
"Eh kayanya ada yang punya saingan nih" celetuk Reva di samping Aletha
Aletha kini duduk di bangku pojok kantin menikmati makanannya dengan Najwa dan Tari. Aletha yang mendengar perkataan Reva tetap datar dan acuh
"Bener iku Va, masa iya saingannya sama Ustadzah cantik, alim lagi gak kaya ini nih" sindir Winda melirik sinis Aletha
"Astagfirluloh apa kalian ini tidak memiliki pekerjaan lain selain mengganggu Aletha!!?" bentak Tari
"Sabar Tari jangan terbawa emosi!"
"aku udah gak bisa nahan emosi Naj orang-orang ini udah keterlaluan dari kemarin Aletha dapet masalah juga gara-gara 3 nenek lampir ini"
"Lo pada kenapa sih gusy? kalian pada marah sama siapa? gue gak denger tuh sama gak lihat!" celetuk Aletha santai membuat Reva ddk menahan amarah
"Aletha Aletha kamu buruan sadar diri sana deh kamu gak bakalan bisa dapetin hatinya Ustadz Yusuf sekarangkan Ustadzah Hasna udah balik" cibir Reva
"Oh ternyata kalian bertiga lagi! kalian ngomong apa tadi gue gak denger hehe" sahut Aletha nyengir tanpa dosa
"Emang yo kamu itu gak pantes buat Ustadz Yusuf! udah urakan, gak bisa ngaji, gak nutup aurat! gadis liar!" sahut Isna
"Astagfirluloh Isna! jaga ucapan kamu! Seharusnya kalian itu membantu Aletha agar bisa mencari jalan yang benar bukannya mencibir seperti ini kalian itu Santri wati senior seharusnya menjadi pedoman bagi santri wati baru! Perilaku kalian itu tidak mencontohkan kalian sebagi Santri wati senior!"
"Sip 100 buat kamu Naj!"
"Udah gusy gak usah digagas! gue bakal berubah dan gue gak akan takut saingan sama Ustadzah Hasna dan lihat saja besok Ustadz Yusuf bakal ngejar siapa!"
Reva yang mendengar tersenyum miring, "Oke aku tantang kamu, kamu besok bakal berubah 100℅ dan kamu harus bisa ngaji dalam waktu 1 minggu!"
"Deal!"
****
Aletha merebahkan tubuhnya di ranjangnya menatap langit-langit sembari mendengarkan celoteh Tari membahas tentang tantangan Reva
"Tha aku sih percaya kamu bisa berubah! tapi yang masalah ngaji kamu yakin dalam 1 minggu bisa?" ujar Tari panik sedangkan Aletha hanya santai menanggapinya
"Lo kenapa panik sih jangan panggil gue Aletha kalau gue gak bisa ngaji!"
"Aku dukung kamu tha aku bakal ajarin kamu ngaji biar si Reva itu bisa tutup mulut!" sahut Najwa semangat
"Oke deh aku ikut kalian aja!" ujar Tari duduk di ranjang, "Oh ya kita ke pasar beli baju-baju baru buat Aletha!" imbuhnya
"Apa!!!???" teriak Aletha matanya melebar langsung bangun dari ranjang
Tari dan Najwa terkejut membeku dan melongo, "ke kenapa tha?" tanya Tari
__ADS_1
"Gak gue gak mau baju pasar bisa-bisa gue gatel-gatel lagi gue maunya baju di Mall!"
Tari dan Najwa hanya memijat pelipisnya menghadapi Aletha, "Tha ini itu desa gak ada namanya Mall adanya cuma pasar, bajunya juga murah kok kamu pasti suka" ujar Najwa
Aletha menghembuskan nafas kasar, "Gimana ya? gue harus berubah buat nutup mulut tuh si Reva tapi masa gue harus pake baju pasar! iuhhh selera gue kan baju brand dan sekarang anjlok gitu ke baju-baju KW! Arghhhh sial-sial**" gerutu Aletha dalam hati
"udah ayo tha kita ke pasar"
Akhirnya Aletha, Najwa, dan Tari pun pergi kepasar yang tak jauh dari pondok pesantren. Aletha bergidik saat mengetahui pasar pasalnya Aletha tidak pernah pergi kepasar terkahir kali saat ikut pembantunya itu pun Aletha terjatuh ke genangan air kotor membuat Aletha jijik dengan pasar
Pedagang dan pembeli sampai berdesak-desakan karena ramai, Aletha sampai-sampai menggunakan masker karena benci dengan baunya. Mereka bertiga pun sudah berada di depan toko pakaiaan muslim
"Maaf pak mau tanya 1 stel bajunya berapa ya?" tanya Najwa kepada penjual
"Oh iku satunya 50 ribu nduk" sahut sang penjual
Aletha yang mendengar melotot tak percaya, "What 50 ribu?" tanya Aletha
"Kenapa tha kemahalan?"
