
Yusuf memandangi wajah damai, Aletha. Saat terlelap Aletha lebih cantik, pikir Yusuf
Perlahan-lahan, mata indah itu terbuka. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah pria tampan yang sedang menatapnya, Aletha sempat terkejut. Namun, kini dia ingat bahwa dirinya sudah menikah
"Selamat, pagi"
Dua kata terucap dari bibir tebal, Yusuf. Aletha tersenyum mendengarnya
"Selamat, pagi juga"
Yusuf, bangkit dari tidurnya. Membantu, Aletha bangun untuk ke kamar mandi. "Kamu mau mandi sekarang?"
Aletha mengangguk, Yusuf menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Sebenarnya..."
Aletha mengernyitkan dahinya menatap, Yusuf. "Ada apa?"
"Ini masih pukul setengah 5 pagi, mungkin kamu bisa mengambil air wudhu dan kita solat subuh bersama"
Aletha menahan tawa saat melihat ekpresi, Yusuf. "Maaf, saya kira ini sudah pagi, ternyata masih sangat pagi"
Aletha lalu mengambil air wudhu bersama, Yusuf. Dan ini adalah hari pertama, Aletha. Solat subuh dengan di imami Yusuf
"Assalamualaikum wr wb"
"Assalamualaikum wr wb"
Setelah mengucap salam, Aletha meraih tangan Yusuf. Di ciumnya punggung tangan Yusuf lama
Yusuf tersenyum mengusap kepala, Aletha. Lalu, Yusuf dan Aletha sama-sama mengadahkan tangan, berdoa kepada sang maha kuasa
Yusuf memejamkan mata, lalu berucap dalam hatinya. "Ya allah, ya robbi. Terimakasih ya allah, engkau telah mengkabulkan doa-doa hamba. Kini engkau memberikan wanita yang sangat hamba idamkan ya allah, berilah kemudahan kepada hamba untuk memimpin keluarga saya ya allah. Amin"
Yusuf memandang, Aletha lalu tersenyum. "Ada apa, Ustadz?"
"Kok masih panggil, Ustadz sih. Saya kan sudah jadi suami kamu" tegur Yusuf
Aletha, terdiam tampak berpikir, "Terus saya harus panggil apa?"
"Panggil aja, suamiku"
Blush
Pipi, Aletha memerah hanya karna ucapan tersebut. "Kita olahraga yuk, Ustadz emm maksudnya su--a-miku"
Yusuf, terkekeh mendengar ujaran Aletha yang tergagap. "Saya hanya bercanda, kamu bebas memanggil saya apapun itu, baiklah mari kita berlari memutari danau"
Aletha tersenyum, lalu dia mengganti pakaiaannya menjadi lebih santai, sama halnya dengan Yusuf. Semalam, Aletha dan Yusuf tidur di asrama Yusuf yang cukup luas
Santri dan Santriwati masih berada di asrama masing-masing, karna sehabis solat subuh biasanya mereka akan mempersipakan hal-hal lainnya
Jadi, pondok pesantren nampaklah sepi. Aletha dan Yusuf, berlari pagi memutari danau
"Ayo dong! Masa udah ngos-ngosan sih" Aletha masih mengatur nafasnya, dia hanya diam tidak membalas perkataan Yusuf
Yusuf terkekeh, lalu mendekat kepada Aletha. "Mau saya gendong?"
Buru-buru, Aletha menggeleng, "Enggak perlu. Ustadz lupa ya siapa saya?"
Yusuf tersenyum miring, melihat Aletha yang lekas belari dengan semangat. Perlahan-lahan matahari mulai memunculkan jati dirinya. Yusuf memandang, Aletha. Wajahnya yang terkena siluet pagi membuatnya terlihat cantik
"Aletha, satu nama yang sulit untuk di dapat. Seperti menyebrangi samudra, dan mendaki gunung untuk mendapatkan wanita seperti, Aletha. Hari ini saya merasa bangga jika, Aletha adalah milik saya, perjuangan ini pun tidak sia-sia"
"Ustadz!!!" lamun, Yusuf buyar karna teriakan Aletha
Ternyata, Aletha sudah berlari lebih jauh dari, Yusuf. Yusuf pun berlari menyusul, Aletha
__ADS_1
"Ustadz, ngapain kok melamun?" Yusuf tersenyum tipis mendengar pertanyaan, Aletha
"Tidak ada, saya hanya ingin menikmati pemandangan pagi ini"
Aletha tersenyum mendengar jawaban, Yusuf. "Lihatlah, Matahari malu-malu untuk muncul"
Yusuf, mengikuti pandangan Aletha. Matahari baru memunculkan jati dirinya setengah, "Menurutmu apa kesamaan saya dengan Matahari?"
