
"Kamu tahu gak kalo Ustadz yusuf mau taaruf in Aletha?"
Reva yang saat itu tengah memakan bakso di kantin tersedak mendengar ujaran winda
"Jangan berbohong!"
"Sungguh, Reva aku tidak berbohong berita itu sudah trending!" ujar Winda dramatis
"Trending gundulmu, kamu kira iku chanel youtube!?"
"Yowis kalo kamu gak percaya Va, tanya aja sama orangnya tuh!" Winda menunjuk Aletha yang datang dengan Tari dan Najwa dimeja pojok
"Males ah biarin aja!"
Winda dan Isna saling memandang, "Sek sek bukane kamu ki suka to sama Ustadz yusuf va? kok kamu ikhlas-ikhlas aja gitu?" tanya Isna menyelidik
"Besok aja kalo udah deket hari H" sahut Reva tersenyum sinis
Winda yang mendengar seolah berfikir dengan meletakan tangannya di dagu, "Ustadz yusuf iku wong pinter lo Va! bisa aja besok nikahannya kamu gak di undang!"
"Sek kurang pinter iku kamu! di undang gak di undang aku bakal tetep dateng" Reva semakin tersenyum sinis menatap tajam Aletha
"aku ngerasa Ustadz yusuf udah tau deh tentang wahana pas kemah waktu itu" gumam Isna
Buru-buru Reva menendang kaki Isna membua gadis itu meringis. "Lambemu bisa diem gak! Kalo mau bahas itu jangan disini!" bentak Reva
Isna menunduk ketakutan mendapat tatapan tajam dan bentakan dari Reva. "Pokoke jangan sampai ada yang tahu, pamanku, Aletha, atau Ustadz yusuf" dan Isna hanya mengangguk mengerti
"Sekarang kita biarkan mereka terikat terlebih dahulu!"
****
"Cie cie kamu tha mau di lamar aja"
Aletha hanya tersenyum malu-malu saat terus-terusan di goda oleh Tari dan Najwa.
"gue aja masih SMA gue pengennya nikahnya kalo gue udah lulus kuliah"
"Lah kalo kamu kuliah? kamu mau jadi wanita karir gitu? calon bojomu iku kan udah sukses tha" omel Tari
"gue tahu Ustadz yusuf itu udah sukses jadi guru, ya gue cuma mau bantuin ekonomi keluarga gue aja"
Tari dan Najwa mengangguk mengerti. "Apa kamu gak bisa tha kalo hanya memiliki suami seorang Ustadz dan guru?"
"What!? No Tari! justru gue bangga banget punya calon suami Ustadz+guru!. gue bahkan rencananya pengen banget pamerin Ustadz yusuf ke seluruh temen-temen gue" ujar Aletha dengan kekehan
Najwa dan Tari terkekeh mendengarnya, "Masyallah kamu bangga banget punya calon suami Ustadz yusuf. Aletha... Tapi kalo saran aku mending kamu jangan terlalu di pamer-pamerkan nanti di rebut sama temen kamu"
"Nah bener itu tha omongannya Najwa"
Aletha seketika menjadi cemberut, "Bener juga kata lo Naj. gue gak rela kalo ada yang rebut Ustadz yusuf dari gue!"
"Saya juga gak mau kalo gak sama kamu" Aletha yang sangat familiar dengan suara tersebut buru-buru membalikan badannya pipinya menjadi merah saat mendapati Ustadznya sudah di belakangnya
__ADS_1
"U.. ustadz dari kapan ada disini?"
"Kemarin" canda Yusuf membuat Aletha memutar bola matanya
"Ustadz bilang aja! kalo udah denger apa yang tadi saya omongin, jangan besar kepala!"
Yusuf terkekeh mendengarnya, "Walaupun saya besar kepala tapi saya akan tetap tampan!"
"Kaya nya Ustadz ternasis disini cuma Ustadz yusuf deh" ujar Aletha membuang mukanya karna malu
Sedangkan Tari dan Najwa hanya menjadi nyamuk. dan sesekali Tari dan Najwa menahan tawanya
"Besok papah kamu mau kesini" Aletha kembali menatap Yusuf
"Besok?"
Yusuf mengangguk cepat. "Sudah saya katakan jika kamu tidak mau menjadi istri saya, saya yang akan menjadi suami kamu!"
****
"Yusuf...!!"
Yusuf yang akan kembali ke ruangannya tersebut menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap sumber suara
"Ada apa?" tanya Yusuf datar
Ustadzah Hasna mendekat kepada Yusuf, namun Yusuf mundur beberapa langkah dan menampakan muka dingin
"Aku denger dari santri dan santrwati kamu mau lamar Aletha?"
"Kamu yakin akan menikahi gadis seperti Aletha?"
Yusuf mengkerutkan dahinya. "Kenapa tidak? apa yang salah dengan Aletha!?Ha??"
