Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#26


__ADS_3

"Dimana helikopternya!!??" bentak Kevin lebih meninggi lagi


"sabar mas mereka sedang on the way kemari"


"Sudah Kevin tenang ya kita doakan Ustasz yusuf, dan Aletha selamat" ujar Ustadzah aisyah


Kevin menghembuskan nafas kasar lalu duduk untuk berdoa untuk Aletha.


Sedangkan tali yang di duduki Aletha sudah tidak kuat lagi


Krek


Dengan terpaksa Yusuf menarik Aletha mendudukan Aletha di pangkuannya sambil menunggu bantuan


"kamu jangan banyak bergerak Aletha!" bisik Yusuf yang saat ini sedang gelisah


"Ustadz sa saya takut... Di bawah dalem banget"


"Diamlah Aletha jangan bergerak!"


Tak lama kemuadian datanglah helikopter darurat satu persatu Aletha dan Yusuf menaiki Helikopter tersebut dan berhasil di selamatkan


Saat Aletha mendarat di tanah Kevin dan yang lainnya langsung memeluk Aletha, "Aletha kamu gakpapa kan?" Kevin memeriksa setiap tubuh Aletha


"Gue gakpapa allah masing sayang sama gue"


"Tha kenapa aku merasa ada menyabotase tali yang buat kamu!" ujar Kevin yakin


"Lebih baik kita jangan menuduh dulu sebelum ada bukti!"


"Tidak Ustadzah saya tidak menuduh saya hanya mengira, jika di logika seharusnya Najwa sudah jatuh lebih dahulu kenapa baru Aletha? Seperti ada yang ingin membuat Aletha celaka!"


"Maaf mas itu mungkin karna kesalahan pihak kita yang kurang untuk keamanan pengunjung, untuk itu wahana ini akan saya tutup" ujar sang pemilik


"Maaf ya pak gara-gara kecalakaan kami wahana bapak menjadi di tutup" Aletha menjadi iba karna pikirannya juga sama dengan Kevin


"Baik sekarang kita kembali ke perkemahan dan bersiap untuk kembali ke Pesantren!" seru Ustadz bakrim


****


"Oke gue masukin barang-barangnya ke bis dulu ya" pamit Aletha


Akhirnya Ustadzah aisyah dan Ustadz bakrim memilih untuk memulangkan santri dan santriwati kembali ke Pesantren


Saat ini santri dan santriwati tengah menata barang-barang untuk dimasukan ke bis yang di samping perkemahaan


Aletha mengangkat barang-barang berat tersebut sendirian, karna mungkin terlalu berat hingga membuat barang tersebut hampir jatuh namun untung ada tangan seseorang yang menggapainya


"Ustadz yusuf" gumam Aletha


"Ini terlalu berat untuk tenaga perempuan"


Aletha terdiam Aletha mengingat kejadian tadi dimana Ustadznya memeluknya sangat erat, dan mendudukannya di pangkuannya Aletha menjadi malu jika mengingat


"Oh ya maafkan saya sudah berani memeluk kamu dan mendudukan kamu ke pangkuan saya" ujar Yusuf sembari mengangkat barang-barang Aletha


"Tidak apa-apa saya tahu saat itu suasana tengah genting"


Yusuf pun telah selesai dengan barang-barang, "Baiklah jangan sampai tertinggal bis ban motor belakang saya kurang angin kalau kamu membonceng saya kemungkinan akan bocor"


Aletha melebarkan matanya, "Siapa juga yang mah naik motor sama Ustadz lagi"


"besok jika kamu sudah menjadi istri saya"


Aletha melotot menatap tajam Yusuf, sedangkan Yusuf terkekeh melihatnya, "saya hanya bercanda!"


