Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#53


__ADS_3

Budayakan Like Sebelum Baca❤


Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu, Aletha dan Yusuf baru saja menikah di KUA. Mereka sudah sah di mata Negara


Dan, kini Aletha tengah di make up oleh MUA dari Tya laurent, Aletha dan Yusuf akan menikah di mata agama kali ini


Aletha hanya diam menatap pantulan dirinya di cermin. MUA itu juga diam merias wajah cantik, Aletha


"Kak, jangan tebel-tebel bulu matanya, gue keberatan" MUA itu terkekeh mendengar perkataan, Aletha


"Gimana ya, tha. Yaudah gue kasih lo bulu mata palsu yang ringan aja"


MUA itu pun memasangkan bulu mata palsu ringan kepada, Aletha. Aletha kini terlihat cantik


"Lu, anggun banget sih tha. Dulu pas SMP sampe SMA kaya cowok"


Aletha yang mendengar terkekeh, "Kan gue udah berubah, Kak"


"Udah beres!"


Kini, Aletha. Menatap pantulan dirinya di cermin. Kebya putih, di balut hijabnya dan kain jariknya. Sederhana, Namun elegant


"Wah, Cantik sekali kamu, Aletha" puji Tya yang tiba-tiba datang


"Makasih, Tante"


Tya pun tersenyum. "Papah, Kamu diluar, sama kakak kamu juga"


"Aletha, Temuin papah dulu ya, Tan. Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Setelah berpamitan, Aletha menemui kedua pria tangguhnya. Adnan dan Bram mematung menatap gadis cantik di hadapannya


"Assalamualaikum, pah, bang"


"Wa--waalaikumsallam"


Aletha tersenyum manis menatap kedua pria tangguhnya. "Aletha, minta restu papah ya" Aletha bersimpuh di kaki Bram


"Maafin, Aletha. Selama ini mungkin kurang ajar sama papah, maafin Aletha ya pah. Papah mungkin pusing ngurusin, Aletha. Aletha minta maaf kalo dulu sering bohongin papah dan nyusahin papah"


Bram yang sangat bahagia sampai menintikan air mata. "Bangun, Nak. Papah udah maafin kamu, Maafin papah ya, Nak. Mungkin papah belum bisa membahagiakan kamu. Kamu harus nurut sama suami kamu, karna besok kamu bukan lagi Aletha yang manja dan tomboy, kamu akan menjadi istri orang tanggung jawab pria lain."


Aletha tak kuasa menahan air matanya, dia hanya bisa memeluk papahnya, "Apa boleh setelah, Aletha menikah. Aletha main kerumah papah? Aletha tidur di kamar, Aletha? Boleh pah?"


Bram mengusap punggung putrinya. "Sampai kapan pun rumah itu akan terbuka untukmu sayang"


Aletha melepas pelukan, papahnya. Lalu kini pandangannya jatuh kepada pria muda di samping papahnya, pahlawan hidupnya, seseorang yang mungkin akan membuatmu jengkel, Namun akan menjadi pelindungmu. Dia adalah kakak laki-lakimu


Aletha bersimpuh di kaki kakaknya. "Aletha, berat buat ninggalin abang. Abang jangan lupain, Aletha. Sampai kapan pun Aletha harus tetap menjadi adik kecil abang"


Adnan tersenyum, air matanya menintik. Adnan lalu memeluk adiknya


"Abang gak akan lupain lo, dek. lo akan tetap menjadi adik kecil abang yang pemberani, menurutlah sama suami mu ya dek. Jangan lupa temuin abang"


Aletha lalu mengusap air matanya, menatap nanar kakaknya

__ADS_1


"Abang, jangan lupa nyusulin Aletha nikah!"


Seketika, wajah Adnan berubah asam


****


"Sabar, bro bentar lagi sah" bisik Doni di telinga Yusuf


Yusuf hanya bisa menatapnya tajam. Kini Yusuf sudah duduk manis di Masjid An-nur menunggu penghulu yang datang. Yusuf tampak tampan, tubuhnya di bungkus tuxedo hitam, dan pecci di kepala membuatnya tampan


"Haduh, saya kok jadi deg-degan gini ya" batin Yusuf


Ya, memang. Meskipun Yusuf pribadi yang datar dan tenang, kini dia tidak bisa menyembunyikan kegugupannya. Jujur saja jantungnya kini berdegup lebih kencang, keringat pun bahkan menetes di pelipisnya


"Kenapa, lo bro? Kok keringetan gitu?" Yusuf hanya bisa menatap tajam, Doni.


Sahabatnya itu hanya membuatnya semakin gugup. Doni yang sadar situasi Yusuf memberikannya tissue


"Gak usah gugup bro, katanya Ustadz. Santai dong" dengan cengengesan Doni memberikan beberapa lembar tissue


"Don..."


"hmmm"


"Don..."


"Apa sih?!!"


"Gue kebelet pipis"


"Gila lo, bentar lagi lo nikah. Lo mau gue yang nikahin, Aletha?"


