
Budayakan Like Sebelum Baca❤
Sore ini, Aletha dan Yusuf tengah berada di perjalanan menuju butik milik, Bibi Yusuf.
Mereka berencana fiting baju pengantinnya, di mobil tak henti-hentinya, Aletha berceloteh dengan meledek, Yusuf. Menggunakan kartu AS nya
"Ustadz dulu sering bolos solat ya?"
"Dulu gak pernah ngaji kan?"
"Genit banget sih, Ustadz. Mainnya ke asrama putri"
"Dasar, Ustadz badung!"
"Kalo malem kabur kelayapan, keluar pesantren kan?"
Yusuf, hanya bisa menghela nafas mendengarkan celoteh, Aletha
"Iya-iya cukup! Kamu tahu semuanya, saya dulu memang nakal" Aletha tersenyum kemenangan dengan jawaban, Yusuf yang mengalah
"Dasar, Ustadz badung!"
Yusuf yang geram mencubit hidung, Aletha. "Awhh sakit dong!"
Yusuf hanya terkekeh melihat raut wajah, Aletha yang marah. Dan mereka melupakan satu orang yang sedari tadi diam, menjadikannya sebagai obat nyamuk
"Woy, kalian berdua bisa diem gak sih? Dimana-mana orang pacaran itu pada mesra-mesraan, lo berdua malah pada perang"
Yusuf dan Aletha terkekeh mendengar omelan seseorang itu. "Itu salah lo sendiri, Don. Siapa suruh mau ikut kita" jawab Yusuf
"Kesempatan ketemu, Mami. Gue kan mau minta uang jajan"
Aletha yang mendengar hanya memutar bola mata jengah, "Pikiran lo cuma mau jajan, gue yakin. Tante tya, gak bakal ngasi"
"Eh bocah! Sotoy banget lo, Mami. Itu pasti bakal ngasih" Doni menyangkal perkataan Aletha
"Jangan, ledekin calon istri gue bocah dong. Dia lebih pinter dan mandiri dari lo ya! Dia gak minta tuh, uang jajan ke orang tuanya, gak kaya lo udah tua juga masih minta uang jajan ke, Bibi tya" Doni hanya bisa menghembuskan nafas kasar mendengar ocehan Yusuf
Dan tanpa sadar mereka sudah sampai di butik Tya laurent, mereka pun turun dari mobil. Dan kebetulan, Tante tya tengah berada di dekat kasir
"Mami!!!" Doni langsung memeluk Tya
Tya merasa terkejut dengan kedatangan, Putra tunggalnya yang tiba-tiba. "Kok tiba-tiba kesini, sama siapa?"
Doni menujuk, Aletha dan Yusuf. "Loh, Aletha kan ini? Adik kelasnya, Doni dulu?" Aletha mengangguk, menanggapi pertanyaan Tya
Tya langsung memeluk, Aletha. "Apa kabar, Tante?"
"Baik kok sayang, kamu cantik banget sekarang" Tya tersenyum hangat kepada, Aletha
"Ekhm, disini juga ada keponakannya yang paling ganteng" Tya langsung sadar jika disini juga ada, Yusuf
"Lupa kalo ada kamu, dhan. Mana calon istrimu?"
Tya memang selalu memanggil, Yusuf. Ramadhan atau madhan
__ADS_1
"Yang tadi, bibi. Peluk-peluk" Tya terkejut dengan jawaban Yusuf
"Owalah, jadi kamu to? yang udah lelehin hatinya, Madhan" Aletha tersenyum manis
"Tante, kira kamu pacarnya, Doni. Ternyata malah yang dapet, Madhan hehe" Mereka terkekeh tapi tidak dengan, Yusuf. Yusuf sedikit tidak suka jika, Aletha di sebut pacar orang lain
"Pacarnya, Doni apaansih, Bi. Yang jelas-jelas calon suaminya itu, Madhan!" Tya terkekeh mendengar Yusuf kesal
"Yaudah, kalian pasti mau nyobain bajunya kan?, yuk masuk. Bibi spesial bikinin buat, Madhan sama Aletha" mereka mengikuti langkah Tya, ke lantai kedua
"Baju buat, Doni. Juga udah di siapinkan, mi?"
"Udah, sayang" karna gemas Tya mencubit pipi, Doni
"Yang mau nikah itu gue, bajunya yang paling bagus harus gue, lo gak usah bagus-bagus!" canda Yusuf
"Heh, suka-suka gue dong mau make apa besok di H pernikahan lo. Gue juga harus tetap bersinar dong" balas Doni tidak mau kalah
"Yaudah lo gak akan gue undang" Dengan kesal, Yusuf memalingkan wajah
"Bilang aja lo takut, calon istri lo tertariknya lebih ke gue"
ujaran Doni membangkitkan emosi, Yusuf. Yusuf hendak menjitak, Doni. Tapi buru-buru Tya mencegahnya
"Udah-udah kalian ini dari dulu kaya kucing sama tikus gak pernah akur!"
