
Tak terasa sudah dua minggu Aletha berada di pondok pesantren An-nur. Dari awal Aletha ingin sekali kembali kekota namun entah magnet apa membuat Aletha mengurungkan niatnya
Pada hari ini Pondok pesantren An-nur tengah bersiap menyiapkan lomba 02SN antar sekolah. Di kelas kali ini Yusuf tengah membagi lomba-lomba. Pandangan Yusuf bertuju kepada Aletha yang melamun
"Aletha!!" panggil Yusuf nyaring
Aletha tersentak kaget mendengarnya, "Ustadz bisa gak sih gak usah teriak-teriak nanti kalau saya jantungan gimana!" omel Aletha
"Ikut kamu keruangan saya!"
Aletha mendengus kesal dengan terpaksa Aletha ke ruangan Yusuf. Aletha pun masuk setelah mengetuk pintu dan duduk di hadapan Ustadznya
"Kenapa?" tanya Aletha
"Saya mau kamu mewakili sekolah kita untuk olimpiade matematika"
Aletha yang mendengar mengangkat satu alisnya, "Kenapa Ustadz meminta saya?"
"Saya tau keahilan kamu, saya tau kamu siswi yang cerdas saya tau kamu berkali-kali mendapatkan piala kejuaraan matematika"
"Lantas lombanya kapan?"
"Minggu depan" sahut Yusuf santai
"Apa!!!" teriak Aletha
Yusuf kaget karna teriakan Aletha, "Kenapa kamu harus berteriak? seminggu waktu yang cukup bukan?"
Aletha berdiam seketika, "Oke saya usahakan!"
"Baikalah setelah pulang sekolah kamu ke ruangan saya, saya yang akan bimbing kamu"
Aletha mengkerutkan dahinya menatap intens Ustadznya, "Kenapa harus Usadz?"
"Saya sebenarnya guru matematika disini!"
Aletha hanya mengangguk mengerti, "Baiklah saya permisi!"
"Oh ya latiannya dimulai nanti!" ucap Yusuf sedikit berteriak
****
Yusuf Pov
Hari ini sudah hampir kelas Aletha selesai, aku menunggu diruangan ku karna aku menyuruh Aletha untuk berlatih olimpiade. Sebenarnya aku hanya mengerjai Aletha untuk belajar dengan ku Hahaha maafkan aku Aletha
Guru matematika yang sebenarnya adalah Ustadz Umar. aku merencakan ini agar semakin dekat dengan Aletha aku tidak tahu kenapa secepat ini aku tertarik dengannya. Rasanya aku ingin segera melamarnya dan ingin sekali aku menutupi wajah cantiknya itu aku selalu kesal saat melihat para pria menatap kagum Aletha
Kring kring kring
Bunyi lonceng tanda pulang telah berbunyi, Mataku berbinar aku semangat menunggu. Suara langkah kaki ku dengarkan dari luar jantungku berdebar tak karuan, "Assalamualaikum" salam Aletha ya dia Aletha
"Waalaikumsallam" sahutku
__ADS_1
Aletha pun duduk di depanku aku mengambil buku tentang matematika untuk materi esoknya, "Ini materi yang kemungkinan keluar besok!" ucapku seraya memberikan buku tebal kepada Aletha
"Tidak ada yang lebih singkat aja Ustadz?" tanyanya kepadaku
Aku hanya menggeleng dan memasang wajah datar ku dengar dia berdecak kesal lalu mengambil buku dan mencatatnya, "Kenapa kamu harus mencatatnya?" tanyaku
Aletha pun memandangku, "Saya hanya mencatat pointnya Ustadz catatan sebanyak ini tidak akan selesai dibaca dalam satu hari"
"Apa kamu sanggup mencatat point-point sebanyak itu?"
Aletha hanya mengangkat bahunya, "I don't care saya hanya mencatat apa yang saya mengerti!"
