
Di halaman depan Pesantren, Aletha tak henti-hentinya menggerutu serta menyumpah serampah Ustadz menyebalkan tersebut. Sedangkan Yusuf sedari tadi memperhatikan Aletha yang sedang menyapu
"Jangan banyak menggerutu lakukan yang benar!" teriak Yusuf kemudian terkekeh saat mendapat tatapan tajam Aletha
"Huh Ustadz menyebalkan! untung ganteng kalo gak udah gue tendang tuh" gerutu Aletha lirih
Tanpa sadar Yusuf sudah berada di belakang Aletha dan mendengar gerutu Aletha, "Apa saya setampan itu hingga membuatmu tidak tega menendang saya?"
Sontak saja Aletha terkejut. Aletha membalikan tubuhnya matanya melotot mendapati Ustadznya berada di depannya "Sial ini ustadz pasti udah kepedean gue puji-puji!" rutuk Aletha dalam hati
"Sudah cukup pergilah beristirahat, saya tidak mau menggendongmu kalo pingsan!"
"Saya boleh pergi sekarang Ustadz?" tanya Aletha semangat
Yusuf pun mengangguk mantap "selalu berikan salam terlebih dahulu sebelum pergi!"
Aletha pun tersenyum manis ke Yusuf "Assalamualaikum Ustadz ku"
"Waalaikumsallam" sahut Yusuf
Aletha pergi dengan semangat tujuannya sekarang adalah 'Tidur' karna sudah sangat lelah. Sedangkan Yusuf hanya tersenyum-senyum sendiri saat membayangkan wajah imut Aletha
"Mending langsung di lamar aja Ustadz" celetuk seorang Pria paruhbaya yang tak lain Kyai sobri
"Eh pak kyai?"
"Sebenarnya kamu itu tidak baik berdua-dua saja dengan perempuan, tidak baik juga memperhatikannya padahal dia bukan mukhrimnya" tutur Kyai Sobri
Yusuf hanya menundukan kepalanya, "Maaf Pak kyai, saya selalu khilaf"
"Memintalah maaf kepada Allah, suf! berdoalah semoga gadis itu jodohmu!"
Yusuf yang mendengar tersenyum lebar "Baik Pak kyai, Assalamualaikum" pamit Yusuf dengan semangat
****
"Yallah ampunilah hamba mu ini karena sudah melihat apa yang belum halal ya allah, maafkan hamba yang sudah berzina ini ya allah. Jika Aletha jodoh saya maka dekatkanlah ya allah jika Aletha jodoh orang lain maka jadikanlah orang lain itu adalah saya... Amin" tutur Yusuf setelah menyelesaikan solatnya
Yusuf pun membuka Al-Quran dan membacanya. Suaranya yang merdu membuat para santri wati semakin terpesona kepada Yusuf. Tidak hanya pintar mengaji Yusuf juga orang yang pintar dalam pelajaran lainnya. Yusuf baru saja menyelesaikan kuliahnya dan baru pulang dari Arab karna sebuah lomba. Rezeki itu tengah berada di diri Yusuf hingga membuat Yusuf dan Pondok pesantren An-nur harum. Tentu saja hal tersebut membuat bangga Pak Kyai dan seluruh warga Pondok pesantren membuat Yusuf menjadi di segani.
Kepulangannya dari Arab bertambah eksotis saat bertemu dengan gadis seperti Aletha. mungkin yang melihat Aletha bisa disebut 'Cantik-cantik galak?' ya memang benar Aletha sangat cuek, dingin, datar, galak, dan penuh tanda tanya? Hal itu membuat Yusuf tertarik dengan Aletha.
Setelah selesai membaca Al-Qur'an, Yusuf pun keluar dari Masjid. Matanya terbelalak saat melihat para santri wati berada di depan Masjid
__ADS_1
"Kenapa kalian berada disini?" tanya Yusuf datar
Para santri wati tidak menjawab mereka semua hanya tertunduk malu. Yusuf pun menyangkal jika mereka datang karna suara lantunan ayat-ayatnya
"Kalo kalian tidak bisa mengatakan tidak apa-apa saya permisi. Assalamualaikum" pamit Yusuf tanpa basa basi
Hal itu membuat para santri wati kecewa menatapnya. Yusuf berubah datar dan dingin saat bersama santri wati yang lain tapi berubah menyebalkan saat bersama Aletha
****
Aletha masih menikmati tidur siangnya. Sungguh bersyukur karna tidur cantiknya tidak ada yang menganggu. sudah berlalu 1 jam Aletha tidur siang
Aletha pun menggeliat menatap jam dinding yang ternyata sudah pukul 16.00 perkiraannya tidur 1 jam itu salah pasti Aletha sudah tidur berjam-jam
"Akhirnya kamu bangun, tha" celetuk Tari yang baru datang
Aletha pun duduk di ranjang menyandarkan tubuhnya di ranjang, "Lo tau kan gue lelah banget!"