Aletha yang mendengar memutar bola matanya saat ini jantungnya berdegup lebih kencang dan pipinya merah


"Sana kembali dan ganti baju jangan lupa cuci muka pipi kamu sudah sangat merah"


Aletha langsung memegangi pipinya, ya memang benar pipi Aletha sangat merah bagaikan kepiting rebus


"Ah iya Ustadz assalamualaikum"


Aletha kembali ke teman-temannya yang sudah membereskan tenda


"Pipi kamu kenapa tha kok merah gitu?" tanya Tari


Aletha melotot memikirkan pipinya, "ah enggak papa kok"


"eh tha kamu tadi sama Ustadz yusuf romantis banget, di peluk dari belakang di dudukin di pangkuan"


Aletha kesal dengan ujaran Tari, Aletha menonyor jidat Tari hingga perempuan itu meringis, "lo gila ya? Gue lagi di ambang kematian lo masih mikir romantis-romantisan


Tari nyengir gigi kuda, "hehe maaf!"


Sedangkan yang lain menggeleng-gelengkan kepala


"Bis nya udah siap ayo kita naik!" ajak Najwa


Aletha dan yang lainnya pun masuk bis kali ini Aletha tidak akan tertinggal. Semua santri dan santriwati sudah berada di dalam bis kecuali Reva, Reva sengaja ingin tertinggal setelah mengetahui Yusuf membawa motor

__ADS_1


Yusuf masih berada disana tengah berbicara dengan penajag hutan.


"Ustadz...!" panggil Reva


Yusuf pun menoleh ke arah suara, "loh Reva kok kamu gak ikut bis?"


"Sa saya tertinggal bis Ustadz..."


Yusuf hanya mangut-mangut, "Kamu cari ojek aja banyak kok di depan!"


"Ustadz kan bawa motor.. Bo boleh saya membonceng?"


"begini Reva, ban belakang saya itu kurang angin jika di buat berbonceng kemungkinan akan bocor"


Reva melebarkan matanya rencananya gagal total, "ta tapi.."


"Maaf ya Reva saya duluan, Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Reva tertunduk lesu dan tinggal dirinya lah yang berada di perkemahan dan hari ini memang sudah sore dan sepi penjaga hutan juga sudah kembali ke posnya


"Giliran Aletha aja di boncengin giliran aku di tinggal! Apa apa Aletha Aletha Aletha!!! Kenapa sih tadi anak itu gak mati aja!?"


****


Bis mendarat mulus di pondok pesantren An-nur ini sudah sehabis magrib dan bis yang mereka tumpangi baru saja mendarat


Satu persatu santri dan santriwati turun dari bis. Saat semuanya telah turun Ustadzah aisyah mulai mengabsen satu persatu sampai nama


"Syareva irana?"


Hening


Hening


Hening


Dren dren dren


Suara knlapot motor Yusuf baru saja tiba namun hanya seorang diri, Yusuf pun turun dan berjalan menghampiri Ustadzah aisyah


"Ustadz yusuf tidak bareng Reva?" tanya Ustadz bakrim


"Oh Reva tertinggal bis ya? tadi saya minta untuk mencari ojek!"


"Kok gak bareng Ustadz aja?" celetuk Isna yang langsung menutup mulutnya


"Baiklah kalau begitu yang lainnya kembali ke asrama masing-masing ya! Untuk solat Isya kalian berjamaah bersama teman sekamarmu saja!"


Santri dan santriwati pun membubarkan diri masing-masing. Aletha, Najwa, dan Tari juga sudah merebahkan diri di ranjang


"Pinggang gue remuk banget...!" gerutu Tari


"Ada apa Tari?


"Haduh Najwa aku kan udah bilang kalau aku pms ya gini rasanya"


"Yaudah ih sana kamu ganti pembalut!"


Tari pun langsung pergi, Najwa menghampiri Aletha, "kamu gak mandi dulu tha?"


"Enggak ah males!"


"Tapi kita dari hutan tha alangkah baiknya kita harus membersihkan diri yang benar-benar bersih"


Aletha mendengus kesal lalu bangun dari rebahannya, "yeah gue gak mandi juga udah bersih kalik!"