"No itu murah banget! itu cuma seharga kaus kaki gue! yang bener aja dong gue pake baju seharga 50 ribu" gerutu Aletha
"Yauda sih tha untuk sementara aja besok kalau ada kesempatan kita ke kota" sahut Tari
Aletha hanya bisa menghembuskan nafas berat, "yaudah pak saya beli 50 stel baju!"
Aletha yang mendengar terkekeh, "50 ribu doang gak ada apa-apanya! 50 baju seharga 50 ribu setara sama 1 stel baju gue!"
Tari dan Najwa mangut-mangut memang orang kaya bajunya harganya selangit dan pastinya brand bermerk
"Ini pak uangnya" sembari memberikan kartu kredit
"Waduh nduk bapak gak punya alatnya, kalian ke bank dulu saja buat ambil uang kes" ujar penjual tersebut
"Yauda kalian tungguin baju gue bentar gue mau ambil duit ke bank itu" ujar Aletha sembari menjuk bank ujung jalan
Tari dan Najwa mengangguk mengerti. Aletha berlari kecil kearah bank. setelah mengambil uang kes Aletha pun membalik arah
Bruk
Aletha menabrak dada bidang seseorang sebelum jatuh pria tersebut menahan pinggang Aletha. Aletha menunduk melepas maskernya pandangan mereka bertemu dan betapa kejutnya Aletha
"Kevin!"
"Aletha!"
__ADS_1
Ya pria tersebut Kevin ketua osis disekolah Aletha
"Aletha akhirnya aku ketemu kamu" ujar Kevin langsung memeluk Aletha
Aletha terkejut dan hanya diam tidak membalas pelukan Kevin. Kevin pun melepas pelukannya
"Aletha kamu kenapa disini? kamu kemana aja? katanya kamu pindah sekolah aku udah cari seluruh Jakarta tha!"
Aletha melongo tak percaya bahwa Kevin mencarinya hingga seluruh Jakarta, "Lo nyariin gue?"
"Iya tha aku nyariin kamu! aku kangen sama kamu tha! kamu sekolah dimana sekarang?"
"Emm gue sekolah di Pesantren!"
Kevin sempat terkejut dibuatnya tapi setelah itu Kevin tersenyum manis ke Aletha, "Allhamdulilah! kamu jangan lupa balik ke Jakarta ya tha!"
Aletha pun mengangguk, "Lo kenapa ada disini?"
"Gue kerumah nenek gue jengukin nenek gue kan nyokap gue meninggal pas kecelakaan" sahut Kevin menunduk lesu
Aletha yang mendengar menjadi iba, "Lo yang sabar ya! maafin gue waktu itu gak jengukin nyokap lo semoga nyokap lo tenang disana!"
"Iya tha makasih!"
"Aletha buruan!" teriak Tari mengahmpiri Aletha, "Kamu itu lam--.." ucapan Tari terpotong saat melihat Kevin
"Masyaallah tampan sekali" gumam Tari lirih
Aletha langsung menutup mata Tari dengan telapak tangannya, "Biasa aja kali liatnya!"
"Eh astagfirluloh maaf Tari khilaf!"
"Dih khilaf mulu lo!"
Tari tersenyum malu-malu menyenggol bahu Aletha, "Ini siapa tha?" tanya Tari berbisik
"Oh ini kenalin Kevin temen gue di Jakarta, dan Kevin kenalin ini Tari temen gue di pesantren, eh ya sorry vin gue buru-buru harus balik ke pesantren lo main-main ya ke pesantren di pesantren An-nur!"
Kevin yang mendengar mengangguk mantap, "Pasti tha pasti aku bakal kesana!"
"Yaudah gue cabut ya Vin! Bye!"
Aletha pun berlalu pergi mengggeret lengan Tari yang masih memperhatikan Kevin. Kevin tersenyum lebar akhirnya bertemu pujaan hatinya
"Akhirnya aku ketemu sama kamu tha, sekarang aku gak akan lepasin kamu!" gumam Kevin
__ADS_1
TBC❤