Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#6


__ADS_3

setelah mengantar Aletha selamat ke asrama pria tersebut kembali. Aletha masuk ke asrama semua temannya sudah tertidur


Aletha merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit "siapa ya laki-laki tadi? Gue bahkan gak tau nama nya" rutuk Aletha.


Aletha memilih untuk memejamkan matanya.


****


"Tha bangun siap-siap ke sekolah" ucap Najwa menggoyang-goyangkan tubuh Aletha


Aletha menggeliat namun enggan untuk bangun "iya-iya 5 menit lagi" sahut Aletha dengan suara serak


"Kita tunggu di depan ya tha kamu cepetan mandi!" titah Najwa


Aletha dengan langkah gontai berjalan kamar mandi membersihkan diri. setelah bersih Aletha mengenakan baju casualnya tanpa jilbab namun Aletha tetap terlihat cantik. Aletha mengenakan parfum mahal miliknya berbau vanila. Tak lupa menggunakan make up tipis. Satu kata 'Perfect!'


"Ayo aku udah siap!" ajak Aletha


"masyaallah kamu cantik tha!" puji Tari menatap kagum


Aletha terkekeh "biasa aja kok!"


"Kamu akan lebih cantik lagi jika kamu segera hijrah tha aku doain semoga kamu cepat mendapat hidayah!" ucap Najwa tersenyum manis. Aletha pun tersenyum dan mengangguk


Saat perjalanan ke arah sekolah banyak para Santri menatap kagum kecantikan Aletha dan para Santri wati menatap iri dan bergosip


"Assalamualaikum" sapa Najwa saat masuk kelas


"Waalaikumsallam Najwa. Ini siapa cantik sekali?" tanya Nur menatap Aletha


"Kenalin, Nur. Ini Aletha santri wati baru" ujar Tari memperkenalkan Aletha


"Masyaallah kamu cantik banget pasti tambah cantik kalau kamu segera hijrah" kagum Nur


"Thanks ya doain aja" Aletha tersenyum lalu berlalu duduk ke tempat yang ntah punya siapa


Banyak para santri menatap Aletha. Tapi Aletha tetap cuek tak menanggapi


"Inget Zinah mata temen-temen!" peringat Najwa. Sontak para Santri membuang muka


"Assalamualaikum maaf kamu siapa ini tempat duduk saya!" ujar seorang pria menegur Aletha


Aletha pun menghadap pria tersebut. Pria tersebut adalah Zulfan. Zulfan tersenyum tipis "oh kamu Aletha. Maaf ini tempat duduk ku kamu murid baru lebih baik laporan dahulu ke tempat Ustadz Salman" tutur Zulfan lembut


"Oh ini tempat duduk lo ya? Sorry gue gak tau" sahut Aletha berdiri lalu pergi meninggalkan kelas untuk ke ruangan kepsek


Saat melangkah masuk Aletha melihat pria kemarin. Aletha berlalu untuk tidak memperdulikannya


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Permisi!" ucap Aletha


"Waalaikumsallam. Kamu Aletha ya?" tanya Ustadz Salman


Ustadz Salman pun mengurus perpindahan Aletha. Ustadz Salman mengantar Aletha kembali ke kelas


Saat sampai di kelas, kelas lebih ramai dari pada tadi, tadi kelas hanya ada 10 siswa sekarang berkisaran 35 siswa bertambah Aletha


"Assalamualaikum!" sapa ustasz Salman dengan Aletha di belakangnya


"Waalaikumsallam ustadz" sahut mereka


"Ck ck siapa dia cantik sekali"


"Wahh ayu tenan!"


"Cantik nya!"


Bisik-bisik para Santri berdecak kagum kpd Aletha "Ekhm!" dehem Ustadz Salman "Ingat Zinah mata!" peringat Ustadz Salman


"Anak-anak ini adalah Santri wati baru kita!" ujar Ustadz Salman memperkenalkan Aletha.


"Aletha kenalkan dirimu pada teman-temanmu" perintah Ustadz Salman memandang Aletha


Dimeja pojok belakang Zulfan mengacungkan jarinya. Pandangan tersebut tak luput dari mata para Santri wati mereka terheran Zulfan orang paling dingin peduli dengan sekitarnya


"Aku mau tanya apa kamu sudah punya pacar?" tanya Zulfan. Membaut seisi kelas riuh dan berbisik-bisik


"Gue gak pernah pacaran dan gue gak punya pacar!" jawab Aletha datar


"Kalau besok aku lamar kamu mau?" canda Zulfan membuat seisi kelas melongo


"Apa!??" teriak Santri wati serempak kecuali Najwa


"Hey sudah-sudah astagfirluloh Zulfan ingat belum halal!" ujar Ustadz Salman "sudah Aletha kamu duduk di bangku depan Zulfan tidak usah perdulikan Zulfan!"


