
Aletha berpikir LDR adalah hal yang mudah, tapi! salah. LDR adalah hal berat dimana kedua insan yang saling mencintai harus terpisahkan oleh jarak dan waktu
Sudah hampir satu bulan Yusuf berada di eropa, Aletha yang merasa rindu hanya bisa menangis lirih, hal itu juga membuat kedua sahabat Aletha ikut iba
"sabar Aletha... Ustadz yusuf kerjakan juga buat kamu" ujar Najwa lembut
"hiks hiks... ini udah mau satu bulan dan gue gak ketemu sama Ustadz yusuf hiks hiks" Aletha terisak lirih sudah dari kemarin Aletha merasakan rindu menggebu-gebu
"Bagaimana kalau kita mencari kesibukan lain? yang lebih bermanfaat?" usul Tari
"Bener juga kamu tar... aku setuju!" Najwa juga ikut semangat
"mau ngapain?" dengan malas Aletha menanggapi
"kita main aja yuk ke sd depan? kita bantuin Ustadz alham"
"Males tar kalau kesana" Aletha kembali membaringkan badannya di ranjang
"Ayolah tha, biar ada kesibukan jadi kita gak bosen"
"gue males tar, di ledekin anak-anak suka sama Ustadz alham, ga tau apa kalo calon suami gue lebih ganteng dari Ustadz alham"
Tari dan Najwa yang mendengar terkekeh geli, "Ya ampun tha cuma di ledekin yang penting kan gak beneran"
"Bener kata Tari tha.... yang penting gak beneran" tambah Najwa
Aletha mendengus kesal, "Ya udah ayo"
"Yeyyy!!"
"yaudah buruan dong! apa gak jadi aja nih?"
Dengan semangat Tari menggandeng Aletha agar jalannya cepat. "Pelan-pelan dong gak usah tarik-tarik gini"
Tari hanya nyengir memperlihatkan gigi putihnya, "Kok lo semangat banget sih tar?"
"Aletha, Kita harus semangat kan mau ngajarin ngaji"
"Ngajarin ngaji apa godain Ustadz alham?" goda Najwa membuat pipi Tari merah
"Gimana sih lo katanya sukanya sama, Kevin?"
Tari hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Ah udah yuk, Jalan cepetan" mengalihkan cerita Tari mendorong kedua temannya
Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di Sekolah Dasar Garuda. Sekolah sempit yang memiliki siswa dan siswi semangat belajar. Walau sekolah itu hanya memiliki 3 kelas dan itu selalu gantian. Namun, Siswa-siswi itu tetap berangkat sekolah, Kadang di sekolah elit saja banyak siswa dan siswi membolos mereka tidak memikirkan bagaimana orang tuanya bekerja untuk membayar sekolahnya?.
Anak-anak SD Garuda mendapatkan buku-buku, seragam bekas. Namun, mereka tetap memiliki semangat belajar
Aletha ddk berjalan di ruangan yang lebih luas yang sudah ada Alham, tengah memberikan soal-soal di board. alham mengajar menjadi guru ngaji di SD tersebut tidak di bayar
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
"*Horee kakak cantik kesini lagi!"
"Yeyy ada kakak-kakak cantik lagi*"
Teriakan-teriakan anak-anak SD tersebut sangat riuh dan semangat. Alham pun mendekat kepada Aletha ddk
"Kalian datang kemari lagi? Bukannya sekarang jadwalnya, Ustadzah aisyah"
"Betul, Ustadz. Sebenarnya hari ini jadwal Ustadzah aisyah, Tapi kami sudah meminta izin agar kami yang membantu Ustadz mengajar" jelas Najwa
Alham tersenyum lebar, dalam hatinya bahagia bisa melihat Aletha. "Baiklah, Terimakasih sudah mau membantu dengn ikhlas"
"Sama-sama Ustadz"
Seperti biasa mereka mulai mengambil posisi masing-masing, Aletha harus kembali dengan anak-anak nakal yang tidak mau membaca dan susah di rayu
Aletha membuang nafas berat lalu memaksakan senyum kepada anak-anak tersebut. "adek-adek ayo membaca dulu" teriaknya malas
Yang di panggil malah lari-larian, sembari memainkan pesawat dari kertas.