Aku pun mengangguk Aletha memang pintar cara belajarnya memang sangat kreatif, sedari tadi aku memperhatikan wajah imutnya ketika menulis. Entah sejak kapan senyuman manis terukir diwajahku ketika melihat Aletha sedang serius
"Ustadz saya sarankan Ustadz membuatkan saya soal latihan jika Ustadz membimbing saya harusnya bukan cuma memandangi saya" sindirnya kepadaku
Aku gelagapan kaget dan langsung salah tingkah, aku pun segera mencari selembar kertas untuk membuatkan soal singkat kepadanya. Sesekali aku mencuri pandangan kepada Aletha
Yusuf Pov end
Author Pov
"Huh melelahkan" gumam Aletha pelan
Yusuf memandang Aletha wajahnya terlihat letih, "Ini sudah hampir solat Ashar kamu boleh kembali ke asrama untuk istirahat, kamu bisa tidur" ucap Yusuf
Aletha yang mendengar pun berbinar, "Oke ustadz Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
Sedangkan Aletha yang baru sampai asrama langsung berhambur di ranjangnya, "Hah lelahnya.." gumam Aletha memejamkan mata
"Kamu capek banget ya tha?" celetuk Tari di samping Aletha
"Iya tar masa gue tadi di panggil Ustasz sok cool itu suruh ikut olimpiade, udah gitu suruh latiannya sama dia lagi gue jadi risih dia ngeliatin gue intens banget huh"
Tari terkekeh mendengarkan gerutu Aletha, "Kayanya, Ustadz Yusuf suka deh sama kamu tha!"
Aletha melotot menatap tajam Tari, "Whatt!"
"Iya tha kalian cocok kok Ustadz Yusuf ganteng kamu juga cantik"
"Dih ya kali gue punya cowo om-om" ucap Aletha bergidik ngeri
"Ustadz Yusuf itu belum tua, baru berusia 27 th kok"
Aletha berdecak menatap tajam Tari, "dan gue masih remaja 17 th!"
****
"Tha ayo berangkat!" teriak Tari diluar kamar asrama putri
"Iya bentar!"
__ADS_1
"Sabar Tari baru juga setengah 7"
"Iya Naj cuma gak sabar aja pengen ke sekolah"
Najwa mengkerutkan dahinya, "pengen ketemu siapa kok semangat banget?"
"Ah ada deh..." sahut Tari malu-malu
"Siapa tar tar siapa?" Najwa yang penasaran sampai menggoyang-goyangkan tubuh tari
"Ah itu si fik--"
"Ayo gue udah siap!" potong Aletha
Tari dan Najwa menghembuskan nafas lesu. Aletha yang melihat mengkerutkan dahinya, "Kenapa kok pada gak semangat sih?" tanya Aletha
"Kita semangat kok tha udah yu berangkat aja"
Ketiga gadis itu pun berangkat ke sekolah. Saat sampai Aletha sudah di sapa oleh para santri tapi itulah Aletha acuh dan dingin mungkin bisa sedikit cair saat bersama Tari dan Najwa hemm dan Zulfan dan akan sangat cair jika bersama Ustadz Yusuf
"Assalamualaikum Aletha!" salam Zulfan di hadapan Aletha
"Waalaikumsallam"
"Kamu udah sarapan tha?"
Aletha hanya menggelengkan kepala, "Ayo sarapan tha aku traktir kamu"
"Gak usah gue gak laper, sana lo pergi ketempat duduk lo!" usir Aletha
Zulfan berdecak lalu duduk ditempatnya, "Kenapa sih Aletha masih saja berfisat dingin! apa aku kurang ganteng? ahh sebenarnya laki-laki apa idaman Aletha itu??" gerutu Zulfan dalam hati
Tak lama kemudian Ustadz Yusuf datang ke kelas, namun berbeda dengan hari ini Ustadz Yusuf datang dengan wanita cantik dengan balutan hijabnya
"Assalamualaikum, selamat pagi anak-anak"
"Waalaikumsallam selamat pagi Pak Ustadz" jawab mereka serempak
Aletha mengkerutkan dahinya melihat wanita yang bersama Yusuf, Yusuf begitu akrab dan melebarkan senyuman jika bersamanya, "Apa yang gue pikirin! memangnya gue siapa! dan gue gak boleh cemburu yakali gue suka sama om-om!" gerutu Aletha dalam hati
"Perkenalkan semua ini Ustaszah baru kita beliau akan menjadi guru BK disini serta pembimbing kelas kita" tutur Yusuf lantang
"Selamat pagi semua!" sapa Ustadzah cantik tersebut, "Perkenalkan nama saya Hasna Afifah kalian bisa panggil saya Ustadzah Hasna"
"Ustadzah calonnya Ustadz Yusuf ya?" goda Fiki
Yusuf dan Hasna terkekeh mendengarnya sedangkan Aletha lebih memilih memalingkan pandangannya entah mengapa Aletha sangat kesal
"Bukan Fiki! Ustadzah Hasna teman kuliah Ustadz calon saya itu masih di dalam proses" sahut Yusuf menatap Aletha
Semua mata menjadi menatap Aletha, Aletha yang ditatap teman-temamnya dan Ustadznya menjadi salah tingkah dibuatnya
"Ekhm kita mulai pelajaran!"
__ADS_1
TBC