Aletha, terdiam lama dengan pertanyaan, Yusuf
"Ustadz dan Matahari adalah hal yang sama, kalian sama-sama ciptaan Allah. Dan persamaan selanjutnya, bahwa makhluk Allah tidak ada yang abadi mereka pasti akan pergi, Namun Ustadz dan Matahari adalah hal yang sama kalian pergi. Namun, berjanji untuk kembali"
Cup
Tanpa di duga Aletha, Yusuf mencium keningnya
"I love you my wife"
****
"Duh-duh, pengantin baru jam segini baru bangun"
Aletha hanya tersenyum mendengar sindiran, Doni. Sedangkan Yusuf dengan santainya mengambil, lauk pauk miliknya. Lalu duduk di kursi dekat, Doni
"Kata siapa kita baru bangun? Gue sama, Aletha udah bangun dari subuh tadi. Lo lupa gue siapa?" jawab Yusuf ketus
Doni, hanya memandang sinis, Yusuf lalu melanjutkan makannya. Tak lama sahabat-sahabat, Aletha dan teman-teman yang tiba. Mereka duduk bersama di kantin Pesantren
"Mata lo kenapa, ren? Kok kaya mata panda sih?" Aletha memandang heran, Reni
"Huh, ini gara-gara Dina! Semaleman dia gangguin gue mau tidur, bolak-balik ke kamar mandi" Aletha terkekeh mendengar jawaban, Reni
Sedangkan, Dina hanya cengengesan. Mereka pun melakukan makan bersama, setelah itu mereka berkumpul di danau belakang Pesantren
Mereka bahkan bermain-main dengan gitar yang dibawa, Doni. Menggelar tikar, lalu duduk-duduk bersama. Aletha tampak bahagia
"Nyanyi yuk?" ajak Doni
"Biar gue yang gitarin, kalian yang nyanyi"
"Hey, tunggu!" seorang gadis bule mendekat, dirinya berlari kecil. Lalu ikut duduk bersama
"Kalo urusan nyanyi, aku juga jago" ujar Chelsea semangat
Arjuna tersenyum lalu mulai melantunkan melodi-melodinya, siapapun yang mendengar pasti akan terbawa oleh alunan melodinya. Mendamaikan dan memabukan, mereka pun bernyanyi 'Laskar pelangi'
Setelah, bernyanyi mereka menikmati makanan ringan, dan minuman yang dibawakan Najwa
"Uh, seger banget nih jus jeruknya" Adit bahkan mengelus kerongkongannya
"Siapa dulu yang buat" Zulfan dengan lembut mengelus kepala Najwa
"Enak sih ini kuenya, lo pinter banget sih Naj. Bikin kuenya, habis ini ajarin gue ya? Biar besok-besok gue bisa bikinin kue buat, Ustadz yusuf" tutur Aletha malu-malu
Mereka yang mendengar tertawa bersama, karna gemas Yusuf mencubit pipi Aletha membuat wanita itu mengaduh kesakitan
"Awww sakit dong!"
"Mulai, perangnya mulai. Gue heran deh sama kalian berdua, orang lain kalo pacaran mah pada mesra-mesraan, gue jadi ngeri entar lo berdua saling bacok-bacokan" perkataan Doni mengundang tawa semua orang
Mereka tertawa terbahak-bahak, "Don. Lo ngomong kaya gitu, cuma iri kan sama Ustadz yusuf dan Aletha? gak punya cewek sih lo!" mereka tambah tertawa dengan ledekan Kevin
"Heh, ngaca dong! Lo aja gak punya cewek" balas Doni memandang jengah Kevin
"Ya, sabar dong bro. Cinta itu butuh perjuangan" Kevin menatap sekilas Tari
"Udah deh gak usah ribut lo berdua, mending kita foto aja?!" Dina langsung mengeluarkan ponsel pintarnya
__ADS_1
"Haha, ternyata kamu suka berfoto" Dina tersenyum simpul mendengar perkataan Chelsea
Mereka pun mengambil beberapa foto selfie
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Ihh, unyuu banget sih gue"
"Ihh, pede amat sih lo ren!"
"Laknat banget lu jadi adek"
"Kamu cantik banget sih, tha"
"Ustadz juga ganteng"
"Arjuna sama Kevin gak senyum, ih!!"
"Tapi gue tetep ganteng ya, Din"
"Najwa senyumnya tipis banget"
"Gapapa lah, istriku tetep cantik"
"Chelsea cantik banget sih!!!"
"Doni jelek banget"
"Tari manis banget sih"
Tak henti-hentinya mereka berceloteh memandang foto-foto yang mereka ambil.
"Oke sekarang kita harus janji! Kalo besok kita udah berkeluarga, jangan pernah lupain persahabatan kita!. Bahkan foto-foto ini harus kita cuci dan kita tunjukan kepada anak cucu kita, Sahabat?"
"Sahabat!"
Setelah mendengar tuturan, Aletha. Mereka mengumpulkan tangan mereka bersama, lalu bersorak bersama
"Sahabat selamanya!!!"
Dor
Tiba-tiba saja, Adit menghidupkan petasan yang mengeluarkan banyak pita-pita. Mereka tertawa bersama-sama
Pertmuan, yang berawal dari ketidak sengajaaan malah menjadikan mereka seperti keluarga.
TAMAT
--
***Maaf sekali, cerita ini harus Tamat
Pertama
Jika author melanjutkan cerita, jujur saja author tidak paham dengan kehidupan rumah tangga, mungkin jika harus menceritakan kisah rumah tangga Aletha dan Yusuf. Author akan lemah pada hal itu, karna memang author masih pelajar
Kedua
Kalian bisa mampir kecerita author yang lain, yang berjudul "My bodyguard" setelah karya ini tamat, author akan fokus dengan cerita tersebut
Ketiga
__ADS_1
Author mengucapkan, Terimakasih banyak. Untuk para readers yang sudah menyempatkan waktu untuk mampir, Terimakasih. Yang sudah meninggalkan Like, komen, dan Vote. Terimakasih yang sudah mengkoreksi author, komentar kalian sangat berharga
Oke, sampai disini dulu Aletha dan Yusuf. Sampai jumpa di lain waktu❤