Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#49


__ADS_3

Budayakan Like Sebelum Baca❤


"Jadi, Ustadz akan kembali ke Pesantren?"


Yusuf mengangguk menanggapi pertanyaan, Aletha. "Saya harus kembali ketempat saya berasal"


"Aletha ikut" rengek Aletha


"Baiklah, tapi kamu harus berpamitan dulu dengan, Papah mu"


"Sebenarnya, saya ingin bertemu dengan gadis bernama, Chelsea. Dia sangat baik, saya pikir saya harus berterimakasih"


Yusuf tersenyum mendengarnya, "Baiklah, Dia akan pergi ke Pondok pesantren. Dia yang sering mengingatkan saya tentang kamu"


"Yasudah, Ustadz sana siap-siap"


"Saya di usir?" dengan pura-pura kesal, Yusuf memanyunkan bibirnya


Aletha, yang gemas mencubit bibir, Yusuf. Yang sedang mengerucut. "Aduh sakit, Aletha. Kamu mau saya hukum?"


Aletha malah menjulurkan lidahnya. "Gak takut"


Yusuf terkekeh, lalu mengusap kepala Aletha lembut. "Saya pergi dulu, Assalamualaikum"


"Tapi-- Besok kalo saya sudah sampe Pesantren. Ustadz harus ada gak boleh ngilang-ngilang!"


Yusuf tersenyum mendengar kekhawatiran, Aletha. "Saya tidak akan menghilang, lagi. Sudahlah saya harus pergi, Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


"Eh tunggu, Nak Yusuf!" suara pria paruhbaya menghentikan langkah, Yusuf. Yang hendak pergi


Yusuf tersenyum melihat, Bram mendekat. Dan siapa sangka, Bram memeluk Yusuf erat. "Terimakasih, terimakasih. Penipu itu sudah ditemukan berkat, Nak Yusuf. Uang saya juga kembali, saya bisa membayar hutang-hutang saya"


Yusuf mengusap punggung pria paruhbaya itu, "Saya senang bisa membantu, dan Pak bram. Izinkan saya membahagiakan putri anda, saya menjamin masadepan putri anda"


Bram melepaskan pelukannya, menatap hangat Yusuf. "Saya percaya kepadamu, Nak Yusuf. Jagalah putri saya, didik dia"


"Kalau begitu, saya permisi Pak bram. Saya harus kembali ke pesantren, Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam" Aletha masih menatap punggung, Yusuf


Aletha tetap menatap punggung, Yusuf. Hingga Yusuf masuk mobil, dan mobil itu menghilang dari perumahan elit tersebut


"Jadi, penipu itu sudah di temukan, pah?" Aletha bertanya dengan antusias


"Iya, Nak. Itu berkat Yusuf, ya sudah papah masuk dulu"


Aletha masih berdiam di tempat, wajahnya tampak bahagia. "Gue pengen teriak sekenceng-kencengnya, Aaaa!!!!!!!!" teriak Aletha dalam hati


Dan hal yang selanjutnya terjadi, Aletha berjingkrak-jingkrak hingga melompat-lompat bak anak kecil


"Polah lo kaya anak TK dikasih permen aja" sindir Adnan


Aletha tidak memperdulikan kakaknya, Dia malah memeluk kakaknya lalu memberikan ciuman di pipi. "Thank you abang, Aletha sayang abang"


"Abang? gue suka lo yang dulu, yang panggil gue abang"


Aletha berlarian menaiki tangga, tampak jelas wajahnya berseri-seri. Siapa yang tidak senang jika bertemu dengan seseorang yang sangat kita rindukan


ARD GRUP

__ADS_1


Aletha: Gusyy, buruan ke rumah gue


Dina: Ogah, lu kan mau nikah


Aletha: Gue gak jadi nikah!! Gue mau ceritaiin hal besar come on fast!!


Reni: Iya otw


Aletha lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tak lama dua sahabatnya sudah tiba


Mereka menatap Aletha heran. Tidak biasanya gadis datar ini tersenyum-senyum


"Heh, jangan seglek dong! buruan cerita" Dina tampak antusias


Aletha menarik nafas dalam, "Jadi begini...."


"What seriously?"


"Ustadz yusuf udah balik?"


"Dia masih hidup?"


"Lo gak ngeprank kan?"


Aletha terkekeh dengan keterjutan sahabatnya. "Gue awalnya kaget banget, gue pikir itu mimpi. Tapi itu nyata, sekarang Allah sudah mengabulkan doa-doa gue. pujaan hati gue udah balik"


"Allhamdulilah, kalaupun jodoh gak akan kemana tha. Meskipun di tutupin pake lumpur, jatuh ke lereng gunung, apa lagi tenggelam ke lautan. Kalo emang dia jodoh lo ada 1000 cara buat balik" tutur Reni


Aletha memeluk kedua sahabatnya. "Thanks ya gusy, kalian udah sabar ngadepin sikap gue beberapa bulan ini, maafin gue yang akhir-akhir ini bersifat dingin"


Dina tersenyum dan menggeleng, "Lo gak salah, kita ngerti gimana keadaan lo"


"Ikut dong!"


