Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#54


__ADS_3

Budayakan Like Sebelum Baca❤


MERIAH. Itulah satu kata yang bisa di ucapkan, untuk menggambarkan malam ini. Malam dimana resepsi pernikahan di adakan


Pondok pesantren An-nur, kini di penuhi para undangan yang datang. Dari kolega-kolega bisnis Bram dan Yusuf, Teman-teman Aletha dan Yusuf


Aletha masih di dandani di ruang rias. MUA yang sama masih menghias wajah, Aletha. Tidak sendiri, sahabat-sahabatnya juga ikut di rias. Aletha mengenakan gaun panjang berwarna merah muda kali ini Aletha tampak lebih anggun


Sahabat-sahabatnya pun, menggunakan gaun-gaun pilihannya. 2 jam mereka bermake up kini Aletha sudah tampak cantik


"Wah, Cantik banget kamu, Aletha" Aletha tersenyun mendengar pujian Tari


"Eh, Kita selfie dulu yuk. Masa kaya gini gak di abadikan" ujar Dina heboh


Mereka pun mengambil posisi untuk mengambil foto selfie


Cekrek


Cekrek


Cekrek


"Uhh, Bagus banget. Harus gue post nih di medsos"


"Kita keluar yuk, acara udah mau di mulai" Najwa pun mengangkat suara, setelah mengecek ponselnya


Yang lain pun mengangguk, Dengan di gandeng sahabat-sahabatnya Aletha berjalan menuju belakang Pesantren. Di dekat danau, acara resepi bertema outdoor. Seperti yang di katakan Aletha, panggung putih, kursi putih, meja putih, dan tenda putih serta dihias balon-balon dan lentera


Kedatangan, Aletha menyita puluhan pasang mata. Bahkan pria berjas rapi yang tampak gagah itu pun terkesima. Pandangan, Aletha jatuh kepada pria gagah tersebut


Yusuf menyambut, Aletha. Meraih tangannya lalu menciumnya, Mereka pun berdiri di panggung menyambut para tamu yang berdatangan dengan di iringi lagu-lagu populer dari Band ternama


Para tamu pun berbaris untuk mengucapkan selamat. Di samping, Aletha sudah ada Kakak dan Papahnya. Di samping Yusuf ada Pak kyai dan Istrinya


Kolega bisnis Bram pun ikut memberi selamat. "Selamat, Pak bram. Akhirnya putrimu menikah" Bram tersenyum, lalu menjabat tangan salah satu rekan kerjanya


Tak lama teman-teman, Aletha tiba. Dari mulai kenalan-kenalannya dulu, teman SMAnya dan lain-lain mereka memberi selamat kepada Aletha dan Yusuf


"Selamat ya tha, yang langgeng loh" Aletha menerima uluran tangan temannya itu


"Eh, beib. Selamat loh, jangan lupa mampir ke Mall, ih suami mu ganteng banget sih beib" Aletha tersenyum mendengar celoteh Teh santo


"Makasih, Teh. Udah jauh-jauh dateng"


Dan tak lama pria berperawakan tinggi memberi selamat kepada Aletha dan Yusuf


"Selamat ya, Gue ikut seneng kalo lo bahagia"


"Makasih, Mas cakra udah dateng" Aletha hanya mengantupkan tangannya, Yusuf yang menjabat tangan Cakra


Sahabat-sahabat Aletha menaiki tangga bersama-sama, Memeluk dan mencium Aletha


"Selamat ya tha, semoga keluargamu dan Ustadz yusuf. Sakinah mawadah waromah" Aletha memeluk Najwa setelah Najwa memberikan doa


Lalu, pria jakung yang sangat Yusuf kenal pun memberi selamat


"Selamat ya, bro!"

__ADS_1


"Iya makasih doanya" Yusuf memeluk Doni


"Gue belum doain lo bro" bisik Doni dengan cekikikan


Wajah, Yusuf pun berubah masam


Selanjutnya adalah pria berkaca mata berwajah jawa tulen itu juga memberi selamat


"Selamat ya tha, dan Pak Ustadz, jangan lupain gue. Cowok terganteng" Aletha tertawa mendengar perkataan Adit


Tamu selanjutnya yang memberi selamat adalah orang yang sangat, Aletha kenal. Bahkan dia membawakan bunga


"Selamat ya tha dan Ustadz yusuf. Mungkin cinta gue dulu gak lo bales, tapi gue bahagia lihat lo bahagia" Aletha menerima bunga pemberian Kevin. "Bahagiakan, Aletha. Saya mengikhlaskan Aletha untuk Ustadz yusuf"


Yusuf mengangguk, lalu memeluk Kevin. Tamu-tamu berdatangan semakin ramai, Akhirnya tamu mulai senggang mereka mulai menikmati makanan-makanan


Seorang pria tampan mendekat, aroma maskulin sangat kental di tubuhnya. Kedatangannya menyita pasang mata gadis-gadis, pria itu menaiki panggung menatap kedua mempelai yang berbahagia


"Doa gue semoga kalian sakinah mawadah waromah, semoga bahagia ya tha. Gue sekarang sadar cinta itu memang gak bisa di paksakan" Arjuna hanya bisa mengatakan hal itu, lalu dia turun dari panggung


****


"Holla! Selamat malam semua!"


