
Budayakan Like Sebelum Baca😘
Setelah kemarin bersenang-senang di Pesantren, pagi ini Aletha kuliah dengan wajah cerah. Aletha yang selama ini datar bisa menyapa dan tersenyum
Aletha berjalan di koridor kampus dengan suasana hati senang, sampai-sampai senior tampannya menghampirinya
"Assalamualaikum, Aletha..."
Aletha tahu siapa suara itu, yang tak lain Arjuna. "Waalaikumsallam"
"Lo, mau ke kelas?"
Aletha mengangguk cepat, "Lo mau gue anterin?"
Aletha terdiam sebentar, "Sory, gue bisa sendiri. Kata calon suami gue, cowok sama cewek yang belum mukhrim gak boleh terlalu berdekatan"
Arjuna mematung mendengarkan celoteh Aletha. "Sebenarnya siapa sih calon suami lo?"
"Calon suami gue adalah pria yang berhasil bikin gue jatuh cinta. Oh iya gue duluan Assalamualaikum"
Arjuna menatap punggung Aletha, lalu berteriak. "Berarti maksud lo gue pria yang gagal bikin lo jatuh cinta?"
Aletha membalikan badannya, menatap datar Arjuna. Dengan santainya Aletha melambaikan tangannya meninggalkan Arjuna yang mematung
"Aletha fitrina syifa, gue akan cari tahu info tentang lo!" gumam Arjuna "dan gue akan dapetin lo" imbuhnya
Lalu, Arjuna. Tampak menelfon seseorang, 20 menit kemudian seorang pria berpakaiaan formal membawakan sebuah berkas
Arjuna menerimanya, lalu duduk di meja pojok kantin. Memang hari ini sebenarnya kelas Arjuna siang, hanya ingin melihat senyum Aletha dirinya berangkat pagi-pagi
Menatap info tentang gadis itu, Arjuna menyeringai. "Jadi bokap lo kena penipuan 200 miliyar Aletha? kasian sih"
Lalu, Arjuna. Membaca info tentang Aletha, di kabarkan mencintai seorang Ustadz di salah satu Pondok pesantren. Membaca info itu sorot mata Arjuna menjadi dingin
"Jadi suami lo, Ustadz? gue paham kenapa lo sayang banget sama dia walaupun dia udah menghilang selama 7 bulan."
Arjuna terus membuka info tentang Aletha, dan juga melihat info tentang keluarganya. "Ibunya udah meninggal, punya kakak laki-laki CEO juga"
Arjuna terus bergumam dengan info tersebut, matanya melotot mendapati berita yang akan mengguncangkan dunia perbisnisan tentang Papah Aletha
Arjuna memacu mobilnya menuju rumahnya, Saat sampai banyak para pelayan membungkuk hormat dengan kedatangan Tuan mudanya
Arjuna menaiki lift untuk sampai di ruang kerja, Ayahnya. Arjuna berlari kecil lalu masuk di ruangan, Ayahnya
"Wow? apa aku sedang bermimpi, putraku ternyata tahu jalan pulang" Pria paruhbaya bernama Willy itu sedikit terkejut dengan kedatangan anaknya yang tiba-tiba
Karna, semenjak Ibunya meninggalkan rumah. Karna ayahnya selingkuh, Arjuna membenci ayahnya lalu pergi meninggalkan rumah, tidur di apartemen miliknya
"Pah, papah mau nagih hutang sama Pak bram?" tanya Arjuna tanpa basa basi
__ADS_1
Willy mengkerutkan keningnya. "Bagaimana kamu tahu?"
"Itu gak penting, Arjuna tahu dari mana, tapi pah, papah mau nagih hutangnya kapan?"
Willy menatap serius putranya, "Papah memberikan waktu 5 bulan lagi"
Arjuna mengusap wajah kasar. "Pah, Pak bram baru saja tertipu dengan karyawannya sendiri, 200 miliyar bukan uang yang sedikit. Papah tega menagih hutang kepada seseorang yang sedang kondisinya sedang kritis keuangan?"
"Kenapa memang? Bram bukan orang biasa, dia dulu sudah berjanji akan mengembalikan uangnya setelah satu tahun. Lalu kenapa kamu peduli?"
Arjuna mengereskan rahangnya, "Kalo papah tagih hutang ke Pak bram besok! Bagaimana dia bisa menghidupi putrinya!" suara Arjuna yang tinggi membuat Willy sedikit terkejut
"Putrinya? Kenapa kamu peduli?"
"Dia teman kuliahku!" Arjuna berbicara dengan lirih. Namun, Willy masih dapat mendengarnya
"Tidak mungkin jika kamu hanya menganggap dia teman, kamu pasti memiliki perasaan dengannya? Katakan saja!"