Najwa tersenyum mendengarnya, "tapi kita tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan di hutan, di hutan itu bukan hanya dihuni oleh binantang Aletha tapi---"


"Gue mandi assalamualaikum!"


Aletha langsung berlari ke kamar mandi, padahal sebenarnya Najwa hanya mengerjainya.


Sehabis mandi Aletha berjalan dan sengaja di tabrak dengan seseorang


Brak


"Punya mata gak lo!" bentak Aletha


Reva ddk tersenyum sinis, "Enak dramanya? Sok-sok an ketinggalan bis biar di boncengin Ustadz yusuf, sok-sok an ilang di hutan biar di cariin Ustadz yusuf, terus sok-sok an mau jatuh pas di ayunan biar di peluk Ustadz yusuf! Caper banget sih kamu" celoteh Reva panjang lebar


Sedang Aletha hanya memandang datar lalu pergi, "he kita ini belum rampung yang ngomong!!" teriak Winda


Aletha berhenti membalikan badannya, "kayanya lo deh yang sok-sokan ketinggalan bis biar bareng tukang ojek hiahahaha" ledek Aletha


Reva sudah geram tapi Aletha sudah berlari terlebih dahulu


****


Paginya sekolah sengaja di liburkan agar para santri dan santriwati beristirahat

__ADS_1


Aletha sudah bangun dan sudah rapi sampai-sampai


"ALETHA!!!... ALETHA!!!" teriak salah satu santriwati


Aletha terkejut langsung menghampirinya, "kenapa sih gak usah teriak-teriak?"


"Aletha pa papah ka kamu.."


"Iya papah aku kenapa?"


Salah satu santriwati itu menarik nafas dalam, "Papah kamu masuk penjara Aletha!"


Deg


Mata Aletha melotot masih tak percaya, "pagi-pagi gak usah ngeprank deh!"


"Ak aku gak ngeprank Aletha aku mendengar sendiri percakapan Pak kyai di telfon dengan kakak kamu Adnan"


Tanpa kata apapun Aletha langsung berlari ke ruangan Pak kyai, saat sampai sudah ada Pak kyai, Ustadz-ustadz, dan Ustadzah


"Assalamualaikum" salam Aletha


"Waalaikumsallam"


Tubuh Aletha bergetar perlahan Aletha mendekati Pak kyai, "be benar papah saya masuk penjara Pak kyai?"


Pak kyai terkejut ternyata Aletha mengetahuinya, lalu Pak kyai mengangguk pelan


Seperti di sambar petir di siang bolong Aletha seperti mendapatkan setrum, "Bo boleh saya pinjam hp saya untuk menghubungi kakak saya?"


Ustadzah aisyah langsung memberikan ponsel Aletha. Dengan gemetar Aletha menelfon kakaknya


[Bang Adnan]


Hallo dek?


[me]


Bang..


[Bang Adnan]


Lo kenapa tha? Suara lo gemeter gitu?


[Me]


Bener papah masuk penjara?


[Bang Adnan]


-


[Bang adnan]


-


[Me]


Bang jawab gue!


[Bang Adnan]


Iya dek


[Me]


Papah kena kasus apa bang?


[Bang Adnan]


Papah di tuduhkan membunuh seseorang


[Me]


Gak mungkin bang, papah bukan orang gila!


[Bang Adnan]


Abang juga gak percaya dek


Tutt tutt tutt


Ponsel Aletha di matikan air matanya menetes deras. Lalu Aletha menghampiri Paj kyai


"Pak kyai saya mohon izinkan saya ke Jakarta saya ingin menemui papah saya..." pinta Aletha


Pak kyai yang melihat menjadi tidak tega, "baiklah tapi kamu di antar Ustadz yusuf!"


aletha mengangguk cepat yang di pikirannya hanya ingin bertemu dengan papahnya


TBC❤️

__ADS_1


__ADS_2