Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#27


__ADS_3

Aletha kembali ke kamarnya dengan perasaan gelisah, Tari dan Najwa juga sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Aletha


"Kamu yang sabar ya tha! semoga tuduhan papah kamu tidak benar" ujar Najwa sebelum Aletha pergi


Aletha tersenyum tipis, "Iya Naj aku pergi dulu ya Assalamualaikum"


Aletha berjalan ke depan pesantren yang sudah ada Yusuf, "Ayo Ustadz!" ajak Aletha antusias


Aletha pun duduk diboncengkan Yusuf setelah berpamitan dengan Pak kyai.


Jarak dengan Desa dan Jakarta ternyata jauh jika hanya mengendarai motor.


Baru setengah perjalanan sudah menghabiskan waktu 1 jam dan entah alam sedang tidak bersahabat tiba-tiba saja turun hujan. Yusuf pun membelokan motornya ke warung pinggir jalan untuk berteduh


Aletha pun turun dari motor Yusuf bajunya basah kuyup dan kebetulan Aletha hanya menggunakan kemeja tipis membuat tubuh Aletha menerawang, Yusuf segera melepaskan hoddienya untuk menutupi tubuh Aletha


"Pak pesan 1 teh hangat!" seru Yusuf


Aletha pun duduk bersama Yusuf, hp Aletha di kembalikan oleh Ustadzah aisyah Aletha baru saja mengaktifkan data sudah ada ribuan notifikasi dari whatsaap, dm intagram, twitter, dan lain-lain Aletha salah satu remaja yang aktif di medsos tak kaget jika banyak notifikasi bermasukan saat lamanya Aletha tidak aktif


"Banyak sekali yang menghubungi kamu" Yusuf melirik banyaknya pesan whatsaap, video call, dan call yang tidak terbalas


"Saya kan tidak aktif lama jadi wajar saja mereka mencari saya!"


Yusuf hanya mengangguk lalu mengambil teh yang sudah siap, "matur nuwun pak"


"ini diminum!" Aletha menerima segelas air hangat tersebut, cuaca sangat buruk hujan semakin deras di tambah angin


Yusuf pun menghampiri pedagang mantel yang kebetulan lewat, "maaf pak 1 mantelnya berapa?"


"Satunya 20 ribu Le"


"Saya beli dua pak"


2 mantel itu pun di terima Yusuf. Yusuf menghampiri Aletha yang masih sibuk membalas pesan-pesan


"Ustadz lihat berita ini! udah viral banget papah saya gak mungkin lakuin ini" Aletha menunjukan situs web tentang bisnis yang memberitakan 'Bram corp group diduga melakukan kasus pembunuhan'


"Semoga saja itu hanya berita hoak!" Aletha mengangguk lalu matanya menangkap dua mantel, "Pakai ini jika kamu ingin segera sampai ke Jakarta"


Aletha menerimanya dan menggunakan mantel tersebut sama juga dengan Yusuf. Aletha dan Yusuf melanjutkan perjalanannya di bawah guyuran hujan. Sudah lebih 1,5 jam akhirnya mereka sudah sampai di perbatasan kota, hujan juga sudah mereda hanya sekedar gerimis namun sialnya mereka harus terjebak macet


"Jakarta selalu saja macet" gerutu Yusuf


Aletha dan Yusuf terpaksa terjebak macet selama 45 menit, Yusuf segera menancapkan gasnya saat hujan kembali turun. Dan akhirnya mereka sampai di komplek elit tempat tinggal Aletha


Aletha dan Yusuf pun masuk kerumah Aletha saat sampai di sambut oleh pembantu kediaman Aletha, "Nona muda selamat datang kembali"


"Bibi tolong buatkan air hangat aku dan dia, juga buatkan makanan" ujar Aletha


"Siap non! oh ya tuan muda mari saya antar ke kamar tamu"


Aletha masuk ke kamarnya mengganti baju dan membersihkan diri, Aletha langsung menyambar ponselnya menghubungi Adnan


[Bang Adnan]


Hallo Aletha?


[Me]


Abang dimana?

__ADS_1


[Bang Adnan]


Abang baru dari kantor polisi ini abang mau balik untuk mengurus pengacara papah, tapi ini macet sama hujan


[Me]


Aletha tunggu dirumah


Tutt tutt tutt


Aletha mematikan ponselnya dan langsung turun untuk mengisi perutnya karna semua ini juga butuh tenaga


Aletha sampai di meja makan sudah ada Yusuf yang sedang menunggu, "Maaf membuat Ustadz lama" Aletha menarik kursi duduk di depan Yusuf


"Ustadz silahkan makan!"


Yusuf mengangguk dan memakan dalam hening bersama Aletha. Tak lama Adnan datang dengan basah sebagian. Aletha langsung berlari memeluk kakaknya


"Udah gakpapa papah itu gak salah" ujar Adnan menenangkan Aletha dengan mengelus-ngelus rambut Aletha


"Hiks hiks.. A.. a aku gak terima... hiks hiks.. papah di bully.. dan di fitnah... hiks hiks"


"Tenang abang udah hubungin pengacara keluarga kita tapi sepertinya akan memakan waktu"


Yusuf pun berjalan menghampiri Adnan, "Jika kamu berkenan teman saya seorang pengacara"


Adnan langsung berbinar, "benarkah? bisa kamu hubungi teman kamu?"