****


Aletha sekeluarga bersiap pergi Ke pondok pesantren. Berbagai oleh-oleh Bram beli, Bram juga sudah mengadakan kerjasama dengan perusahaan Yusuf


"Buah-buahan? chek"


"Cokelat? chek"


"Mukena? chek"


"Sarung? chek"


"Al-quran & iqro? chek"


"Udah semua ini bang!" Adnan hanya memberi isyarat jempol


Lalu, Aletha menutup pintu belakang, berpindah duduk di kursi depan. Di depannya ada Adnan yang menyetir dan sampingnya, Bram


Tak lama mobil BMW hitam elegant tiba, yang tak lain mobil Reni. Mereka pun berangkat dengan mobil berbeda


Di dalam perjalanan hanya hening, Namun, Aletha tetap semangat. Dia tetap membuka matanya, menatap sekeliling


Akhirnya mereka pun sampai, sambutan kecil-kecilan mereka terima dari warga Pondok pesantren


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"

__ADS_1


Aletha menyerahkan oleh-olehnya kepada Ustadazah aisyah, "Tidak usah repot-repot, Aletha"


Aletha tersenyum mendengarkan ujaran Ustadzah aisyah. Lalu dia berbisik, "Ustadz yusuf dimana, Ustadzah?"


Kali ini Ustadzah aisyah yang tersenyum. "Di tempat pertama kali kalian bertemu"


Mata Aletha berbinar. "Saya duluan, Assalamualaikum"


"Waalaikusallam"


Aletha berlari kecil menuju danau, tempat pertama kalinya dia bertemu dengan Ustadzanya. Pertemuan awalnya yang tidak pernah dirinya pikirkan


"Ustadz???" Aletha menatap sekeliling tidak ada siapa pun


Ketakutan itu mulai kembali, Aletha mulai panik. Aletha takut jika, Yusuf menghilang kembali. "Ustadz...?" bibir Aletha bergetar


"Waalaikumsallam"


Aletha menghela nafas, suara itu sangat dia kenal. Saat membalikan badannya, sudah ada pria berpakaiaan baju koko putih yang tampak rapi dan tampan


"Kamu ini selalu lupa salam" sindir Yusuf


"Ustadz tadi kemana? Kata, Ustadzah. Ustadz disini, saya takut Ustadz menghilang lagi" Bukannya menjawab sindiran Yusuf, Aletha malah mengalihkan pembicaraan


"Bukan kah, kamu ingin bertemu dengan Chelsea?" Aletha mengangguk


Tak lama datanglah dua gadis asia, dan satu pria yang Aletha kenal. "Doni? gumam Aletha


Mereka mendekat, salah satu gadis itu memperkenalkan diri. " Perkenalkan, Nama saya Jane. Saya sekertaris, Pak Yusuf"


"Aletha" singkat Aletha dengan senyuman


Lalu, Aletha menatap gadis satunya, gadis yang sangat cantik menurut Aletha. Gadis itu menatap Aletha hangat, lalu memeluk Aletha


Gadis itu melepas pelukannya, "I'm sory. Ah i'm Chelsea, patner kerja, Yusuf"


"Jadi, kau yang membantu Ustadz Yusuf?"


Chelsea mengangguk menanggapi pertanyaan Aletha, Aletha meraih tangan Chelsea.


"Thank you, thank you. Jika tidak ada kamu, saya gak ngerti bagaimana Ustadz yusuf"


Air mata Chelsea menetes tanpa diizinkan. "Dengarkan aku Aletha"


Aletha mendongak menatap dalam, Chelsea. "Ketahuilah, tidak hanya kamu yang mencintai, Yusuf. Tapi saya sadar jika Yusuf hanya mencintai kamu, sekarang saya lepaskan Yusuf untukmu. Semoga kalian bahagia dan jangan lupa, undangan pernikahan" tutur Chelsea jelas dengan bahasa inggris


Aletha tersenyum hangat. "Terimakasih"


Lalu, Yusuf meraih tangan Aletha. Membuat Aletha sedikit terkejut. Yusuf menarik Aletha mendekat ke bibir danau


Mereka berdiri di pinggir danau, Yusuf menarik nafas dalam. "Mungkin pertemuan pertama kita adalah hal yang tidak pernah kamu pikirkan, tapi itulah yang sekarang hal yang sangat berarti bagi saya"


"Aletha..." Yusuf mengeluarkan sebuah kotak


Kotak merah kecil yang mewah, dan saat dibuka Aletha tidak bisa menutupi keterjutannya. Sebuah cincin sederhana yang elegant.


Lalu, Yusuf bersimpuh di bawah Aletha. Menatap Aletha tulus


"Will you marry me?"


TBC❤

__ADS_1


__ADS_2