"Astaga sabarkan hamba ya allah" gerutu Aletha kesal
****
Eropa
"Pak, Setelah ini anda akan rapat lagi dengan, Nona chelsea"
Yusuf menatap sekertarisnya, lalu berpikir sejenak. "Batalkan rapatnya, hari ini saya mau istirahat"
__ADS_1
"Tapi, Pak. Nona Chelsea mau membicarakan tentang rancangannya, Pak"
"Baiklah, Kamu saja yang handle, Saya lelah saya mau pulang saja"
Jane hanya bisa mengangguk patuh. "Baik, Pak"
Yusuf meninggalkan kantor, sedangkan Jane mengambil alih pekerjaan Yusuf. 20 menit kemudian Chelsea dan Mona sampai di perusahaan Yusuf. Chelsea dan sekertarisnya telah menunggu di ruangan rapat
Tak lama Jane datang, "Buon pomeriggio, signorina Chelsea (Selamat siang, Nona Chelsea)"
"Buon pomeriggio, Jane (Selamat siang, Jane)" sahut Chelsea dengan senyum merekah
"Mari kita mulai rapatnya"
"Wait, Jane. Where is President Yusuf?" tanya Chelsea semangat
"Sorry, Nona. Presdir Yusuf, Sedang istirahat saya diminta untuk menggantikan"
Chelsea mengangguk pelan ada rasa kecewa dihatinya, Akhirnya Chelsea mengikuti rapat dengan tidak semangat.
Ditempat lain Yusuf bersantai di rumah Doni, Tidur di ranjang king zisenya.
"Hey brother wake up!!" teriakan tersebut membuat Yusuf terusik dari tidurnya
"Berisik!"
"Oh my god, Lo itu CEO ngapain dirumah? perusahaan lo bisa-bisa bubar"
Karna geram Yusuf melemparkan bantalnya kepada orang tersebut, "Damn it, you are noisy, Doni"
"Wow gue kira lo gak bisa mengumpat, katanya Ustadz" ledek Doni
Yusuf lansung melotot dan bangkit dari duduknya, "Astagfirluloh, maafkan hamba ya allah"
"Lah sekarang udah balik alimnya" Doni menatap sinis Yusuf, di balas tatapan tajam juga dari Yusuf
"gue pengen balik ke indonesia"
"What? You crazzy?"
"Tidak perlu berteriak, Doni. Lo bikin telinga gue sakit, gue mau balik ke indonesia ini udah satu bulan, perusahaan juga udah berkembang"
"you're seriously?"
Yusuf dengan santainya memasukan barang pentingnya ke koper, "Yes, gue serius. gue harus ketemu sama Aletha, gue udah berdoa setiap malem tapi gue udah rindu. Tenang aja setelah nikah nanti gue bakal pegang perusahaan yang di Jakarta"
Lemparan bantal kedua di berikan kepada, Doni
"Oh my hod, damn pillow!"
****
"Assalamualaikum wr wb"
"Assalamualaikum wr wb"
Solat Magrib dan Isya telah di laksanakan warga pondok pesantren An-nur. Aletha ddk berjalan menuju asrama masjid
"Aletha..!!" panggil Kevin
Aletha menoleh ke Kevin, "Ada apa?"
"Tadi kata Ustadzah aisyah, Ustadz yusuf mau pulang"
"Seriously?"
"Hmmm" Mata Aletha berbinar dengan semangat Aletha berlari ke kamar Ustadzah aisyah
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum! Ustadzah...!!"
Ceklek
Pintu di buka menampakan Ustadzah aisyah. "Ada apa Aletha?"
"Tadi, Kevin bilang. Ustadz yusuf telfon?"
"Oh iya benar, kamu mau telfon, Ustadz yusuf?"
__ADS_1
Mata Aletha kembali berbinar. "Boleh, Ustadzah?"
Ustadzah aisyah hanya mengangguk dan tersenyum. Aletha dengan semangatnya menerima handphonenya dan langsung menghubungi Yusuf
[Me]
Hallo? Assalamualaikum
[Ustadz Yusuf]
Waalaikumsallam, Aletha?
[Me]
Iya Ustadz, Ustadz mau pulang?
[Ustadz Yusuf]
Besok saya pulang
[Me]
Ustadz beneran?
[Ustadz yusuf]
Iya saya ngapain bohong sama kamu
[Me]
Yey, Aletha tunggu ya Ustadz
[Ustadz yusuf]
Iya, Kamu jangan lupa makan, jangan lupa ibadah, rajing mengaji, pokoknya tunggu saya sampai pulang.
[Me]
Saya bakal tetep nungguin Ustadz yusuf
[Ustadz yusuf]
Tapi kalo Ustadz pulangnya lama gimana?
[Me]
Sampai kapan pun saya akan tetap tungguin Ustadz
[Ustadz yusuf]
Yang bener kalo saya gak pulang? dan saya malah pergi jauh
[Me]
Yasudah saya akan susul kemana pun Ustadz pergi
[Ustadz yusuf]
Bagaimana kalo Ustadz perginya ke tempat allah?
[Me]
-
[Me]
-
[Me]
Ustadz jangan bicara seperti itu pokoknya Ustadz harus pulang!!!
Tutt
tutt
tutt
Aletha yang kesal dengan ucapan Yusuf langsung mematikan ponsenya sepihak. "Kenapa hari ini, omongan Ustadz yusuf beda?"
Kring
📩 Ustadz yusuf
__ADS_1
Jangan ngambek saya cuma bercanda, saya besok naik penerbangan air one
TBC