Jodohku Ustadz Pesantren

Jodohku Ustadz Pesantren
#32


__ADS_3

Kegiatan Aletha saat di tinggal Yusuf hanya monoton. Pagi sekolah, pulang sekolah mengaji, solat bejama'ah, ngobrol di asrama, dan tidur


Seolah kehidupan Aletha berkurang dan Aletha sudah merindukan kekurangannya tersebut


"Ya ampun Aletha baru juga seminggu"


Aletha hanya melirik sinis Tari dan tidak memperdulikannya. Aletha bangkit dari ranjangnya pergi tanpa salam


Najwa dan Tari saling pandang lalu mengekori Aletha. Aletha berjalan menuju ruangan Ustadzah aisyah berhubung hari minggu maka para Ustadzah hanya berada di sekitar Pesantren


"Assalamualaikum"


Ustadzah aisyah membuka pintu ruangannya, "Waalaikumsallam"


"Ustadzah bo boleh saya minta tolong?"


Ustadzah aisyah tersenyum manis, "Selagi saya bisa saya akan membantumu. Ayo


masuk"


Aletha, Tari, dan Najwa pun ikut memasuki ruangan Ustadzah aisyah. Mereka duduk di kursi kayu


"Ja jadi begini Ustadzah, saya ini pengen hubungin Ustadz yusuf. Boleh tidak kalau saya pinjam hp setiap hari minggu minimal 2jam aja deh?" pinta Aletha ragu-ragu


"Memangnya, Ustadz yusuf pergi dinas kemana?"


"Keluar kota Ustadzah dan saya gak tau pulangnya kapan.. kan saya rindu" Aletha berkata lirih saat mengatakan 'Rindu'


Ustadzah aisyah tersenyum mendengarnya. "Baiklah tidak apa-apa setiap hari minggu para santri dan santriwati bebas melakukan apapun asalkan tidak berlebihan"


"Jadi, Tari juga boleh main hp Ustadzah?"


Ustadzah aisyah mengangguk, "Sebentar tunggu disini saya ambilkan hp kalian. Tapi ingat! hanya 2jam?"


Aletha ddk mengangguk cepat. Ustadzah aisyah mengambil hp Aletha dan Tari. Mata Aletha berbinar saat kembali dengan iphonenya


"Yey makasih Ustadzah!"


Tari juga berbinar dengan samsung j7 pronya kembali. Berbeda dengan Najwa yang memang tidak membawa hp


Aletha buru-buru menelfon Yusuf.


****


Italia, Roma, Eropa selatan 2.14 PM


Dret dret dret


Yusuf melihat ponselnya yang berdering matanya seketika berbinar melihat nama yang tertera. Secepat kilat Yusuf menyambar ponselnya


[Santriwati nakal❤]


Hallo? Assalamualaikum"


[Yusuf]


Waalaikumsallam... Aletha!!! bagaimana kamu mendapatkan ponselmu?


[Santriwati nakal❤]


Hih bisa enggak gak usah teriak-teriak?


Yusuf terkekeh mendengarnya


[Yusuf]


Iya maaf saya terlalu bersemangat, saya rindu banget! kalau aja Eropa sama indonesia deket udah wira wiri saya


[Santriwati nakal❤]


Udah Ustadz gak usah bertingkah semangat kerja ya Ustadz... cepet pulang


[Yusuf]


Kamu saja sudah telfon-telfon saya suruh pulang!!!


[Santriwati nakal❤]


Hahaha iya-iya gimana kerjanya susah enggak?

__ADS_1


[Yusuf]


Ya begitulah harus tanda tangan dokumen-dokumen, rapat, pemilihan model buat busana, dan lembur


[Santriwati nakal❤]


Enggak usah ngeluh katanya mau bawain uang banyak buat lamar Aletha


[Yusuf]


Hehehe iya doain Ustadz makanya


[Santriwati nakal❤]


Aletha terus doain Ustdz biar nggak nakal


[Yusuf]


Saya enggak nakal Aletha!! ya memang disini yang beragama Islam memang tidak terlalu banyak tapi saya bisa menjaga diri


[Santriwati nakal❤]


Siapa tahu khilaf!!! Pasti sekertaris ustadz cewek?


[Yusuf]


Ko kok kamu tahu?


[Santriwati nakal❤]


-


[Yusuf]


Aletha?? jangan marah sekertaris saya tahu kok saya sudah memiliki calon istri nakal


[Santriwati nakal❤]


O aletha nakal?


[Yusuf]


Sudah awas kamu bertingkah lagi! saya hukum kamu berjemur dilapangan


[Santriwati nakal❤]


[Yusuf]


Jangan deket-deket sama Kevin!!!


Tutt tutt tutt Aletha tertawa terbahak-bahak setelah mematikan ponselnya. Sedangkan Yusuf berdecak kesal


Tok


Tok


Tok


"masuk" ujar Yusuf malas


Seorang perempuan seksi tersebut berjalan mendekati Yusuf, "Ini dokumen yang harus bapak tanda tangani"


"Baik terimakasih jane. Letakan dimeja"


Jane meletakan dokumen tersebut dimeja, "Bapak besok juga ada rapat dengan Nona. Chelsea"


"Jam berapa?"