Keduanya malah saling memalingkan muka
****
"Gimana?"
Yusuf hanya mematung memandangi, Aletha. Tidak bisa menjawab pertanyaan, Aletha
Doni pun sama merasa terkesima, bukan Aletha yang super petakilan, dan banyak tingkah yang kini di depannya. Melainkan bidadari cantik yang amat anggun
"Hey, kalian berdua malah pada ngelamun, gimana rancangan, Bibi dhan? bagus kan?" Lamun, Yusuf buyar mendengar suara Tya
"Bagus, bi. Aletha cantik banget" kata-kata itu mampu membuat Pipi Aletha merah
"Oke, fiks. Kamu ambil yang itu? Gak mau yang lainnya, itu sih terkesan sederhana tapi yang paling mahal. Itu di buliri pertama asli loh..."
Yusuf hanya mengangguk menanggapi tuturan, Tya. "Saya suka yang ini, tidak terlalu terbuka. Dan cocok di badan, Aletha. Madhan pasti akan kasih bonus"
"Ah, Gak usah dhan. Kaya sama siapa aja, Bibi yang malahan mau kasih kamu diskon"
"Makasih ya, Tante" sahut Aletha dengan senyuman
"Kalau begitu, kita mau lanjut, bi. Mau ketempat WO" tambah Yusuf
"Iya, besok MUA, bibi. Yang bakal dandanin, Aletha"
mereka tersenyum menanggapi ujaran Tya
"Kalau begitu kami pergi ya, Tante. Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsallam, Cantik."
Saat hendak membuka pintu mobil, Doni tiba-tiba belari kembali ke, Maminya
"Kenapa, Don? Kalo kamu mau tetap disini, nanti kamu bosen loh"
Doni menggeleng cepat, "Siapa juga yang mau disini. Doni mau minta uang jajan"
Tya memutar bola mata malas. "Udah tua juga masih minta uang jajan, terus kamu kerja selama inu ngapain? minta sana sama, Papi"
"Eh, Mami!! Mi tunggu!!" Tya tidak memperdulikan teriakan anaknya dan malah menaiki tangga ke lantai dua
"Woy mau balik gak lo!!" Doni membalikan badannya mendengar teriakan, Aletha
Doni pun masuk mobil dengan tidak semangat
"Gara-gara doa lo nih, tha. Gue jadi gak dapet uang jajan" Aletha terkekeh mendengar gerutu, Doni
"Lah, lu udah 22 tahun juga masih minta uang jajan, gak malu lo sama gue yang nyari kerja?"
Doni diam tidak menjawab ledekan, Aletha. Sedangkan Yusuf hanya tersenyum
Tak lama mereka sampai ke tempat WO, yang tak lain sahabat, Doni sendiri
Mereka pun turun mobil, menghampiri wanita muda yang sedang duduk.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam" wanita muda itu tersenyum
"Hallo, Fara! Apa kabar lo?" Doni langsung menyapa
"Gue baik sih, jadi ini yang mau nikah?" pandangan Fara jatuh kepada Aletha dan Yusuf
"Iya, kenalin ini Yusuf sepupu gue ini Aletha temen gue SMP dulu. Lo harus kasih yang terbaik untuk pernikahan mereka" Fara mengangguk-ngangguk mendengar penjelasan, Doni
Fara membuka hpnya, melihatkan contoh-contoh dekorasi pernikahannya.
"Oke, kalian pengen tema apa nih di pernikahan kalian? Atau kalian pengen yang outdoor?"
"Gue pengen pernikahan gue di deket danau gitu, Lo tahukan? Terus gue pengennya serba putih. Mulai dari tenda-tenda, panggung, bangku itu gue mau putih" sahut Aletha dengan semangat
"Oke, gue suka sih ide lo! terkesan sederhana tapi elegant, Terus lo mau kasih hiburan apa nih buat pernikahan lo nanti?"
"Kasih band terbaik lo aja, buat hiburan anak-anak muda" kali ini Yusuf yang angkat suara
"Siap, kalian tinggal kirim alamatnya dimana"
"Alamatnya di Pondok pesantren An-nur, Solo, Jawa tengah"
Yusuf menatap Aletha. "Kita nikah di pesantren?"
"Kita aja di pertemukan di pesantren, di satukan juga harus di pesantren"
TBC❤
__ADS_1