
"ALETHA!!!!" teriak Kevin saat melihat Aletha di tuntun oleh Yusuf, Kevin pun berlari untuk menghampirinya
Dengan raut kekhawatiran Kevin menatap Aletha, "Kamu gakpapa kan tha?"
"gue gakpapa vin, maaf udah bikin kalian khawatir" Aletha merasa bersalah dengan Kevin dan Yusuf karna sudah mencarinya sampai tengah hutan
"Tidak apa-apa sekarang kita kembali ke perkemahan!" ujar Yusuf
Aletha dengan di tuntun kedua pria tampan tersebut untuk menuju perkemahan. Saat sampai semua mata tertuju kepada Aletha
"ALETHA!!!!" teriak Tari histeris langsung berlari memeluk Aletha
Aletha merasa sesak karna Tari memeluknya sangat erat hingga ingus Tari dan air matanya menempel di baju Aletha
"Hiks hiks.. aku minta maaf tha... hiks hiks maaf udah ninggalin kamu.. hiks hiks"
Aletha mencoba melepaskan pelukannya, "Lebay banget sih lo iya gue gakpapa kok" Aletha tersenyum manis membuat Tari tenang
"Syukurlah kamu kembali dengan selamat Aletha" Ustadzah aisyah sangat bersyukur salah satu muridnya sudah ketemu
"Iya Ustadzah sebelumnya saya mau meminta maaf karna membuat kalian semua khawatir" Aletha masih merasa bersalah karna hampir semua santri dan santriwati khwatir dengan menghilangnya Aletha
"Sudah-sudah sekarang kalian bersih-bersih, makan, dan istirahat!" titah Ustadz bakrim
****
Malam ini seperti biasa di perkemahan umumnya membuat api unggun sudah seperti tradisinya
Aletha menggunakan sweater ungu dan jilbab pashmina membuat Aletha imut dan cantik, Semua santri dan santriwati duduk melingkari api unggun
Yusuf berbeda dengan malam ini tidak menggunakan baju koko melainkan hoddie berwarna putih membuat Yusuf sangat keren, tampan, dan terlihat seperti remaja
Para santriwati berdecak kagum melihat Yusuf sangat tampan malam ini. Menambah ketampanan lagi saat Yusuf membawa gitar untuk menghibur malam ini
Aletha yang melihat ada gitar menjadi ingin bernyanyi, Aletha pun menghampiri Ustadznya
"Ustadz boleh kita cover berdua?" pinta Aletha malu-malu
Dengan mata berbinar Yusuf mengangguk mantap, "Boleh-boleh ki kita mau nyanyi apa?"
Dan hal itu tak terlepas dari tatapan iri santri dan santriwati, Kevin berdecak menatap Yusuf dan Aletha yang akan mengcover lagu
Aletha dan Yusuf duduk di tengah-tengah di samping api unggun, Yusuf pun mulai melantunkan melodi indah yang sangat memukau
Aletha pun bernyanyi dengan suara merduanya
Kumau dia:
'Biarkan ku menajaganya sampai berkerut dan putih rambutnya jadi saksi cinta ku kepadanya
Tak main main hati ku apapun rintangannya kuingin bersama dia
__ADS_1
Kumau dia...
tak mau yang lain, hanya dia yang selalu ada dalam susah dan senangku
Kumau dia..
walau banyak perbedaan, kuingin dia bahagia hanyalah denganku.'
Para santriwati yang mendengarkan sampai terbawa perasaan, suara Aletha yang merdu di padukan dengan permainan gitar Yusuf yang pas
"Aletha sama Ustadz Yusuf cocok banget ya?"
"Iya cocok banget mereka cantik sama ganteng lagi"
"Ya ampun aku sampai terbawa suasana dengerin lagu Aletha"
bisik-bisik para santri dan santriwati. Aletha pun kembali ke duduknya setelah memberikan senyuman manis yang memabukan bagi Yusuf
"Masyallah suara kamu bagus banget tha" puji Tari dengan mengacungkan kedua jempolnya
"Iya tha kamu keren!"