"Besok siang selepas makan siang"


Yusuf hanya mengangguk lalu menginsyaratkan tangan agar sekertarisnya keluar. Jane membungkuk lalu kembali keruangannya


Baru saja Yusuf mau memejamkam matanya, "Assalamualaikum!!" teriak Doni semangat


Yusuf terpenjat kaget dibuatnya, "Waalaikumsallam" ketus Yusuf


"Gimana bro? cantik kan sekertarisnya?"


"Lo bisa gak sih nyari sekertaris yang pakaiaannya gak kurang bahan!!! kalo bisa cowo aja deh"

__ADS_1


Doni terkekeh pelan, "Ini Italia bro bukan pondok pesantren pakaiaannya yang emang pada gitu semua"


Yusuf berdecak kesal. "Eh lo besok mau rapat sama Chelsea kan? dia CEO muda bro cantik dan seksi"


"gue gak peduli! gue malah pengen balik ke indonesia pesantren lebih nyaman dari pada Italia"


"Gimana sih katanya mau ngelamar Aletha. Eh tau enggak Aletha dulu adek kelas gue!"


Yusuf langsung menatap intens Doni, "Santai bro gue gak macem-macem kok"


"Jadi lo dulu kakak kelasnya?"


"Iya sih tapi dulu pas SMP dia kelas 7 gue kelas 9 dulu adek kelas paling galak dia bro gue suka banget tuh jahilin dia. Kalo udah nangis satu smp pada riuh!"


"O jadi lo dulu buat calon istri gue nangis?" Doni menelan salivanya saat Yusuf tersenyum penuh arti


"Eh iya gue lupa ada urusan, gue cabut dulu ya bro Assalamualaikum"


"WAALAIKUMSALLAM!!!"


****


"Yang udah telfonan senyum-senyum terus!!!!" sindir Tari


Aletha sudah bersemu-semu dan tidak memperdulikannya. Aletha terus berjalan menuju ke asrama putri


Brukk


"Eh sorry-sorry gue gak sengaja" tanpa sengaja Aletha bertabrakan dengan Reva, sampai-sampai Reva tersungkur dengan wajah kesalnya Reva bangkit


"Punya mata gak kamu!"


"Sorry-sorry tadi gue gak lihat maaf ya?"


"Bodoh! kalo lagi jalan itu lihat jalan dong!"


"Iya maaf lo gakpapa kan? ada yang luka?"


Dengan wajah geram Reva memperlihatkan sikunya yang luka kecil, "Pake nanya! Lihat nih!!! Luka!"


"Bentar gue punya handsaplast" Aletha mengambil hansdsaplast dari kantungnya namun Reva seolah tidak puas


"Lihat rok aku jadi kotor sekarang aku gak mau tahu kamu bersihin!!!"


Aletha menatap jengah Reva karna Aletha adalah orang yang pengaku akan kesalahan dan merasa bersalah Aletha berjongkok lalu membersihkan rok Reva


Dengan senyum licik Reva sengaja menendang kepala Aletha. Membuat gadis itu tersungkur kebelakang


"Reva apa-apan sih kamu!" bentak Najwa lalu membantu Aletha berdiri


"Lo itu emang gak tahu caranya berterima kasih?!!"


"Heh kamu yang salah kamu yang udah nabrak aku!"


Aletha yang sudah tersulut emosi langsung menarik jilbab Reva, "gue udah minta maaf ya!! dan lo gak tahu caranya berterimakasih!!! Rok lo kotor? siku lo luka? catet semua biar gue biayain bokap gue masih kaya!!!"


Reva juga tidak terima Reva menarik jilbab Aletha. Terjadilah jambak-jambakan Tari dan Najwa segera memisahkan


Kevin yang melihat kejadian itu segera memisah Aletha dan Reva, "Apa yang kalian lakukan!!!" suara Kevin meninggi


"Biasanya kalau lagi berantem sama Reva yang misahin Ustadz yusuf" gumam Aletha dalam hati


"Apa yang lo pikirin Aletha?!!"


"Enggak gue gak mikirin apa-apa!"


Kevin menatap tajam kedua gadis itu, "Udah pada gede masih aja berantem!"


"Aletha tu tadi nabrak aku" ujar Reva merengek manja


"Gue udah minta maaf ya?! lo yang mulai nendang kepala gue!"


"Reva! lo tendang kepala Aletha?" Kevin menatap tajam Reva


"Enggak fitnah banget!"


Aletha melotot begitupula Tari, "Mulut lo!" Aletha menyerang Reva kembali


Kevin dengan sigap berusaha memisahkan. Namun sangat-sangat kewalahan karna Aletha jika sudah bertengkar tidak bisa di pisahkan

__ADS_1


"Aletha!! kalo lo gak berhenti berantem gue telfon Ustadz yusuf dan lo gak jadi dinikahin" ancam Kevin langsung membuat Aletha mengalah


"Lo boleh menang sekarang!"


__ADS_2