Semua pasang mata beralih di panggung khusus band. Gadis berwajah eropa itu tengah berdiri


"Selamat malam, Silahkan menikmati makanannya. Sebelumnya, My Name is Chelsea, Saya berasal dari Italia. Dan disini saya ingin memberi Selamat dan doa kepada kedua mempelai yang sangat berbahagia" tutur Chelsea lantang dengan bahasa Indonesia campuran


Chelsea lalu turun dari panggung, menaiki panggun tempat Aletha dan Yusuf


"Selamat menempuh hidup baru, Yusuf. Kamu berhak bahagia" hanya itulah yang mampu Chelsea ucapkan


"Terimakasih, Chelsea. Seharusnya saya lah yang sangat berterimakasih, Jika bukan karna kamu mungkin saya tidak bisa bertemu dengan, Aletha" jawab Yusuf


Chelsea lalu memandang, Aletha. "Kamu sangat beruntung di cintai pria seperti, Yusuf. Semoga bahagia"


Aletha memeluk Chelsea, "Terimakasih, Kamu adalah orang yang sangat berjasa buat saya dan Ustadz yusuf"


Air mata Chelsea luruh, dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya


"Ustadz!!!! Ustadz yusuf!!!!"


Seorang gadis dengan pakaiaan yang acak-acakan itu mendekat ke panggung, perutnya membesar orang-orang sangat terkejut. Begitupula, Aletha dan Yusuf


"Reva?"


Gadis itu adalah Reva, perutnya membesar. Reva berjalan ke arah band, merebut pengeras suara


"Ustadz yusuf!!! Ustadz harus bertanggung jawab!!!, Anak ini harus mendapat seorang ayah!!!! Ketahuilah semua! Ustadz yusuf sudah menghamili saya!!!!"


Riuh!!!


Ujaran Reva membuat para tamu berbisik-bisik. Yusuf sangat marah karna dirinya di Fitnah, Aletha tampak terkejut dengan ucapan Reva


Aletha hendak turun dari panggung, Namun di cegah oleh Chelsea. "Biar aku yang urus"


Dengan santai Chelsea mendekat kepada Reva yang menangis. Kini kamera menyorot kepada Chelsea

__ADS_1


"Hey, Kenapa kamu membuat keributan disini?"


Dengan air mata palsu, Reva menatap Chelsea


"Sa--saya hanya ingin meminta pertanggung jawaban, Ustadz yusuf sudah menghamili saya"


Chelsea membuka mulutnya, menampakan wajah pura-pura terkejut. "Seriously? Kapan Yusuf melakukan itu?"


"5 bulan yang lalu" jawab Reva keras dengan air mata deras


Chelsea yang mendengar tertawa keras. "Kamu yakin?"


"Saya sangat yakin!! Ustadz yusuf sudah melakukannya kepada saya! Dia sudah berjanji akan menikahi saya!"


Chelsea semakin tertawa keras


"Oke, Well semuanya harap tenang!!. Oke Siapa tadi nama kamu? Reva?. Oke Reva, sepertinya kamu sedang menghalusinasi. Karna, Ketahuilah, 7 Bulan yang lalu Yusuf mengalami penyakit mental. Dia di rumah sakit sedang mengalami pengobatan dengan dokter psikiater, jika tidak percaya dokter itu ada disini, Namanya Dokter Bella. Dan Reva, mungkin itu anak pria lain. Jadi harap kamu tinggalkan tempat ini"


Deg!!!


Wajah, Reva kini berubah panik. Dia di permalukan, bahkan Ustadz bakrim yang melihat hanya diam, seolah tidak mengenal Reva


"Tolong bawa pergi dia!" Titah Chelsea kepada pengaman acara tersebut


Aletha dan Yusuf menghembuskan nafas lega. Chelsea duduk di kursinya lalu memakan makanannya


Yusuf menggenggam tangan, Aletha. "Maaf karna keributan ini"


"Tidak apa"


Yusuf menarik, Aletha. Membuat Aletha terkejut


"Kita mau kemana, Ustadz?"


Yusuf tidak bicara dia membawa, Aletha ke pinggir danau tempat pertama kali dia dan Aletha di pertemukan


Di kursi dekat danau terdapat beberapa lentera


Yusuf mengajak Aletha duduk, "Tuliskan semua apa yang ada di hati kamu, tentang kamu dan awal pertemuan kita"


Aletha mengangguk lalu mengambil kertas yang diberi Yusuf


***Surat Aletha:


Aku tidak pernah menyangka, jika hari ini aku menikah. Di Pondok pesantren An-nur saksi cintaku dengan pria yang ku cintai


Pondok pesantren? Tempat itu, tempat yang gak pernah aku pikirin, tempat yang bahkan aku rutuki malah mempertemukanku dengan lelaki yang awalnya membuatku jengkel


Dan kini aku gak menyangka jika pria yang dari awal ku tolak mentah-mentah, malah menjadikan dia suamiku


Muhammad Yusuf Ramadhan.


Nama itu, Ya pria yang aku sayangi. Kini aku berjanji, apapun keadaannya aku gak akan pernah kurangi rasa cinta ini kepada pria yang akan aku lihat setiap hari


Dan hari ini aku tahu, ku terbangkan lentera ku, terbang ke langit mengikuti angin malam.


Dan saat ini pun aku sadar bahwa,

__ADS_1


Jodohku Ustadz Pesantren


End***


__ADS_2