Hasna kembali tersentak saat Yusuf sedikit membentak, "A--Aletha kan bukan gadis yang baik, aku dengar di jakarta dia sering keluar malam"
"Lalu apa salahnya aku menikah dengannya? dan apa urusanmu?! dengan senang hati aku merubah calon istri ku menjadi soleha"
Kali ini dalam benak Hasna sangat marah dengan Aletha, "Apa istimewanya gadis itu?!! dimana-dimana aku jauh lebih baik darinya!!"
"Aletha lebih istimewa darimu Hasna dan aku yang merasakan itu.. sikapmu saat mengusirnya kali itu sudah melihatkan bahwa Aletha jauh di atasmu. Assalamualaikum" ujar Yusuf membuat Hasna kembali tersentak karna Yusuf dapat membaca pikirannya
Hasna menatap kepergian Yusuf dengan menahan emosi, Hasna meremas-remas gamis yang dirinya pakai.
Hasna berlari untuk mencari Aletha. Setelah bertanya-tanya Hasna pergi ke kantin
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam" sahut Tari, Najwa, dan Aletha
"drama banget sih?!!" gerutu Aletha dalam hati
Hasna dapat melihat raut wajah Aletha yang tidak menyukainya. Hasna kemudian berdehem memecah keheningan
__ADS_1
"Aletha?!! bisa ikut saya?" pinta Hasna tanpa memandang Aletha
Aletha seolah tuli karna dirinya sudah mengetahui bagaimana Ustadzah Hasna. dirinya berpikir jika mengikuti Hasna hanya akan membuat masalah dan berkahir di hukum. Aletha sudah cukup keluar masuk BK dan di Pesantren sudah dibuat keluar masuk BK
"Apa kamu tuli Aletha?"
Aletha di senggol oleh Tari membuat Aletha dengan malasnya menatap Hasna, "Ada perlu apa Ustadzah bisa duduk. Silahkan" Aletha teesenyum paksa dalam hatinya menyumpah serapah Ustadzahnya
"Ah saya ingin berbicara berdua dengan kamu bisa Aletha?"
Aletha mengangguk cepat membuat Hasna berbinar namun binarnya itu seketika hilang. "Ah tentu, Tari dan Najwa bisa kalian ke kelas terlebih dahulu?"
Najwa dan Tari mengangguk cepat saat mereka akan melangkah di cekal oleh Hasna, "Kalian tidak perlu pergi. Ah maksudku aku dan Aletha yang pergi tidak disini!"
Aletha bangkit dari duduknya, "Maaf Ustadzah saya sedang MAGER! Jika Ustadzah ada keperluan anda bisa membicarakan DISINI!"
Hasna terdiam dalam pikirannya sudah mencaci-caci Aletha. "Ustadzah hanya diam saja, kalau begitu saya dan teman-teman pamit. Assalamualaikum" ujar Aletha pergi dari hadapan Hasna disusul Tari dan Najwa
"Sialan bocah itu sudah mempermalukannku!"
****
Selepas solat magrib Aletha berjalan dengan kedua temannya. dari arah berlawanan sudah ada kedua pria menghampiri Aletha
"Assalamualaikum" salam Kevin dan Yusuf bersamaan
"Waalaikumsallam"
"Aletha bagaimana papah kamu terbukti tidak bersalah kan?" tanya Kevin antusias
"Iya vin bokap gue aman kok, dia gak salah"
Kevin tersenyum lega mendengarnya, "Allhamdulilah. Kalo aja pas ke Pesantren aku bawa motor aku udah anterin kamu tha!"
"Aletha sudah saya antar datang dengan selamat pulang dengan selamat!" celetuk Yusuf datar membuat Kevin mendengus kesal
"Maaf saya tidak tanya!" Kevin melirik sinis Yusuf begitupula Yusuf sebaliknya
"Oh ya Aletha? bagaimana jika kamu meminjam ponsel kepada Ustadzah aisyah untuk menanyakan papahmu, jadi kesini atau tidak?"
Aletha mengangguk setuju, "Baik Ustadz besok siang saya akan menemui Ustadzah aisyah"
"Wait-wait Om bram mau kesini tha?" tanya Kevin
"Iya Pak bram mau kesini lamarin anaknya" sahut Yusuf
Kevin tersentak kaget reflek memegang tangan Aletha. "Siapa calon suami kamu Aletha!"
Yusuf yang melihat langsung melepaskan pegangan Kevin, "Kamu ini bukan mukhrimnya Aletha! Lihat saja besok dan jangan menganggu Aletha!. Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
**Mampir ke cerita aku yang baru berjudul "Demon City"
__ADS_1
Thank you yang udah mampir, udah like, tambahkan komentar anda untuk mengoreksi tulisan author❤**
TBC