"Kamu cocok banget tha sama Ustadz Yusuf"
ujaran-ujaran para santriwati yang menggemari Aletha membuat Reva ddk panas
"Halah cuma bisa nyanyi doang aja sombong belum juga bisa ngaji" sindir Reva
"Eh emang situ bisa nyanyi?" sahut Tari menatap sinis Reva
"Tar lo sedeng ya? kok lo ngomong sendiri sih?" Aletha sengaja membuat Reva marah dengan mengangapnya tak terlihat
"Itu tha aku lagi bicara sama makhluk halus"
Tawa Aletha dan teman-temannya pecah, dan hal itu membuat Reva sangat kesal, Reva menghampiri Tari langsung menarik kerudungnya
"Heh lo santai dong gak usah main kasar!" bentak Aletha
Ustadzah aisyah dan Ustadz bakrim menghamprinya, "ada apa ini Reva?" tanya Ustadzah aisyah
"Ustadzah Reva bermain kasar dengan Tari!" ujar salah satu santriwati
"Benar ustadzah!"
"Iya betul ustadzah!"
Ustadz bakrim geram melihat tingkah keponakannya, "Reva!!!" teriaknya
Reva menjadi pucat saat pamannya marah, "Kamu ini santriwati senior seharusnya mencontohkan hal yang baik bukannya berlaku kasar seperti ini, setiap hari kamu selalu bertengkar dengan teman kamu, contoh Aletha santriwati baru tapi banyak yang menyukainya!" omel Ustadz bakrim terang-terangan membuat Reva menahan malu
"Kalian semua menyebalkan apa-apa Aletha, Aletha dan Aletha!!!" Reva berteriak menangis dan berlari
__ADS_1
"Astagfirluloh!"
****
Aletha masih belum terlelap padahal waktu terus berjalan dan malam menjadi semakin larut. Aletha menggigil karna tidak biasa dirinya tidur di alam
Aletha melihat api unggun masih menyala, Aletha keluar untuk menghangatkan tubuhnya, Aletha duduk di depan api unggun sendirian. Tanpa disadari Aletha ada sepasang mata memperhatikan Aletha
Seseorang itu membawa karung dan melepaskan hewan tak bertulang dan berbisa terasebut. Perlahan ular itu mendekati Aletha sampai-sampai ular itu sudah mendongak di belakang Aletha. Saat Aletha membalikan tubuhnya, tubuhnya menegang melihat ular mendongak di hadapannya
"Gue harus tenang kalau gue teriak ular ini bakal gigit gue**!" gumam Aletha dalam hati
Beruntung Yusuf yang akan ke kamar mandi melihat Aletha tengah berhadapan dengan ular berbisa, Aletha melirik Yusuf meminta pertolongan
Dengan pelan Yusuf mengambil kayu untuk mengusir ularnya. Ular itu pun berhasil di usir oleh Yusuf. Aletha menghelas nafas lega nyawanya terselamatkan
Yusuf menghampiri Aletha, mata Aletha berkaca-kaca seperti ingin menangis, "Kamu tidak apa-apa?" Aletha hanya mengangguk
"Kenapa kamu menangis?"
"Sa saya takut Ustadz! disini ada ular saya ingin pulang!"
Yusuf tak tega melihat keadaan Aletha, "Bagaimana mungkin tempat ini ada ularnya? bukankah waktu itu sebelum perkemahan sudah di bersihkan? ada yang tidak beres!" ujar Yusuf dalam hati
"Sudah tenanglah tidak usah takut" Yusuf menenangkan Aletha, Yusuf menuntun Aletha untuk duduk di samping api unggun
"Kenapa kamu keluar di malam hari?"
"Disini dingin saya tidak suka"
Yusuf melepaskan hoddienya dan diberikan kepada Aletha, "Pakai ini"
Aletha menatap Ustasznya ragu, "Tidak apa pakailah!"
Aletha memakai hoddie Ustadznya, Aletha menjadi hangat seolah hoddie tersebut tubuhnya Yusuf. Yusuf tersenyum manis lalu menggosok-gosokan tangannya di depan api unggun untuk menghangatkan diri, Aletha pun juga melakukan hal yang sama
"Jadi kamu takut dengan ular?"
Aletha berdecak kesal, "Saya tidak takut saya cuma geli"
"Oh ya kenapa saat melihat ular wajah mu menjadi pucat" goda Yusuf
Aletha diam mengerucutkan bibirnya, "Saya tidak mengira gadis sepertimu takut dengan ular!"
Yusuf kembali terkekeh mendapat tatapan membunuh Aletha, "Baikah maafkan saya ini sudah malam jadi... kembali ke tendamu"
Aletha masih diam enggan untuk beranjak, "Oh astaga jika ada yang melihat kita akan di nikahkan Aletha, apa kamu sudah tidak sabar?"
Pipi Aletha menjadi merah Aletha berlari kecil kembali ketendanya, sedangkan Yusuf terkekeh pelan melihatnya
TBC❤
__ADS_1