"Bisa saya akan menghubunginya"


****


"Papah akan segera keluar dari sini" ujar Aletha yakin


"Maaf pak bram waktu kunjung sudah usai!"


Dengan terpaksa Aletha melepas papahnya untuk kembali ke sel. Aletha menghampiri kakaknya, Yusuf, dan satu perempuan yang berprofesi pengacara


"Kita bisa melakukan sidang besok, sementara anak buah saya sedang melakukan penyelidikan" ujar Myla si pengacara


"Terimakasih Myla sudah datang"


"Sama-sama Yusuf" Myla tersenyum manis menanggapinya


Aletha dan yang lainnya pun kembali ke kediamannya Myla juga ikut serta. Saat sampai mereka pun berkumpul di ruang tamu


"Kasus ini seperti di sengaja" gumam Myla


Adnan menatapnya tajam, "Begini papah kamu seperti di jebak!"


"Aku juga sangat yakin jika ini hanya jebakan!" ujar Adnan


"Tenanglah besok kita akan melakukan sidang!"


Myla pun memandang Yusuf, "Apa gadis ini pacarmu suf?"


Yusuf terbelalak begitupula dengan Aletha. Myla tidak mengetahui jika Yusuf sekarang seoranf Ustadz, "Bu bukan dia anak didik ku"


Myla mengkerutkan keningnya, "Apa kamu seorang guru?"


"Dia ustadz di pondok pesantren tempat ku tinggal" sahut Aletha

__ADS_1


"Ja jadi kamu seorang Ustadz?" Myla tak percaya karna Myla sangat mengetahui bagaimana Yusuf. Karna mereka sudah berteman sangat lama


"Iya aku seorang Ustadz!"


Myla tersenyum dan mengangguk, "Baiklah saya permisi kita atur pertemuan besok di pengadilan jangan sampai terlambat"


****


Saat ini Aletha tengah deg deg an bukan deg deg an karna sedang jatuh cinta tapi deg deg an mendengar perdebatan Myla dengan lawan pengacaranya


"Tenanglah Myla orang yang pintar" ujar Yusuf yang berada di samping Aletha


Hakim pun akhirnya mengangkat suara,


"DINYATAKAN SAUDARA BRAM TIDAK BERSALAH"


TOK TOK TOK


Palu sudah di ketuk oleh hakim Bram dinyatakan bebas dan tidak bersalah. Aletha sangat senang langsung memeluk papahnya


"Aku percaya papah gak pernah lakuin itu"


Bram tersenyum mengelus rambut anaknya, "Papah tidak akan mengecewakan kamu nak.."


"Terimakasih, Nona Myla." ujar Adnan tersenyum manis


"Sama-sama saya senang bisa menjadi pengacara keluaraga anda. kalau begitu saya pamit undur diri"


Keluarga Aletha bersama Yusuf pun berjalan keluar di pengadilan baru sampai pintu sudah banyak wartawan yang mengerumuni.


Adnan dan Yusuf membantu memberikan jalan untuk Aletha dan Papahnya. Mereka pun masuk mobil dan melajukan mobilnya untuk kembali kerumah


"Papah tahu enggak kalau Ustadz yusuf gak hubungin temennya mungkin papah bebasnya besok" tutur Aletha semangat


"Oh ya terimakasih ya nak Yusuf"


Yusuf tersenyum dan mengangguk, "Nak.. Yusuf bisa kita bicara berdua?" pinta Bram


Yusuf mengangguk, lalu Bram bangkit dari duduknya berjalan menuju ruang kerjannya di ikuti Yusuf yang di belakangnya


"duduk disini suf" Bram menepuk sofa agar Yusuf di sebelahnya


Yusuf pun duduk di sebelah Bram, "ada yang ingin bapak bicarakan?"


Bram menghela nafas panjan, "Apa kamu mencintai anak saya?"


Yusuf terdiam perasaannya kali ini campur aduk, "Jujur saja saya tidak akan marah"


Yusuf mengehela nafas, "Saya memang mencintai anak anda pak, tapi saya takut jika Aletha tidak memiliki perasaan yang sama"


"Apa kamu bodoh?"


Yusuf tersentak kaget, "Aletha itu mencintaimu! mana mau dia di boncengkan laki-laki lain selain kakaknya dan saya, dia itu tidak gampang berdekatan dengan laki-laki, Bara itu termasuk laki-laki hebat bisa menjadi kekasih Aletha tapi sayang Bara bodoh dalam bersyukur.."


Yusuf terdiam mencerna perkataan Bram, "Kamu ini hebat bisa membuat anak saya mau di boncengkan kamu, saya harap kalau kamu memang menyukai anak saya, saya tidak keberatan jika Aletha menikah lulus SMA"


Yusuf kembali tersentak kaget, "Ja jadi Pak bram merestui saya?"


Bram mengangguk, "Aletha itu orangnya gengsian gak mau ngaku!"


TBC❤

__ADS_1


__ADS_2