
#31
Hari ini adalah hari minggu tepat dimana Yusuf akan berangkat ke kota. Well Yusuf akan ke Jakarta untuk nemuin pamannya lanjut terbang ke eropa buat jadi CEO di perusahaan mamanya yang di berdiri di eropa
"kenapa harus di eropa?" Yusuf membuang nafas berat mendengar gerutu Aletha
"ya emang perusahaan mama saya ada disana, saya mau tidak mau harus ke eropa Aletha..."
Air mata Aletha lolos begitu saja, "Setelah Ustadz jungkir balikan perasaan saya?! ustadz tinggalin saya ke luar negeri?!!"
Yusuf tersentak kaget mendapat bentakan dari Aletha. "saya lakuin ini demi kamu, apa kamu mau di pandang remeh orang-orang? saya tahu ayahmu bukan orang sembarangan di indonesia... Maka dari itu saya harus ambil jabatan CEO agar saya pantas bersanding dengan kamu"
Yakk ujaran Yusuf membuat pipi Aletha memerah. tidak hanya Aletha. Tari dan Najwa yang mendengar seketika membuang muka dengan kedua sejoli yang lagi jadi budak cinta
"Ta...tapi Ustadz pulangnya kapan?"
Yusuf tersenyum manis. "Saya harus pulang dengan segepok-gepok uang yang tak ternilai..."
Aletha mengkecurutkan bibirnya, "Saya mau kok hidup apa adanya sama Ustadz!"
"GAK SAYA GAK MAU!!! SAYA GAK AKAN BIARKAN WANITA SAYA HIDUP SUSAH! ITU BUKAN KAMUS HIDUP SAYA!" ujar Yusuf dengan nada tinggi
Aletha mundur satu langkah saat Yusuf berkata dengan nada tinggi. Aletha menunduk takut
"Yaudah maafin saya ya Ustadz.."
Yusuf kembali tersenyum, "Kamu jangan lupa doakan saya ya?"
"Aku gak akan absen buat doain Ustadz"
Yusuf terkekeh mendengarnya, "Jangan lupa makan, jangan lupa solat, solat harus lima waktu!, rajin mengaji, jangan lupa selipkan nama saya di sepertiga malammu"
Aletha terkesima lalu mengangguk cepat. "Ustadz juga jangan lupa doain Aletha.. Jangan genit! Cewek eropa cantik-cantik!"
"Kamu itu rumah bagi saya Aletha.. Mau pun bidadari surga pun tetap kamu tempat untuk aku pulang.. Dan tidak ada wanita yang cantik selain kamu dan mama aku"
Aletha tersenyum malu-malu hal romantis itu seketika buyar oleh Doni.
"Sorry ganggu romantis-romantisnya. Maaf pak ustadz! Bisa kita berangkat sekarang!?" tanya Doni penuh penekanan
Yusuf terkekeh melihatnya Yusuf kembali kepada Aletha, "Sekolah yang rajin entar kalo saya udah pulang saya halal in!"
"Ekhm!" dehem Doni
"Yaudah Ustadz sana berangkat!"
Yusuf menyodorkan punggung tangannya, "Assalamualaikum"
__ADS_1
Aletha mencium punggung tangan Yusuf, "Waalaikumsallam"
"Ekhm ekhm ekhm!!"
****
"Cie cie ya ampun tha kamu sama Ustadz yusuf tadi so
sweat banget meleleh aku lihatnya" celoteh Tari yang tengah berkhayal-khayal
"Andai kevin kaya Ustadz yusuf udah mati membeku aku..."
Aletha menoyor jidat Tari lalu duduk di ranjangnya. "Gue gak nyangka calon suami gue CEO di Zalora"
"Aku juga enggak nyangka tha.. Aku kira Ustadz yusuf itu hanya sebatas guru dan ustadz saja tapi Ustadz yusuf itu lulusan Harvard" ujar Najwa
Aletha tersenyum lebar mendengarnya, "Calon suami gue gak cuma taat ibadah pinter juga ternyata"
"Yee kamu juga harus pinter tha!"
"Yee gue juga udah pinter kali!"
