Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#35


__ADS_3

"Kita disuruh belanja ke pasar temen-temen"


Aletha menatap malas Najwa, Harus berhubungan dengan pasar adalah paling memuakan


"seperti biasa gue di luar ya?" Najwa dan Tari mengangguk


Lalu ketiga manusia itu berjalan keluar dari pondok pesantren, Tak butuh waktu lama mereka sampai di pasar tradisional yang hampir setiap hari rame


Entah apa perasaan Aletha tidak enak, berpikir jika Yusuf berada dalam dalam bahaya. Mungkin hanya perasaan ku saja, pikir Aletha


Aletha menggelengkan kepalanya lalu berlalu bersama teman-temannya. Tari dan Najwa sibuk berbelanja membeli berbagai sayuran


"Kamu tahu ndak tha besok itu pengumuman kita lulus?" Tari menatap Aletha, Aletha yang di ajak bicara malah melamun


"Hey di ajak ngomong malah ngelamun"


"Iya gue tahu kok besok pengumumannya" jawab Aletha malas


"Berarti bentar lagi kita pisah dong?" Mata, Tari. Memancarkan kesedihan


"Tenang aja Tari, gue gak bakal lupain lo. gue kasih deh alamat rumah lo entar gue main kerumah lo" Aletha tersenyum lebar mencoba merayu Tari


Tari menitikan air matanya, "Rumah aku kan jauh, nanti aku gak bisa ketemu kamu sama Najwa. Apalagi gak ketemu Kevin" Tari melirihkan katanya saat menyebut nama 'Kevin'


"Lo kan punya hp, kita gak akan los contac santai dong"


Tari mengangguk memeluk Aletha, Najwa yang sudah selesai berbenja melihat kedua temannya berpelukan ikut tersenyum. Ada rasa sedih jika harus berpisah dengan teman-temannya. Di awal pertemuan mungkin ada rasa canggung, rasa tidak suka, harus satu kamar dengan orang-orang yang memiliki sifat-sifat berbeda. Namun, karna saling memahami mereka menjadi sahabat yang saling membantu dalam susah maupun senang


Dimana sahabat akan ikut menangis jika sahabatnya terluka, dan akan ikut senang jika sahabatnya mendapatkan kebahagiaan. Aletha berpikir pondok pesantren adalah tempat ndeso, yang dirinya pikir akan membuatnya menjadi gadis kuper yang tidak mengikuti zaman. Pertemuannya dengan Tari dan Najwa merubah kehidupan Aletha, Dan Yusuf. Pertemuannya dengan Yusuf membuat Aletha sadar apa itu cinta?


"Peluk-pelukan terus" sindir Najwa sambil tersenyum


Tari dengan malu melepas pelukannya. "Habisnya kita udah mau pisah aja hiks hiks"


"Aku juga sedih tar, harus pisah sama kamu. Walaupun kamu ini cerewet dan centil tapi aku sayang kamu, aku juga sedih harus pisah sama Aletha meski Aletha bandel dan susah di atur aku juga sayang sama kalian berdua" air mata Najwa menjadi ikut luruh


"Udah dong kok jadi pada nangis-nangisan, gue jadi mau ikut nangis nih" Aletha menyeka air matanya yang hampir jatuh


Najwa dan Tari terkekeh, lalu mereka berjalan bersama dengan bergandengan.


"Hey cewek!" baru melangkah dengan senang mereka di cegat dengan pria pria muda tampan berpenampilan badboy


"Lo ngapain , Fin ada disini?" Aletha mengenal pria-pria itu, mereka teman-temannya di SMA lebih tepatnya sekelas dengan Kevin


"Kangen sama lo" sahut Alfin salah satu badboy dari keempat temannya


"Kok lo tahu gue ada disini?" Aletha menatap Alfin penuh selidik


"Heh lo tahu gak, si Kevin udah gila ninggalin pangkat OSISnya bua ngejar lo sampe ke desa ini. gue denger Kevin jadi santri"


"Iya bener gue jadi santri" celetuk Kevin yang tiba-tiba datang

__ADS_1


Aletha memutar bola matanya jengah, Sedangkan Tari dan Najwa hanya diam menyimak. Alfin mendekat kepada Kevin


"Heyo brother!" Alfin memeluk Kevin dengan menepuk pundak Kevin


"Ngapain lo disini?" Kevin juga menatap Alfin penuh selidik


"gapapa sih cuma mau touring aja sama anak-anak, udah lama lo tinggal di pesantren?"


"Lumayan, lo ngapain tadi godain Aletha?"


Alfin terkekeh pelan, "Sory brother, gue tahu Aletha milik lo"


"Bukan milik gue sekarang udah milik orang lain" dengan santainya Kevin berbicara lalu berjalan menuju warung yang berada di dekatnya


Alfin mendekat kepada Aletha. "Kevin lo tolak?"