"Iya aku tahu, kamu cepat mandi kita harus ke masjid mau ngaji sore!" titah Tari
"What!? ngaji?"
"Iya Aletha tenang aja gurunya Ustadz-ustadz apalagi sama Ustadz Yusuf" ucap Tari sambil mesem-mesem
"Maka dari itu Aletha, karna kamu gak bisa ngaji kamu harus belajar ngaji biar bisa"
"Tapi, Naj. gue males ketemu sama Ustadz sok ganteng itu"
"Kamu sekarang males-males tha besok-besok rindu kamu sama Ustadz Yusuf" goda Tari
Aletha yang mendengar hanya memutar bola matanya malas. Karna di paksa oleh Tari dan Najwa akhirnya Aletha mengiyakan permintaannya. Aletha pun pergi mandi setelah mandi Aletha memakai pakaiaannya
"Ayo deh gue udah siap" ajak Aletha semangat
"Kamu gak sabar ya tha ketemu Ustadz ganteng!"
"Udah, Tari jangan godain Aletha terus!"
Akhirnya mereka bertiga pun berjalan ke masjid. Masjid sudah di penuhi para santri dan santri wati kedatangan Aletha membuat mata tertuju kepadanya
Aletha tetap cuek dan duduk berbaur dengan santri wati lainnya. Tari dan Najwa menjadi guru mengaji untuk para santri dan santri wati junior yang masih kecil
Aletha hanya diam sembari membolak-balikan buku Iqro karna dirinya juga tidak bisa membacanya. Yusuf sedari tadi memperhatikan Aletha yang hanya membolak-balikan bukunya. Yusuf berinisiatif untuk mengajari Aletha, belum sempat Yusuf menghampiri Aletha sudah di dahului Zulfan
__ADS_1
"Assalamualaikum" sapa Zulfan
"Wallaikumsallam" ketus Aletha
"Kamu gak bisa ngaji tha?"
Aletha hanya menggeleng dan wajahnya datar, "Mau aku bantu?"
"Emang lo bisa?"
Zulfan terkekeh mendengarnya, "Insyallah bisa. sini aku ngajarin kamu dari awal dulu"
Aletha pun mangut-mangut, Aletha pun diajari mengaji oleh Zulfan. Dari arah lain Yusuf sudah memperhatikannya entahlah dia sangat tidak suka melihat Zulfan mengajari Aletha
"Ustadz cemburu to sama Zulfan?" tanya Fiki yang berada di samping Yusuf
Sontak saja Yusuf terkejut karna terpergok cemburu, "Tidak saya tidak cemburu!"
"Ah yang bener Ustadz kaya gak suka gitu liat Zulfan deket-deket mbak Aletha"
"Tidak saya tidak apa-apa sudah kamu ajarin mengaji para santri junior saja" ucap Yusuf kemudian pergi
Aletha sudah lulus satu lembar Iqro. Aletha mengira belajar mengaji sulit tapi ternyata sangat mudah dan seru
"gue ke kamar mandi bentar ya." pamit Aletha di angguki Zulfan
Aletha pun pergi ke kamar mandi. Karna kebelet dan lantai yant kebetulan licin membuat Aletha tergelincir dan kehilangan keseimbangannya belum sempat Aletha mencium keramik kamar mandi sudah ada tangan kekar yang memeluk tubuhnya
Pandangan mereka bertemu mereka bertatap lama. Aletha tidak menyangka jika dihadapannya adalah Ustadznya. Aletha yang tersadar dari lamunnya pun menjauh kepada Yusuf
"Ustadz ngapain peluk-peluk saya?" ketus Aletha
"Saya terpaksa peluk kamu, kalau saya gak peluk kamu, kamu bisa jatuh nanti"
"kenapa juga pelukannya gak di lepas-lepas"
"Kalau saya lepas nanti kamu jatuh lagi" ucap Yusuf tak mau kalah
"Ustadz juga ngapain di kamar mandi santri wati? apa Ustadz mau ngintipin saya?" tuding Aletha
Yusuf terbelalak kaget karna sudah di tuduh, "Enak saja saya bukan laki-laki seperti itu, saya tadi liat kamu mau jatuh jadi saya tolongin"
Aletha pun membuang muka karna wajahnya sudah sangat malu, "Udahlah Ustadz pergi sana!" usir Aletha
__ADS_1
TBC