aletha kecil dan bertegar

__ADS_1


"Bagus kalau begitu, perlahan kamu bisa melupakan, Yusuf" Pak kyai pun tersenyum getir


"Saya tidak mencintainya, saya menikah karna terpaksa"


"Ikuti saja alurnya, Aletha. Mungkin ini memang takdir tuhan"


Aletha tersenyum mendengar ujaran, Pak kyai. "Apa, Ustadz yusuf tidak akan marah?"


"Beliau akan bahagia jika kamu bahagia"


Aletha membuang nafas berat. "Pak kyai, datang ya? lusa besok saya menikah"


Pak kyai tersenyum tipis, "Insyallah saya akan datang ke kota"


"Kalau begitu saya ingin main-main sebentar, Pak kyai. Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Setelah berbicara dengan, Pak kyai. Aletha menyusul teman-temannya yang sedang bebicara dengan Ustadzah aisyah


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


"Asik banget sih, ngobrolin apa?" tanya Aletha


"Ngomongin tentang lo tha, pas lo dulu di Pesantren... ups" Adit langsung menutup mulutnya


"Oh, jadi lo ngobrol sama Ustadzah aisyah cuma mau nanya-nanya gue dulu ngapain aja?" Aletha menatap sinis Adit


Celoteh Adit langsung mendapat tatapan membunuh Aletha, "Enak aja. Siapa yang bilang gue susah di atur? gue tertib ya?"


"Tertib apaan? Gak di Jakarta gak disini, Lo aja sering keluar masuk BK" ledek Reni


"Ish, Kalo kita kesini cuma mau ledekin gue pulang aja" Dengan pura-pura cemberut Aletha memanyunkan bibirnya, malah membuatnya semakin imut


"Utututu, Maafin ya tha. Tapi emang bener sih pasti guru BK pondok pesantren ini udah kangen banget sama lo, temuin yuk"


"Apaan sih lo, Din. Guru BKnya tuh Ustadzah aisyah" ujar Aletha


"Oh, jadi Ustadzah guru BK nya?"


Ustadzah aisyah hanya tersenyum, tak lama adzan solat ashar berkumandang. "Mari kita solat berjama'ah bersama"


Mereka mengikuti langkah Ustadzah aisyah, Aletha sedikit terpaku. Mushola yang dulunya tidak seluas ini, kini sangat luas dan lebih elegant


"Masjidnya sekarang bagus banget, Ustadzah"


Ustadzah aisyah tersenyum. "Allhamdulilah, Pondok pesantren mendapatkan rezeki, jadi bisa merenovasi masjid ini"


Setelah itu mereka melaksanakan solat Ashar bersama-sama


****

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang tidak pernah di pikirkan Aletha. Hari dimana dia menyerahkan seluruh takdirnya dengan pria yang tidak dia cinta


Ya hari ini adalah hari pernikahan Aletha dan Arjuna. Aletha meminta pernikahan ini sederhana dan tidak di publik, mereka akan menikah di salah satu masjid di Jakarta utara. Aletha tengah dirias oleh MUA Profesional yang di bayar oleh Willy


Tidak ada raut kebahagiaan di menghiasi wajah cantik itu, hanya sebuah kesedihan yang jelas tergambarkan


"Lu, cantik banget sih kak. Suami lu pasti tergila-gila" Aletha seolah tuli tidak mendengarkan celoteh pria setengah wanita yang sedang mendandaninya


Aletha memang tampak cantik sekarang, menggunakan kebaya putih, jilbab putih, dan bawahannya adalah kain jarik. Tinggal satu polesan akhirnya Aletha berubah menjadi bidadari


"Udah, lu cantik kak. Gue yakin suami lu makin tergila-gila ini" Aletha hanya menanggapi dengan senyuman


"Makasih, lo boleh keluar. Sekalian panggilin, papah gue"


MUA itu keluar, tak lama pintu kembali di buka. Menampakan kedua pria tangguh yang selama ini melindungi dan menjaga Aletha


Aletha memeluk kedua pria itu, menumpahkan kesedihan yang dia rasakan


"Maafin, papah ya, Nak." Bram meneteskan air matanya, rasa bersalah kepada putrinya tergores besar


"Maafin, Kakak juga ya dek. Kakak gagal buat jagain lo" Adnan yang selama ini selalu tegar ikut meneteskan air matanya


"Aletha gak cinta sama dia, Aletha cuma cinta sama Ustadz yusuf... hiks hiks" kini Make up itu sudah bercampur dengan air mata


"Sementara aja sayang, Jika perusahaan sudah setabil, Papah. Janji akan melunasi hutang itu, dan kamu bisa bercerai dengan, Arjuna" Bram mencoba menghibur putrinya


"Cerai dalam islam di benci oleh Allah, Pah" dengan bibir bergetar Aletha berbicara


"Lo, yang ikhlas ya dek. Kita keluar dulu biar MUA beresin make up lo lagi" Adnan membantu Papahnya untuk keluar


MUA itu merapikan make up Aletha lagi. Setelah selesai, Aletha menuju ke ruang pernikahan.


Disana sudah ada Arjuna dengan tuxedonya, Willy juga tampak gagah dengan tuxedonya. Tidak banyak para saksi yang hadir hanya kerabat terdekat saja


Aletha duduk di samping, Arjuna. Menunggu penghulu yang sedang berada di perjalanan. Tak lama penghulu itu datang, dan kini akan menikahkan Aletha dan Arjuna


Arjuna melihat ke Aletha gadis itu terus menangis merutuki takdir, Tak henti-hentinya gadis itu berharap keajaiban itu ada...


"Baik bisa di mulai, Pak penghulu?" suara Willy yang antusias


Arjuna berdehem guna menetralkan gugupnya. Penghulu itu menjabat tangan Arjuna


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Aletha Fitrina Syifa bin Bram Wijaya dengan maskawin seperangkat alat solat dan uang tunai sebesar 500 juta di bayar tunai"


Arjuna menarik napas dalam, "Saya terima nikah dan kawinnya Aletha Fitrina..."


"Maaf saya lupa namanya"


"Baik mari kita ulangi, konsentrasi ya mas"


Arjuna menarik nafas dalam, dia menatap Ayahnya. Ayahnya menatapnya tajam agar cepat-cepat terlaksana


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Aletha Fitrina Syifa bin Bram wijaya dengan maskawin seperangkat alat solat dan uang 500 juta bayar tunai"

__ADS_1


"Saya terima----- Maaf, Pak saya tidak bisa menikah dengan Aletha"


TBC❤


__ADS_2