Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#22


__ADS_3

Keesokan paginya Aletha bangun dengan bugar berhubung hari ini adalah hari minggu Aletha dan teman-temannya bisa bersantai


"Wah kamu pagi-pagi udah rapi ya tha!" ujar Tari tersenyum lebar


Aletha terkekeh mendengarnya, "Iya dong ini kan hari minggu"


"Oh iya tha aku sama Tari mau kepasar kita mau beli sayuran buat masak nanti, kamu mau ikut?" tawar Najwa


Aletha menggigit bibir bawahnya membayangkan pasar, "Emm gue bantuin masak sama makannya aja" sahut Aletha nyengir


Tari tertawa dibuatnya, "Iya kita tahu kamu gak suka sama baunya, yaudah kita berangkat dulu ya tha! Assalamualaikum" pamit Tari


"Waalaikumsallam"


Aletha kali ini memutuskan untuk lari pagi di sekitar Pesantren, walau pun memakai hijab tapi Aletha masih terlihat seksi, Aletha berlari memutari halaman luar pondok pesantren yang luas


Yusuf yang setiap pagi juga berolahraga itu pun tak sengaja melihat pemandangan di pagi hari, Aletha tengah berolahraga di dekat danau keringat menyucur di dahinya semakin membuat Aletha semakin seksi


Glek


Yusuf menelan ludahnya berat melihat pemandangan yang terkena siluet pagi tersebut, Saat lamunnya kembali Yusuf mengusap wajah kasar, "Astagfirluloh apa yang aku pikirkan? ini tidak mencerminkan aku sebagai guru!" gumam Yusuf lirih


"Eh, Ustadz Yusuf!" celetuk Aletha menghampiri Yusuf


Yusuf terkejut dan gelagapan, "Ah iya?"


Aletha sempat terpana melihat penampilan Yusuf yang sedikit berbeda, Yusuf tidak lagi menggunakan baju koko melainkan Kaos hitam polos, celana training panjang, dan handuk yang melingkar dilehernya


"Ustadz ngapain bengong disini?" tanya Aletha


Yusuf gelagapan dan kaget, Yusuf semakin panik melihat penampilan Aletha yang menggunakan hoddie sampai ke pusar, celana training panjang yang rada ketat dan jilbab yang menutupi lehernya, apalagi saat Aletha mengangkat tangannya memperlihatkan Tanktop putihnya


Yusuf melamun dibuatnya Aletha melayang-layangkan telapak tangannya didepan wajah Yusuf


"Ustadz.." seru Aletha


Yusug tersentak kaget dan menjadi salah tingkah, "Ka kamu kenapa pakai baju seperti ini?"


"Ini kan masih pagi para santri ada yang sebagian masih di asrama saya menggunakan pakaiaan seperti ini karna saya nyaman dan juga saya mengenakannya karna hanya olahraga" sahut Aletha santai


"Ta tapi kamu sudah membuat sisi dewasa saya bangkit" gumam Yusuf lirih


Aletha yang masih dapat mendengar melotot, "Apa!" seru Aletha


"Aletha!" teriak Kevin menghampiri Aletha, Kevin juga tak kalah keren Kevin menggunakan hoddie berwarna hitam, dan celana pendek selutut

__ADS_1


"Kevin!"


"Hay selamat pagi!" sapa Kevin tersenyum manis


Aletha mengangguk tersenyum tipis, "Pagi!"


"Ekhm sudah tatap-tatapannya bukan mukhrimnya!" dehem Yusuf membuat Kevin mengalihkan pandangannya


Aletha menahan tawa melihat ekspreksi Yusuf, "yasudah saya pamit Assalamualaikum" Aletha berlari santai meninggalkan kedua pria yang melempar tatapan sinis


****


Aletha sudah mengganti bajunya yang longgar dan menggunakan jilbab pasmina yang pas dengan warna bajunya. Aletha berjalan ke arah dapur, di dapur sudah ada Najwa, Tari, dan santriwati lainnya yang sedang meracik bumbu makanan


Di dapur juga ada Reva ddk yang menatap sinis Aletha, tapi Aletha tetap tidak memperdulikan tatapan sinis Reva ddk berjalan melalui dengan angkuh


"Cih sombong sekali!" decih Reva kesal


Aletha duduk bersama di dekat Najwa dan Tari yang sedang memotong-motong sayuran


"Hay gusy!" sapa Aletha tersenyum manis


"Hay Aletha!" sahut semua santriwati


Aletha berinisiatif ingin membantu Aletha mengambil 1 wortel untuk di potong-potong, satu potongan saja Aletha sudah salah


"Kamu gak bisa masak tha?" tanya salah satu santriwati


Aletha menaruh pisaunya kembali, "bukannya gue gak bisa masak, yaa gue gak biasa aja di dapur!"