Aletha berjalan menuju kursi tersebut. "Assalamualaikum!" salam suara pria dengan suara serak


"Masyallah ustadz gantengku udah dateng!" kagum Tari membuat Aletha melihat siapa yang di maksud


"What!? Jadi pria ini ustadz!??"gumam Aletha dalam hati


"Waalaikumsallam Ustadz Yusuf anda sudah tiba ternyata" ujar Ustadz Salman senang


"Iya Ustadz saya ngobrol sebentar tadi dengan Ustadz Umar untuk menggantikan mengajar kelas ini" tutur Ustadz Yusuf membuat kelas para Santri wati berbisik-bisik

__ADS_1


Ustadz Yusuf pun menghadap ke para santri dan santri wati matanya terkunci dengan Aletha "jadi dia santri wati baru" gumam Ustadz Yusuf dalan hati


Ustadz Yusuf berjalan ke arah Aletha "kenapa kamu tidak memakai hijab?" tegur Ustadz Yusuf kepada Aletha membuat iri para Santri wati


Aletha tak bergeming tanpa memandang Ustadz Yusuf di sampingnya "Apa kamu tidak mendengar saya bicara?" tegurnya kembali


"Apa jika saya tidak memakai hijab membuat belajar mengajar ini tidak fokus!" jawab Aletha dingin


"Dari kemarin kamu sudah membuatku tidak fokus! Eh astagfirlulohh!" gumam Ustadz Yusuf dalam hati


"Belajar mengajar tidak akan selesai jika ustadz hanya memandangi saya" sindir Aletha


"Astagfirluloh!"


Ustadz Yusuf mengusap wajah kasar lalu kembali untuk mengajar sesekali Ustadz Yusuf mencuri pandangan pada Aletha namun gadis itu tetap cuek


"Aletha kenapa kamu tidak menulis materi yang saya beri!?" tegur Ustadz Yusuf lantang kepada Aletha


"Buat apa menulis saya sudah pernah menulis materi ini" sahut Aletha santai


"Apa kamu yakin? Jika saya beri soal kamu bisa mengerjakannya?" tantang Ustadz Yusuf


Aletha tersenyum miring Aletha berjalan kedepan dengan anggun membuat mata para Santri tidak berkedip begitupula dengan Ustadz Yusuf menelan ludahnya dengan susah


Aletha berdiri tepat didepan Ustadz Yusuf "berikan soal anda!"


Ustadz Yusuf membeku menatap Aletha mereka bertatapan "ekhm maaf Ustadz ini sudah Zina mata!" tegur Zulfan datar dengan nada cemburu


"Astagfirlulohhh!"


Ustadz Yusuf menuliskan soal di papan tulis untuk Aletha "Astagfirluloh kenapa saya tidak bisa menahan nafsu jika dengan gadis itu! Astagfirluloh maaf kan hamba yaalah!" ucap Ustadz Yusuf dalam hati


"Silahkan kamu kerjakan!" perintah Ustadz Yusuf


"Jika saya bisa mengerjakannya boleh saya keluar dahulu?" tanya Aletha


"Boleh jika jawabanmu salah maka kamu tunggu di kelas!"


Aletha tersenyum miring "deal!"


Aletha mengerjakan soalnya dengan cepat membuat para santri berdecak kagum


"Masyallah" gumam Ustadz Yusuf lirih


"Ustadz Yusuf pasti jawaban Aletha salah?" celetuk Reva sinis


"Bagaimana kamu bisa mengerti tanpa membaca materi?" tanya Ustadz Yusuf kagum dengan Aletha


Dan itu membuat para Santri dan Santri wati melongo tak pecaya. "Kenapa harus membaca dan menulis jika kita punya telinga untuk mendengarkan setiap penjelasan dan kita punya otak untuk mengingat! Oh ya permisi Ustadz saya sudah boleh keluar kan" tutur Aletha panjang lalu berjalan keluar dengan santai

__ADS_1


"benar-benar gadis yang menarik!" kagum ustadz yusuf dalam hati


__ADS_2