Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#40


__ADS_3

Tekan tombol Like sebelum baca😈


7 Bulan kemudian


Aletha berusaha melanjutkan kehidupan seperti biasa, mulai dari kuliah, dan hangout bersama teman-temannya. Tak lupa setiap hari Aletha pasti akan pergi ke pantai atau laut hanya untuk merindu. Aletha belum melupakan Yusuf walau sudah 7 Bulan namun Aletha enggan berhubungan dengan siapapun


"Morning papah" Aletha mencium kedua pipi papahnya


"Sini, Nak. Sarapan" Bram tersenyum melihat putrinya kembali ceria


Aletha memakan makanannya dengan cepat, "Buru-buru banget sih, Nak"


"Kalo kesiangan susah cari taxi, Pah" Tanpa menoleh ke papahnya, Aletha tetap menghabiskan nasi gorengnya


"Yaudah besok, Papah beliin mobil ya?"


Aletha hanya mengangguk, lalu Bram melanjutkan ucapannya, "Apa kamu gak punya pacar?"


"Enggaklah, Kata Ustadz yusuf dalam islam itu tidak boleh pacaran, kalo saling suka mending taarufan"


Bram tersenyum getir, Aletha belum melupakan pria yang menghilang selama 7 bulan. "Ini sudah 7 bulan, apa kamu masih mau berada di zona ini Aletha?"


"Iya dan Aletha akan terus menunggu, Aletha berangkat ya pah. Assalamualaikum" Setelah mencium kedua pipi papahnya Aletha pergi untuk kuliah


"Waalaikumsallam" lirih Bram memandang nanar punggung putrinya


Aletha berjalan keluar komplek, lalu mencegat salah satu taxi. Lalu taxi itu melesat menuju salah satu kampus terbesar di Jakarta


Perjalanan yang seharusnya 30 menit menjadi 45 menit karna macet, Aletha tak henti-hentinya menggerutu karna jalanan Jakarta yang tak lepas dari kata 'Macet'


"Jakarta emang selalu seperti ini, mbak" ujar sopir taxi yang mendengar gerutu Aletha


"Iya, Pak. Apalagi ini hari senin, Waktu sibuk-sibuknya"


Sopir taxi itu tersenyum lalu menerima uang yang berikan Aletha. Aletha lalu berjalan masuk ke kampusnya, Aletha salah satu gadis supel yang mudah bergaul. Banyak laki-laki yang mendekatinya namun hanya di acuhkan Aletha, dengan alasan sudah di lamar laki-laki lain. Contohnya Arjuna atau Juna ketua ospek paling ganteng yang sangat penasaran dengan sosok Aletha


"Assalamualaikum Aletha"


Aletha kenal suara itu, suara Arjuna seniornya. "Waalaikumsallam" jawab Aletha datar


"Lo udah sarapan?"


Aletha mengangguk cepat, kepalanya menunduk. "gue duluan, Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam" Arjuna mematung menatap punggung Aletha


Seperti berlian yang susah di dapat, seperti itulah sosok Aletha di pikiran Arjuna. Aletha masuk ke kelasnya yang sudah ada Reni, Aletha satu jurusan dengan Reni. Mereka mengambil jurusan bisnis


"Assalamualaikum"


Reni tersenyum menoleh ke Aletha, "Waalaikumsallam, tumben telat lo"


Aletha lalu duduk di kursi sebelah Reni. "Kaya gatau aja jalanan Jakarta"


Reni terkekeh, "Udah 7 bulan lo gak pernah ke Pesantren tha"

__ADS_1


"Iya gue kangen suasana disana, pulang kuliah lo mau kan anterin gue?"


Reni mengangguk dengan senyuman. "Iya sahabat gue, gue pasti anterin kok" Aletha memeluk Reni


"Ekhm peluk-pelukan teros" celetuk pria tampan, berkacamata


"Apaansih dit" ketus Aletha. Pria itu adalah Adit adik sepupu Reni


Mereka juga menjadi sahabat, Adit juga salah satu pria supel yang lucu, mungkin karna berkacamata banyak yang mengklaim dirinya pria kutu buku


"Galak amat mbak" pura-pura kesal Adit menatap sinis Aletha


Dan hanya di ledek Aletha dengan menjulurkan lidahnya, "Sutt dosen udah dateng"


Adit kembali duduk di kursinya, begitupula Aletha dan Reni langsung fokus dengan mata pelajaran kuliah pagi ini


****


"Jadi ke pesantren?"


Aletha mengangguk, lalu melanjutkan makan baksonya di kantin bersama Reni dan Dina. Tak lama pria tinggi berkaca mata itu datang


"Assalamualaikum, ukthi ukthi" salamnya yang tak lain Adit


"Waalaikumsallam"


"Tumben inget salam," sindir Dina


Adit menatap sinis Dina, lalu menarik kursi duduk di sebelah Reni, "Gak salam salah, salam salah. maunya apa sih!"


