Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#15


__ADS_3

Malam hari di pondok pesantren An-nur mengadakan syukuran kecil-kecil menangnya perlombaan para santri dan santri wati. Pondok pesantren An-nur malam ini sangat ramai setelah memakan nasi liwet para santri dan santri wati bercengkrama di halaman pondok pesantren


Para santri dan santri wati bermain kembang api dengan bahagia dan hiburan rebana dari santri wati menghiasi malam ini. Namun tidak menghiasi gadis cantik yang sedang bersender di tembok menatap sekumpulan santri dan santri wati


"Gimana kalo Bara datang kesini, gimana kalau Bara buat keributan, lebih bahayanya lagi gimana kalau Bara sakitin Ustadz Yusuf?? Ya allah semoga saja Bara tidak kembali lagi" gumam Aletha dalam hati


Ya gadis yang sedang menyender dan melamun tersebut adalah Aletha. Aletha masih memikirkan kejadian di SMA Garuda tadi siang. Aletha tengah gusar takut jika Bara membuat kekacauaan


Dorr


Aletha terkejut karna Yusuf yang berada di belakangnya mengagetkannya. Aletha berdecak menatap tajam Ustadznya


"Ustadz kagetin aja kalau saya jantungan gimana?"


Yusuf terkekeh melihat Aletha marah, "Maaf, saya lihat kamu hanya melamun tidak berbaur yang lainnya. Apa kamu masih memikirkan hal tadi siang?"


Aletha hanya mengangguk pelan, Yusuf menghela nafas, "Kamu tidak usah takut! dia tidak akan kembali!"


Aletha tetap menunduk dan mendengarkan celoteh Ustadznya, "Kenapa Ustadz begitu yakin?" ujar Aletha lirih


"Saya yakin karna saya punya Allah yang selalu melindungi saya!"


"Tapi saya yang tak---"


"Sudah diam! ayo main kembang api!" potong Yusuf


Aletha mengangguk setuju Aletha akhirnya berbaur dengan para santri dan santri wati. Aletha tersenyum lebar dan Yusuf yang melihat menjadi tenang


Dren dren dren dren


Suara knalpot motor Ninja memutari area pesatren. Para santri dan santri wati menjadi panik, Para Ustadzah mengamankan para santri wati sedangkan Pak kyai, Ustadz-ustadz dan para santri tengah waspada


"Astaga itu Bara!" gumam Aletha


Bara pun turun dari motornya, "Serang!" seru Bara. tanpa aba-aba anak buah Bara yang sangat banyak menyerang para warga pesantren. dengan sigap para warga pesantren menangkis serangan terjadilah pertarungan. Yang diincar Bara adalah Yusuf, Bara dan Yusuf bertarung dengan imbang


Aletha melihat dari kejauhan Yusuf sempat lengah hingga mendapat pukulan. Aletha tanpa menghiraukan Ustadzah dan yang lainnya berlari menghampiri Bara dan Yusuf


Saat Bara akan melayangkan pukul ditangkis oleh Aletha. Aletha menangis menatap sendu Bara, "Sudah cukup Bara!" teriak Aletha lantang


Pertarungan menjadi terhenti semua mata tertuju kepada Aletha, "Hentikan semua ini! Lo ngapain serang teman-teman gue lo ngapain serang tempat ini Bara! apa lo gak cukup bikin gue hancur hah!" teriak Aletha dengan terisak

__ADS_1


Bara yang melihat menjadi tertegun. Aletha menangis dengan pecah Aletha memukul dada bidang Bara, "Lo emang brengsek! Gue benci sama lo!"


"Al Maaf kan aku!" ujar Bara lirih


Aletha mengadah menatap Bara tajam, "Maaf? lo bilang maaf! setelah apa yang lo lakuin! Mereka gak salah Bara mereka gak salah! dan lo jangan pernah sakitin Ustadz Yusuf!"


Bara yang mendengar nama Yusuf menjadi emosi, "Gue akan berhenti asalkan lo balik sama gue ke Jakarta!" tekan Bara


Aletha menggeleng cepat, "Gue gak sudi balik sama laki-laki psikopat kaya lo!"


Bara semakin emosi Bara mencekal tangan Aletha dan menggeret dengan kasar. Yusuf yang melihat segera menendang tangan Bara


"Lo gak usah ikut campur urusan gue!" ujar Bara menatap tajam Yusuf


"Apa pun urusan Aletha itu juga urusan saya! dan tolong jangan berlaku kasar dengan wanita!"


