
Pagi ini Aletha berangkat ke sekolah bersama kedua temannya. Aletha duduk di kursinya sedari malam Aletha hanya diam dan melamun
"Tadi malem Ustadz Yusuf gak solat magrib, apa Ustadz Yusuf udah berangkat? hih gue mikir apaansih!? yakali gue mikirin Ustadz nyebelin itu!" gerutu Aletha dalam hati
"Kamu kenapa tha?" tanya Kevin membuyarkan lamun Aletha
"Ah gu gue gakpapa!"
"Yakin? kamu sakit ya tha?"
"gue sehat kok" ujar Aletha tersenyum paksa
Kevin mengangguk lalu duduk kursinya, tak berselang lama masuklah Ustadzah almira yang terkenal galak dan killer
Pelajaran pun dimulai Aletha tetap tidak fokus karna memikirkan Yusuf. Begitupula saat Ustadzah Almira menjelaskan Aletha tidak mendengarnya
"Aletha!!" seru Ustadzah almira membuat Aletha tersentak kaget
"Ah iya ada apa?"
"kamu mendengarkan apa yang saya jelaskan!?"
"i iya saya mendengarkan Ustadzah!" sahut Aletha gugup
"coba kamu ulangi apa yang saya jelaskan tadi!"
Aletha hanya diam karna jujur Aletha tidak mendengarkan apa-apa pikirannya melayang kepada Ustadz Yusuf
"Cepat Aletha!" titah Ustadzah almira
"Sa saya lupa Ustadzah!" sahut Aletha nyengir tanpa dosa
Ustadzah almira menggelengkan kepala dibuatnya, "sekarang kamu pergi ke perpustakan belejar disana sendiri! ini hukuman!"
Aletha hanya menghembuskan nafas berat lalu keluar kelas untuk ke perpustakaan
Saat sampai di perpustakan Aletha hanya membolak-balikan bukunya belum 1hari di tinggal Yusuf sudah ada yang kosong di diri Aletha
"Kok sepi ya kalau gak ada dia? biasanya suka ngagetin?? ah mikirin apa sih gue!" gerutu Aletha
"Kamu pasti memirkan Ustadz Yusuf!" celetuk seorang wanita membuat Aletha terkejut
"Us ustadza aisyah" gumam Aletha pelan
"Kenapa kamu di perpustakan sendiri?" Aisyah pun duduk disebelah Aletha
"Saya mendapat hukuman dari Ustadzah almira untuk mengerjakan tugas di perpustakaan" Aletha nyengir tanpa dosa
Aisyah geleng-geleng kepala melihatnya, "memang apa yang kamu lakukan? katakan dengan jujur Ustadzah akan jadi pendengar yang baik"
Aletha ragu menceritakannya Aletha malu jika harus mengatakan yang sebenarnya
"cu cuma gak fokus aja Ustadzah, semalam kurang tidur hehe!"
Ustadzah Aisyah mengangguk lalu tersenyum, "apa kamu kurang tidur karna memikirkan Ustadz Yusuf?" goda Aisyah membuat pipi Aletha merah
__ADS_1
"ah ti tidak mana mungkin saya memikirkan ustadz saya sendiri, tidak Ustadzah!"
Aisyah menahan tawanya saat melihat ekspreksi gugup Aletha. Lalu Ustadzah aisyah bangkit dari duduknya, "kamu tidak pandai berbohong!" ujarnya lalu pergi
Aletha mengerutuki dirinya sendiri, "Kok. Ustadzah aisyah tahu sih gue lagi bohong? apa keliatan banget sih kalau gue lagi mikirin tuh Ustadz? huh!!" gerutu Aletha
****
"Assalamualaikum" salam Ustadzah aisyah masuk ke kamar asrama santriwati tempat Aletha
Aletha dan teman-temannya tengah bersantai karna pulang dari sekolah, Aletha tengah membaca buku novelnya saat mendengar salam dari Ustadzah aisyah membuat Aletha mengalihkan pandangannya
"Waalaikumsallam ustadzah!" sahut Aletha tersenyum manis
"apa kamu lelah Aletha?" Ustadzah aisyah berjalan duduk di ranjang sebelah Aletha
"Tidak Ustadzah kebetulan saya hanya lagi bersantai"
Ustadzah mengangguk lalu tersenyum, "Ustadzah boleh minta tolong?"
Aletha mengangguk cepat dengan semangat, "minta tolong apa Ustadzah?"
"Tolong kamu ke warung belikan keperluan bumbu-bumbu dapur, ini sudah ada catatannya" ujar Ustadzah aisyah
Aletha mengangguk cepat, "Siap ustadzah!" serunya
"Oh iya Tari sama Najwa dimana ya? biar kamu ada temennya" Ustadzah aisyah melihat sekeliling namun tidak menemukan Tari dan Najwa
"Tari dan Najwa sedang di panggil Ustadz bakrim Ustadzah saya sendiri juga tidak apa-apa" sahut Aletha
"Baiklah uangnya sudah berada di dompet ya, dompetnya di keranjang, hati-hati ya Aletha!"
