Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#48


__ADS_3

*Budayakan Like Sebelum Baca❤


**Hallo siapa yang udah kangen Ustadz yusuf???😭


lanjut kecerita***


"Apa maksud kamu, Arjuna?" Willy bertanya dengan membentak


Arjuna hanya bisa menghela nafas. "Aku tidak bisa menikah dengan, Aletha. Aletha kamu larilah keluar, di luar ada pria yang sedang kamu tunggu"


Aletha tampak bingung, lalu Arjuna kembali berbicara. "Ustadz yusuf datang kemari"


Dan di saat nama itu disebut, Aletha bangkit. Bahkan kain jariknya dia jinjing agar memudahkan saat berlari


Aletha terus berlari, karna memang masjidnya sangat besar membuatnya kebingungan. Aletha sampai di depan masjid, pandangannya terpaku dengan pria yang berdiri memunggunginya


Jantung Aletha berdetak kencang, kakinya gemetar. Perlahan dia mendekat, mendekat dan semakin dekat. Aletha berada tepat di belakang pria itu


Dan saat pria itu membalikan badannya, Aletha tidak bisa menyembunyikan keterjutannya, air matanya menetes deras, bahkan mulutnya membuka


Grep


Tanpa kata apapun, Aletha memeluk Yusuf. Memeluknya erat sangat erat, Yusuf membelai rambut Aletha. Saling melepaskan kerinduan yang mereka tahan, saling menguatkan. Kedua insan yang dipisahkan oleh jarak dan waktu kini bertemukan dengan sebuah keajaiban


"Saya rindu dengan, Ustadz hiks hiks...." Aletha terus terisak, dan enggan melepas pelukannya


"Saya juga sangat rindu dengan kamu" suara itu, suara serak itu yang Aletha tunggu, kini dia bisa mendengarnya jelas


Orang-orang yang melihat menjadi terharu, Arjuna yang melihat bukannya patah hati malah bahagia


"Pak, Ustadz. Maaf ganggu rindu-rinduannya, Halalin dulu atuh baru peluk sampe puas" goda Arjuna


Yusuf terkekeh lalu melepas pelukannya, mengelus kepala Aletha. "Kamu cantik" dua kata itu mampu membuat pipi Aletha merah


"Oh, iya. Bukannya kamu yang mau menghalalkan, Aletha?" goda Yusuf kepada Arjuna


Arjuna malah terkekeh mendengarnya, "Saya sekarang sadar, jika cinta Aletha hanya untuk, Pak Ustadz seorang. Saya juga sadar bahwa cinta tidak dapat di paksakan, dan saya tunggu undangannya" jawaban mantap dari Arjuna membuat Yusuf kagum


"Terimakasih, sudah menjaga Aletha"


Arjuna kembali mengangguk dan tersenyum, seorang pria paruhbaya yang sangat merindukan, Yusuf. itu ikut mendekat memeluk, Yusuf erat. Yang selama ini disebut pribadi yang tegar kini meneteskan air mata


"Kemana saja kamu, Nak? Saya sangat rindu dengan kamu" Yusuf membalas pelukan pria paruhbaya itu, pelukannya senyaman pelukan seorang ayah


"Saya juga sangat merindukan, Pak kyai"


Bram dan Adnan mendekat ke Yusuf, Bram memeluk Yusuf. "Maafkan saya, Yusuf. Saya hampir saja melepaskan putri saya kepada, Arjuna"


Yusuf membalas pelukan, Bram. "Saya kembali di waktu yang tepat"

__ADS_1


Lalu pandangan, Yusuf kembali kepada gadisnya, gadis yang sangat di rindukannya. Dia masih menintikan air matanya


"Kesedihan yang terlalu berlebihan itu tidak baik, berhentilah menangis, tuhan sudah mengirim saya untuk menepati janji saya" Aletha yang mendengar ujaran Yusuf malah semakin menangis


"Sa--saya pikir, Ustadz akan meninggalkan saya untuk selama-lamanya. Saya ingin menyerah, saya pikir jika, Ustadz. Tidak akan pernah menepati janji"


Yusuf malah terkekeh mendengarnya. "Bukankah, Janji itu adalah hutang? Dan saya sudah berjanji harus kembali maka seberapa lama pun saya pergi, kamu tetap adalah tempat singgah saya"


Aletha bahagia, pria yang selama ini dia rindukan kembali. Tak sia-sia dia berdoa, dan selalu berdoa mengharapkan sebuah keajaiban ada


"In untukmu" Yusuf memberikan mawar putih. "Maafkan saya, saya sangat lama menepati janji" tambahnya


"Kenapa mawar putih?" Aletha bertanya


"Penjaga toko mengatakan, mawar putih adalah lambang permintaan maaf. Penjaga itu juga pernah mengatakan pernah mendapatkan seorang pembeli gadis cantik yang menginginkan mawar merah untuk seseorang yang dia rindukan"


Aletha mengingat dimana dia pernah membeli mawar. "Ah itu terimakasih, Ustadz..."


"Ya?"