Pak kyai sobri yang melihat Bara akan menyerang pun segera menghampiri, "Sudah cukup! jika ada masalah mari di bicarakan dengan baik!" ujar Pak Kyai sobri yang berada di tengah-tengah antara Bara dan Yusuf


Bara yang mendengar tersenyum miring, "Aletha Aletha jadi ini tempat tinggal lo sekarang? haha penghuninya aneh semua! Aletha ayo sayang ikut balik sama gue!" ujar Bara


"Saya tidak akan membiarkan Aletha ikut dengan pria gila seperti anda!" sahut Yusuf dingin sorot matanya berubah tajam


"Kalian cepat bubar atau saya akan lapor polisi!" seru Ustadz Bakrim lantang


****


Aletha terus menangis dan hal tadi membuat Aletha semakin membenci Bara, "sudah Aletha sekarang sudah malam kamu tidur ya!" ujar Ustadzah Aisyah lembut


Aletha hanya menggeleng pandangannya kosong. Ustadzah Aisyah hanya tersenyum menghela nafas, "Nak Najwa tolong buatkan teh hangat ya!" titah Ustadzah Aisyah


"Baik Ustadzah!" sahut Najwa


Tari dan teman-teman santri wati lainnya menjadi iba melihat Aletha. Sedangkan saat Najwa membuat teh hangat ada para santri wati yang bergosip tentang Aletha


"Eh kasian banget ya Ustadz Yusuf jadi kena imbasnya gara-gara Aletha!" ujar si A


"Bener banget padahal pondok pesantren kita gak pernah ada kejadian kaya gini" sahut si B


"Ini tu gara-gara kedatangan Aletha pondok pesantren kita jadi banyak musuh!" tambah si C


dan sekumpulan santri wati itu mangut-mangut, "Bener mending gadis seperti Aletha jangan ada di pondok pesantren kita!" ujar si A

__ADS_1


"Apa kalian tidak memiliki pekerjaan lain selain bergibah!" bentak Najwa


sontak saja sekumpulan santri wati itu menunduk. Karna mereka menghormati Najwa karna Najwa santri wati senior


"maaf Najwa!"


"Apa kalian itu tidak berfikir! kedatangan Aletha itu seharusnya kalian menjadi senang kalian membantu dia agar mencari jalan yang benar, bukan malah mencibir seperti ini! huh astagfirluloh!"


Najwa pun pergi meninggalkan sekumpulan santri wati tersebut. Najwa pun memberikan teh hangat itu untuk Aletha


"Ayo diminum tha biar badannya anget!" ujar Ustadzah Aisyah


Aletha menerima teh hangat tersebut dan meninumnya setengah. Ustadzah Aisyah tersenyum setelah itu berpamitan untuk kembali ke kamarnya


Tari dan Najwa duduk di pinggir ranjang milik Aletha, "Tha kalau boleh tau tadi itu siapa to?" tanya Tari ragu-ragu


Aletha menyeka air matanya Aletha menghela nafas, "dia itu mantan pacar, gue sama dia udah 1 tahun gue udah percaya banget sama dia tapi gue gak nyangka dia mau berbuat gak senonoh sama gue, untung Kakak gue dateng waktu itu. Setelah itu gue udah gak pernah hubungan apapun sama dia gak pernah ketemu dan sekarang dia balik di hadapan gue!" tutur Aletha


"Yang sabar ya tha! kamu tidak usah memikirkan laki-laki brengsek itu!" sahut Tari yang ikut emosi


"Yasudah sekarang kita tidur saja! kita juga harus kembali ke sekolah besok!" seru Najwa


Aletha mencoba menutup matanya namun berat. Aletha bersender menatap jam dinding menujukan pukul 01.30 Aletha mengehela nafas lalu keluar asrama


Aletha mengambil air wudhu agar hatinya menjadi tenang, "Malem-malem kok keluar sendirian sih!" celetuk Yusuf dan Fikri dari belakang


Aletha terkejut tapi bahagia saat melihat Yusuf tidak apa-apa, "Saya hanya ambil wudhu Ustadz!" sahut Aletha


"Kamu kembali ke kamar tidur istirahat tidak usah di pikirkan hal tadi! sana tidur!" ujar Yusuf lembut


Aletha pun kembali ke asrama putri dan tertidur



#Aletha



#Yusuf


__ADS_1


#Bara


TBC❤


__ADS_2