
Matahari pagi ini sangat terik dan Aletha di jemur di bawah teriknya matahari. Yusuf sedari tadi memperhatikan Aletha dan membawakan payung untuk mengurangi panas untuk Aletha
Aletha yang merasa tidak terlalu terik tersebut mengadahkan kepalanya ke atas, lalu Aletha menghadap kesamping 'Ustadz Yusuf'
"Ustadz kenapa disini sih?" tanya Aletha ketus
"Saya cuma mau ngurangin rasa panas kamu"
"Ustadz mending pergi! ini semua juga gara-gara ustadz!" usir Aletha
Tanpa sadar Zulfan sedari tadi melihat Ustadznya mendekati Aletha tangannya mengepal. Begitupula Reva yang semakin kesal
"Kamu kenapa Zul?" tanya Fiki
Zulfan tidak menjawab dan lebih memilih pergi. Yusuf tetap memayungi Aletha walau sudah di usir oleh Aletha
"Ustadz liat tuh Reva udah liatin saya kaya mau ngebunuh cepat pergi Ustadz!" usirnya lagi
Yusuf pun melihat ke arah Reva sejenak lalu menghadap ke depan dengan tatapan datar "Kenapa kamu takut dengan Reva?" tanya Yusuf
"Saya itu bukannya takut ustadz! saya cuma males sama fans fanatik ustadz yang ngiranya saya deketin ustadz" ketus Aletha menatap tajam Yusuf
Yusuf terkekeh pelan mendengarnya "Bagaimana jadinya ya kalau saya lamar kamu!" goda Yusuf
Aletha terbelalak kaget jantungnya berdegup kencang "Saya gak mau jadi istri Ustadz!" tolak Aletha
"Gakpapa kalau kamu gak mau jadi istri saya, saya yang akan jadi suami kamu!"
Aletha memutar bola matanya dan membuang muka untuk menutupi pipinya yang sudah merah. Sedangkan Yusuf hanya terkekeh karna berhasil menggoda muridnya
Yusuf Pov
Pagi ini matahari sangat terik. Aku melihat gadis yang membuatku gila sedari kemarin. aku memperhatikannya dari kejauhan dia kepanasan karna matahari yang sangat panas
di dada ku terasa bergemuruh melihat gadis itu kepanasan, aku sangat kasihan aku meminjam payung kepada salah satu santri. aku menghampirinya dan memayunginya
aku melihat sekitar para santri dan santri wati melihat ke arahku. ku dengar mereka berbisik-bisik tapi aku tidak memperdulikannya. aku melihat gadis itu aku dengarkan dia menggerutu
Beberapa kali dia terus mengusirku. aku melihat ke arah Reva gadis itu menatap benci kepada Aletha. Memang kenapa? apa karna aku terlalu tampan? hahaha astagfirluloh maafkan hamba ya allah
"Bagaimana jadinya ya kalau saya lamar kamu?" godaku kepada Aletha
kulihat gadis itu menolak ku mentah-mentah dan aku terus menggodanya hingga dia malas lalu membuang muka. Entahlah kenapa aku jadi suka menggodanya
"Ustadz apa tidak kepansan?" tanya Aletha kepadaku
"tidak apa saya tidak kepanasan" jawabku
"Oh ya matahari sangat terik, mendingan ustadz pergi ini hukuman saya!"
"saya tidak mau pergi!" tolakku datar "kamu bilang ini gara-gara saya biarkan saya menemani kamu dihukum"
"Arghh ustadz, ustadz tidak tahu para santri wati menatap saya dengan kebencian?" ucapnya frustasi
aku terkekeh pelan ingin rasanya aku mencubit pipinya. saat sedang merajuk Aletha sangat menggemaskan tapi kuurungkan niatku tunggu esok Halal. Hahaha semoga saja dia jodohku
__ADS_1
Pov Yusuf end
****
Pov Author
sudah 1 jam Aletha melaksanakan hukuman ditemani Yusuf. Aletha pergi meninggalkan Yusuf. Yusuf yang sudah puas juga pergi dan hanya tersisa Reva yang mengharap dapat di payungi seperti Aletha
di kantin Aletha tak henti-hentinya menggerutu. Aletha memesan es teh untuk menghilangkan dahaganya
"Aletha kamu kasian banget!" ucap Tari yang baru datang dengan Najwa
"huh gara-gara tiga nenek lampir itu tuh gue jadi di jemur!" gerutu Aletha
"sabar ya tha" Najwa mengelus pundak Aletha guna mengurangi emosinya
"Emang tha emang nyebelin itu nenek lampir tha" tambah Tari yang ikut tersulut emosi
"udah istigfar Tar, kamu juga tha.. " titah Najwa
"astagfirluloh Tari khilaf yallah"
"tapi kamu hebat ya tha bisa cekik Reva" puji Najwa
Aletha tersenyum miring "apaan sih gitu doang gak ada apa apa nya Reva tuh" sahut Aletha santai
"Assalamualikum" sapa seorang pria
Aletha, Tari, dan Najwa pun melihat kearah pria tersebut yang ternyata adalah Zulfan. Zulfan. pun duduk di hadapan Aletha
"ada apa?" tanya Aletha datar
"gue gakpapa kok cuma di jemur doang"
Zulfan tersenyum manis menatap Aletha "kamu udah makan tha?"