"Ustadz yusuf saat ini sedang memantaskan diri biar bisa sama kamu tha... Sekarang kamu juga harus memantaskan diri kamu" Najwa duduk di sebalah Aletha dan menasihatinya
Aletha mengangguk-ngangguk. Kedua temannya pergi karna di panggil oleh Ustaszah aisyah
Aletha menatap pantulan dirinya di cermin Aletha tersenyum tipis melihat dirinya. Aletha kini berubah bukan lagi Aletha yang petakilan, dengan suara cempereng, baju kurang bahan, dan omongan yang suka gak difilter. Kini berubah menjadi gadis cantik dengan balutan hijab, senyum manis menawan
Aletha duduk lalu mengambil Al-quran yang di simpan di raknya. Aletha membukanya lalu perlahan melantunkan ayat-ayat sucinya dari bibirnya
Walau kadang-kadang masih ada salah namun Aletha terus berusaha suara Aletha memang merdu apalagi saat melantunkan ayat-ayat suci tersebut? Masyallah
"Masyallah suara kamu bagus banget tha!" puji salah satu santriwati yang baru saja tiba
"Haa tha! Suara kamu teh kasep pisan euy!" tambah santriwati yang berlogat sunda
Aletha tersenyum tipis mendengarnya, "Makasih"
****
"Assalamualaikum" salam Kevin mendatangi Aletha ddk setelah solat magrib
"Waalaikumsallam"
"Gue denger kemarin Ustadz yusuf pindah dinas ya ada apa emang?" tanya Kevin antusias
"Aku gak tahhu Vin hehe" sahut Tari tak kalah antusias. Ustadz yusuf meminta untuk merahasiakan identitas aslinya
__ADS_1
"Emang ada vin lo nanya-nanya calon laki gue?" tanya Aletha
"Haha sante aja dong! Iya gue tahu itu calon laki lo.. Gak cuma nanya aja gue kemarin si Doni ke Pesantren. Si doni itu loh tha anaknya pak Bimo"
"Whatt!? iya bener Doni kan anaknya pak bimo?! kok gue bisa lupa sih itukan kakak kelas paling ngeselin sepanjang smp" batin Aletha
Pak bimo adalah teman bisnis papah Aletha dan papah Kevin mereka sahabat karib yang dekat layaknya saudara
"Gue heran ngapain dia ke pesantren. Terus kenal calon laki lo lagi"
Aletha hanya diam. "Masak sih kemarin Doni kesini? Gue gak lihat tuh"
"Yeah lo kan cuma urusin laki lo yang mau pergi doang! Tapi Doni beda banget dia pakaiaan formal banget terus kalo sama Ustadz yusuf dia sopan banget... Gilak dah tuh anak bisa nurut gitu sama Ustadz yusuf padahal dia dulu jadi kakak kelas paling garang dan keras kepala"
Aletha diam mendengarkan celoteh Kevin yang panjang di kali lebar
"Maaf Kevin... Boleh saya dan Aletha kembali ke asrama tidak enak dilihatin Ustadzah aisyah" ujar Najwa
Kevin langsung sadar, "oh iya maaf gue lupa yaudah lo balik sono tha ke asrama kalian juga. Gue pamit duluan ya Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
Mereka pun kembali ke asrama masing-masing. Sepanjang perjalanan Tari mesam mesem membuat Aletha dan Najwa bergidik ngeri
"Sakit nih orang..."
"Kaya gitu tha..."
"ntar ujung-ujungnya juga ngomong khilaf! Khilaf mulu tuh bocah"
"Iya sih tha manusia itu emang gak luput dari kesalahan tapi kenapa Tari kalo liat laki-laki tampan selalu khilaf?"
Aletha hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Tari. bagaimana tidak? Hanya diberikan senyuman manis Kevin membuat gadis berkulit sawo mateng tersebut mesam-mesem sepanjang jalan
"Udah saraf nih bocah udah yuk Naj cepetin jalannya tinggalin aja nih anak..."
Dan benar Najwa dan Aletha berjalan lebih cepat meninggalkan Tari
"Ehh kenapa aku di tinggalin?"
Aletha dan Najwa seolah tuli tak menggubris teriakan Tari. Aletha dan Najwa hanya tertawa terbahak-bahak melihat Tari yang sangat kesal
"Jahat kalian"
Aletha menahan tawanya begitupula Najwa. "Eh kevin?"
Sontak saja Tari celingak celinguk mencari. Aletha kembali tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
"Gak lucu!" ketus Tari
TBC