Candaan, Doni yang membuat Yusuf kesal. buru-buru Yusuf menjitak kepala, Doni. "Enak aja, Aletha calon binik gue, gue kebelet pipis don. Gue tinggal bentar ya?"


Doni terdiam tampak berpikir, lalu Doni mendekat ke Pak kyai. "Pak kyai, Ustadz Yusuf kebelet pipis"


Pak kyai yang mendengar menahan tawa, "Yasudah kamu antar dulu ke kamar mandi, Tapi cepet soalnya penghulunya udah mau sampe"


"Iya, Pak kyai. Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Buru-buru, Doni menarik lengan, Yusuf untuk ke kamar mandi. Tak henti-hentinya pria jakung itu menggerutu


"Harusnya, sebelum nikah lo pipis dulu bro!"


"Kalo lo lama nanti, Arjuna yang nikahin Aletha"


"Cepetan, Suf. Gue juga kebelet"


"Penghulunya udah dateng"


Ceklek


Pintu kamar mandi di buka, Nampaklah Yusuf dengan wajah garangnya. "Bawel amat sih, lo. Yaudah yuk buruan, kasian Aletha kelamaan nunggu"


Yusuf dan Doni pun buru-buru kembali, dan benar saja penghulunya sudah tiba. Buru-buru Yusuf kembali ke posisi semula

__ADS_1


Tak lama Aletha tiba, Yusuf mematung memandang Aletha. Kecantikannya membuat siapapun terkesima


"Gilak, Aletha cantik banget bro" Yusuf mendengar bisik Doni, Tanpa mengalihkan pandangan, Yusuf menutup mata Doni dengan tangannya


"Itu punya gue!"


Aletha pun kini duduk di samping Yusuf, Bram sebagai wali Aletha pun telah siap


Kini Bram menjabat tangan Yusuf, Dengan tegas Yusuf menerima uluran tangan itu. Genggaman sangat kuat, seolah mengatakan 'Jika putriku kini tanggung jawabmu'


"Baik, mari kita mulai saja" penghulu itu pun mengangkat suara


"Bismilah, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Aletha Fitrina Syifa bin Bram Wijaya dengan maskawin Seperangkat alat solat, emas batang 20 gram, dan uang 300 juta di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Aletha Fitrina Syifa bin Bram Wijaya dengan maskawin Seperangkat alat solat, emas batang 20 gram, dan uang 300 juta di bayar tunai" dengan satu tarikan nafas Yusuf mengucapkan dengan lantang


"Bagaimana para saksi? Sah?"


"SAH"


"Allhamdulilah"


Akhir yang mereka tunggu kini tiba, Aletha dan Yusuf sudah SAH menjadi suami istri di Mata agama dan Negara


Dengan senang Yusuf memasangkan cincin di jari manis Aletha, begitu pula Aletha memasangkan cincin di jari manis Yusuf


Yusuf semula memadang wajah cantik, Aletha. Lalu mencium keningnya lama. Mengatakan 'Jika aku benar-benar mencintaimu'


Aletha memejamkan matanya, pria yang mencium keningnya kini adalah 'Suami' Sahnya


"Cie-cie!!!" godaan dari teman-teman Aletha membuat dia terkekeh


Setelah acara itu selesai, Aletha kembali ke ruang gantinya. Nanti malam adalah resepsi besar-besarannya di Pondok pesantren An-nur


"Dor!!!"


Hampir saja Aletha terkena serangan jantung, karna ulah sahabat-sahabatnya


"Hish, Kalo dateng itu ucap salam bukan malah ngagetin" Aletha memandang jengkel keempat sahabatnya


"Maaf, tha. Gue gak nyangka lo udah nikah" Reni memandang sahabatnya, bahkan air matanya menetes


"Ih, Kok malah nangis sih" Aletha yang terbawa suasana menjadi ikut menangis


Aletha memeluk keempat sahabatnya, "Kita bahagia lihat kamu sekarang udah Sah menjadi istri Ustadz yusuf" Aletha hanya diam mendengar perkataan Tari


Aletha hanya bisa meneteskan air mata. "Gue gak nyangka, cewek badung kaya lo sekarang udah nikah." Dina kini bersuara dengan bibir bergetar


Aletha melepas pelukannya memandang sahabat-sahabatnya, "Makasih udah selalu ada buat gue, saat gue susah dan saat gue senang"


Aletha kembali memeluk keempat sahabatnya. Menumpahkan air matanya


Hanyalah sahabat tempat bersandarnya, tempatnya meluapkan air mata dan masalah duniawinya. Itulah sahabat mereka adalah orang pertama yang menertawakanmu di saat dirimu terjatuh, Namun mereka juga orang pertama yang membantumu meski dengan tertawa. Kekonyolan dan tingkahnya yang membuat pusing, Namun suatu saat pasti akan di rindukan


Aletha hanya diam di pelukan sahabatnya. Orang terpenting di kehidupannya, orang-orang yang selalu ada di saat dirinya terjatuh di kegelapan, dan membantunya bangkit untuk mencari titik terang


TBC❤

__ADS_1


__ADS_2