"Ya gimana gak bisa masak kan kerjaannya cuma keluyuran!" sindir Reva lantang


Aletha tidak memperdulikannya seolah tak mendengar apapun, "Yaudah tha sini aku ajarin kamu masak biar kamu bisa" ujar Najwa tersenyum manis


Aletha tersenyum licik melirik Reva, "Wah makasih ya Naj, kamu itu emang baik banget cerdas lagi gak kaya orang yang suka nyinyir sama ngehina padahal dirinya sendiri juga belum tentu bisa!" sindir Aletha tak kalah lantang


Reva berdecak kesal langsung pergi dengan disusul kedua temannya. Santriwati yang melihat tertawa terbahak-bahak


"Haha kamu hebat ya tha udah bikin nenek lampir marah" puji salah satu santriwati


"Haha what nenek lampir?" Aletha tertawa terbahak-bahak mendengar panggilan untuk Reva ddk


"Iya tha mereka itu nenek lampir! Suka menindas gitu tha mentang-mentang Reva itu keponakannya Ustadz bakrim mereka suka semena-mena apalagi kalo liat cowo ganteng udah mereka bertiga yang paling kegatelan" gerutu salah satu santriwati lainnya


Aletha tertawa terbahak-bahak mendengarnya, "Suttt udah jangan membicarakan keburukan orang lain, Istigfar!" ujar Najwa. Najwa yang sering kali mengingatkan teman-temannya saat khilaf

__ADS_1


"Astagfirluloh!" ujar santriwati serempak


"Makanannya udah beres tinggal di bawa kekantin" ujar salah satu santriwati


Kantin yang di maksud adalah kantin pondok pesantren, di kantin tersebut makanan gratis tidak berbayar tersedia di pukul 07.00 pagi, 12.00 siang dan malam sampai jam tutup pukul 09.00. Berbeda dengan kantin sekolah yang harus berbayar


Aletha dengan semangat membantu untuk menyiapkan makananya. Saat hidangan sudah tertata rapi, Santri dan santriwati berhamburan untuk mengisi perut


Santri dan santriwati berbaris menunggu giliran karna pondok pesantren menegaskan untuk bersabar. Aletha pun juga mengambil lauknya lalu duduk satu meja dengan teman-temannya


Mereka semua mengnikmati sarapan paginya. Tak berselang lama datanglah Jayus salah satu santri, "Assalamualaikum semuanya kalau sudah selesai sarapan di tunggu jam 9 di aula pesantren Pak kyai yang meminta" seru Jayus lantang


Santri dan santriwati lainnya mengangguk mengerti dan melanjutkan makannya yang tertunda


****


Di aula pesantren sudah ramai santri dan santriwati lainnya, tentu barisan santri dan santriwati terpisah


Pak kyai mengambil mice yang sudah di siapkan, "Assalamualaikum wr wb selamat pagi semua" seru Pak kyai lantang


"Waalaikumsallam wr wb selamat pagi pak kyai" sahut semua orang yang berada di aula pesantren


"Pagi ini Pak kyai mengumpulkan kalian semua ingin memberi tahu besok hari kamis pondok pesantren kita akan mengadakan outbond atau kemah!"


"Yeyyy!" seru santri dan santriwati mereka semua tampak senang akhirnya pondok pesantrennya mengadakan acara outbond tahunan


"Baik besok kelompoknya akan di tentukan guru masing-masing di kelas!" ujar Pak kyai


Setelah acara apel yang singkat para santri dan santriwati lainnya kembali melakukan aktkvitasnya. Aletha, Tari dan, Najwa duduk di kursi di halaman asrama putri


"Aku seneng banget akhirnya pondok pesantren kita outbond tahunan" ujar Najwa


Berbeda dengan Tari yang cemberut, "Lo kenapa tar kaya gak seneng gitu?"


"Aku itu bukannya gak seneng Aletha! tapi hari kamis itu tanggal datang bulan aku, aku males banget kalau di hutan lagi datang bulan" sahut Tari


Aletha terkekeh mendengarnya, "Yaelah cuma datang bulan tenang aja kali setiap hutan itu ada kamar mandinya, lo kalo takut ganti pembalut entar gue temenin Haha" ujar Aletha dengan nada meledek Tari


Tari cemberut mendengarnya, "Males ah aku gak ikut aja deh!"


"Yah jangan gitu tar kita harus ikut semua oke?" ujar Najwa


Tari pun menghembuskan nafas kasar, "Iya-iya aku ikut!"


"Yeyy!"

__ADS_1


TBC❤


__ADS_2