"Ustadz, hutang penjelasan kepada saya"


"Oh, astaga"


****


"Di minum tehnya, Tuan"


Setelah pembantu itu pergi, Aletha tiba di taman belakang rumahnya duduk bersantai dengan, Yusuf. Mereka duduk dengan jarak


Sedangkan yang lain mengobrol di ruang tamu, membahas tentang bisnis Willy dan Bram


"Sekarang, Ustadz harus ceritakan semua kepada saya!"


Yusuf meletakan tehnya, mengambil nafas dalam. "Saya terperangkap di tengah lautan, Aletha. Selama 7 hari saya harus bertahan hidup---"


"7 hari? Berarti, Ustadz gak makan dong?" potong Aletha dengan panik


"Untuk bertahan hidup saya hanya meminum air laut, awalnya kami ada berkisar 10 penumpang yang masih bertahan hidup. Kita menggunakan bangkai pesawat untuk mengapungkan tubuh kita, hingga keserakahan terjadi, terjadilah bunuh membunuh. Hingga ada bapak yang membunuh anaknya, dengan alasan tidak ingin anaknya sengsara. Saya sangat trauma saat itu, bagaimana mayat-mayat mengapung di sekeliling saya, hingga ada Ibu paruhbaya mencoba merebut bangkai pesawat yang saya pakai, saya berpikir untuk mati saja, mungkin tidak akan ada yang menolong saya. Namun, saya mengingatkan kamu, saya harus pulang. Dan..." suara Yusuf menjadi gemetar, dia meneteskan air mata


"Sa--saya benar-benar gak sengaja, Aletha. Saya terpaksa membunuh, Ibu paruhbaya itu.... hiks hiks, Saya pembunuh" Yusuf terisak merasakan penyesalan


"Enggak, Ustadz gak salah. Seharusnya, Ibu iti sudah sadar, dia punya bangkai pesawat sendiri,seharusnya dia merasa cukup. Ustadz gak salah!!" bela Aletha


"Dan sebuah keburuntungan, waktu itu"


FLASHBACK KECELAKAAN PESAWAT


Sudah satu minggu Yusuf dan penumpang yang tersisa hanya meminum air laut, mereka tersisa 4 orang. Mayat-mayat mengapunt di sekitar mereka

__ADS_1


Tak henti-hentinya, Yusuf. Terus beristigfar menyebut nama-nama Allah. Dan keajaiban itu ada, kapal besar mendekat kepada mereka


Keluarlah gadis cantik berwajah asia yang, Yusuf. Kenali, orang-orang itu menyelamatkan Yusuf. Bahkan mayat-mayat pun di bawa


Yusuf hanya bisa mengucapkan puji dan syukur. "Chealse?"


Brak


Yusuf sudah kehilangan kesadarannya, Chelsea membawa, Yusuf ke rumah sakit besar di Jakarta. Setelah mendaptkan pertolongan pertama kini Yusuf sudah siuman


Namun, kini ada masalah. Psikiater mengatakan, Yusuf terkena gangguan mental. Dia takut bertemu dengan banyak orang, dan enggan berbicara


Dengan sabar, Chelsea. Selalu membantu, Yasuf. "Hallo, Yusuf. Kamu mau solat?"


Tidak ada jawaban hanya sebuah anggukan kecil, Chelsea juga memperlihatkan foto, Aletha. "Look, gadis ini adalah calon istrimu, kau harus sehat dan kembali kepadanya!"


Selama 7 bulan Yusuf mendapat perawatan, dia bahkan sudah pernah bertemu dengan Aletha. Namun, takut untuk menyapa


Dan pada suatu hari. "Yusuf, Aletha akan menikah!!"


"Whatt!"


Chelsea melemparkan kunci mobilnya. "Pergilah"


"Bagaimana dengan pernikahan kita?"


"Aku tahu kau hanya mencintai, Aletha. Kejarlah sebelum terlambat. I fine"


Yusuf tersenyum kepada Chelsea, "Thank you, Chelsea. Aku tidak pernah melupakan jasamu"


Yusuf mengemudikan mobilnya, menuju tempat pernikahan, Aletha. Sebelum itu dia pergi ketoko bunga


"Hay, anak muda bunga apa yang kau cari?"


Yusuf tersenyum kepada Ibu paruhbaya penjaga toko bunga tersebut, "Aku ingin bunga menggambarkan permintaan maaf, untuk gadis yang aku cintai, aku sudah lama tidak bertemu dengannya"


Penjaga toko itu tersenyum. "Apa kau mau mawar putih? 2 bulan yang lalu ada seorang gadis ingin menemui orang yang dicintainya, mereka terpisah lama. kuberikan dia mawar merah"


Yusuf menerima mawar putih itu. "Ini uangnya, Bibi" sembari memberikan 2 lembar seratus ribuan


"Hanya 50 ribu ini terlalu banyak"


"Sisanya adalah rezeki, Bibi"


Penjaga toko itu tersenyum, lalu Yusuf kembali melajukan mobilnya. Saat sampai Yusuf berlari dan mendapati gadisnya tengah bersanding dengan pria lain


FLASHBACK END


"Jika memang tuhan menakdirkan kita bersama, dari sudut bumi manapun kita pasti di pertemukan" - Yusuf

__ADS_1


TBC❤


__ADS_2