"Iya emang kenapa?" Aletha berkacak pinggang menatap Alfin


"Stupid girl, Kevin kan ganteng"


"gantengan calon suami gue!"


****


"Makan mulu lo, vin"


Kevin tak memperdulikan ledekan Alfin, kali ini Kevin tengah menyantap mie instan di warung bersama Aletha dkk mereka juga memesan mie instan, Jarang-jarang bukan bisa jajan di luar?


"Oke lo sendiri yang bilang, Bu..!!"


Pemilik warung itu mendekat kepada Alfin. "Mau pesen apa, mas?"


"Mie instannya sepuluh!"


uhuk uhuk uhuk


Yang tersedak bukan hanya satu orang melainkan semua teman Alfin termasuk Aletha dkk dan Kevin


"Perut karet, makan mie sampe 10, mau rambut lo keriting kaya mie" ledek Aletha


"Woy gue suruh lo pesen mie tapi gak sebanyak itu juga bisa-bisa uang jajan gue habis lagi"


"Lo sendiri ya yang tawarin gue, Kenapa sih lo kan anak konglomerat" dengan santainya Alfin menerima mie yang sudah dibuatkan dan mulai menyantapnya


pandangan Aletha beralih kepada berita di televisi


"Permisa telah di kabarkan malam tadi pesawat air one yang berasal dari Eropa, Italia telah jatuh di perairan indonesia. Korban-korban tengah dimasa pencarian "


Sendok yang di pegang Aletha langsung terjatuh, tubuh Aletha menegang


"Bu bukannya itu pesawat yang di tumpangi Ustadz yusuf?" gumam Tari dengan gemetar

__ADS_1


Tanpa kata apapun, Aletha meraih kunci motor Alfin, lalu melempar kepada Kevin, "Anterin gue ke TKP!"


Kevin masih diam, "Anterin gue!!!" teriak Aletha emosi air matanya mengalir deras


Kevin langsung mengambil kunci motor Alfin. "pinjem motor bentar, fin" bisik Kevin langsung berlari


Najwa dan Tari menenangkan Aletha karna Kevin sedang mengisi bensin milik Alfin yang sedikit terkuras, terpaksa harus mengambil bensin dari motor Bima


"Istigfar tha... semoga Ustadz yusuf batal penerbangan" Najwa terus mengelus Aletha yang terus menangis


"Cepetann!!!! kenapa lama banget!!!" Aletha tidak memperdulikan Najwa yang dirinya pikirkan sekarang adalah memastikan keadaan Yusuf


"Aletha... hiks hiks Istigfar Aletha..." Tari dan Najwa ikut terisak dengan keadaan Aletha


Motornya sudah siap Aletha langsung menaiki motor Alfin, sebelum itu Aletha merayah hanphone Alfin.


Menekan nomer yang sangat dia hafal, nomer Yusuf. Namun, nihil sambungannya tidak terhubung. Dengan bibir bergetar Aletha terus menghubungi Yusuf


Kevin melajukan motornya dengan cepat.


"Cepetan vin!!!"


****


"Inallilahi wainalilahi rojiun, jadi sekarang Aletha langsung ke TKP?"


"Iya pak kyai" Najwa mengangguk pelan setelah menjelaskan


"Sebentar saya harus mengabarkan hal ini kepada Pak bram, semoga Ustadz yusuf masih berada di lindungan allah"


Najwa mengangguk lalu undur diri di luar banyak yang menangis mendapati kabar jika pesawat yang di tumpangi Yusuf terjatuh, Begitupula Tari yang menangis khawatir dengan Aletha


Najwa mendekat kepada Tari, "Semoga tuhan memberikan keajaiban"


"aku kasian sama Aletha, Naj. Hiks hiks"


Najwa memeluk Tari saling memenangkan, Alfin ddk dapat melihat warga pondok pesantren An-nur tengah bersedih. Pak kyai yang biasanya tegar juga ikut sedih, Pak kyai sudah menganggap Yusuf sebagai anaknya


"Sebaiknya kita solat bersama, kita doakan Ustadz yusuf semoga tuhan memberikan keajaiban" ujar Pak kyai dengan bibir bergetar


warga pondok pesantren pun melaksankan solat bersama. Setelah itu Pak kyai memimpin doa


"Ya allah ya robbi, ya tuhanku. Berilah keselamatan kepada suadara kami, anak kami Ustadz yusuf. Jika masih ada harapan berilah ke ajaibanmu ya allah, kami berserah kepadamu. Amin"


Doa di tutup dengan di penuhi duka dan air mata. Air mata Pak kyai mentes merasakan sedih, seolah kehilangan anaknya


"Dimana kamu, Yusuf? Semoga tuhan masih menyayangimu"


TBC


Maaf ya gusy udah lama gak up, Author lagi sakit jarang buka hp. Minta dukungannya dengan tekan tombol Like, Vote, dan bintang limanyaā¤

__ADS_1


Komen kalian juga berarti😘


__ADS_2