Aletha mengangkat satu alisnya "udah" singkat Aletha
"Kak Zulfan maaf kak Zina mata!" peringat Najwa
Zulfan langsung memalingkan wajahnya "astagfirluloh maaf Najwa!" sesal Zulfan
"Kenapa sih orang-orang pada khilaf kalau di deket Aletha?" tanya Tari keheranan
Aletha yang mendengar tertawa terbahak-bahak "ya iya lah pada khilaf secara gue kan cantik!" pede Aletha
Zulfan yang melihat Aletha tertawa itu pun ikut tersenyum "Kamu memang cantik tha!" puji Zulfan dalam hati
"Kak Zulfan kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Najwa
Zulfan yang tertangkap basah itu pun gelagapan dan merubah mimik wajahnya menjadi datar "Ekhm! Aku permisi dulu ya tha! tar, Naj" ucap Zulfan lalu pergi setela salam
"Cie kaya nya Zulfan suka kamu deh tha" goda Tari
"Paansih" ketus Aletha
__ADS_1
"Cie tapi aku lebih suka kamu sama Ustadz Yusuf tha"
"Ihh apaansih tar! loh tuh ya ledekin gue terus ogah banget gue sama tuh ustadz sok ganteng" gerutu Aletha
Tanpa sadar sedari tadi Yusuf memperhatikannya. Yusuf pun berjalan kearah Aletha "Assalamualaikum" sapa Yusuf
"Wa walaikumsallam"
"kamu masih aja ya ngomongin orang dari belakang!" tegur Yusuf pada Aletha
"Siapa juga yang ngomongin ustadz!" ketus Aletha
"Maaf Ustadz Yusuf kami tidak bermaksud ngomongin orang" ucap Najwa menunduk
"Kalian kembali aja ke kelas"
"Baik assalamualaikum" ucap Najwa dan Tari
"Kamu mau kemana?" tegur Yusuf saat melihat Aletha bangkit dari kursi
"Mau balik ke kelas lah" sahut Aletha santai
"Kamu mau saya hukum karna udah ngomongin orang dari belakang!"
"Whatt!?" teriak Aletha
Yusuf menahan tawa saat melihat wajah Aletha marah "Pada dasarnya perempuan itu tidak boleh berteriak, perempuan itu harus lemah lembut!"
Aletha menghembuskan nafas kasar "terus saya harus apa USTADZ YUSUF?" tanya Aletha
"kamu mau saya hukum!"
Aletha sangat kesal berkali-kali Aletha berdecak kesal "Nih ustadz emang nyebelin banget apa ya! gue tadi udah di hukum juga gara-gara dia! sekarang gue mau di hukum lagi! Arghhhhh selamatkan Aletha ya allah" teriak Aletha dalam hati
"saya bisa mendengar apa yang kamu ucapkan!" ucap Yusuf santai
Aletha terbelalak kaget dan hanya bisa pasrah "terus saya harus gimana Ustadz?" tanya Aletha pasrah
"Kamu harus menyapu halaman depan pesantren!" tegas Yusuf
Aletha membulatkan mata sempurna tidak percaya.Menyapu? whattt!!?
"What nyapu? ustadz bercanda? halaman depan itu luas banget!"
"Saya tidak mau tahu kalo kamu masih mau komentar lagi saya akan tambah hukuman kamu!" ancam Yusuf
"Haha enak juga ngerjain kamu**" ucap Yusuf dalam hati
#Aletha
#Yusuf
__ADS_1
#Zulfan