Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#21


__ADS_3

"Kak adnan!" seru Aletha langsung berhambur memeluk Adnan. Yusuf menahan cemburu melihatnya


"Aletha ya ampun bukan mukhrim!" ujar Tari yang belum paham


Aletha mengkalungkan tangannya di leher Adnan dengan manja. Aletha yang mendengarkan ocehan Tari terkekeh


"Kenalin gusy! ini namanya Adnan kakak kandung gue!" ujar Aletha


Yusuf yang mendengar menghembuskan nafas lega, "Allhamdulilah cuma kakaknya!" gumam Yusuf dalam hati


"Aletha lo gakpapa kan? katanya Bara nyulik lo, kemana bocah tengik itu?" oceh Adnan khawatir dengan adiknya


Aletha tersenyum manis lalu menggeleng, "aku gakpapa kak, Bara emang nyulik gue tapi sekarang Bara udah pergi!"


Adnan mengernyitkan dahinya, "Pergi kemana bocah tengik itu Aletha? kakak harus kasih pelajaran buat dia!"


Aletha menatap makam milik Bara, Adnan mengikuti tatapan Aletha, "Ba bara udah meninggal?" tanya Adnan


Aletha mengangguk pelan, "Inallilahi wainalilahi rojiun!"


"Sudah kak ayo kita kembali ke pesantren!" ajak Aletha


Mereka pun berjalan ke pesantren bersama-sama. Adnan tak henti-hentinya berdecak kagum menatap Aletha yang sudah berubah menjadi bidadari


"Lo cantik tha kalo pake kerudung gini, kakak seneng liatnya!" puji Adnan


"Yeah Aletha kan emang cantik dari lahir!"


Yang lainnya hanya tertawa melihat kedekatan Adnan dan Aletha.


"eh Kevin lo kok disini?" tanya Adnan yang sedaritadi tidak sadar keberadaan Kevin


"Aku juga sekolah disini kak!" sahut Kevin tersenyum manis. Adnan hanya mengangguk lalu menatap Yusuf


"Kamu yang menyelamatkan Aletha ya? terimakasih sudah menjaga adik saya" ujar Adnan memeluk Yusuf, Yusuf membalas pelukan Adnan dengan hangat


"Sama-sama Aletha juga santriwati saya, saya wajib menjaganya" sahut Yusuf ramah


"Tunggu santriwati? kamu..?"


"Ini Ustadz Yusuf kak, ini Ustadz di pondok pesantren" potong Aletha menjelaskan. Adnan hanya mangut-mangut


****


Setibanya di Pesantren semua mata bertuju kepada Adnan. Santriwati yang melihat berdecak kagum dengan ketampanan Adnan


Mereka pun pergi ke ruangan Pak kyai sobri, betapa terkejutnya Aletha saat ruangan Pak kyai ada Papahnya, dan kedua sahabatnya


"Reni!! dina!!" seru Aletha memeluk kedua sahabatnya


"Aletha kita kangen sama lo..hiks hiks" Dina menangis di pelukan Aletha


Aletha pun melepas pelukannya menatap senang kedua sahabatnya, "gue juga kangennnn banget sama kalian!" ujar Aletha


Reni yang tadi menahan air matanya lolos begitu saja, "Lo jahat banget sih sama kita pindah sekolah gak bilang-bilang" ujar Reni mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


Aletha terkekeh mendengarnya, "Sorry gusy! sumpah ini tuh dadakan banget!"


Aletha pun mengalihkan pandangannya kepada papahnya Bram, Aletha berhambur memeluk Bram


"Pah Aletha kangen" ujar Aletha di pelukan Bram


"Papah juga kangen sama kamu nak.." sahut Bram melepas pelukan putrinya


"Papah seneng kamu udah berubah nak.. kamu menjadi wanita soleha sekarang"


Aletha tersenyum manis mendengarnya, "Aletha juga seneng ada disini pah, Aletha kira pondok pesantren bikin Aletha kuper ternyata enggak pah..."