"Waalaikumsallam"
Aletha pun keluar asrama sendirian, Kevin yang biasanya nempel seperti peranko sedang ada urusan dengan teman baru sekamarnya, sedangkan Najwa dan Tari sedang ada urusan juga dengan Ustadz Bakrim
"Ini saatnya aku bawa kamu pergi Aletha!" gumam seseorang yang memperhatikan Aletha dari kejauhan
****
"Ini kembaliannya mbak!" ujar pemilik warung memberikan uang kembalian kepada Aletha
"ah iya makasih pak!"
Aletha pun berjalan meninggalkan warung kelontong tersebut. Jalan menuju pondok pesantren memang terbilang sepi, pondok pesantren jauh dari rumah warga hanya ada beberapa rumah dan kebaikannya pondok pesantren dekat dengan pasar
Saat aletha asik berjalan mulutnya di bungkam kedua pria bertopeng, pandangan Aletha gelap, tubuhnya lemah, Aletha pun tak sadarkan diri....
"Dimana ini?" gumam Aletha saat membuka matanya, matanya melotot saat mengetahui ini bukan pondok pesantren tempatnya tinggal
"Hay sayang kamu sudah sadar ternyata!" ujar seorang pria dari belakang Aletha
Aletha tersentak kaget saat mengetahui siapa pria itu, "Ba bara lo ngapain nyulik gue!?" teriak Aletha
"Tenang sayang aku tidak akan main kasar" ujar Bara mendekat mengelus pipi mulus Aletha. Aletha hanya bisa menatap tajam karna kedua tangan dan kakinya diikat dikursi yang dirinya duduki
__ADS_1
"Lepasin gue!" bentak Aletha
"Enggak akan! sekarang aku gak akan lepasin kamu Aletha!" teriak Bara membuat Aletha ketakutan, "Pesawat kita berangkat jam 7 malam kita akan ke Inggris!" tambah Bara membuat Aletha melotot.
"gue gak mau ikut sama lo! dasar pria psikopat!"
"Sudah jangan berteriak itu akan melukai tenggorokanmu Aletha!"
Air mata Aletha menetes pria yang dulu Aletha cintai menjadi pria yang akan dirinya benci!
"Bara pliss lo sadar! kita udah putus Bara tolong lo lepasin gue!" mohon Aletha memelas
Bara mencekal dagu Aletha menatapnya tajam, "Kita gak pernah putus! dan kamu masih menjadi milikku! untuk SELAMANYA!"
"Bara lo jangan egois! lo gila bara, cinta tidak bisa di paksakan! dan lo udah ngerubah rasa cinta lo jadi obsesi" teriak Aletha terisak
plakk
Pipi kanan Aletha ditampar oleh Bara, mata gelap Bara menatap tajam Aletha, "aku tidak terobsesi dengan kamu Aletha, aku mencintaimu aku mencintaimu!" ujar Bara menekan
Aletha meringis mendapati tamparan panas Bara. Aletha hanya bisa menangis
****
"Najwa, Tari!" teriak Kevin
Najwa dan Tari yang semula berjalan menghentikan langkahnya, lalu membalikan badannya kebelakang
"Iya vin ada apa?" tanya Tari semangat
"kalian liat Aletha gak?" tanya Kevin dengan nafas ngos-ngosan
Tari dan Najwa saling pandang karna sejak pulang sekolah mereka belum bertemu, "Gak liat vin, kita pulang sekolah langsung di panggil Ustadz bakrim!" ujar Tari
"gue dari tadi nyariin Aletha gak nemu-nemu"
Tari dan Najwa juga bingung karna belum bertemu dengan Aletha.
"Assalamualaikum!" salam Ustadzah aisyah
"Waalaikumsallam Ustadzah" sahut mereka bertiga
"maaf saya mau tanya apa kalian melihat Aletha?" tanya Aisyah
"Saya juga nyariin Aletha ustadzah!" sahut Kevin cemas
"Tadi saya menyuruh Aletha membeli bahan dapur kewarung, tapi sampai sekarang belum kembali!"
Kevin mulai khawatir begitupula Tari dan Najwa, "Waduh dari tadi Aletha itu tidak kelihatan Ustadzah di pesantren apa mungkin Aletha belum kembali?" ujar Kevin
"Harusnya sudah kembali saya menyuruh Aletha berangkat sehabis ashar, ini sudah jam 5 sore tapi belum kembali juga"
"ee begini saja Ustadzah kita cari di sekitar pesantren dahulu siapa tahu Aletha sudah kembali!" usul Najwa
"Benar baiklah kita cari Aletha disekitar pesantren dahulu!"
__ADS_1
Kevin, Tari, Najwa, dan Ustadzah aisyah mencari Aletha di sekitar pesantren. mereka juga meminta bantuan santri dan santriwati lainnya. Ustadzah aisyah sangat khawatir karna sudah mau magrib tapi Aletha belum kembali
TBC❤