Aletha terkekeh mendengar Adit menggerutu, "Cowo kan emang tempatnya salah sama ngalah" tambah Aletha


Adit tidak memperdulikan dan tetap memakannya, "Bodoamat gue kesel sama dua temen lo"


"Udah-udah biarin, Adit makan. Kita berangkat sekarang yuk ren, din?"


Adit menatap Aletha, "Mau pada kemana lo?"


"Pesantren" jawab Aletha


"Ikutan gue gak bawa mobil"


"Yaudah buruan lo makannya" ujar Reni lalu menata barang-barangnya


Setelah acara makan bakso selesai, Aletha ddk berjalan ke parkiran menuju mobil milik Reni.


Bruk


Tak sengaja Aletha bertabrakan dengan seorang pria berpakaiaan abdi negara


"Kevin?"


"Aletha?"


"Lo kemana aja vin?" Aletha terkejut pasalnya Kevin juga menghilang semenjak kepergian Yusuf

__ADS_1


Kevin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Lo jadi tentara?" tanya Aletha lagi


Kevin mengangguk pelan. "Ya ampun, vin. Lo kemana aja sih? gue kira lo kuliah di luar negeri"


"gue gak kuliah, gue daftar tentara" Kevin tersenyum tipis


Aletha melongo, "Wah hebat lo. Oh ya gue duluan ya vin, Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Aletha lalu masuk ke mobil, duduk di belakang bersama Dina. sedangkan yang menyetir Reni di sampingnya Adit yang sibuk dengan ponselnya. Suasana hening semua sibuk dengan pikirannya masing-masing


"gue gak nyangka cowok kaku kaya Kevin bisa jadi Tentara" ujar Reni memecah keheningan


"Gue juga, tapi hebat ya Kevin dia kan juga jago berantem" tambah Dina yang terkagum dengan Kevin


Aletha hanya diam memainkan ponselnya, mengirim pesan kepada papahnya. Lalu mengirim pesan kepada nomer Yusuf yang jelas-jelas sudah mati. Konyol memang mengirim pesan padahal dirinya sudah tahu itu tidak akan di balas karna nomernya tidak aktif


Wallpaper Aletha tetaplah foto Yusuf, tidak akan pernah tergantikan, itulah kata Aletha


"Berhenti depan, ren. gue mau beli bunga"


Reni mengangguk membiarkan Aletha keluar dari mobil. Tepat di pinggir jalan adalah toko bunga sederhana


"Permisi..."


Tak lama keluarlah wanita paruhbaya yang cantik, "Anda mau membeli bunga apa, Nona?"


"Bunga yang menggambarkan kerinduan untuk orang yang aku cintai"


"Anda mau mawar merah?" Aletha mengangguk, pemilik toko itu memberikan sebaket mawar merah


"Terimakasih, bibi ini uangnya" Aletha memberikan 2 lembar uang seratus ribuan


"Ini terlalu banyak, harganya hanya 50 ribu"


"Kembaliannya adalah rezeki, Bibi" ujar Aletha sembari tersenyum


Pemilik toko itu tersenyum manis. "Semoga rezeki mu lancar anak muda, semoga kelak kamu bahagia"


"Amin"


Setelah berpamitan dengan pemilik toko bunga itu Aletha kembali kepada teman-temannya


"Mawar merah?" Adit memandangi bunga yang di pegang Aletha


"Dimana-mana cowoknya kali tha yang bawain bunga, masa lo mau nemuin cowok lo, lo yang bawain bunga" cerocos Adit yang belum mengetahui apa-apa


7 bulan persahabatan Adit dan Aletha. Adit tidak tahu maksud dari calonnya Aletha, Adit tidak tahu jika calonnya Aletha menghilang. Yang dia pikir Aletha sudah ada yang punya, dan sekarang ingin menemui kekasihnya


Aletha hanya tersenyum menanggapi celoteh Adit, "Bawel amat lo. Terserah gue dong, iri bilang aja"


Adit mendengus kesal, lalu menatap sinis Aletha. "Kenapa lo pilih mawar merah tha?" tanya Adit


"Kata pemilik toko tadi jika ingin menemui orang yang sudah lama tidak bertemu kita harus memberikan mawar merah" jelas Aletha dengan senyum manisnya

__ADS_1


"Jika cinta tidak bisa mengembalikanmu di dalam kehidupanku, aku sangatlah yakin pasti cinta menyatukan kita pada kehidupan selanjutnya"- Aletha


TBCā¤


__ADS_2