Aletha pun kembali ke kedua sahabatnya, "Oh iya Ren, din. Kenalin ini sahabat gue di Pesantren namanya Najwa dan Tari" ujar Aletha


Reni dan Dina menyapa Najwa dan Tari dengan ramah, "Pah kita pergi dulu ya mau melepas kerinduan hehe" pamit Aletha


"Yasudah sana tidak apa-apa, tapi ingat Reni dan Dina harus kembali setelah solat magrib" sahut Bram


"Oke pah, Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Aletha dan teman-temannya ke Danau belakang Pesantren. Reni dan Dina berdecak kagum melihat keindahan danau tersebut


"Wah gue gak nyangka di Pesantren ada tempat seindah ini!" seru Reni


"Gue sih awalnya juga gak nyangka bisa betah disini" sahut Aletha duduk di bawah pohon di susul kedua temannya


Mereka bercengkrama dan bercanda bahagia. Dina memandang seorang pria yang sedang mengajar Ngaji kepada santri dan santriwati junior


Aletha pun ikut mengalihkan pandangannya. Aletha yang melihat tersenyum lebar, "Oh itu, itu Ustadz Yusuf yang nyelametin gue kemarin" sahut Aletha


"Ya ampun tha ganteng banget kalo Ustadznya itu mah gue betah di Pesantren"


Aletha terkekeh mendengarkan ocehan Dina. Aletha bangkit menghampiri Ustadz Yusuf disusul Reni dan Dina


"Assalamualaikum Ustadz" salam Aletha


"Waalaikumsallam" sahut Yusuf tersenyum manis


Aletha pun duduk bersama santri dan santriwati junior lainnya, Reni dan Dina juga ikut berbaur


"Baiklah belajar mengajinya di teruskan nanti malam sehabis solat Isya ya!" ujar Yusuf


Lalu para santri dan santriwati lainnya berpamitan untuk kembali ke asrama masing-masing. Tinggalah Yusuf, Aletha dan kedua teman Aletha


"ada yang ingin kamu bicarakan Aletha?" tanya Yusuf


Aletha mengangguk, "Saya ingin berterimakasih sekali lagi kepada Ustadz Yusuf saya mungkin sudah berada di Inggris kalo Ustadz Yusuf tidak datang, saya hanya ingin bertanya kenapa Ustadz tahu jika saya di culik Bara?" tutur Aletha


Yusuf terdiam lalu berkata, "Saya melihat kamu di masukan kedalam mobil" sahut Yusuf


"Bukankah Ustadz ada tugas dinas?"


"Itu memang benar saya berencana ingin kembali pondok pesantren, tapi tidak sengaja saya melihat kamu di bawa seseorang"

__ADS_1


Aletha mengangguk mengerti, "Doa saya berarti di kabulkan" gumam Aletha


"Doa maksud kamu...?"


"Saya berdoa kepada Allah untuk mengirimkan penolong kepada saya, dan Allah mengirimkan Ustadz untuk menyelamatkan saya" potong Aletha tersenyum


Yusuf tersenyum manis mendengarnya, "Saya senang kamu bisa tersenyum!"


"Ustadz kan bilang sendiri kesedihan mendalam hanyalah sia-sia!" ujar Aletha


"Ekhm!" dehem Dina yang sedaritadi menyimak


"Oh iya Ustadz perkenalkan ini Reni dan Dina sahabat saya" ujar Aletha


Dina tersenyum manis saat tangannya diulukan kepada Yusuf, Yusuf hanya membalas dengan anggukan Dina pun meraih tangannya kembali dengan malu


"Gak mukhrim din!" celetuk Reni terkekeh


****


Selepas solat Magrib, Aletha mengantarkan kedua sahabtnya dihalam pesantren


"gue bakal kangen banget sama kalian" ujar Aletha memeluk Reni dan Dina


"tha lo jangan lupain kita ya" ujar Reni


Aletha menggeleng, "kalian itu sahabat terbaik gue, gue gak akan lupain kalian!"


"Kita bakal main kesini lagi kok tha" ujar Dina


Lalu Aletha memeluk Adnan, "Lo jangan nakal disini nurut sama guru-guru lo, Kakak seneng liat lo jadi berubah gini"


Aletha mengangguk lalu melepaskan pelukan Kakaknya, "Kakak sering-sering kesini ya?" pinta Aletha


Adnan tersenyum manis mengacak rambut Aletha, "Iya adekku sayang, kakak bakal sering kesini, siapa sih yang betah tinggal disini isinya bidadari semua" canda Adnan


Lalu Aletha memeluk papahnya, "makasih ya pah udah kesini"


Bram mengelus rambut Aletah, "Kamu belajar yang bener disini ya nak" pesan Bram


Aletha melepas pekukannya dan mengangguk, "Papah pergi dulu ya.. besok kalo libur semester papah jemput kamu"


Aletha menatap nanar papahnya, sahabatnya, kakaknya dan papahnya menaiki mobil milik Bram.


Tin


Tin


Tin


mobil itu pun melaju meninggalkan pekarangan Pesantren. Aletha menatapnya hingga mobil itu tak terlihat lagi



#Adnan

__ADS_1


__ADS_2