Arjuna terdiam lama. "Tidak mungkin pria sepertimu peduli dengan seorang perempuan selain IBUMU!"
"Stop pah!"
"Huh, terserah"
****
"Kita langsung pergi ya tha, Assalamualaikum"
Aletha membalas salam kedua sahabatnya yang sudah mengantarnya pulang dari kampus. Aletha memasuki rumah mewah tempat tinggalnya. ternyata sore ini ada tamu, pikir Aletha
Aletha tak menghiraukan dan langsung naik ke lantai atas, menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Lalu menatap figura bergambarkan foto pujaan hatinya
"Assalamualaikum, Ustadz yusuf" senyumnya manis saat melihat foto tersebut
Lalu, Aletha melangkah ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang lengket. Setelah mandi Aletha menggunakan pakaiaannya, karna kerongkongannya kering Aletha keluar kamar untuk ke dapur
Aletha berjalan pelan hingga papah dan tamunya tidak mengetahui, setelah minum Aletha ingin kembali, tidak ada niatan nguping sedikit pun. Tapi...
"Pak, Willy. Waktunya kan masih 5 bulan saya janji pasti saya bayar, Pak" suara itu adalah suara Bram, dan hal itu berhasil menghentikan langkah Aletha
"Saya tahu, Pak. Tapi kalo bisa dicicil, Pak"
"Iya, Pak willy. Pasti saya akan membayarnya, Tapi kalo nyicil sekarang saya belum bisa, Pak"
"Oh, saya tahu kenapa kamu tidak bisa menyicilnya sekarang, Pak bram. Pasti karna uang 200 miliyarmu di bawa kabur oleh Karyawanmu"
Deg
Mata Aletha membulat sempurna, "200 miliyar? Papah ketipu 200 miliyar?"
__ADS_1
Aletha langsung naik ke ke atas untuk ke kamarnya, dia menjatuhkan diri di kasurnya, tidur tengkurap, sembari memikirkan papahnya
"200 miliyar? itu bukan uang yang sangat sedikit, papah bisa ketipu? kasian papah. Apa jangan kantor papah lagi krisis, pantas saja papah sering lembur" gumam Aletha
Aletha memijat keningnya seolah berpikir. "gue harus bantuin papah untuk melunasi hutang kepada tamunya tadi. Tapi gimana caranya? gue kan belum lulus kuliah, Kerja apa ya? Apa gue tanya Reni sama Dina aja?"
Grup ARD📩
Aletha: Gusyyy
Reni: Iya tha kenapa😕
Dina: Why tha?
Aletha: gue butuh bantuan kalian, pleasee😭
Dina: Bantuan? pasti kita bantuin, apa sihhh ?
Aletha: Cariin kerja
Reni: What!!!
Dina: Seriously???!
Aletha: iya tolong dong, apa aja kek gue jadi pelayan juga gpp😭
Reni: Whattt pelayan? No, lo itu Aletha. Ya kali jadi pelayan, emang kenapa bokap lo gak kasih uang jajan?
Dina: Iya ih Aletha, anak udah kaya dari lahir tiba-tiba mau jadi pelayan😒
Aletha: Gue serius! come on, bantuin gue. gue butuh banget
Reni: Lo pasti ada problem?
Dina: iya apa tha, cerita sama kita
Aletha: Besok di kampus gue ceritain. Lo cariin gue kerja
Reni: Yaudah bentar gue tanya, Mami sama papi dulu
Dina: bentar gue tanya Ayah
Setelah chat grup di akhiri Aletha hanya bisa menghela nafas. Sekarang dirinya sadar jika kehidupan pasti ada pasang surutnya, contohnya adalah keluarga Bram. Mereka kaya dari nenek moyang, Namun kehidupan ini bagaikan roda ada kalanya kita di atas ada kalanya kita di bawah.
Allah pasti akan memberikan ujian kepada umatnya, seperti Aletha yang kini tengah diberikan ujian. Namun, ingat allah tidak akan menguji umatnya di batas kewajaran. Tetaplah berserah diri kepada yang maha kuasa diberikan selalu perlindungan dan jalan yang benar
"Hidup itu memang tidak hanya sekedar bahagia, ada kalanya kita akan terbang menembus awan, dan ada saatnya juga kita akan terjatuh di jurang paling dalam" - Author
TBC❤
__ADS_1
Gusy, maaf kalo minggu-minggu ini author hanya bisa up satu kali dalam sehari insyallah di usahakan, karna author juga sibuk mengerjakan soal online😘
Tetap semangat ya😍